The Secret Of Delvi

The Secret Of Delvi
Part 28


__ADS_3

"Aduh, saya juga bersyukur kalau Bu Delvi mau ke pesantren, saya pun juga takut sebenarnya tapi ... saya memaksakan diri dan lihat, tangan saya gemeteran gini, mau gimana lagi? Ini kelas malam yang wajib," balas Haura yang ternyata seperasaan dengan Delvi. Keduanya pun sontak tertawa karena kekonyolan mereka sendiri, hingga akhirnya berjalan bersama ke pesantren.


"Akhirnya sampai juga, oh iya, Bu Haura kalau mau pulang barengan lagi yah, saya takut pulang sendirian," beritahu Delvi dan Haura pun sama, hingga keduanya sepakat akan hal itu dan janjian di tempat ini pula untuk bertemu.


"Sampai jumpa, Bu. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam, Bu."


Keduanya berpencar, mengajar di kelas masing-masing setelah menyelesaikan salat isya. Di awal pembelajaran, Delvi begitu lancar menjelaskan materi kata ganti dalam bahasa arab. Namun pertengahan pengajaran, tiba-tiba dirinya merasa pusing dan tidak enak badan, matanya pun berkunang-kunang hingga sulit mengimbangkan posisinya saat berdiri dan sampai-sampai hampir terjatuh jika santriwati tak menahannya dengan cepat.


"Ustazah tidak apa-apa?" tanya santriwati yang tidak dijawab oleh Delvi, Delvi sendiri merasa demam dan menggigil pada sekujur tubuhnya. Ia pun dibawa ke asrama perempuan dan dibaringkan di sana.


Informasi akan ketidaksehatan Delvi, diberitahukan secepatnya ke pimpinan pondok dan juga ustaz beserta ustazah lainnya.

__ADS_1


Hamzah yang mengetahui hal itu, dengan segera menuju asrama. Namun dia ditahan oleh santriwati ketika ingin masuk dalam kamar, dikarenakan .... .


Singkat cerita, sebelum Delvi masuk dalam kamar, tiba-tiba wanita tersebut membuka matanya dan menatap para santri dengan tajam, "Jangan ganggu, apalagi sampai mengetuk pintu karena Ibu ingin istirahat sebentar!" tegasnya, melarang telak santri untuk masuk dalam kamar, sekadar mengetuk saja sudah dilarang. Para santri pun mengangguk dengan ekspresi yang sedikit ketakutan.


"Baik, Ustazah." Pintu pun tertutup, dengan anehnya, hawa asrama langsung mendingin membuat mereka juga merasa menggigil hingga akhirnya sulit menopang tubuh tapi tidak sampai pingsan.


Kembali menahan Hamzah, santriwati dengan lemah mengucapkan, "Ibu Delvi ingin istirahat sebentar dan tidak ingin diganggu Ummi, apalagi sampai mengetuk pintu kamar." Setelah itu, santriwati yang memberitahunya, memejamkan mata seketika.


"Saya juga nggak tau, Ustaz. Ketika saya sampai di sini, badan mereka menggigil dan juga panas, bahkan ada beberapa yang pingsan."


"Lalu, bagaimana dengan Ustazah Delvi?"


"Kata mereka, ustazah sedang tidak ingin diganggu karena dia ingin istirahat. Sekadar mengetuk pintu pun dilarang, Ustaz. Kok bisa yah Ustazah Delvi seperti itu?"

__ADS_1


Tamrin nampak berpikir, dari informasi yang disampaikan oleh santri, Delvi pun juga panas dan menggigil tapi tiba-tiba para santri juga ikut merasakan hal yang sama.


"Sepertinya ada yang aneh," sahut Haura curiga.


"Memang ada yang aneh, tidak mungkin mereka semua langsung serempak sakit, padahal sebelumnya mereka sehat-sehat saja. Ustaz Tamrin, apa yang terjadi? Apakah Ustaz tahu?" tanya Hamzah yang semakin panik ketika santri-santrinya semakin menggigil dengan keringat yang terus bercucuran melalui dahi mereka.


Tamrin menggeleng, dia tidak tahu apa ini. Semacam guna-guna? Kemungkinan seperti itu, dan dia harus mencari tahu.


...🍏 🍏 🍏 🍏...


Guna-guna? 😱 apa penyebabnya?


Jangan lupa like dan komentar. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2