
"uhhh akhirnya hukuman gue selesai!!" dengan bangganya Ayu berteriak dan mengangkat kedua tangannya dihadapan Zahra dan Viara eits tepatnya di hadapan pengunjung cafe, melihat sang sahabat berteriak-teriak pun Zahra dan Viara hanya menyunggingkan senyum tipis ya, biasalah.
" Ay sory ya gara-gara gue Lo yang malah dapet hukuman, seharunya yang mungutin sampah sama yang ganti kaca kan tu anak baru malah jadi Lo" dengan raut muka bersalahnya Viara memegang tangan Ayu. Ayu menarik tangannya dari genggaman Viara " lebay Lo, yaudah ngapasi di pikirin telat tau nggak harusnya kemarin Lo omong langsung sama Pak Sar" ucapnya dengan nada bercanda.
" Ayu" Zahra yang sedari tadi diam pun membuka swaranya" boleh nggak malam ini aku tidur di rumah kamu?",
Ayu memanyunkan bibirnya " mau ngapain?" tanyanya
Mendengar jawaban Ayu seperti itu membuat Zahra terdiam, Ayu dan Viara saling melihat " ya bolehlah, nggak perlu ditanya kali" Zahra pun tersenyum dan memeluk Ayu " harga sewa 5 juta per malem, wkwkwk"
**
" Gue minta Lo jauhin Andin dari Ayu" ucap Andree pada Fa secara tiba-tiba, kini mereka sedang berada di rumah Dimas, Fa mempause game yang sedang ia mainkan bersama dengan Dimas.
Dimas yang sedang berbaring langsung duduk menyimak pembicaraan 2 sahabatnya itu, " itu bukan urusan gue" jawab Fa singkat tanpa melihat kearah lawan bicaranya.
" Maksudnya apa Lo ngomong itu bukan urusan Lo, itu jelas urusan Lo karena Lo yang bawa Andin kesini sebagai pacar bro" ucap Andree masih bisa menahan emosinya.
masih tak beranjak dari tempatnya "dan itu juga bukan urusan Lo, ok" mendapat jawaban dari Fa, Andree tak dapat membendung emosinya lagi ia menarik kerah baju Fa dan memberinya satu pukulan di wajah hingga sudut bibirnya berdarah.
masih memegang kerah baju Fa Andree meluapkan semua isi pikirannya selama ini " Lo denger bangs4t gue udah diem selama ini, gue kira Ayu bakal bahagia kalo sama Lo tapi nyatanya apa, Lo malah balik kesini dan Lo bawa cewek munafik itu kesini, apa Lo tau selama ini Ayu nungguin Lo gobl0k, cuma dia pendem sendiri"
Fa terdiam tak melakukan perlawanan "kenapa Lo diem ha? oh apa ucapan gue bener Lo dulu nggak bisa milikin Andin dan sekarang setelah Ana nggak ada Lo bisa deket sama Andin dan nglupain Ayu iya, dasar bener-bener cowok brengs3k, Lo nggak tau aja seberapa biadab nya Andin!"
__ADS_1
Fa yang sedari tadi diam, melakukan perlawanan ia membalas pukulan Andree" Andin nggak munafik ok, dia cewek baik-baik jangan pernah Lo bilang klo dia cewek munafik ataupun biadab, terus masalah Ayu gue nggak punya perasaan lebih ke dia" Fa memalingkan wajahnya.
Tentu itu membuat Andree semakin geram dengan Fa, Andree melakukan perlawanan dengan menyikut perut Fa, "gue nggak tau apa yang Ayu liat dari Lo, sampe dia rela dijatuhin sama fans lu pas Lo nggak ada" Fa menahan rasa sakit yang ada diperutnya dan mengunci pergerakan Andree.
" Sebenernya masalah Lo sama gue apa!! Lo suka sama Ayu?" sarkas Fa dengan nada tingginya.
" Iya, gue emang suka sama sepet" cengkraman Fa memudar ia berdiri mematung mendengar pernyataan dari Andree, sampai sekarang pun ia tak tahu bagaimana perasaannya terhadap Ayu.
Andree melepaskan cengkraman Fa dan menunjuk tepat diwajah Fa " gue peringatin ke Lo jauhin cewek biadab itu dari Ayu ngerti Lo!" Andree beranjak meninggalkan Fa yang masih menatapnya.
Dimas masih tak percaya apa yang ia lihat barusan tak menyangka bahwa Andree yang sangat membenci Ayu bisa berubah 180°.
**
Tepat setelah Bu Lyna masuk dan dibelakangnya terlihatlah tiga manusia langka siapa lagi kalau bukan Andree, Ga dan Dimas, Ayu memperhatikan ada lebam diwajah Andree dan Fa, tetapi tidak dengan Dimas.
" Eh Ay, kemana tu anak baru kagak keliatan batang idungnya" tanya Viara pada Ayu.
"Auuk, kenapa Lo kangen ama dia" datar Ayu yang mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Viara bergidik ngeri mendengar penuturan dari Ayu " masih baru jg dah Alfa"
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ternyata dibalik pintu itu ada Pak Sar yang memanggil Ayu dan Fa, tidak seperti biasanya kini Ayu tak banyak bacot dan langsung mengikuti Pak Sar begitupun dengan Fa.
Ayu dan Fa digiring ke ruang BK,disana mereka didudukan oleh Pak Sar. " Kalian berdua bersihkan ruangan saya sampai bersih, bening seperti tanpa kaca!" perintah mutlak dari Pak Sar.
__ADS_1
" lah bapak nggak bisa gini......" belum Ayu menyelesaikan ucapannya Pak Sar menudingkan telunjuknya perintah agar Ayu tak banyak komentar dan segera menyelesaikan tugasnya.
" Udahlah nggak usah banyak bacot" akhirnya Fa mengeluarkan swaranya yang sedari tadi ia hanya diam.
Ayu memutar bola matanya dan mengerucutkan bibir, diambilah kemoceng yang disodorkan Pak Sar.Melihat Ayu tak berkutik sedikitpun Pak Sar tersenyum puas, tak disadari ternyata dirinya mendapat tatapan tajam dari Fa.
Pak Sar memalingkan wajahnya dan berlalu keluar ruangan " awas kalo masih ada debu di ruangan saya!"
Ayu membanting kemoceng " Ooiiih!!! tau gini kemarin kgk mau minta maaf gue, mending klo di gaji" kesal Ayu melirik pemuda yang ada disampingnya " ngapain Lo liatin gue kek gitu?"
" ke-pe-de-an" Fa mengeja kata itu dengan sedikit penekanan," ngapain Lo masih disini berihin tu meja, heran gue ni ruang BK tapi kayak kandang setan" Fa mengamati setiap detail ruangan itu banyak sarang laba-laba, cat dinding nya pun sudah terkelupas dan debu dimana-mana, pantas saja para murid tidak berani masuk ke ruangan pak Sar, hanya golongan orang orang tertentu saja yang bisa masuk ke ruangan ini.
Mendengar penuturan dari Fa,Ayu yang semula biasa saja kini clingukan sendiri melihat sekelilingnya " udah yok bersihin, kasian Pak Sar, begaulnya sama mahkluk ghoib, pantes kelakuannya abstrak" ucapnya tanpa beban.
Belum Ayu dan Fa melakukan pekerjaannya, pas mereka balik badan tiba-tiba seperti ada yang mengetuk jendela dari arah taman belakang, sedangkan yang mereka tahu saat ini adalah jam pelajaran dan taman belakang jarang sekali ada anak yang mau kesana karena itu kawasan Andree and the geng.
" paling kucing ok" Fa mencoba tenang yang padahal ia sudah keringat dingin," kata siapa cuma kucing?" sangkal Ayu.
" yah emang siapa lagi? nggak ada yang berani berurusan sama Andree kan" Fa sudah mulai khawatir.
" Yah Lo mikir lah mana ada anak pake baju OSIS dihari Jumat?" Ayu menunjuk cermin yang berada di tembok tepat menghadap jendela, Fa sedikit berfikir dan menghela nafasnya, mencoba melihat cermin yang ditunjukkan Ayu.
Mereka saling menatap satu sama lain, menunjukkan cengir kudanya dan....." SETAAANNN...."
__ADS_1