The Legend Of Zodiak Girl

The Legend Of Zodiak Girl
Memulai aksi


__ADS_3

Pukul 4 dini hari di gerbang depan academy.


Seseorang dengan pakaian serba hitam itu kini sedang berdiri di tengah kegelapan yang masih menyelimuti sekitar,tak jauh dari situ tampaklah dua orang yang juga berpakaian serba hitam sedang mendekat ke arahnya.


"Kalian berdua lama amat ngapain aja sih"gerutu steva saat bryan dan gino sampai di hadapannya.


"Kalo mau marah-marah,marahin aja si gino,dia itu tidurnya udah kayak kebo beranak"ucap bryan.


"Maaf lah,semalem gue marathon liat film action"ucap gino beralasan.


"Yaudah kalo gitu kita berangkat sekarang buat mempersingkat waktu,tapi kerajaan aquarius itu jauh apa deket sih?"tanya steva.


"Kalo nggak ada halangan,kayaknya sih 2 hari kita bakal sampai"jawab gino.


"Nggak ada yang lebih cepet dari itu?gue itu maunya hari ini juga sampainya"ucap steva.


"Itu udah yang paling cepet,kalo kita lewat kota malah 4 hari baru sampai"ucap gino.


"Yaudah,kita berangkat sekarang"ajak steva.


"Oke,tapi sebelum itu kita harus minum ramuan penghilang aura lebih dulu,biar kita nggak bisa di lacak sama pihak academy"ucap gino sembari menyodorkan sebotol ramuan kepada bryan dan steva.Mereka bertiga pun sama-sama meneguk sebotol ramuan itu hingga habis dan tak bersisa,yang tersisa hanyalah botolnya saja,karena nggak mungkin kan,kalo botolnya ikut di minum juga.


"Yaudah kalo gitu kita mulai petualangan besar ini"ucap gino yang diangguki bryan dan steva,perjalanan panjang akan segera di mulai dalam detik ini juga


■■■


Pagi itu seluruh academy di buat heboh atas hilangnya ketiga orang penting dari academy ini,kejadiannya bermula saat si kembar gemma dan manna serta pangeran mahen hendak mengajak bryan dan gino ke kantin bersama,namun yang di jumpai oleh mereka hanyalah kamar kosong tanpa ada penghuninya.


Mereka bertiga sudah mencari mereka berdua ke seluruh penjuru academy namun bryan dan gino tak kunjung di temukan,mereka pun meminta tolong kepada dewan academy untuk melacak mereka,namun rupanya hal itu tidak dapat membantu.


Belum sempat bryan dan gino di temukan,ketiga teman steva juga ikut melaporkan bahwa steva juga menghilang,walau mereka sudah tahu sih kemana steva dan dua cogan itu pergi.Hal itu di lakukan hanyalah sebagai bentuk dari rencana mereka yang di setting sedemikian rupa agar tidak menimbulkan kecurigaan berlebih dari pihak academy.


"Bebeb bryan dimana sih?gue jadi khawatir kalau terjadi sesuatu dengan ayang bebebku"ucap sandra,memang dari semuanya,sandra lah yang paling heboh saat mengetahui bahwa bryan hilang,dia bersikap seolah-olah dia adalah anak ayam yang kehilangan induknya.


"Gue juga khawatir sama bryan,gue takut terjadi sesuatu sama dia"ucap mauryn yang juga sedang di landa kepanikan.


"Semuanya tenang,bryan sama gino pasti baik-baik aja,gue yakin itu"ucap mahen mencoba menenangkan suasana yang di landa kepanikan itu.


"Tapi ini aneh banget deh kalo menurut gue,bryan dan gino hilang bersamaan dengan hilangnya steva,atau jangan-jangan mereka bertiga nggak hilang tapi sedang dalam sebuah misi yang kita nggak tahu"tebak gemma yang nampaknya benar.


"Kok lo bisa mikir kayak gitu sih?"tanya aliva.


"Seumpama kalo mereka hilang gara-gara di culik,pasti mereka meninggalkan jejak,tapi setelah kita telusuri,nggak ada tuh jejak penculikannya"jawab gemma.


"Atau jangan-jangan mereka kabur"tebak manna.


"Bisa jadi sih,soalnya kita tau kan kalo mereka bertiga sama-sama orang hebat,jadi kalo soal kabur pasti hal yang mudah bagi mereka"ucap mahen.


"Tapi kenapa mereka nggak ngasih tau kita,apakah hal ini begitu rahasia?sehingga kita aja nggak di kasih tau?"ucap mauryn.


"Kita coba tanya aja sama ketiga temannya steva,mereka pasti tau soal ini"usul sahila.


"Gue setuju,kita paksa aja mereka buat ngaku"kata ulfa.


"Tapi kalo mereka nggak mau ngaku gimana?"tanya tsania.


"Kita ancem aja mereka,pasti dengan itu mereka mau ngaku"ucap syifa.


"Gue sepemikiran sama lo"kata rossa.


"Yaudah kalo gitu kita samperin mereka,kebetulan tadi gue lihat mereka di kantin"ucap mahen yang diiyakan semuanya.


■■■


Aqua,violet dan maudy kini tengah tertunduk takut saat mereka bertiga di interogasi oleh para pangeran dan putri yang menatap mereka dengan pandangan sengit.Mereka bahkan tidak berani bertanya,kenapa mereka di interogasi seperti ini,pandangan para pangeran dan putri saja sudah mengisyaratkan bahwa mereka bertiga kini sedang dalam masalah besar.

__ADS_1


"Kalian kenapa liatin kita kayak gitu?kita ada buat salah sama kalian?"tanya aqua mewakili semuanya.


"Aqua,gue mau tanya sesuatu sama lo"ucap mahen.


"Tanya apa?"


"Kalian pasti tahu kan apa yang terjadi di balik hilangnya bryan,gino dan steva?"tanya mahen.


"Eenggak,kita nggak tahu apa-apa"jawab aqua.


"Nggak usah boong deh,gue yakin kalo temen lo steva,itu yang bersalah atas hilangnya bryan dan gino"ucap sandra.


"Steva aja nggak ada kabarnya sampai saat ini,mana mungkin steva yang ngebuat bryan dan gino ilang"ucap violet.


"Lo pikir gue nggak tahu kalo temen kalian yang satu itu paling jago kalo soal drama,udahlah mendingan kalian kasih tau,lagian nggak ada gunanya juga kalian ngeles,kita juga nggak bakal percaya"ucap sandra berusaha menyudutkan mereka.


"Tapi bener,kita itu nggak tau apa-apa"ucap aqua.


"Aqua,gue minta lo jujur aja,gue lebih suka kalo lo jujur,daripada bohong yang malah membuat hati lo nggak tenang"kata mahen.


"Tapi kita bener-bener nggak tau pangeran mahen,lagian kalo kita tau,kita nggak bakal lapor soal kehilangan steva"ucap aqua berusaha meyakinkan semuanya.


"Lo pikir kita bakal percaya dengan alasan lo yang super receh itu,lebih baik kalian ngaku atau nggak,gue bakal bikin kalian nyesel karena nggak mau ngaku"ancam sandra.


"Apa yang perlu diakuin kalo kita aja nggak tahu apa-apa"ucap maudy memberanikan diri.


"Lagian apa untungnya buat steva dengan membuat bryan dan gino hilang?"ucap violet.


"Udah deh kalian ngaku aja,atau gue bakal suruh pihak academy ngeluarin kalian"ancam sandra lagi.


"Kita itu nggak buat salah jadi kenapa kita harus takut dengan ancaman lo itu,kita tau kalo lo itu putri dari kerajaan terbesar dan terhebat,tapi seenggaknya lo juga harus punya sopan santun,lo jangan bikin malu raja emiliano dan ratu calista yang udah ngadopsi lo"bantah violet dengan beraninya.


"Jaga bicara lo ya,gue nggak akan segan-segan bikin kalian menderita karena udah ngehina gue"kata sandra.


"Ancam saja kami semaumu,lagian kalo putri kandung raja emiliano dan ratu calista sudah kembali,lo pasti bakal di depak dari kerajaan pisces"ucap violet.


"Mati?dia bahkan ada di dekat kita,itu yang lo bilang mati"ceplos maudy yang menimbulkan kebingungan semua orang yang ada di situ.


"Lo nggak lagi halu kan?semua orang bahkan ayah ibuku saja sudah menganggap dia mati,terus sekarang lo berkhayal dia masih hidup,lo dan kedua temen lo ini emang nggak waras"ucap sandra dengan tawanya seakan perkataan maudy barusan hanyalah sebuah lelucon belaka.


"Kita liat aja,omongan siapa yang bakal menang di babak akhir nanti,gue jamin lo nggak bakal berani nunjukin diri lo lagi saat tahu siapa putri kerajaan pisces yang asli"ucap maudy.


"Kalo emang dia masih ada,terus sekarang dia dimana?kenapa dia nggak pulang?"ucap sandra yang tak mau kalah.


"Dia emang nggak ada disini sekarang,karena dia sedang menjalankan sebuah misi untuk mengungkap jatidirinya yang sebenarnya"ucap maudy.


"Ngeles aja terus,mendingan kita pergi aja dari sini,nggak ada gunanya juga ngomong sama orang halu hahaha"ucap sandra lalu pergi dengan tawanya dan di ikuti dengan yang lainnya.


"Sabar,kita tunggu waktu yang tepat untuk membungkam sandra,kita tunggu steva kembali"ucap aqua menenangkan kedua temannya yang terbakar emosi itu.


"Saat sudah tiba waktunya,mulut sandra itu bakal bungkam seribu bahasa"ucap violet.


"Kita doain aja semoga steva berhasil mencapai tujuannya"ucap maudy yang di balas anggukan oleh kedua temannya.


■■■


Steva,bryan dan gino kini masih dalam perjalanan menuju kerajaan aquarius,saat ini mereka mungkin sudah menjadi seperempat perjalanan dari keseluruhan perjalanan ke kerajaan aquarius.Saat ini mereka sudah berada di hutan yang dalamnya sangat kering bahkan pohon yang berwarna hijau pun sangat sedikit di sini.


"Ini hutan apa?"tanya steva.


"Ini adalah hutan warmsy,hutan mati yang cukup berbahaya,karena jika kita tidak bisa menyesuaikan diri dengan hutan ini,kita akan ikut mati dan mengering disini"jawab bryan.


"Apakah disini ada monster?"tanya steva.


"Tentu saja ada,dan yang paling terkenal adalah ular warmsy,ular yang bisa menyemburkan racun dan jika kita terkena racun itu maka kita akan menjadi tulang belulang dalam sekedip mata,gue sih berharapnya nggak ketemu sama ular itu"jawab gino.

__ADS_1


"Kita masih lama nggak lewatin hutan ini?gue rada ngeri soal monster itu?"tanya steva.


"Masih lumayan lama sih,tapi lo tenang aja,ular warmsy nggak akan nyerang kita kalo kita nggak ganggu dia"ucap bryan.


"Oh kayak gitu,gue rada tenang kalo kayak gini"ucap steva.


Namun keberuntungan lagi-lagi tak berpihak pada mereka dan hal itu di mulai saat secara tidak sengaja steva menginjak ekor ular itu,awalnya dia pikir bahwa itu adalah daun kering,karena warnanya sangat mirip sekali,namun ternyata itu adalah ekor dari ular mematikan itu.


Ssshhh


Desia ular itu sambil menatap mereka satu per satu dengan tatapan lapar,seakan-akan mereka adalah santapan siang yang nikmat.


"Kita dalam bahaya besar"ucap gino.


"Kita harus siap-siap melawannya,karena ini bukanlah hal yang mudah"kata bryan.


Steva yang melihat itu hanya bisa menjatuhkan rahangnya karena ternyata ular itu tak semengerikan yang ada di bayangannya,dia pikir ular itu adalah ular raksasa yang mampu memakan lima ekor kambing dalam sekali suapan,namun nyatanya ular itu hanya sebesar anak ular piton saja.


Di sisi lain,bryan kini sudah siap dengan cambuk apinya dan gino dengan pedang beracunnya,sedangkan steva,dia hanya bisa melongo mendapati tingkah kedua lelaki itu yang dinilai terlalu berlebihan.


"Steva,cepet siapin senjata yang lo punya,ini bukanlah lawan yang mudah"ucap bryan.


"Hei,ini hanya ular kecil,tinggal lempar aja pakek batu"ucap steva lalu mengambil batu yang ada di dekatnya dan melemparnya ke arah ular itu,namun saat batu itu menyentuh tubuh ular itu,seketika ular itu berubah menjadi besar dan sepertinya mampu menelan 6 ekor kambing dalam sekali suapan.


"Kenapa bisa begini?"heran steva.


"Memang begini,ular warmsy akan tumbuh menjadi besar jika terkena hawa panas,dan batu yang kau lempar tadi mungkin memiliki hawa panas sehingga tubuh ular itu menjadi besar"jelas bryan.


"Iya sih emang panas batunya,tapi bukannya elemen lo api,ntar kalo tambah besar gimana?"tanya steva.


"Iya sih,kalo gitu untuk kali ini gue nggak ikut deh,gue serahin ke kalian aja"ucap bryan.


Tanpa aba-aba,ular itu langsung menyerang steva yang belum bersiap itu,namun berkat kelincahan steva,dia berhasil lolos dari serangan monster mengerikan itu.


"Busur es"ucap steva dan seketika busur es kesayangannya muncul dari tangan kanannya.Dia pun hendak membidik mata ular itu menggunakan busurnya dan setelah di rasa tepat,steva pun menembakkan puluhan anak panah ke ular itu,namun dengan sekali semburan,anak panah es milik steva sudah hancur berkeping-keping.


"Gino,sebaiknya kita menyerangnya dari arah dekat,dan kita menyerangnya dari dua sisi yang berbeda,supaya dia kebingungan"ucap steva yang diiyakan oleh gino.


Steva pun mengganti busur esnya dengan pedang piscesnya dan dirinya pun kembali menyerang ular raksasa itu bersama dengan gino.Sebenarnya bryan ingin membantu,namun elemennya tidak akan berguna kali ini karena elemennya adalah sumber kekuatan monster itu.


"Watter arrow"ucap steva membuat ratusan anak panah dari air untuk menusuk tubuh monster itu,dan serangannga kali ini rupanya cukup berhasil,hal itu terbukti dari ukuran ular itu yang agak mengecil.


"Living forest"ucap gino yang membuat seluruh tumbuhan yang ada di hutan itu menyerang ular itu.


"Twister"ucao steva yang membuat tubuh ular itu berputar-putar di pusaran air yang di buat oleh steva,steva pun mendekat ke arah ular itu untuk menebas perutnya,namun rupanya ular itu mengetahui pergerakan steva dan menyerang steva dengan ekornya sehingga membuat steva terpental beberapa meter ke belakang.


"Steva"teriak bryan dan gino bersamaan.


"Gue nggak papa kok"ucap steva,dia pun kembali menyerang monster itu dengan pedangnya,dia mengayunkan pedang itu ke berbagi sisi namun rupanya ular itu sangat lincah,sehingga mampu menghindar dari setiap serangan steva.


"Semakin dia mengecil,ternyata dia semakin lincah"gumam steva,dia pun memikirkan sebuah ide di otaknya dan dia meyakini bahwa keberhasilan dari ide ini adalah 80%.


"Bryan,kita butuh bantuan lo"ucap steva.


"Gue?ntar malah nyusahin lagi"kata bryan.


"Udah,serang aja dia gunain cambuk api lo"ucap steva yang segera di patuhi oleh bryan,dia pun segera mengeluarkan cambuk apinya dan mengibaskannya ke tubuh ular itu,sehingga membuat tubuh ular itu semakin besar.


"Tuh kan malah gede"kata bryan.


"Serang lagi"ucap steva.


"Hah?yang bener?"tanya bryan.


"Udah serang aja"ucap steva yang membuat bryan kembali mengibaskan cambuknya dan ular itu pun semakin besar.

__ADS_1


"Sekarang____


Bersambung


__ADS_2