
Brrrraaak..... Mia terang-terangan menggebrak meja yang Zahra dan Ayu tempati, kedua tangannya mengepal kuat disamping paha. Wajah Mia benar-benar merah menatap kedua gadis yang tengah duduk kebingungan dengan ulah Mia.
Sandra yang berada di samping Zahra segera mengamankan uang kas takut ada yang hilang dan ia suruh menggantinya, bisa tekor setiap minggu ganti rugi. Andien yang baru datang dengan Fa hanya berdiri dan menyimak, " Gue udah muak ya liat Lo terus-terusan deketin Andree".
Ayu dan Zahra berdiri," fitnah Lo, gue nggak pernah tu deketin Andree" ujar Ayu maju satu langkah tepat didepan Mia.
Mia melipat tangannya didepan dada " gue nggak ada urusan lagi sama Lo, sekarang urusan gue sama dia" menunjuk Zahra dengan dagunya Mia mendorong Ayu agar minggir.
" eits" Ayu menumpukan tangannya di meja menghalangi Mia mendekati Zahra " Lo mau cari ribut sama dia, berurusan sama gue dulu"
"jangan sok jadi pahlawan kesiangan deh, minggir Lo sekarang!" sarkas Mia, ada kebencian Dimata gadis itu entah apa yang menyebabkan dia menjadi seorang yang minim ahklak.
" Lo juga jangan jadi nenek sihir kemaleman dong, ada masalah apa Lo sama dia?"
" nggak usah ikut campur urusan orang, Lo mau tau kelakuan busuk Zahra? gue kasih tau mana ada gadis baik-baik keluar tengah malem sama lelaki rangkul-rangkulan" sentak Mia, tak ada yang berani melawan,Andree dan Dimas rasanya ingin menarik kakinya dan membuang gadis itu dari lantai tiga kelasnya mengeluarkan manusia jadi-jadian itu agar hilang seketika.
Ayu terkekeh " Buta mata Lo? kalo nggak tau apa-apa ya diem aja nggak usah banyak tingkah, apalagi kat-kata, tanpa ada fakta, yang mendasari kebenarannya!"
Ayu mendekat ketelinga Mia " Lo mau tau lonthe yang sebenernya nggak" Gadis itu melirik dari ekor matanya pada Ayu " siapa si yang kemarin lusa keluar dari hotel sama kepsek sebelah?"
Plaaaak....Tanpa pikir panjang Mia menampar Ayu hingga terjatuh, Zahra segera menolong Ayu "Heh, tau tata Krama nggak si?" sarkas Viara rasanya ia ingin menampar gadis itu berkali-kali lipat namun Dimas mencekal tangan Viaraa "nggak ada gunanya bales orang streess kek dia"
Andree sudah muak dengan Mia yang terus mengganggu hidupnya, "Lo bisa diem nggak,atau gue remes mulut lemes lu" Andree menarik Mia keluar dari kelasnya.
**
"Huh, ck merah banget" Ayu melihat pipinya yang bernasib naas, rasanya panas perih " Gilak tu orang man tangannya pedes banget sama tu kayak mulutnya" beranjak menuju dapur lagi fan lagi ia lupa belanja bulanan, beberapa bulan ini Varo yang memenuhi kebutuhannya.
Menutup pintu kulkas Ayu tak mengetahui sudah ada Varo dibaliknya " Aaaaa...., suka banget si bikin orang sport jantung" Varo terkekeh mengecup kening Ayu sebaru pulang sudah menjadi kebiasaannya akhir-akhir ini.
" ini pipi kenapa?"
__ADS_1
" Dicium pintu tadi"
" nggak usah bohong, itu jelas-jelas tanda lima jari nggak mungkin cuma kena pintu"
" anggep aja orang Gilak yang salah sasaran, mas belanja yuk udah habis semua tu" Ayu yang hendak mengambil tas ditahan Varo yang melingkarkan tangan dipinggang Ayu.
Mencium pipi sang istri dari belakang Varo memutar tubuh Ayu secara perlahan " kamu ngajakin suami kayak ngajakin sopir, bisa nggak lembutan dikit?"
" Sayang, kebutuhan rumah udah habis anterin belanja ya" Ayu bergidik geli mendengar penuturannya sendiri.
" hahaha.... dah dah nggak pantes cepet gantinya aku tunggu dimobil"
Mengambil segala macam kebutuhan Varo dengan setia mengekor membawa troli berisi belanjaan, sampai dikasir Ayu terkejut saat ada barang bukan miliknya.
" pasangan baru ya mbak udah berapa bulan, totalnya jadi 756.5k mbak?" tanya kasir yang menghitung total belanjaannya.
" 9 bulan mbak" jawab Ayu mengeluarkan susu ibu hamil dari dalam tas kresek " mbak saya nggak ambil ini"
Melihat Varo yang senyam-senyum sendiri pasti ini ulahnya " Ngapain ngambil ini?"
" Buat persiapan"
"Persiapan apa?"
" Punya debay lah"
" Hah ...?😳
Tanpa disadari pembicaraan mereka terdengar oleh orang yang berlalu lalang Bahakan ada ibu hamil yang sengaja menemui mereka " Tu mbak suaminya udah pengin, nggak baik nunda-nunda punya momongan"
Didalam mobil Varo tak banyak bicara melihat lurus kedepan, " Mas...." panggil Ayu ia menautkan jari diatas paha.
__ADS_1
" Hmm, kalo mau ngomong nunda punya anak nggak tertarik" sarkasnya seperti tahu isi pikiran Ayu, kini Ayu kembali diam tak berkutik.
" Minggu depan pengumuman kelulusan, kamu bisa datengkan?"
"Minggu depan ada meeting penting, nanti Randy yang dateng ke acara lulusan kamu"
" Suami aku tu, kamu bukan Randy ya, setiap kali acara sekolah pasti dia terus yang hadir dikira punya bapak brondong, mana dia semena-mena banget lagi suruh jadi bapak"😭
" mau nggak mau Randy yang dateng" finish Varo tak mau memperpanjang perdebatan.
" Serah"
**
" Aaaaaa......." Pyarrr..... Teriak Mia melempar gelas yang ada ditangannya, kini dia sedang berada di bar, 4 botol minuman telah dihabiskannya. Bahkan keadaannya kini sudah mabuk parah.
Seorang gadis menolong Mia agar tak terkena pecahan gelas yang ia lempar, mencari Handphone didalam tas, gadis itu menekan kontak bernama Kepsex " Halo, Bar Ville kamar no 101 sekarang".
Mia dibawa ke kamar 101, ia tak henti-hentinya mengoceh dalam keadaan tak sadarkan diri, " jaga dia baik-baik, kesempatan gak datang dua kali"
Gadis itu meninggalkan Mia dengan lelaki yang dihubunginya tadi. Ternyata lelaki itu adalah mantan yang dulu Mia tinggalkan setelah mengetahui Andree anak orang kaya. " Akhirnya kita bertemu kembali sayang"
" hah.... elo siapa? gue nggak pernah kenal sama elo hahaha" Mia ambruk diatas kasur, tak pernah membayangkan tubuh Mia sebagus ini, dulu ia sering di hina bahkan direndahkan oleh Mia. Kini saat yang tepat untuk membalas dendam.
Perlahan namun pasti pria itu membuka pakaian Mia tak menyisakan sehelai pun dibadan gadis itu. Tangannya aktif menggerayangi seluruh tubuhnya,dan lanjutin sendiri aja ya😭
Keesokan harinya Mia bangun kepalanya pening, badannya sakit semua ia terkejut saat melihat dirinya telanjang dan ada darah di seprey mengingat apa yang terjadi semalam "Ahhhh.... dasar keparat....."
Mia memunguti bajunya ia menemukan gelang yang tidak asing lagi baginya " dasar Brengs3k, jingan Lo"
Hp Mia berbunyi ia mendapat transferan sebesar 10 juta dan tak lama ada pesan masuk kembali "gimana kurang?''
__ADS_1