
15 menit sudah berlalu dan kini saatnya bagi steva dan sandra untuk mengadu kekuatan mereka,steva dengan kekuatan esnya dan sandra dengan dua kekuatannya yakni air dan angin.
Mereka berdua memasuki arena pertandingan,sekarang sebagian dari murid zodiak academy mendukung steva,bukan karena dia mengalahkan pangeran bryan,tapi karena mereka membenci sandra yang sombong itu.
"Gue yakin,besok lo nggak bakal berani nunjukin batang hidung lo di academy ini lagi"ucap sandra dengan angkuhnya.
"Kita liat saja nona sandra"ucap steva.
Tak mau berlama-lama,sandra segera mengeluarkan kekuatannya yang pertama,kali ini dia lebih memilih elemen angin.
"Wind force"ucap sandra yang membuat sebuah blast dari udara dan mengarah ke arah steva.
Steva dengan sigap membekukan angin itu sehingga tidak mengenainya,kali ini dia harus berhati-hati,karena elemen angin masuk dalam 4 besar elemen utama yang hebat itu,dan satu lagi membekukan udara itu juga cukup sulit.Kalau steva dia bisa menggunakan elemen tanahnya,karena angin lemah oleh tanah,namun dia juga memikirkan akan nasib dirinya kedepannya saat seluruh academy tau elemennya tidak hanya satu.
"Gimana?lo mau nyerah sekarang?"tanya sandra.
"Kekalahan masih jauh nona"balas steva.
"Wind arrow"ucap sandra yang membuat puluhan panah dari angin terbang di sekelilingnya.
Steva tak mau kalah dia pun membuat puluhan panah dari es,dan menghempaskannya ke arah sandra,begitu pun dengan sandra,dia juga menghempaskan panah anginnya ke arah steva.
Kedua panah itu saling beradu,dan berkat kekuatan serta pertahanan steva akhirnya panah angin milik sandra akhirnya kalah.
Tak mau sampai di situ,sandra terbang cepat ke arah steva dengan blast udara di tangannya,steva pun tak mau kalah,dia juga membuat ice blast dan mengarahkannya ke arah sandra,sandra yang kalah cepat pun hanya bisa meratapi dirinya yang setengah membeku akibat serangan steva.
'Sial,aku terlalu ngeremihin kekuatan dan kecepatannya'batin sandra.
"Busur es"ucap steva dan kemudian muncullah sebuah busur berwarna biru laut dengan ukiran logo pisces di setiap sisinya,semua murid terpana akan senjata steva yang menawan namun mematikan.
Steva segera menarik tali busur itu dan muncullah sebuah anak panah dari es,dia mengarahkan panahnya ke atas dan menembakkan anak panah itu ke udara.Tak lama kemudian muncullah ratusan anak panah es dari udara,sandra yang terlalu mengagumi keindahan panah tersebut pun baru sadar bahwa panah itu mengarah ke dirinya.
Tak mau terjadi hal yang sama dia pun memakai kekuatan 'wind shield'nya untuk menangkal serangan steva,namun ternyata kekuatannya tak terlalu cukup kuat untuk menangkal serangan steva,alhasil dirinya tergores beberapa anak panah.
__ADS_1
Merasa sudah cukup melumpuhkan sandra,steva menyimpan kembali busur kesayangannya,dan busur itu pun hilang dari pandangan mata.
Sandra mencoba berdiri lagi walau sebagian tubuhnya sudah mati rasa,ini adalah jurus angin pamungkasnya,dia yakin steva tak akan selamat.
"Tornado"ucap sandra dan detik berikutnya angin kencang datang dari segala arah,bercampur dengan kilatan petir di dalamnya,angin itu bergulung-gulung menuju arah steva.Steva tak menyangka jika sandra akan menggunakan kekuatan hebat ini untuk memenangkan pertandingan.
Steva mencoba membekukan angin tornado itu namun tak berhasil,dia juga menggunakan ice blast miliknya namun itu tak berpengaruh apa-apa pada angin tornado itu.Ini yang steva tidak sukai jika lawannya menggunakan elemen angin,selain susah di bekukan,angin juga bisa menjadi kekuatan alam yang hebat.
Tak ada pilihan lain,steva menurunkan badai salju dengan kapasitas besar dan setara dengan tornado itu,kedua serangan itu saling mengadi sehingga membuat goncangan di academy ini,baik steva maupun sandra mereka sama-sama mempertahankan serangan masing-masing,jika salah satu dari mereka melepaskan serangan masing-masing maka hal itu akan berdampak buruk bagi academy ini,karena serangan mereka masuk dalam kategori tingkat tinggi menengah.
Steva masih mempertahankan serangannya,dia mencoba membendung tornado gila itu dengan badai saljunya,para murid tak bisa melihat jelas karena tertutup oleh angin dan salju,alhasil mereka hanya bisa menanti akhir pertandingan ini dengan melindungi diri mereka agar tidak terkena serangan itu.
Setelah mati-matian melawan serangan sandra,akhirnya tornado itu pun reda dengan sandra yang sudah terkapar di tengah lapangan,petugas kesehatan segera membawa sandra ke ruang kesehatan,sementara steva,dia sih baik-baik saja hanya ada luka kecil akibat tornado gila tadi.
Steva akui jika sandra memang hebat,tapi dia sangat ambisius dalam pertandingan sehingga melakukan hal berbahaya seperti tadi.
Ketiga temannya menghampiri steva sementara untuk pangeran dan putri,mereka lebih memilih melihat kondisi sandra.
"Nggak papa"jawab steva.
"Lo itu bikin kita spot jantung,tadi itu pertandingan ter wow banget pokonya"ucap violet.
"Apalagi angin tornado tadi,menakutkan banget,untung ada steva,kalo nggak academy ini bakal rubuh"ucap maudy.
"Hemmm"balas steva.
"Lo nggak luka kan?"tanya aqua.
"Sedikit"jawab steva sambil menunjukkan lengannya yang sedikit tergores oleh angin tornado gila itu.
"Ini harus di obatin steva"ucap aqua.
"Lebay banget sih lo,sakit aja nggak"ucap steva.
__ADS_1
"Udahlah,mending kita ke ruang kesehatan buat ngobatin luka lo terus sama nengokin sandra,dia mati apa enggak"ucap aqua lalu menarik tangan steva agar dia mau ke ruang kesehatan,violet dan maudy hanya bisa mengikutinya.
Saat sampai di ruang kesehatan,steva bisa melihat bahwa pangeran gadungan itu sudah baikan dan mereka semua bergerombol di sekitar kasur sandra yang belum sadarkan diri,mati mungkin.
"Eh ada steva,selamat ya udah menang lagi"ucap mauryn.
"Ya sama-sama"kata steva.
"Lo nggak papa kan?"tanya gino.
"Nggak"jawab steva.
"Syukurlah"ucap gino.
"Sandra gimana?"tanya steva.
"Dia cuma pingsan kok"jawab sahila.
"Oh kirain is dead"ucap steva dengan tak berdosanya.
Para pangeran dan putri sama sekali tak tersinggung akan ucapan steva,memang pada kenyataannya mereka juga agak tidak suka dengan sandra karena selain sombong dia juga sok berkuasa,sama sekali tak mencerminkan sikap dari zodiaknya,begitu pun dengan steva.
"Enggak kok nggak mati,dia cuma pingsan,kalo mati ya tinggal di kubur"ucap aliva.
"Hemmm"balas steva.
Bryan yang sedari tadi diam tiba-tiba berdiri dan berjalan ke arah steva,mauryn segera menahan lengan bryan agar dia tidak bertindak lebih jauh lagi,namun dengan sekali hempasan cekalan itu pun sudah terlepas dan bryan tetap berjalan ke arah steva.
"Mau apa lo?"tanya steva galak.
Bukannya menjawab bryan malah memegang tangan steva dan detik berikutnya....
Bersambung.
__ADS_1