The Secret Of Delvi

The Secret Of Delvi
Part 11


__ADS_3

Nah, siapa yang sudah menunggu? Sebelum membaca, klik vote atau like terlebih dahulu, jangan lupa untuk berkomentar nantinya.


Happy reading.


...•°•°•°•°•...


Delvi berada di rumahnya, setelah menyampaikan salam perpisahan dengan Tamrin. Dia masih memikirkan sosok yang menggemparkan kampung ini. Kira-kira, siapa manusia yang bersosok parakang itu? Dan apa tujuannya untuk menjadi parakang.


Delvi tak ingin memikirkannya lebih jauh lagi, dia mengingat bahwa dirinya sendiri di rumah dan merasa ketakutan di sini.


Malam pun tiba, mulai sekarang, para warga akan selalu berkeliling untuk menyegah sosok parakang itu datang ke sini, mereka harus menemukannya dan memusnakan makhluk yang meresahkan warga, cukup sekali saja dia memakan korban di kampung munawarah.


Tamrin dan Hendra termasuk warga yang berpartisipasi untuk ikut mencari sosok parakang tersebut, hingga di pertengahan jalan yang kebetulan melewati rumah Delvi, Hendra diam-diam memisahkan diri agar dapat menuju rumah Delvi dan bertamu di sana.


"Yes, saya berhasil lolos," ucap Hendra dengan senangnya menuju rumah Delvi.


Delvi sendiri, sedang melipat pakaian yang telah dia setrika, di tengah pekerjaannya itu, sang ibu menelepon dan ia pun mengangkatnya setelah menyabut colokan setrika.


Assalamualaikum, Bu.


^^^Waalaikumsalam. Kamu udah dapet laki-laki belum? ^^^

__ADS_1


Alhamdulillah, sudah ada Bu yang Delvi temukan, tetapi ... Delvi sepertinya tidak yakin jika dia bakalan suka sama Delvi.


^^^Aduh, Nak. Jangan pesimis gitu, kamu harus dapetin dia, bagaimanapun caranya! ^^^


Bu, Delvi gak bisa memaksa kehendak orang lain, kalau memang jodoh, gak bakalan ke mana kok, yang penting ... aku udah berusaha.


^^^Terserah kamulah nak, yang penting sudah ada yang kamu suka.^^^


Eh, Bu. Di kampung lagi ada berita yang menggemparkan.


^^^Apa tuh, Nak?^^^


Katanya, Mah. Di sini lagi ada parakang dan sudah memakan korban. Delvi jadi takut, Bu. Kalau parakang itu tiba-tiba datang.


Iyah, Bu.


^^^Selalu berdoa, biar diberi keselamatan sama Allah.^^^


Aamiin, Bu. Kalau begitu, udah dulu yah, Delvi mau ngelipet baju.


^^^Iyah, assalamualaikum.^^^

__ADS_1


Waalaikumsalam.


Delvi menghela napasnya, semoga saja, parakang itu tidak ada di sini. Setelah melipat baju dan menyimpannya dalam lemari, dirinya keluar dan membuka pintu karena terdengar ketuka di luar sana, dan benar ... ada tamu, yaitu Hendra dengan wajah senyumnya sekarang.


"Assalamualaikum, Ustazah."


"Waalaikumsalam, Ustaz. Silakan masuk."


Hendra pun masuk kemudian duduk, dirinya tersenyum riang ketika Delvi berada di depannya sekarang, wajah cantik wanita tersebut membuat hatinya begitu berdebar sekarang.


"Tumben Ustaz Hendra bertamu di sini, rumah Ustaz kan jauh juga," ucap Delvi.


"Oh, kebetulan lagi ngeronda sama warga lain, juga keliling-keliling buat cari sosok parakang itu, siapa tau lagi berkeliaran dianya," balas Hendra.


"Ustaz Hendra gak takut sama parakang itu?"


"Takut? Tentu tidak, karena saya mencarinya beramai-ramai bersama warga lainnya, he he he."


Delvi tertawa mendengarnya, dirinya pun lagi-lagi bertanya, "Terus, warga lainnya di mana, Ustaz?"


Hendra tampak gugup, berusaha mencari jawaban yang bagus agar Delvi tidak curiga, sementara Delvi sendiri menatap Hendra dengan heran karena melihat gerakan tubuhnya yang tidak tenang. "Warga lainnya ke mana, Ustaz?" tanyanya sekali lagi.

__ADS_1


"Mereka duluan, Ustazah. Saya sedang istirahat sebentar dan kebetulan lewat di sini, jadi ... saya singgah dulu di sini sembari bertamu juga," jawab Hendra, beruntung nadanya begitu meyakinkan sehingga berhasil mengelabui Delvi dari tatapannya yang sudah curiga tadinya.


__ADS_2