The SMK

The SMK
The SMK •|01


__ADS_3

' Mungkin belum jalanmu menemukan kebahagiaan saat ini, tapi percayalah suatu saat kebahagiaan akan datang lebih dari ini' quote yang ada didalam diary gue, yang gue tulis setelah ayah meninggal. Sempat menitikkan air mata pas gue baca, tapi langsung gue hapus sebelum ada yang ngecengin gue.


Ternyata tulisan yang sempat gue tulis berbuah jadi kenyataan hidup gue seolah berubah 180°. Setelah Kejadian di Surabaya, tiga Minggu lalu buat gue tau yang sebenarnya, dan sekarang gue udah ikhlas ngelepas ayah.


Kriiiiiiiinggggg........... ( bunyi bel masuk )


Gue yang masih ada di luar gerbang langsung lari pas liat Pak Bon mau nutup gerbangnya dan ckiiiiit akhirnya gue berhasil masuk " Pagi Pak Bon, tambah ganteng aja lama nggak ketemu" ucap ku masih dengan lari kecil. Sedangkan Pak Bono hanya menggelengkan kepalanya mungkin masih heran sama tingkah gue yang nggak pernah berubah dan ini lah cerita gue " The SMK"


**


"Huh akhirnya sampe..." dengan napas tersengal-sengal ia menaruh kasar tasnya di kursi dan mengelap keringat diwajahnya, mengibas-ngibaskan tangan di udara untuk mengurangi hawa panas dalam tubuhnya.


Tanpa disadari seisi kelas menatapnya dengan tatapan yang berbeda, Ayu menoleh sekilas kearah samping nemun bukan Zahra yang berada di sampingnya " Haah...... siapa Lo?" tanyanya dengan nada agak tinggi.


Sedang gadis yang ditanya malah mengangkat alisnya sebelah " Gue yang harusnya nanya sama Lo, kenapa Lo disini?" dengan nada datarnya gadis itu masih asik dengan novel yang ada ditangannya namanya Mia.


" lha emang salah gue ada disini? gue kan kesini mau sekolah" ucap Ayu meneguk air mineral sampai tuntas, Mia menutup novelnya dan mengalihkan pandang kepada Ayu.


" habis lari berapa kilo neng?" tanyanya pada Ayu namun Ayu diam merasakan ada perbedaan dikelas ini " kok ada yang beda ya?" gumam Ayu yang masih didengar oleh Mia dan seisi kelas.


Mia terkekeh pelan mendengar kelinglungan Ayu " ya jelas beda lah, Lo salah masuk kelas, ini kelas Akuntansi 1, kelas Akuntansi 4 masih dua kelas lagi?" seketika seisi kelas menjadi riuh, sedangkan Ayu masih tak percaya langsung berlari keluar kelas melihat papan nama kelas yang memang benar kelas XII Akuntasi 1, ia hanya bisa menepok jidatnya dan kembali kedalam kelas untuk mengambil tasnya.

__ADS_1


" Lo kok nggak bilang dari tadi?" datar Ayu seolah tidak ada apa-apa yang terjadi. Mia tersenyum " Lo nggak tanya"


Ayu menghembuskan nafas panjang." Oya gue belum tau nama Lo, gue Ayu" Mia kembali tersenyum dengan wajah baby face nya imuuut plus banget " Gue Maiyana Sesil Lee, panggil aja Mia. Sebenernya Lo nggak usah kasih tau nama Lo satu sekolah juga udah tau nama lo"


Ayu pergi meninggalkan kelas Akuntansi 1 didalam hatinya masih merutuki dirinya sendiri, kenapa bisa ceroboh melihat angka 1 jadi angka 4. Sampai didepan pintu Viara dan Zahra langsung berhambur memeluk Ayu, yang dipeluk pun memberontak agar segera dilepaskan, hawa panas dalam tubuhnya belum hilang sepenuhnya ditambah pelukan Zahra dan Viara gerah body coy.


" Gue juga mau dipeluk dong" swara Dimas yang tiba-tiba berada di belakang mereka, Viara dan Zahra langsung melepas pelukannya. Mata Viara menyipit " najong gue peluk lo, mending peluk tiang listrik pinggir jalan".


Ayu diam ketika melihat Andree rasa bersalahnya masih ada sampai sekarang dan melirik disampingnya ada sosok yang sudah lama Ayu tak lihat itu Fa. Tapi entah kenapa Fa mengalihkan tatapannya ke arah lain saat Ayu menatapnya.


Andree yang merasa jengah dengan kelakuan Dimas langsung membekap mulutnya" Ini kita mau di depan pintu terus sampai kapan?" ucapnya seketika Ayu berjalan mendahului kelimanya.


Hari pertama masuk sekolah ternyata tidak ada mapel, hari ini hari bebas mereka bersenang- senang sedangkan Ayu, Viara, Zahra, Dimas dan Andree lebih memilih ke Syurga dunia anak sekolah apalagi kalau bukan ke kantin. Memesan mie ayam dan es teh sudah menjadi kebiasaan Ayu sejak kelas X, Bu Yatik selaku pedagang pun sudah hafal karena Ayu sudah menjadi langganannya dari dulu.


" Ay kayaknya ada anak baru deh" Bisik Viara pada Ayu dengan dagunya ia menunjuk memberi tahu, cantik rambut indahnya dibiarkan terurai sepunggung ditambah dengan lesung pipi saat tersenyum.


Ayu hanya mengangguk membenarkan ucapan dari Viara " Ngapain Ay manggut- manggut liat punya Andree ya yang lagi manggut-manggut" celetuk Dimas membuat Andree langsung memangku tas guna menutupi tapak burungnya, Zahra menundukkan wajahnya malu rasanya ketika Dimas berujar seperti itu dengan nada yang lumayan keras.


Viara nampak biasa saja yang masih asik dengan makanan dihadapannya, tetapi tidak dengan Ayu " Gue udah lama banget nggak gebukin orang Dim, Lo mau jadi bahan percobaan nggak" santai Ayu merenggangkan otot-otot tangannya yang terasa kaku.


Dimas bergidik ngeri saat melihat Ayu terakhir kali ia digebuki saat Andree ada di rumah sakit, saat itu Dimas yang memberi tahu keberadaannya di Surabaya, Diah menitipkan Faza pada Dimas karena bayi tidak diperkenankan memasuki ruangan alhasil Dimas lah yang menjaga Faza tapi ia malah ketiduran.

__ADS_1


Ayu yang keluar ruangan mendapati Dimas tertidur dengan nyenyak sedangkan Faza sudah tidak ada dalam kereta bayinya sontak Ayu langsung kalab memukuli Dimas secara brutal, sedangkan Dyah sudah tidak sadarkan diri, Ayu meminta bantuan kepada pihak rumah sakit untuk membantunya, selang 3 jam akhirnya Varo berhasil membawa Faza dan memberikannya ke Diah.


Dimas hanya bisa lemas merasakan nyeri yang diberikan oleh Ayu.


Dimas menggeleng cepat tidak mau lagi kena hajaran Ayu, walau badannya kecil tapi tenaganya macam kebo. Meraih dan meminumnya ia menyedotnya sampai tuntas. Saat menoleh ke kiri masih ada segelas utuh disampingnya, kemudian ia mengedarkan pandangannya menghitung gelas yang berada di meja dan mendapati gelas Ayulah yang tidak ada dihadapan pemiliknya, Ayu langsung mendelik kearah Dimas.


"Dimas Lo minum punya gue?"


Dimas mengangguk


"Lo minum dari sedotan itu?"


Dimas masih mengangguk menelan salivanya dengan susah payah.


" Harusnya Lo bilang dulu kalo mau minum biar nggak dari sedotan yang sama Gobl0k" Teriak Ayu yang mengundang semua perhatian seisi kantin sudah dipastikan tamatlah riwayat Dimas hati ini.


Dimas sedikit menganga " eh Bu Arlyna" tunjuk Dimas mengalihkan perhatian Ayu. Merasa ada kesempatan Dimas langsung pergi meninggalkan kantin, namun bukan Ayu namanya jika tidak bisa mendapatkan apa yang telah mengganggunya ia mengejar Dimas tak peduli dengan tatapan para penghuni sekolah yang berani mengejar mist wanted disekolah nya itu.


Hingga akhirnya Dimas berhenti di lapangan basket, Ayu menatap arah tujuan Dimas.


" Siapa dia Dim?" tanyanya sedangkan yang ditanya malah mengalihkan pandangannya berharap gadis yang disampingnya ini tidak menanyakannya lagi.

__ADS_1


Bersambung.........


like,komen, dan vote


__ADS_2