The SMK

The SMK
The SMK•|30


__ADS_3

" Wkwkwk Lo ngapain disitu dah, uweek mana bau banget lagi" rasanya Ayu mau muntah mencium bau busuk dari got itu, jangan tanya dengan nasib Dimas tubuhnya sudah berlumuran lumpur busuk sampai muka tampannya pun jadi korban.


" Tolongin woy😭"


" kagak mau ah, bau banget Tulul"


" janc0k, ambune tai Kabeh"😭


" Itu pala Lo yang belakang diusap anjir, uwek" Ayu menutup hidungnya dengan tangan, bermodalkan keran air yang ada didepan rumah warga,Ayu mengguyur tubuh Dimas untung yang punya berbaik hati menyediakan sabun, tak tega melihat Dimas berlumuran lumpur got.


" Yang mana?, pegel tangan gue Lo bantuin napa" keluh Dimas yang masih membersihkan rambutnya. Bukannya membantu Ayu malah jahil dengan mengarahkan air pada muka Dimas." Perih G0blo0k"🤣🤣


" 😂😂 okok, ni sabunnya biar gak bau tai" Ayu memberikan sabun itu yang langsung diterima Dimas, pemuda itu membuka baju dan celananya, menyisakan celana boxer hitam membuat Ayu was-was.


" Lo ngapain buka baju di tempat ramai kampret?" Ayu menutupi Dimas agar tak menjadi pusat perhatian, bisa dikira ia yang menyebabkan orang gila kehilangan harga diri.


Sudahlah Dimas tak memikirkan apa yang dikatakan orang, ia sudah badmood terus diledek Ayu sedari tadi. Gadis itu masih setia memegangi selang diatas Dimas,merasa iba ia ikut membersihkan kotoran yang ada di rambut, "makanya kalau jalan nggak usah banyak gaya"


Dimas diam ia menyabuni seluruh bagian tubuhnya bahkan rambutnya pun tak lupa ia sabuni. " udahan yuk, udah bersih nanti Lo masuk angin lagi" ucap Ayu mematikan keran, memandangi secara bergantian Dimas yang lesu dan baju yang sudah basah, masa iya Dimas pulang dengan keadaan seperti ini. Ayu mengambil baju itu memerasnya untuk mengurangi kadar air yang ada di dalamnya.


Melihat ada sarung dijemuran, Ayu bergegas meminjamnya walau tak ada orang yang punya toh hanya sebentar besok ia akan mengembalikannya lagi, " ni pake cepetan" Ia menyodorkan sarung yang entak punya siapa dan jaket oversize nya, pada Dimas " Ayok pergi, ibuuuuk, makasih ya ni sabunnya ada di atas keran" teriak Ayu tak ada yang menanggapi.


**


" Zah Lo pulang sama siapa?" tanya Andree yang sudah menunggu gadis itu diparkiran, Zahra yang merasa dipanggil menghampiri Andree yang nangkring diatas motornya. " Sendiri lah"


" Ayok bareng gue" menepuk jok belakang Andree bersiap memakai helmnya, Zahra masih terdiam ditempat apakah ia harus menerima tawaran Andree atau tidak.


Mia yang baru memasuki area parkir, tanpa basa-basi menarik Zahra dan ia naik diatas motor andree " mana bisa Lo bonceng pake rok panjang itu"

__ADS_1


Andree menyingkirkan tangan Mia dari bahunya, ia tak berkata apa-apa sampai semua mata lelaki menuju padanya, " Uhuyyy, neng kalo mau umbar aurat bukan disini tempatnya" ujar salah satu cowok yang ada di parkiran.


Mata Mia membola sesaat, Zahra langsung melepas jaket yang ia kenakan dan menutupi paha Mia tak mau menahan malu lebih lama ia turun dari motor Andree, jaket yang diberikan Zahra terjatuh " Oops sorry pelakor jaket lu, kotor deh" Mia hanya menunjuk jaket abu itu tak mengambilnya.


Zahra tersenyum dan naik diatas motor Andree "Nggak papa Mia, buat kamu aja aku masih ada banyak kok, kita pulang dulu ya Assalamualaikum"


Andree tertawa puas didepan Mia tak menghiraukan gadis itu sudah mengepalkan kedua tangannya " Apa mau marah? tu si Zahra dah nyumbangin jaketnya buat Lo" Andree hormat dua jari pada Mia dan melesat pergi.


Sampai dirumah Zahra mereka disambut Khai yang berlari menghampiri sang Tante, mainannya tak lupa selalu ia bawa " Assalamualaikum, Khai"


" Wa'alaikumucalam, Tante kok cama om jahat?''


Memandang Andree bocah itu menjulurkan lidahnya yang mana Andree pun juga ikut membalasnya.


" Kok masih bilang om jahat? kan kemarin omnya udah minta maaf sama Tante Ayu" bocah itu kembali menggeleng mengalihkan tatapannya pada Andree " Om Andle nggak tuyus minta maafnya cama Tante Ayu"


Sabar Andree dia cuma bocil,menenangkan batinnya sendiri ia mencoba setenang mungkin " ok, besok om bakalan minta maaf lagi ya sama Tante Ayu, sekarang ayok main bola" bujuk Andree sekali lagi Khai malah buang muka


"Angel wes angel, angel temen tuturanmu angel temen.


**


Ayu mendudukkan badannya di kursi teras, ternyata Dimas kalau ngambek nggak maen-maen masa ia di dalem angkot, ditanya baik-baik sama cewek malah di upilin tu cewek alhasil gue dikira suster ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) dari Magelang yang nyamar jadi anak SMK.


" Ganteng-ganteng gila🤣"


" kasian ya mana masih muda"


" Lu berdua bisa diem nggak, gue takut ni upil bisa nularin virus gila ke gue😭" cewek itu menunjukkan upil kering ditangannya.

__ADS_1


" iuuuh, jatuhan jan deket-deket"


Disitu Ayu langsung berperan sebagai suster RSJ "Eh sayang, nggak boleh gitu ya anak pinter" Dimas hanya melihat dengan ekor matanya bahkan ia diam saat Ayu menganggapnya sebagai anak kecil, 'sebenernya yang gila siapa sih'


Ayu mengantar Dimas sampai depan rumahnya pas, jalannya sudah lunglai Ayu diabaikan ia memilih pulang." Ngapain diteras sendirian?" suara itu Ayu langsung menoleh ternyata itu suara Varo, pemuda itu duduk disamping Ayu. Ayu yang tak percaya bahwa itu benar Varo hanya bisa mengerjap-ngerjapkan mata " kok udah balik?"


" Kenapa?"


" katanya beberapa Minggu lagi"


"Nanti kamu malah enak-enakan lagi sama Fa"


Ekspresi Ayu seketika berubah mendengar sang suami malah menuduhnya, ia meninggalkan Varo membawa tasnya masuk dalam kamar membersihkan dirinya dari debu dan kotoran.


"Fa kesini berapa kali dalam seminggu?" Tanya Varo tak mengalihkan pandangan matanya pada ponsel yang sedang ia pegang.


Ayu duduk didepan Varo" Apaan si Lo, nuduh yang enggak-enggak dia nggak pernah kesini"


" Bener? kamu nggak ngapa-ngapain sama dia selama lima bulan?"


" ya bener lah, bisa- bisanya Lo nuduh gue kek ginian, Lo bahkan ninggalin gue lima bulan, dirumah sendirian, ditemenin dedemitan, katanya cuma tiga bulan nambah dua bulan, pulang kerumah tanpa buah tangan, malah jadi bahan curigaan, dasar Lo suami sensian,mmm...." ucap Ayu terhenti saat Varo mendaratkan ciuman pada bibir Ayu, rasanya jantung Ayu serasa ingin loncat. Mereka memejamkan matanya memperdalam ciumannya Varo menggigit bibir bawah Ayu menautkan lidah keduanya.


"Lo mau ngapain anjiir?" tanya Ayu saat Varo mebuka satu-persatu kancing kemejanya, dada Ayu semakin berdebar merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia mencoba lari dari kamar itu namun Varo lebih gesit menahan tubuh Ayu, melingkarkan tangan kekarnya di perut rata Ayu, Varo menyingkap kaos yang digunakan Ayu dan mengelus perut rata itu, membuat Ayu merasa geli " Lo udah gila ya?"


Membalik badan Ayu Varo malah berlutut menatap perut rata itu "Kalau Allah memberikan malaikat kecil disini kamu mau?"


Ayu mematung sejenak sebagai istri ia tau kemana arah yang dimaksud suaminya itu, namun ia juga tak boleh egois seperti yang dikatakan Diah. Tak mendapat respon dari Ayu, Varo menundukkan kepalanya.


" Gue siap jaga malaikat kecil yang Allah percayakan sama kita nanti" ucap Ayu menampakkan senyumnya.

__ADS_1


Varo yang mendengar tutur Ayu langsung mendongak dan memeluknya. " Anu-anuan yuk"😅 semangat Varo.


__ADS_2