
"Steva"ucap aqua karena memang perempuan itu adalah steva.
"Lo darimana aja?"tanya aqua.
"Gue dari tadi di sini aja"ucap steva santai.
"Urusan lo sama kita belum selesai"ucap violet kesal karena dia tadi sudah bolak balik tapi nyatanya steva sudah ada di dekat mereka.
"Urusan apa?"tanya steva.
"Ntar deh kalo lo udah selesai pertandingan"ucap violet.
"Yaudah kalo gitu kita mulai sekarang pertandingannya"kata mauryn.
Setelah beragam kejadian yang terjadi akhirnya pertandingan panas itu digelar juga,walau banyak protes dari semua murid karena jadwalnya tidak sesuai dengan pengumuman,ya ini semua adalah salahnya steva titik.
Pertandingan pertama adalah pertandingan antara pangeran bryan dengan steva,para fans bryan sudah membawa spanduk besar yang bertuliskan macam-macam kata cinta.
"Baiklah,hari ini kita akan menjadi saksi pertandingan yang wow ini,menurut kalian siapakah pemenangnya?apakah murid baru yang bernama steva atau pangeran bryan,sama-sama kita saksikan"ucap pembaca acara yang di ketahui bernama mr.rendi.
Steva dan bryan sama-sama memasuki arena pertandingan,tak ada sorakan yang mendukung steva kecuali ketiga temannya dan sebagian pangeran dan putri.
"Lo yakin mau nerusin pertandingan ini?"tanya bryan dengan gayanya yang sok.
"Idih somat"ucap steva.
Setelah itu pangeran bryan mengeluarkan kekuatannya yang berupa asap,dan menutupi arena pertandingan bak kabut,dia sengaja melakukan ini agar steva tak dapat melihat serangannya.
Steva yang sudah tahu akal bulus bryan pun segera menurunkan hujan salju kecil dan membuat asap tersebut mereda.
"Hanya itu kemampuan anda pangeran"ledek steva yang membuat bryan geram dan langsung mengeluarkan apinya.
"Fire blast"ucap bryan dan sebuah blast api ukuran sedang mengarah ke arah steva,jangan salah walau blast itu berukuran sedang tapi efeknya cukup luar biasa karena bisa menggosongkan organ dalam.
Steva yang sadar akan serangan itu langsung mengeluarkan kekuatan esnya.
__ADS_1
"Ice blast"ucapnya yang membuat blast api bryan membeku seketika.Bryan agak kaget saat mendapati serangannya dapat di tangkal dengan mudah oleh steva.
Dia pun langsung mengeluarkan kekuatan keduanya.
"Flames"ucapnya dan seketika tempat yang di tempati steva di kelilingi oleh api,steva tak menyangka jika bryan memang berniat untuk menghabisinya.
"Mass freeze"ucap steva yang membuat api itu membeku dan hancur.Bryan lagi-lagi di buat kaget oleh steva karena serangan keduanya berhasil di patahkan oleh steva,tanpa aba-aba dia pun langsung berlari ke arah steva dengan api yang menyala di tangannya,dia mengarah api itu ke arah steva.
Bwosttttt
Steva yang sudah waspada dari tadi pun segera menghindar dari serangan itu,namun karena sedikit terlambat akhirnya api itu mengenai ujung roknya.untung nggak kebakar semua,kalian bayangkan jika rok steva terbakar semua,apakah yang akan terjadi?bayangkan sendiri aja.
Steva yang sudah kesal pun segera mengeluarkan es tajam dari tangannya dan di jadikan senjata untuk menyerang bryan,dia mengarahkan es itu kepada bryan,bryan dengan sigap menghindar dari es itu,namun karena kewalahan ujung es itu menggores lengannya sehingga mengeluarkan darah.
"Sakit?"ucap steva meledek.
Bryan sudah sangat sangat kesal pada steva,dia pun memfokuskan pikirannya sebelum mengeluarkan senjatanya.
"Hell whip"ucapnya dan kemudian muncullah sebuah cambuk api yang menyala dan sepertinya terbuat dari magma.Semua murid bergidik ngeri melihat senjata itu,karena biasanya bryan hanya mengeluarkannya di saat dia bertarung dengan orang yang kuat.
Dia segera mengibaskan cambuknya dan puluhan pisau api terbang melesat ke arah steva,steva yang sudah bersiap sedia pun segera membuat pelindung dari es agar bisa menangkal serangan itu,dan benar saja serangan itu mampu di kalahkan oleh steva walau esnya sampai mencair.
"Water blade"ucapnya dan kemudian muncullah dua buah belati dengan ukiran logo pisces di kedua gagangnya.Semua murid takjub melihat senjata steva yang nampak menawan dan elegan namun mematikan.
Dia pun memutar kedua belatinya dan tak lama kemudian muncullah badai salju yang menerpa lapangan tempatnya bertanding,dia pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang bryan yang pandangannya kabur karena badai salju tersebut.
"Ice shard"ucap steva yang membuat es runcing tumbuh dari dalam tanah dan mengarah cepat ke arah bryan,bryan yang pandangannya masih kabur tentu saja kurang waspada akan serangan itu hingga es tersebut kembali menusuk lengannya lagi,dan senjatanya pun hilang,steva juga menghilangkan senjatanya saat tahu bryan tak lagi memakai senjata.
"Lo mau ngalah?"tanya steva.
Bryan memandang marah ke arah steva dengan mata yang berapi-api dan tangan yang sudah menyala-nyala.
"Supernova"ucapnya tiba-tiba dan tak lama kemudian muncullah sebuah ledakan api yang besar dan mematikan,di jamin tidak akan ada yang selamat kecuali orang yang kekuatannya di atas bryan.
"Stevaaa"teriak ketiga teman steva karena mereka khawatir steva tidak selamat,asap masih memenuhi lapangan itu sehingga pandangan semua murid terganggu,senyum kemenangan tercipta di bibir bryan karena dia yakin steva tak akan selamat dari ledakan itu.
__ADS_1
Asap itu mulai mereda,semua murid menanti apa yang sudah terjadi pada steva,dan semua itu terjawab saat mereka melihat seorang perempuan cantik sedang berlindung di bawah pelindung es yang di buatnya,perempuan itu adalah steva,sebelum serangan itu mengenainya dia sudah memasang ice block untuk menangkal serangan tersebut dan itu berhasil.
"Nggak mungkin"kaget bryan saat melihat steva masih sehat wal afiat tanpa luka sedikit pun.
"Jangan sombong dulu,gue belum kalah"ucap steva dengan seringainya yang khas.
"Mass freeze"ucap steva yang membuat arena itu berubah menjadi es seutuhnya,dia pun berlari ke arah bryan dan langsung mengeluarkan ice blastnya yang membuat bryan terjatuh dan badannya seperti mati rasa dan tak bisa di gerakkan.
"Mengalah atau gue habisi di tempat"ancam steva,bryan di dalam kebimbangan,di satu sisi dia sudah tidak kuat lagi dan di sisi lainnya dia malu untuk mengaku kalah,memang benar,elemen es sangatlah luar biasa.
"Satu"steva mulai menghitung.
"Dua"
"Tiga"ucap steva,merasa tak mendapat respon dari bryan,dia pun berniat menyerang pangeran gadungan itu lagi.
"Ice____
"Tunggu,gue nyerah"ucap bryan yang langsung menghentikan pertandingan itu detik itu juga,petugas kesehatan lalu membawa tandu untuk menggotong bryan ke ruang kesehatan agar mendapat penanganan.
Para pangeran dan putri serta ketiga teman steva segera menghampiri steva yang telah memenangkan pertandingan pertamanya.
"Stevaaaa"ucap aqua lalu memeluk steva,steva yang merasa risih lalu melepas paksa pelukan itu.
"Lo hebat banget stev,gue nggak nyangka kalo lo bakal menang"ucap violet.
"Tapi lo nggak papa kan?secara kan tadi lo kena ledakan itu?"tanya maudy.
"Gue nggak papa kok,itu tadi cuma hal kecil"sahut steva datar seperti biasanya.
"Selamat ya steva"ucap mauryn dengan senyum manisnya dan di hadiahi anggukan oleh steva.
"15 menit lagi pertandingan lo sama gue,gue bakal bales kekalahan bryan tadi"ucap sandra sinis.
Steva tak menanggapi ucapan putri gadungan nyinyir itu,dia lebih memilih untuk mengajak teman-temannya untuk ke kantin.
__ADS_1
Sandra yang melihat itu jadi geram sendiri,dia bertekad ingin menghabisi steva apapun caranya.
Bersambung