
"Aamiin, Bu. Kalau begitu, udah, yah. Jaga kesehatan dan, assalamualaikum."
Hari-hari pun berjalan dengan baik, yaitu dua hari sebelum hari senin, belajar malam kembali di selenggarakan di pesantren setelah keadaan telah dinyatakan semula. Namun, keanehan kembali terjadi pada dalam diri Delvi, sebelum wanita tersebut berangkat, dia sempat bercermin, akan tetapi ... Delvi sekilas melihat bayangannya di kaca, agak menghitam di sekelilingnya. Masih berpikiran positif dengan membetulkan posisi jilbabnya, kali ini, Delvi tak dapat menahan teriakannya ketika ia terkejut melihat dirinya yang bercermin.
"Siapa kamu?!"
"Aku adalah dirimu yang bersemayam sejak lama Delvi. Tetapi, aku selalu bersembunyi dan belum ingin memunculkan diri, sempat atau hampir saja. Namun, lagi-lagi aku tahan ketika kejadian tempo lalu-mengajar malam sebelumnya-agar tetap bersabar sebelum dirimu benar-benar menemukan calon pengantin agar diriku dapat diteruskan ke keturunan kalian, hahaha." Ujaran panjang lebar dari sosok mengerikan itu di dalam diri Delvi. Delvi meraba wajahnya, ia tidak merasakan apa-apa kecuali kulitnya yang tetap normal, tetapi, di cermin jelas-jelas mukanya menghitam dan menyeramkan!
"Kau tak dapat menyentuhku, aku merupakan jiwa halus yang bersemayam dalam dirimu, dan ini tidak akan bisa terlepas kecuali kita mati bersama," ucapnya dan Delvi terkejut.
"Se-sejak kapan?"
"Setelah ibumu dari dukun ketika ingin mendapatkan kekayaan yang melimpah," jawabnya membuat Delvi membulatkan mata.
Dia jelas mengingat kejadian itu, yang di mana .... .
__ADS_1
Delvi benar-benar tidak tahu, dirinya dipaksa untuk ikut bersama ibunya. "Pokoknya kamu harus ikut, Nak. Kamu harus temenin ibu!" Delvi menyerah dan memasrahkan diri hingga akhirnya sampai di suatu tempat yang jauh dari perkotaan dan malah berada di hutan seakan sengaja memencilkan diri.
"Rumah dukun," gumam Delvi, yakin bahwa rumah ini ditempati hal-hal seperti itu dan dugaannya memang benar.
Secara ringkas, Suratih ingin kaya dan meminta kepada dukun tersebut agar mengabulkannya, yah ... memang dikabulkan, tetapi, ada pantangan yang mereka tidak tahu, yaitu ... sang dukun diam-diam memasukkan peliharaannya ke dalam tubuh Delvi sebagai wadah dari parakang miliknya.
Delvi sempat melarang dan memperingati bahwa hal ini sangat dibenci dan dimurkai oleh Allah, tetapi, tidak didengarkan karena Suratih terlalu gila akan harta dan dibutakan oleh hal tersebut.
Berjalannya waktu, Delvi terkejut dengan perubahan yang terjadi pada keluarganya setelah ayahnya meninggal dan ibunya menuju tempat haram tersebut, mereka menjadi keluarga yang kaya raya.
"Pergi dari tubuhku makhluk mengerikan!"
"Tidak akan pernah, kecuali kita mati bersama."
Dengan cepat, segera dirinya mengambil gelas dan meminum air yang telah dirukiyahkan oleh Tamrin untuk mengusir makhluk tersebut.
__ADS_1
"Sialan kau Delvi, aku memang pergi, tapi sementara!" teriaknya lalu menghilang dalam sekejap.
"Astagfirullah, aku gak menyangka jika aku adalah parakang, bagaimana ini? Dia juga mengatakan jika dia akan meneruskan dirinya ke keturunan kami," khawatir Delvi. Dia beristigfar berulang kali hingga mendapatkan sebuah keputusan bahwa dirinya harus .... .
Tidak jadi, Delvi tak sanggup melakukannya, dan kini pikiran baru muncul dalam benaknya. Apakah mungkin, dia sosok yang membunuh bayi itu dalam keadaan tidak sadar? Bulu kuduk Delvi merinding seketika.
"Ya Allah, tolong hambamu yang tidak tahu apa-apa mengenai hal ini."
Delvi menangis, dia bingung bagaimana caranya agar dapat melepaskan sosok tersebut dari dalam tubuhnya.
...BERSAMBUNG....
Segala rahasia akan terpecahkan secara perlahan dimulai bab ini. Dan kalian pasti gak nyangka jika Delvi merupakan parakang. 😱
Jangan lupa untuk like dan komentar. Semoga kalian suka dan sampai jumpa di next part.
__ADS_1