The SMK

The SMK
The SMK•|13


__ADS_3

[ QUOTE'S-> Pantes kurus tiap hari bukannnya makan nasi malah makan ati, ditambah janji gak pasti yang buat susah hati]


" Na bakal omong sama papa mama" Rayna ingin mengambil ponsel dari dalam tasnya namun tangan mulusnya dicekal Fa " lu mau omong apaan sama mereka?" ucapnya tak bersemangat karena nyawanya yang belum sepenuhnya utuh.


" Ya mau ngomong kalo kalian g4y " Rayna nampak shok dengan apa yang ia katakan bukan hanya dia Dimas, Fa dan Andree terperangah dengan ucapan gadis itu.


Maklum Rayna memang suka dengan adegan BL, dimana ia mengikuti semua GC Fandom yang ia gemari. Apalagi dengan BL yang tengah tenar belakangan ini di Thailand,tapi bukan berarti Rayna belok, ia hanya menjadikan itu semua sebagai hiburan semata tak menjadikan panutan baginya.


Andree langsung turun dari ranjang dan berhenti tepat dihadapan Rayna" Astaghfirullahal'adzim Na, gue masih normal ok, otak Lo tu yang gak normal" menekan jidat Rayna dengan telunjuknya.


" Somplak lu, kebanyakan nonton ikan di langet mengcapek dah" Dimas merebahkan badannya di sofa panjang yang berada dekat dengan ranjang.


Rayna menjatuhkan tas yang sedari ia pegang dan berbalik badan kearah Dimas " Tau dari mana bang?"


" bukan cuma itu kan tontonan Lo, dua bersama, benang ketik, klontang-klontang, milk pink keknya nggak bakal kelar kalo gue sebutin satu-satu, udah sono pegi gue mau molor" Dimas mengusir Rayna dengan tangan yang dilambaikan.


" Anjiir, somplak beneran adek Lo Ndree" tutur Dimas yang hanya dapat gelengan dari Andree.


Andree duduk ditepian ranjang melirik Dimas " Lah ngapain malah lepas seragam mau bolos hari ini?"


Fa dan Dimas saling pandang melemparkan sepatu yang sudah dilepas kearah Andree " hooh bolos,mau nyiapin energi buat nanti malem open BO"


" 4nj1n9" Andree melemparkan kaos yang tersampir di nakas kaos kemarin yang belum sempat dicuci.


**


Pesan Masuk

__ADS_1


orang Gilak : Detik demi detik kau akan berlutut padaku.


orang Gilak : Semua kebahagiaan yang kau dapat akan musnah dalam sekejap.


orang Gilak : Sesuatu yang berharga dikehidupanmu menjadi sesuatu yang terburuk dalam hidupmu.


" Psikopat" Ayu mematikan data ponsel dan menyimpannya diatas meja ia meraih handuk yang berada di gantungan dan masuk kekamar mandi eh ada kecoa yang numpang lewat bukan menjadi masalah toh hidupnya memang berdekatan dengan hewan hewan itu. Ra


Selesai mandi ia menuju teras rumahnya niatnya si hanya ingin bersantai namun melihat halaman yang dipenuhi dedaunan kering menjadikan ia mengambil sapu lidi dan menyapunya. Tak lama Bu Budi yang baru dari warung depan menyempatkan mampir biasalah cari bahan ghibahan.


" Eh Ayu... ibu ada?" mengangkat tangannya memperlihatkan beberapa perhiasan yang ada ditangannya.


Ayu berhenti dari aktivitasnya " lah bukannya Bu Bud dah tau kalo Ibuk ke Surabaya"


" Lha ngapain disana dari kemarin nggak pulang-pulang?"


" Urusan orang tua Bu, anak nggak boleh ikut campur katanya, emang Bu Bud mau apa nanyain ibu?" Ayu menjeda kalimatnya " oh mau balikin uang tujuh puluh dua ribu yang Bu Bud pinjem kemarin buat beli CD sama BH?" dengan senyum liciknya Ayu menyodorkan tangan meminta uang " sini sama gue Ayu aja nggak papa nanti tak bilang ke ibu".


" Salah apa gue punya tetangga modelan kek dia, bikin mules aja bawaannya" belom sempat Ayu bernafas lega eh Bu Sukirah Dateng dengan membawa anak gadisnya yang bodynya aduhai, wajahnya glowing, wajah, leher, tangan belang semua.


"Eh tumben yang nyapu kamu bukan Ibumu"


"Iya Bu Suk, ibu lagi di Surabaya belom pulang"


"Kemana itu calonnya kok jarang dateng lagi si? Pacar Dinda aja tiap malem pasti datang kerumah buat nemenin Dinda perhatian banget kan.


" Oooh Bu Suk kemarin nggak denger yang treak-treak kayak mau nagih utang Bu? nggak betah saya lama-lama ada dia disini jadi polusi swara kasian nanti pas Bu Suk lagi tidur malah keganggu, saya larang kesini sering-sering jadi jarang dia main kesini"

__ADS_1


" Eh kemarin kan ada tiga itu punya kamu semua? jadi cewek jangan keganjenan nanti kemakan buaya darat baru nyesek"


" Wah makasih lho Bu Suk perhatian banget sama Ayu tapi alangkah lebih baiknya Bu Suk lebih perhatiin Dinda, akhir-akhir ini kayaknya Dinda masuk angin dia muntah-muntah Ayu liat dari jendela, terus tiga Minggu yang lalu malem-malem pas Bu Suk nggak ada di rumah Ayu dengar Dinda Kayak kesakitan gitu mungkin ketusuk paku sampai swaranya kaya gini ahhhh....aaahhh....ahhh (desahan)"


Mendengar pernyataan Ayu Bu Sukirah langsung melihat anaknya ia memperhatikan badan anaknya yang semakin gemuk, lantas ia menarik Dinda pulang kerumahnya, lagi lagi swara bantingan pintu terdengar, bukan kaca yang pecah namun pot bunga janda bolong dari marmer berada di dekat pintulah yang menjadi korban, sayang.


"Ya Allah paringono sabar due tonggo do lambe turah kabeh,do keturahen lambe ngasi gak iso ngoco ing awake dewe."


( Ya Allah berikan kesabaran, punya tetangga semua kelebihan mulut, ya kelebihan mulut sampai tidak bisa melihat cermin dirinya sendiri)


" Ayu....." panggil suara perempuan dari belakang.


Ayu membanting sapunya " Ooooopoooooo...." membalikkan badan ternyata Zahra dan Khai yang memanggilnya, ia mengira ada tetangganya yang julid lagi.


" Tante kok ngamoook?" Ayu menetralkan mimik wajahnya didepan bocah yang sekarang ia berada tepat didepan Ayu.


Ayu merendah menyamakan tinggi dengan bocah itu," siapa yang ngamuk? tadi Tante cuma tes vokal aja"


" Wiiih Tante Kelen tes Vokal bica bikin Olang budek, untung Khai tadi tutup telinga, tu Tante Zahra aja jadi ling lung" Ayu mendelikkan matanya apa suaranya memang seperti itu jika memang beruntungnya di jika berhadapan dengan musuhnya tinggal modal suara musuhnya bisa tepar tanpa sentuhan.


Tak ingin berlama-lama Ayu langsung menyadarkan Zahra dari lamunannya dan membawa keduanya masuk karena sebentar lagi memasuki waktu Maghrib. Khai dengan asyiknya menonton siaran Upin dan Ipin ditemani dengan asap pembakaran obat nyamuk demi menghalau nyamuk sadis menggigitnya.


Diatas meja sudah disediakan jajanan jaga-jaga jika nanti Khai lapar, " Bang Ardi nawarin bantuan Ay, kalo kamu mau langsung sama dia aja, aku kasian sama kamu yang terus dapat pesan-pesan itu setiap hari" ujar Zahra yang berada di atas karpet mendongak melihat Ayu.


" Gue takut masalah ini nimbulin masalah baru yang malah bisa bahayain Lo sekeluarga Zah".


Ok Gaes next Eps.

__ADS_1


Ok Author mau ngasih bocoran di The SMK part 15 ada kejutan yang luar biasa gaes, pokoknya tetep ikutin cerita ini sampai end ya love-love.


Jan lupa kasih semangat euww, Jan lupa like,komen, vote & share sebanyak banyaknya.


__ADS_2