The Legend Of Zodiak Girl

The Legend Of Zodiak Girl
Kerajaan pisces


__ADS_3

"Kurang ajar!"ucap raja hercules saat mendapat laporan dari orang kepercayaannya yaitu reno.


Dia pun membanting gelas berisi darah segarnya hingga menimbulkan bunyi yang tidak aestetik sama sekali.


"Ternyata ramalan yang di katakan evoria memang benar,bahwa keturunan emiliano dan calista masih hidup,aku tidak bisa berdiam diri seperti ini aku harus segera bergerak,jika tidak maka aku akan mati sia-sia"ucap raja hercules.


"Reno,aku akan pergi ke gubuk evoria,jika kau mendapat informasi penting segera laporkan hal itu padaku"lanjut raja hercules.


"Baik yang mulia"ucap reno.


"Tunggulah para zodiak sialan,aku akan menghabisi kalian tanpa sisa,TUNGGULAHHH!!!"ucap raja hercules diiringi dengan suara petir yang menggelegar.


■■■


Sebuah istana megah dan mewah kini terpampang di depan mata,bahkan kemegahannya mengalahkan kemegahan kerajaan aquarius yang pernah steva lihat beberapa waktu yang lalu,nampak patung ikan kembar menghiasi pintu gerbang istana,dan di setiap dindingnya pun terukir lambang yang sama.


"Selamat datang di rumahmu putriku"ucap ratu calista sembari tersenyum manis.


"Kerajaan ini indah sekali"puji steva.


"Tidak ada yang lebih indah daripada melihatmu putriku,kerajaan ini tidak ada apa-apanya tanpa dirimu"ucap raja emiliano yang di hadiahi senyuman oleh steva,sementara itu tepat di samping ratu calista yaitu sandra yang kini tengah memasang wajah masam,kehadirannya di sini nampak sangat tak di hargai.


"Mari masuk"ucap ratu calista memasuki gerbang istana dan nampak ada dua prajurit yang berjaga di sana tengah membungkukkan badan sebagai pertanda hormat kepada raja dan ratunya.


Saat steva masuk ke dalam istana,pemandangan yang pertama yang di lihatnya adalah para pelayan yang tengah membersihkan ruang tamu sepertinya,entahlah steva tak terlalu paham dengan ruangan yang ada di istana ini.


"Steva,besok adalah hari penyambutanmu,ayah akan mengumumkan kepada penduduk negeri ini jika dirimu telah kembali,jadi persiapkan dirimu"ucap raja emiliano.


"Penyambutan?sepertinya itu terlalu berlebihan ayah,bisakah kita mengadakan acara yang sederhana saja"ucap steva.


"Tidak putriku,itu sudah menjadi adat kebiasan di sini,dan ayah juga ingin sedikit berbagi kebahagiaan kepada para rakyat"ucap raja emiliano.


"Terserah ayahanda saja"putus steva pada akhirnya.


"Mungkin steva belum terbiasa dengan kebiasaan di sini,wajar saja sih dia kan sudah lama berada di dunia manusia,jadi kebiasaannya tentu saja menganut manusia dan jika steva tidak segera menyesuaikan,tentu saja dia akan di anggap aneh oleh orang-orang di negeri ini"ucap sandra yang nampaknya mengejek steva.


"Seperti halnya mulutmu sandra,jika tidak di biasakan berbicara dengan baik dan tak menyinggung orang lain tentu saja lama kelamaan mulutmu akan membunuh dirimu sendiri"ucap steva membalas sandra.


"Hey sudah,lebih baik kau segera beristirahat putriku,kau pasti kelelahan karena perjalanan panjangmu kemarin"ucap ratu calista yang diangguki steva.


"Kalian berdua juga beristirahatlah"ucap ratu calista pada bryan dan gino.


"Baik yang mulia"ucap bryan dan gino bersamaan.


"Mari ibu antarkan ke kamarmu"ucap ratu calista sembari menuntun steva menuju kamarnya.


Dan kini tinggallah sandra seorang diri,dia mengeraskan rahangnya dan merekatkan giginya serta mengepalkan kedua tangannya,tatapan penuh kebencian itu dia layangkan kepada steva.


"Awas aja steva,lo boleh seneng dulu sekarang tapi tidak dengan nanti"gumam sandra disertai dengan senyum liciknya.


■■■


Rumah berbau busuk itu kini menjadi tujuan utama raja hercules,dia rela datang kesini untuk menemui sahabatnya,siapa lagi jika bukan evoria,penyihir terkuat di negeri ini.

__ADS_1


Tanpa mengetuk pintu dia pun segera memasuki rumah itu dan penampakan pertama yang di lihatnya adalah evoria yang tengah mengaduk kuali besar ramuannya,raja hercules menjadi heran,kenapa dia tidak bosan dengan kegiatannya yang hanya membuat ramuan setiap hari?apakah kepalanya tidak pusing ketika mencium ramuan yang berbau busuk itu?.


"Evoria"panggilnya yang membuat evoria terkesiap.


"Hercules?kebiasaanmu tak pernah berubah,ada apa kau datang kemari?pasti ada sesuatu yang sangat penting hingga menuntunmu kemari?"tanya evoria.


"Aku membawa kabar buruk evoria,ternyata keturunan emiliano dan calista masih hidup,dan kini mereka telah bertemu"ucap raja hercules yang membuat evoria terkekeh,apakah ada yang lucu?.


"Kenapa denganmu?apakah kau menganggap ini semua lelucon?"tanya raja hercules.


"Tidak hercules,sebenarnya aku sudah menduga jauh-jauh hari bahwa keturunan itu masih hidup,itu bisa dilihat dari awan cerah yang menggantung di negeri para zodiak"ucap evoria.


"Lalu jika kau mengetahuinya,apakah kau sudah menyiapkan perlawanan?"tanya raja hercules.


"Tentu saja sudah,jika tidak!untuk apa aku membuat ramuan busuk ini"ucap evoria sembari menunjuk sebuah kuali ramuan yang baru saja di buatnya.


"Ramuan apa itu?"tanya raja hercules.


"Ini adalah racun tali jiwa"jawab evoria.


"Tali jiwa?".


"Racun ini di namakan tali jiwa karena jika seseorang meminum racun ini maka jiwa atau rohnya akan terikat,dan si peminum akan merasakan kesakitan yang luar biasa setelah meminum racun ini,jika tali yang mengikat jiwa orang itu telah putus maka nyawa orang itu juga akan ikut tercabut,dan batas waktunya hanya 1×24 jam saja"ucap evoria yang membuat hercules tersenyum senang.


"Jadi apa kau berpikir aku akan memberikan racun ini kepada anak emiliano dan calista?"tanya raja hercules.


"Tepat sekali,dan asal kau tahu,besok akan ada perayaan di kerajaan pisces jadi itu adalah waktu yang tepat maka gunakanlah waktu itu sebaik-baiknya"ucap evoria.


"Lalu bagaimana caranya aku kesana dan menyusup?bukankah wajah dah auraku akan terlihat jelas?"tanya raja hercules.


Flashback


"*Baiklah evoria aku sudah paham maksudmu,ini bayaran untukmu"ucap hercules sembari menyerahkan sekantong emas pada evoria.


"Terima kasih,dan berhati-hatilah hercules dan bawa ramuanku ini"ucap evoria sembari menyerahkan sebotol ramuan yang baru saja dia buat.


"Ramuan apa ini?"


"Ramuan pengubah wujud sekaligus penghilang aura,aku rasa kamu memerlukannya"ucap evoria yang di balas anggukan oleh hercules*.


Flashback end.


"Ya aku masih mengingatnya,jadi besok aku akan mulai menjalankan aksiku"ucap raja hercules.


"Aku selalu mendukungmu hercules"ucap evoria.


"Dan ini bayaran untukmu evoria"ucap raja hercules sembari menyerahkan dua kantong perak untuk evoria dan evoria menerimanya dengan mata berbinar.


"Ini racunnya,semoga kau berhasil"ucap evoria yang di balas anggukan oleh raja hercules.Sedetik kemudian tawa mereka berdua menggelegar di tengah kesunyian hutan tersebut.


■■■


Steva memandang malas pada lemari pakaian yang berada di hadapannya,bagaimana tidak?kebanyakan isi dari lemari pakaian tersebut adalah gaun.Jika di hadapkan pada gaun,steva malah menjadi teringat tentang pernikahannya dengan xander waktu itu yang membuat steva bergidik geli.

__ADS_1


"Sebenarnya gue nggak masalah sih kalo mesti pakai gaun,tapi nggak tau kenapa gue malah jadi keinget raja buaya yang kemarin,hiii geli banget"ucap steva sembari menggidikkan tubuhnya.Dengan cepat dia pun memilih gaun selutut berwarna biru laut yang tergantung di sana.


"Sekarang gue udah jadi tuan putri,berarti gue harus jadi lebih anggun,kalo nggak si sandra mulut gentong itu pasti bakal ngejelek-jelekin gue"ucap steva.


Di tengah ucapannya dengan dirinya sendiri itu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya,dia yang masih memakai handuk tentu saja menjadi kelabakan.


"Siapa?"tanya steva.


"Ini ibu sayang"jawab ratu calista.


"Oh ibu,yasudah masuk aja kalau begitu"ucap steva yang membuat ratu calista segera masuk ke dalam kamarnya.


"Kamu kok belum dandan?ayahmu sudah menunggu di bawah,dia ingin mengenalkanmu pada orang-orang di istana ini"ucap ratu calista.


"Tunggu sebentar bu,sebentar lagi pasti selesai"ucap steva.


"Yasudah tapi tidak usah terburu-buru,ibu hanya ingin memberimu ini"ucap ratu calista sembari menyodorkan sebuah mahkota cantik kepada steva dengan hiasan berlian berwarna biru dan putih.


"Mahkota?".


"Iya,jangan lupa di pakai,kalau begitu ibu kebawah dulu"ucap ratu calista sembari mengelus pipi steva sebelum beranjak pergi.


Sepeninggal ibunya,steva segera memakai gaun yang telah di pilihnya dan menata rambutnya,tak lupa dia memberi sedikit polesan pada wajahnya agar terkesan natural,dan terakhir dia memasangkan mahkota cantik itu di atas kepalanya.Sempurna!steva terlihat sangat cantik sekarang,terlebih mahkota yang membuatnya semakin terlihat anggun.


Steva pun segera beranjak dari meja riasnya,namun sepertinya dia melupakan suatu hal,dan ternyata itu adalah....


"Sepatu"seru steva saat menyadari bahwa dirinya masih nyeker,dengan cepat steva pun memilih sepatu yang ada di sana dan pilihannya jatuh pada sebuah heels warna putih,dia pun segera memakainya dan beranjak dari situ.


Karena terburu-buru dan kurang memerhatikan jalannya,steva pun menabrak punggung seseorang hingga membuatnya terpental ke belakang.Dengan sigap orang tersebut menahan tubuh steva dengan kedua tangannya agar steva tak terjatuh.


Saat keduanya berpandangan,barulah steva mengetahui jika orang yang baru saja di tabraknya adalah bryan,steva terpaku sesaat setelah melihat bryan yang begitu tampan dengan pakaian pangeran ala-ala film disney yang biasa dia tonton.Begitupun dengan bryan,dia juga sama halnya seperti steva,dia terpaku melihat steva yang terlihat lebih cantik dan lebih anggun dengan gaun dan mahkota yang melekat di kepalanya.


Setelah beberapa lama,akhirnya mereka pun memperoleh kesadaran masing-masing,dengan segera bryan melepas pelukannya pada steva dan kini keduanya hanya bisa berdiri canggung dengan situasi yang awkward.


"Emm maaf gue nggak bermaksud buat kurang ajar sama lo"ucap bryan.


"Emm iya nggak papa,gue duluan ya"ucap steva lalu berjalan cepat mendahului bryan.Saat steva sudah menjauh barulah bryan bisa bernafas lega,di pegangnya dadanya yang masih berdetak tak karuan dan nafasnya yang masih tak beraturan.


"Gue kenapa sih?akhir-akhir ini kalo deket steva pasti bakal kayak gini,mana dia tadi cantik banget"gumam bryan.


"Kayaknya gue udah gila"lanjutnya bryan sembari tersenyum tipis.


Sementara itu steva kini tengah menyandarkan tubuhnya di dinding kerajaan,dadanya nampak naik turun dan mungkin kini pipinya sudah semerah sambal tomat.


"Steva,lo kenapa sih?tenang steva!lo harus tenang!"ucap steva sembari mengatur nafasnya yang nampak ngos-ngosan.Namun tiba-tiba ada orang yang menepuk pundaknya hingga membuatnya terkesiap.


"Gino!"seru steva sembari memandang gino yang tersenyum ke arahnya.


"Eh maaf udah ngagetin lo,tapi lo udah di tunggu ama raja emiliano dan ratu calista"ucap gino.


"Yaudah kalo gitu gue mau kesana"ucap steva,saat dia hendak melangkahkan kakinya,gino mencekal pergelangan tangannya hingga membuat steva memandangnya heran.


"Kita barengan"ucap gino sembari menggandeng tangan steva,mau tidak mau steva pun mengikuti langkah gino walau sebenarnya dia kurang suka jika di perlakukan begini,hanya saja dia tidak ingin membuat suasana menjadi canggung seperti tadi dan membuat dirinya terlihat konyol di hadapan gino.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2