The SMK

The SMK
The SMK•|33


__ADS_3

Berjalan dikoridor sudah ramai siswa berlalu lalang. Merasa aneh dengan keadaan sekitar ia tak sengaja mendengar bahwa ada yang menulis tweetan tentangnya di forum badan sekolah. Mengambil hp nya ia mencari tweet tentang dirinya tidak hanya berita foto-foto dirinya yang telanjang pun ikut tersebar.


Giginya menggerat, yang ada dipikirannya saat ini adalah Ayu hanya dia yang mengetahui kebenarannya. Dengan langkah jenjang ia menuju kekelas Ayu tak perduli dengan tatapan aneh dari siswa lain.


" Ngapain Dim?" Tanya Zahra yang sedari tadi memperhatikan Dimas dengan segala macam alat ditangannya. Mengencangkan baut sedikit, Dimas membereskan alat-alat kedalam tempatnya.


" cuma kamera buat video perpisahan, tahun ini gue editingnya, ini cuma buat kenang-kenangan aja tanpa sepengetahuan mereka gitu aja" Zahra bertepuk tangan menyenangkan Dimas.


Zahra memberikan botol air meneral yang ia beli di kantin " hauskan, ni minum"


" Thanks, mana si Ayu belom nongol tu anak jam segini" tanya Dimas meneguk air mineralnya melirik kesamping Dimas melihat Mia dari jendela. Membuka pintu dengan tidak sopan ya sampai engsel pintu itu copot. Anak kelas Akuntansi 4 hanya diam sudah dipastikan bahwa Mia akan mencari Ayu.


"Mana Ayu?" Sarkasnya,tak ada yang menggubris gadis itu semua sudah muak dengan kelakuannya. Menarik hijab Zahra sampai Zahra terhuyung kebelakang beruntung jilbab itu tidak lepas dari kepalanya.


Dimas segera melepaskan tangan Mia, " Elo emang bener-bener kek kutu rambut ya, bikin gatel kepala pengin gue pites biar nggak meresahkan"


Mia membenarkan rambutnya " Gue tanya Ayu dimana nggak ada yang jawab"


" Lah Lo tanya sama siapa 4nj1n9, demen banget cari perkara disini sekarang drama apa lagi hah?" geram Dimas, untung Andree dan Fa belum datang kalau mereka sudah datang benar-benar Mia akan terjun bebas dari lantai 3.


" Gue nggak trima ada yang, fitnah gue sampai beberin foto gue yang nggak senono" Tunjuk Mia di wajah Dimas, bukannya shok Dimas malah tertawa terbahak-bahak menahan rasa sakit perut sampai Mia dan Zahra bingung.


" Hah elo....cewek kaya elo? sok-sok an nggak terima? bukannya yang nulis tweet itu Lo sendiri ya, bisa-bisanya nuduh orang lain"


" Gue masih waras ya buat apa gue nulis + nambahin foto-foto fulgar, emang gue nggak ada otak?"


" Nah akhirnya ngaku, emang Lo cewek yang nggak ngotak, gimana rasanya? difitnah balik tanpa tahu orangnya, Inget karma itu is real dibayar instan plus kontan gue jamin 100% bukan Ayu orangnya, tapi kalo elo sendiri yang nulis gue percaya 100%"


"Dimas, bener-bener Lo ya"


" Maaf kalau sudah tidak ada kepentingan dikelas kami, silahkan pergi tanpa mengurangi rasa hormat kami silahkan angkat kaki, pastikan tidak ada yang tertinggal sekalipun itu bulu ketiak anda, balik kanan maju jalan pintu sudah terbuka lebar dan silahkan keluar" ucap Farhan, selaku ketua kelas ia dan teman-temannya merasa terganggu.


Mia keluar dari kelas itu sampai diambang pintu orang yang dicarinya menampakkan diri namun teman-teman Ayu menyuruh Mia pergi, mengusirnya seperti Ayam masuk rumah.

__ADS_1


Ayu tak memperdulikan gadis labil itu, mendekat pada Zahra dan Dimas, " Masalah apa lagi?"


" ikey-ikey kimochi"


" Elo?"


" Anjiir bukan lah, dia sendiri open BO bayar 10 juta per malam"


" Astaghfirullah, YAALLAH bisa bisanya hamba mendapat teman seperti dakjal"


Dimas mengacak rambutnya " Hah ws karepmu, kuarepmu Ra peduli aku"


**


Memijat kepala yang sedikit pening, Varo menyandarkan punggungnya di sofa. " Dokter Varo ada yang ingin bertemu dengan anda"


Varo menegakkan badannya menoleh pada sang suster, ia malah menyuruh suster untuk mengosongkan jadwalnya hari ini namun orang itu malah menyelonong masuk.


" Ngapain lihat saya seperti itu?" Varo membaca isi dokumen yang Randy bawa. Randy duduk di kursi tak jauh dari sofa.


" Apa tuan sedang ada masalah dengan nona?" Usia Randy tak terpaut jauh dari Varo, sebenarnya Varo tak masalah jika Randy menganggapnya sebagai teman bukan sebagai atasan,tetapi Randy memilih menganggapnya sebagai atasan. Walaupun demikian mereka sering bertukar pendapat tentang masalah pribadi.


" Gimana caranya bujuk Ayu supaya cepet punya anak?" Pernyataan Varo membuat Randy menelan ludah, bahkan dia saja masih menjomblo sampai sekarang.


" Ya ngen.... lah bos"


Kluthakkk...... pensil melayang di kepala Randy, mengelus pelipisnya Randy berfikir apakah sarannya salah? setau dia kalau tidak berhubungan mana bisa mendapat hasil.


" Maksudnya gimana cara mbujuknya, Randy?"


"Mbujuk buat ngen?"


" Allahuakbar......,please smart people!" kesal Varo dengan candaan Randy tanpa berfikir ruangan sebelah adalah Musholla.

__ADS_1


" Sebaiknya Tuan lebih hati-hati dalam berkata, akhirnya apa anda malah kejebak dalam ucapan anda sendiri, Shella bukanlah orang yang mudah percaya dengan kata-kata tanpa adanya bukti'


Memang benar apa yang dikatakan Randy, Beberapa waktu lalu Shella datang dengan keadaan histeris ke Rumah Sakit meminta bukti bahwa Ia dan Ayu sudah benar-benar menikah bukan hanya berada diatas kertas. Alhasil Varo malah mengatakan bahwa Ayu tengah mengandung anaknya dan Shella masih kekeuh ingin bukti yang nyata hasil cek up didepan matanya.


" Terus saya harus bagaimana?"


" cara satu-satunya ya anda harus bisa meyakinkan nona"


" Saya aja masih bingung perasaannya buat saya apa buat temennya"


" Nah masalahnya, anda Cemen jadi lelaki buktikan bahwa anda suaminya bukan cuma status tetapi juga disini" Randy menunjuk dada Varo, ia bahkan lupa kapan terakhir kali Varo menjalin hubungan dengan seorang gadis." BTW udah kena tusuk belum?"


" Itu urusan pribadi saya"


" Berarti udah dong, kemungkinan 50/50"


" apa 50/50?"


" persentase jadi Yudhistira junior, tergantung keluar didalam or diluar?"


" Randy cukup, sekarang bawa dokumen itu, tambah ngawur kamu kelamaan disini" Stop Varo berbincang dengan Randy yang tambah ngelantur kemana-mana. Randy hanya memberikan ekspresi menggoda melihat Bos nya sedang Gegana menjadi pandangan yang jarang dilihatnya.


" Jangan lupa bos besok lagi, buang dalam aja biar cepet jadinya"🤣🤣🤣


" Randyyyyy.....'' Randy segera mengambil dokumen itu dan melarikan diri namun saat diambang pintu Varo memanggilnya lagi " Tunggu sebentar, Minggu depan acara kelulusan istri saya kamu yang hadir nggak ada penolakan"


" Yeah, yang punya istri siapa yang repot siapa?" gumamnya


" Kamu bilang apa tadi?"


" Enggak ada bos, sepatu saya kejepit pintu" Randy menutup pintu bercat putih itu.


Tak beberapa lama Pintu kembali dibuka " Ada apa lagi Randy?" Varo menatap gadis yang berdiri diambang pintu itu dengan pasrah...

__ADS_1


__ADS_2