The Legend Of Zodiak Girl

The Legend Of Zodiak Girl
Latihan


__ADS_3

Semenjak kejadian kemarin,sekarang penjagaan istana di perketat oleh raja emiliano,dia tidak mau jika sampai hal itu terjadi lagi dan membahayakan nyawa steva.


Sementara itu steva kini bersama bryan dan gino sedang berada dihalaman istana untuk berlatih bersama,mereka yakin jika raja hercules tidak akan tinggal diam lagi,dan kedatangannya kemarin adalah sebuah sambutan bagi steva.


Bagi yang bertanya dimanakah sandra?maka jawabannya adalah dia kini tengah demam karena kejadian kemarin,lebay?memang!bahkan sandra menjadi manja sekali dengan ibu steva,cari perhatian saja!.


"Steva,mendingan sekarang lo lebih hati-hati deh,raja hercules bisa datang kapan saja,jadi jangan sampai lo terkecoh"ucap Bryan.


"Tumben perhatian"sindir Steva.


"Gue perhatian salah,engga salah,memang ya cowok selalu salah"gerutu Bryan.


"Nyadar tuh"ucap Steva.


Memang ya kapanpun dan dimanapun,ngga ada yang namanya Steva ama Bryan itu akur!kalo mereka akur berarti dunia sedang tidak baik-baik saja.


"Eh btw gimana keadaanya sandra?"tanya Gino.


"Sebenarnya sih baik-baik aja,tapi dianya aja yg caper"jawab Steva sembari memutar bola mata malas.


"Bryannnnnnnnn"teriak seseorang yang membuat perhatian ketiganya teralihkan,dan tampaklah sandra dengan senyum centilnya sedang berjalan ke arah bryan.


"Apaan sih lo"semprot Bryan saat sandra bergelanyut manja ditangannya.


Ewww najis!.


"Bukannya lo sakit ya?"tanya Steva.


"Engga"jawab Sandra datar.


Hei Steva sudah bertanya baik-baik ya,tapi kenapa balasannya seperti itu,bikin naik darah saja!.


"Ini jadi ngga latihannya?"tanya Steva.


"Yaudah ayok"jawab Bryan sembari bangkit dari duduknya.


Gino pun melakukan hal yang sama.


"Kalo lo dateng kesini cuma buat ngerecokin,mending ke kamar aja"ucap Steva pada Sandra.


"Gue mau ikut,emang ngga boleh"ucap Sandra.


"Tapi lo kan masih sakit"Bryan menimpali.


Mendengar itu Sandra tidak bisa menahan senyumnya lagi,dia berpikir Bryan kini mulai perhatian padanya.


"Kamu khawatir ama aku?"tanya Sandra yang diangguki Bryan.


"Lo kan masih sakit,sedangkan kita latihannya sambil bertarung"ucap Bryan yang membuat Sandra jingkrak-jingkrak sendiri.


Steva yang melihat itu jadi panas sendiri,dia tak tahu apa sebabnya,yang pasti dia tidak suka jika Bryan berdekatan dengan Sandra,apakah dia cemburu?.


"Kalo mau pacaran mending pergi dari sini,biar gue latihan ama Gino aja"usir Steva.


"Apaan sih,cemburu bilang!denger ya steva kali ini gue bakal ngalahin lo sebagai balas dendam gue waktu itu"ucap Sandra.


"Hah?yakin?"ucap Steva sembari memandang remeh.


"Kalo gitu kalian bertiga serang gue"lanjut Steva.


"Siapa takut"ucap Sandra sembari mengeluarkan elemennya,begitu juga dengan Bryan dan Gino,mereka ingin mengetes sejauh mana kemampuan Steva.


"Water ball"Sandra melemparkan serangannya pada Steva,dan Steva menghindarinya dengan sangat mudah.

__ADS_1


"Fire blast"Bryan mengerahkan blast api tersebut pada steva.


"Ice blast" Steva pun membalas serangan itu.


Tanpa lama-lama Gino pun ikut menyerang steva dengan tanaman berdurinya,namun akar tersebut berhasil dibekukan oleh Steva.


Lalu ketiganya pun menyerang Steva secara bersama-sama, Steva yang menyadari itupun segera membuat perisai pelindung.


Duarrr.


Kretek.


Ctarrr.


Perisai yang dibuat Steva hancur berkeping-keping karena serangan itu,rupanya Steva terlalu meremehkan mereka.


Tak mau menyiakan kesempatan,Sandra segera menyerang Steva lagi dengan elemen anginnya, Steva pun menghindar dari serangan itu.


"Kenapa ngehindar terus?takut?"ucap Sandra sembari tersenyum remeh.


Sandra pun kembali menyerang Steva,dan kini Steva juga balik menyerang Sandra.


Namun ada yang aneh, Steva merasa bahwa elemennya melemah, apakah dia kelelahan?tidak bukan karena itu!tapi Steva merasa bahwa elemennya tak sekuat biasanya.


Karena sibuk dengan pikirannya, Steva tak menyadari jika Bryan dan Gino juga ikut menyerangnya, secara reflek dia pun menghindar,namun karena sedikit terlambat dia pun terkena serangan itu.


Steva memegangi perutnya yang terasa agak nyeri karena serangan barusan, ini aneh!ada apa dengan dirinya?.


"Segitu aja kemampuan lo?"ucap Sandra.


Steva pun mencoba mengeluarkan elemennya lagi.


"Mass freeze"ucap Steva,namun tidak ada tanda-tanda bahwa elemennya itu bekerja,ini gawat!.


"Wind force"ucap Sandra.


"Fire blast"ucap Bryan.


"Ivy mode"ucap Gino.


Mereka bertiga tidak tahu jika elemen steva tidak bisa digunakan. Steva yang melihat itu pun segera memasang perisai untuk melindungi dirinya.


Duarrr.


Steva yang terkena serangan itu pun terpental hingga menabrak dinding istana. Bryan dan Gino yang melihat itu pun segera menghampiri Steva, untungnya Steva tidak pingsan.


"Steva,lo ngga papa?"tanya Bryan khawatir.


"Shhh,gue ngga papa kok"jawab Steva sembari menahan sakit.


"Kita nyerangnya keterlaluan ya?"tanya Gino yang dibalas gelengan oleh Steva.


Namun tanpa disangka Bryan segera menggendong Steva,dan hal itu membuat Steva kaget.


"Lo luka harus diobatin"ucap Bryan dan tanpa basa-basi dia pun segera beranjak dari situ.


●●●


Bryan kini tengah menunggu Steva yang sedang disembuhkan oleh tabib istana,cemas?tentu saja!dia khawatir jika Steva kenapa-napa dan ini semua karena dirinya.


"Bagaimana keadaannya?"tanya Bryan.


"Dia baik-baik saja hanya terluka sedikit jadi tak ada yang perlu di khawatirkan"ucap tabib.

__ADS_1


Bryan pun akhirnya bisa bernafas lega setelah mendengar hal tersebut,tanpa basa basi dia pun segera masuk ke ruangan tabib untuk melihat steva.


"Bodoh"umpat bryan setibanya diruangan Steva sembari menonyor jidat gadis itu.


"Kenapa waktu gue nyerang lo,lo ngga ngehindar?punya otak dipake"marah bryan.


"Lo ngga kasih tau ibu sama ayah gue kan?"tanya Steva.


"Belom"jawab bryan yang membuat steva menghembuskan nafas lega,karena bagaimana pun dia tak ingin membuat orang tuanya khawatir.


"Lagian lo kenapa sih?ngga biasanya lo kalah?"tanya bryan.


Steva hanya memutar bola mata malas menanggapi pertanyaan Bryan.


"Kalo ditanya tuh dijawab"Ucap Bryan sembari memasang muka kesal.


"Ngga tau kenapa,elemen gue ngga bisa digunain"ucap Steva yang membuat Bryan mengernyit.


"Kok bisa?!".


"Mana gue tau,tiba-tiba aja semua elemen gue ngga mau keluar,bukan cuma elemen sih tapi kelebihan gue juga ngga bisa digunain"ucap Steva.


"Pasti ada sebabnya,ngga mungkin kan kalo kekuatan lo ilang begitu aja"ucap Bryan.


Ditengah pikiran mereka berdua,seseorang tiba-tiba masuk dan langsung memeluk Steva dengan erat.


"Ibu?"ucap Steva.


"Kamu ngga papa kan?ngga luka parah kan?"ucap Ratu Calista dengan nada panik.


Belum sempat Steva menjawab,ayahnya pun menyusul masuk ke ruangan tersebut dengan raut wajah khawatir.


Oh Steva bisa gila dengan ini semua!.


"Aku baik baik saja seperti yang kalian lihat"ucap Steva sebelum ayahnya bertanya lebih lanjut.


"Ini kesalahan hamba yang mulia,maaf jika saya melukai tuan putri Steva"ucap Bryan sambil menundukkan kepalanya.


"Ini bukan salah lo Bryan,ini karena kekuatan aku yang mendadak hilang"ucap Steva.


"Hilang?!"kaget raja dan ratu.


Steva hanya menganggukkan kepalanya.


"Jangan jangan ini ada kaitannya dengan gerhana bulan hitam yang akan terjadi seminggu lagi"ucap Raja Emiliano yang membuat tanda tanya besar di kepala Steva.


"Gerhana bulan hitam?"tanya Steva.


"Iya,sebelum itu terjadi kekuatan yang dimiliki oleh sang terpilih akan hilang sementara,dan akan muncul kembali saat gerhana bulan itu tepat diatas kepala"ucap Raja Emiliano.


"Tapi ada satu hal yang menjadi masalah,sebelum gerhana bulan itu terjadi,kekuatan kegelapan akan bertambah dua kali lipat"ucap Raja Emiliano dengan nada resah.


Steva tahu kecemasan kedua orang tuanya,pastinya mereka takut jika raja hercules akan menyerang dirinya.


"Jadi untuk sementara kamu tinggalah disini dulu,jangan kembali ke academy,ibu khawatir terjadi sesuatu yang buruk kepadamu"ucap Ratu Calista yang diangguki oleh Steva.


"Ada satu hal lagi,pangeran Bryan tolong jangan katakan ini pada siapapun,cukup dirimu saja yang tahu mengenai ini,dan juga tolong jaga Steva selama seminggu ini,aku percayakan Steva padamu"ucap Raja Emiliano yang membuat Steva kaget.


"Baik yang mulia"ucap Bryan tanpa keberatan.


Demi apapun,Steva lebih baik sendiri daripada harus bersama dengan Bryan,itu sama saja membuat tensi darahnya naik,karena dia dengan Bryan sama sekali tidak bisa akur.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2