The Legend Of Zodiak Girl

The Legend Of Zodiak Girl
Tipu daya


__ADS_3

Steva masih belum bisa memejamkan matanya walau jam sudah menunjukkan pukul tengah malam,perasaannya sedari tadi benar-benar gelisah,entah apa yang membuatnya gelisah,namun yang pasti!dia memiliki firasat tidak baik mengenai ini.


Bukannya dia takut,tapi kali ini hatinya benar-benar tidak tenang,di pelupuk matanya selalu saja terbayang bahwa ada bahaya yang mengintai dirinya dan juga dua teman lelakinya itu.


Untuk menenangkan dirinya,steva pun memutuskan untuk membuka jendela kamar penginapannya dan tampaklah bintang-bintang yang bertebaran dan bulan yang menggantung indah di langit.


"Rasi bintang pisces dimana ya"gumam steva sambil menatap langit yang terang benderang itu,sampai matanya menangkap sebuah rasi bintang yang sedang di carinya.


"Itu dia,ternyata rasi bintang zodiakku cantik juga"gumam steva,tanpa di sangka kalung yang dipakai steva bersinar dan mengeluarkan cahaya yang indah namun tidak menyilaukan mata.


"Kalo emang ternyata aku adalah putri kerajaan pisces yang asli,apa semua orang akan percaya padaku?apalagi sandra,dia pasti akan menghasut semua orang dan mengatakan bahwa aku penipu"gumam steva sambil menggenggam kalungnya itu.


"Bryan sama gino udah tidur belum ya?aku bosen banget,sampai nggak bisa tidur,kalo mereka belum tidur kan enak,gue bisa ngerjain bryan"gumam steva lalu memajukan sedikit bibirnya beberapa senti ke depan.


"Aku ke kamar mereka aja kayaknya"ucap steva,dia pun memutuskan untuk keluar kamar dan menuju kamar bryan dan gino yang letaknya bersebelahan dengan kamarnya.


Saat sampai di depan kamar mereka berdua,steva pun mengetuk pintu tersebut dan tak lama kemudian,muncullah bryan dengan muka bantalnya.


"Ngapain lo tengah malem kesini?"tanya bryan.


"Gue nggak bisa tidur"jawab steva.


"Terus"


"Gue butuh hiburan"ucap steva.


"Terus ngapain lo kesini?"tanya bryan.


"Gue kesepian,gue mau di sini saja sama kalian"ucap steva.


"Manja amat sih,lagian kalo lo disini,lo mau tidur dimana?kan nggak boleh kalo cowok sama cewek tidur sekamar"ucap bryan.


"Gue nggak papa deh tidur di lantai,yang penting gue nggak kesepian"ucap steva.


"Ck,yaudah deh masuk"pasrah bryan,steva pun masuk kedalam kamar itu dan tampaklah gino yang sedang meringkuk di kasur.


"Gino bangun,ada tamu nggak di undang nih"ucap bryan setengah berteriak untuk membangunkan gino.


"Apaan sih bryan,malem-malem teriak nggak jelas"ucap gino.


"Ada steva tuh"ucap bryan,mendengar nama steva,gino pun segera bangun dari tidurnya dan merapikan rambutnya yang berantakan.


"Steva,kok lo bisa ada disini?"tanya gino.


"Gue nggak bisa tidur"jawab steva.


"Yaudah kalo gitu lo tidur aja di kasur,gue sama bryan tidur di lantai nggak papa kok"ucap gino.


"Iya makasih"ucap steva.


Gino pun segera menyingkir dari atas kasur sembari mengambil satu bantal untuk di gunakannya tidur.


"Kok cuma satu sih,gue pakek apa?"tanya bryan.


"Yaelah,kita pakek berdua lah,lagian sama cewek masak nggak mau ngalah"ucap gino.


"Yaudah deh terserah"pasrah bryan,akhir-akhir memang dirinya sedikit mengalah jika itu menyangkut urusan steva,padahal biasanya dengan siapapun,dia tidak mau mengalah.


Steva pun segera naik ke atas kasur dan segera berbaring,detik selanjutnya dia pun sudah terlelap ke dalam alam mimpi.


"Dasar cewek"ucap bryan sembari geleng-geleng kepala.


Mereka berdua pun mengalah demi steva,dan memutuskan untuk tidur di lantai,namun belum sempat mereka memejamkam mata,pintu kamar mereka di dobrak secara paksa oleh seseorang yang mereka kenal.Steva yang baru saja tidur itu pun menjadi terbangun karena suara dobrakan pintu itu.


"Ada apaan sih berisik banget"ucap steva sembari mengumpulkan jiwanya yang sudah berkelana entah kemana,dan betapa terkejutnya dia mendapati sekelompok orang yang membawa senjata tajam dan menatap mereka tajam.


"Bryan,gino,apa arti semua ini?"tanya steva.


"Kita juga nggak tahu steva,tiba-tiba mereka masuk ke kamar ini dan sepertinya ini bukan pertanda yang bagus"jawab gino.


"Hahaha,bagus sekali kalian berada dalam satu kamar,jadi kami tidak perlu repot-repot menghabisi kalian satu per satu"ucapnya.


"Apa maumu hah?"tanya bryan.


"Mau ku?mudah saja,serahkan gadis cantik itu pada kami"ucapnya.

__ADS_1


"Jangan bermimpi aku akan menyerahkannya begitu saja,lagian apa bagusnya gadis cerewet dan galak itu?"ucap bryan yang refleks membuat steva memelototkan matanya.


"Kau tidak tahu apa-apa,gadis itu akan kami jadikan tumbal agar para penyihir di desa ini memperoleh kekuatan abadi"ucapnya.


"Tumbal?apa maksud kalian?"tanya gino.


"Kami akan menumbalkannya kepada sang buaya,pemimpin di desa ini,agar kami memperoleh kekuatan abadi dan tidak akan bisa mati"jawabnya.


"Tidak akan aku biarkan kalian menangkapnya"kata bryan.


"Tenang saja,dia tidak akan mati,hanya saja akan menjadi istri dari sang buaya hahaha"ucapnya.


"Kenapa kau tega melakukan ini padaku xander?"tanya steva karena memang dalang dari semua ini adalah xander dan juga anak buahnya.


"Karena kau adalah gadis tercantik yang pernah aku temui,dan juga sang buaya saat ini sedang membutuhkan permaisuri,dan jika aku lihat,kau adalah tipe istri yang sesuai menurut sang buaya"ucap xander.


"Tak akan aku biarkan kalian menangkapnya,langkahi dulu mayat kami"ucap gino dengan beraninya.


"Apa kalian yakin?"pasti xander.


"Tentu saja"ucap bryan dan gino bersamaan.


Xander tampak menyeringai mendapati ucapan bryan dan gino barusan,dia mengambil sesuatu dari dalam kantongnya dan ternyata itu adalah sebotol ramuan,entah ramuan apa itu,tapi yang pasti!itu bukanlah hal baik.


"Mau apa kau?"tanya gino saat melihat xander menggenggam sebotol ramuan.


"Tidak apa-apa,aku hanya ingin mengguyur kalian dengan ramuan ini"ucapnya lalu melemparkan cairan yang ada di botol itu ke arah bryan dan gino,mereka berdua yang belum siap,hanya bisa pasrah saat ramuan itu mengguyur tubuh mereka.


"Gino,ini ramuan apa?"tanya bryan.


"Gue juga belum yakin,tapi kalo dari aromanya,kayaknya ini adalah ramuan penghilang sihir"jawab gino yang membuat bryan tercengang.


"Apakah kalian masih yakin,ingin mempertahankan gadis itu,setelah kalian tidak lagi memiliki kekuatan?"tanya xander.


"Kamu pikir dengan begini saja,kami akan menyerah,asal kamu tahu,hidup mati kami hanyalah untuk steva"ucap bryan dengan lantangnya,dan hal itu membuat steva terharu,walaupun dia dan bryan sering bertengkar,namun ternyata bryan masih mau menolongnya,bahkan dalam kondisi sulit seperti ini.


"Dua pahlawan kemalamam yang sok jagoan,kalian semua urus dua cecunguk payah ini,gadis itu biar menjadi urusanku"ucap xander pada anak buahnya.


"Baik tuan ketua"ucap keempat orang itu serempak dan langsung menyerang bryan dan gino.Walaupun mereka sudah tidak mempunyai kekuatan elemen,namun keahlian bela diri mereka masih melekat dalam diri mereka,dan hal itu tidak bisa di remehkan.


"Gadis cantik,aku berimu dua pilihan,menyerah secara baik-baik atau akan ku buat kau menyerah secara paksa?"tanya xander.


"Aku tidak akan memilih keduanya,akan ku habisi dirimu dengan tanganku"ucap steva.


"Ck,dasar gadis sombong,baiklah jika itu maumu,aku akan memaksamu untuk menyerah"ucap xander lalu menyerang steva dengan pedang yang di bawanya,steva pun segera mengelak dari serangan itu dan membuat blast ice di tangannya,dia mengarahkan blast itu pada xander,namun berkat kelincahan yang di milikinya,xander bisa lolos dari serangan steva.


"Lumayan juga kemampuanmu gadis cantik"ucap xander dengan seringainya.


"Jangan banyak bicara,rasakan ini"ucap steva lalu membuat ice shard dan kemudian muncullah es-es runcing dari dalam tanah yang mengarah pada xander,dengan segera xander memotong es itu dengan pedang miliknya.


'Kemampuannya tidak bisa aku remehkan,walaupun dia tidak memiliki sihir tapi keterampilan bela dirinya cukup luar biasa'batin steva.


"Kalian para ras zodiak hanya mengandalkan kekuatan elemen kalian saja,walau pun kalian ras tertinggi di negeri ini,kami tidak akan segan-segan menghabisi kalian"ucap xander.


"Jangan remehkan kami,karena kau belum merasakan kemarahanku"tegas steva,dia pun mengeluarkan pedang pisces kesayangannya dan hal itu membuat xander tercengang.


'Gadis ini tidak bisa aku remehkan'batin xander.


Steva mengayunkan pedangnya dan hal itu membuat xander terpental beberapa meter ke belakang,steva memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan serangan bertubi-tubi kepada xander.


"Ice blast"ucap steva mengeluarkan blastnya dan blast itu mengenai tubuh xander,dan hal itu membuat tubuh xander mati sebagian.


'Sial,gadis ini memang hebat'batin xander.


"Kau sudah kalah,menyerah atau aku habisi kau sekarang juga?"tanya steva.


"Lo habisin aja dia steva"ucap bryan yang telah memenangkan pertandingan bersama gino.


"Tunggu dulu aku menyerah"ucap xander lalu mengangkat kedua tangannya ke atas.


"Baiklah,kali ini kau aku ampuni,tapi lain kali,aku tidak akan membiarkanmu bernafas lagi"ucap steva.


"Terima kasih,maafkan aku,aku tidak akan mengulangi perbuatanku lagi"ucap xander yang diangguki oleh mereka bertiga.


"Kalau begitu,kita lanjutkan saja perjalanan kita,kita tidak boleh terlalu lama-lama disini"ucap steva pada bryan dan gino,dia pun segera menghilangkan pedangnya dari pandangan mata.

__ADS_1


"Oke"ucap keduanya bersamaan,mereka bertiga pun melangkahkan kaki mereka untuk meninggalkan tempat itu,namun baru beberapa langkah,badan mereka seperti di guyur oleh cairan ramuan,dan pelakunya adalah xander,hal itu mengakibatkan tubuh mereka bertiga kaku dan tidak bisa di gerakkan.


"Kenapa ini?kenapa badan gue nggak bisa gerak?"ucap steva.


"Xander,apa yang udah lo lakuin?"tanya gino.


"Dasar tidak tau di untung,di kasih hati malah minta ginjal"ucap bryan geram.


"Hahaha,kalian memang zodiak yang tidak punya kepintaran,mudah sekali aku menipu kalian,mana mungkin aku akan mengalah begitu saja"ucap xander.


"Lepaskan kami"ucap steva.


"Melepaskan kalian?tunggulah kematian kalian dahulu,baru aku akan melepaskan kalian"ucap xander sambil memamerkan smirknya.


"Kau memang tidak tau berterima kasih,harusnya aku menghabisi kau saja tadi"ucap steva geram.


"Sudahlah,tidak ada gunanya juga kalian berbicara,aku akan membawa dirimu gadis cantik,bersiap-siaplah untukmu menjadi istri tuan buaya"ucap xander lalu mencengkeram kedua lengan steva.


"Lepaskan tangan kotormu itu dari diriku"kata steva.


"Tenang saja,aku akan melepaskanmu setelah kita sampai di istana tuan buaya"ucap xander lalu membawa steva keluar dari kamar itu,steva yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa pasrah saat xander membawanya.


"Steva"teriak bryan dan gino.


"Gino,kita harus selametin steva,kita nggak bisa biarin dia jadi istri si tuan buaya itu"ucap bryan.


"Iya,tapi gimana caranya kita lolos,kita aja nggak punya ramuan penawarnya"ucap gino.


"Masak lo nggak tahu sih caranya,lo kan ahlinya ramuan"ucap bryan.


"Walaupun gue ahlinya ramuan,tapi gimana caranya gue dapetin penawarnya,sedangkan badan gue aja nggak bisa gerak"kata gino.


"Apakah semua ramuan itu harus ada penawarnya?"tanya bryan.


"Ya enggak harus sih,tapi kalo emang nggak ada penawarnya,kita harus lakuin cara manual"ucap gino.


"Gimana caranya?"tanya bryan.


"Kalo nggak salah sih,kita harus lukain ujung jari kita sampai mengeluarkan darah,tapi di sini yang susah adalah,kita nggak bisa gerak"kata gino.


"Gimana kalo kita ngesot aja,mungkin dengan itu bakal sedikit membantu"usul bryan.


"Kayaknya bisa deh,yaudah ayo kita mulai,dan semua ini demi steva"ucap gino yang diangguki oleh bryan.


■■■


"Lepasin gue"ucap steva di sepanjang perjalanan itu.


"Diam,atau aku akan membuatmu tidak bisa berbicara selamanya"ancam xander.


"Lo pikir gue takut dengan anceman lo itu,kalo gue bebas nanti,gue bakal bikin lo jadi perkedel panggang"ucap steva.


"Silahkan saja bicara semaumu,karena memang saat ini kemampuanmu hanya berbicara saja hahaha"kata xander.


"Awas aja lo nanti"ucap steva.


"Sebentar lagi kau akan menjadi istri tuan buaya,jadi kau tidak akan bisa memberiku pembalasan"ucap xander lalu membawa steva ke tepi danau yang hijau dan luas.


"Minum ini"ucap xander sembari mengarahkan sebotol ramuan ke mulut steva.


"Tidak mau"tolak steva.


"Minum"ucap xander lalu memaksa steva membuka mulut dan meminumkan ramuan itu pada steva.


Byurrr


Mereka berdua masuk kedalam danau itu,namun anehnya steva bisa bernafas di dalam danau itu,dia pikir dia akan mati setelah nyemplung ke danau itu,namun nyatanya dia malah bisa bernafas seperti ikan.


"Ramuan yang kau minum tadi adalah ramuan adaptasi,itulah sebabnya kau bisa bernafas dalam air"ucap xander.


"Gue nggak butuh penjelasan dari lo"sinis steva.


"Aku akan membawamu ke tuan buaya,jadi bersiaplah"ucap xander.


"Tidakkk"jerit steva.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2