The SMK

The SMK
The SMK•|24


__ADS_3

" Tolong jangan gini Ay, kasih tau gue punya salah apa sama Lo?"


" Lo nggak punya salah Fa"


" Terus kenapa Lo ngehindar terus dari gue?"


" Gue nggak bisa jelasin sekarang"


" Tapi kenapa?"


Ayu menggeleng ia pergi meninggalkan Fa, rasanya sakit ia belum bisa mengatakan semua kebenaran walau ia sudah mempersiapkan dirinya. Fa yang hendak menyusul Ayu, di hadang oleh Mia " Minggir nggak" sarkas Fa ia mencoba melewati gadis itu namun Mia sigap menghadang kembali.


Mia tersenyum " Masih mau Lo ngejar cewek j4la4ng kek dia?" ucapnya datar.


" Sory gue nggak punya waktu ngeladenin cewek lonTH3 kek elu" Ucap Fa dengan menaikan alisnya dan jawaban pemuda itu pun sukses membuat mulut Mia terbuka, dirinya tak menyangka bahwa Fa ternyata bisa mengatakan itu terhadap nya. " Jadi minggir dari hadapan gue sekarang juga", Lantang Fa dengan nada menyentak.


Ayu yang baru sampai rumah, langsung menuju kamar, tangisnya pecah ia melampiaskan kekesalannya dengan melempar semua barang-barang yang ditemuinya. Kamar bernuansa biru itu kini layaknya kapal pecah,Pyarrr pecah sudah kaca almari yang tak sengaja terkena barang yang Ayu lempar.


Tak ikhlas Ayu melihat Fa bersama wanita lain, apalagi saat ia melihat Fa berciuman dengan Andin saat istirahat dikamar mandi. Sakiit banget rasanya.


Varo yang baru saja pulang terkejut saat mendengar ada yang pecah langsung bergegas memasuki rumah. Ia mengedarkan pandangannya tak ada yang pecah sama sekali sampai ia mendengar teriakan Ayu. Berada diambang pintu kamar melihat Ayu yang sedang duduk termenung dipojok kamar masih dengan Isak tangisnya.


lelaki berkemeja putih itu berjalan mendekati sang istri, menepuk tipis lengan Ayu membuat gadis itu menoleh. Ayu mendekap leher Varo, " Ada masalah disekolah hm?"


Ayu semakin menautkan tangannya, dagunya ia tumpukan pada pundak Varo " S sa sakit banget mas hiks hiks hiks liat dia sama perempuan lain" Tanpa bertanya Varo sudah bisa menebak siapa yang istrinya maksud. Varo tak mengatakan apapun mencoba melepaskan tangan Ayu dari lehernya namun Ayu tak mau sampai-sampai ia tertidur.


Varo yang menyadari Ayu tertidur, segera ia menggendong Ayu layaknya bayi dan membaringkannya diatas kasur, ia menatap nanar ' sebegitu cintanya Lo sama Fa hm?"


" Assalamualaikum, Ay Ayu buka pintunya Ay" teriak Fa yang berada di luar rumah


cekleeek, Varo membuka pintu itu " wa'alaikumussalam"


" Kok Lo disini Ayu mana?"


" Gue cuma mampir kesini, harusnya gue yang tanya sama Lo dia dimana?"


" kok Lo malah balik nanya ke gue?"


" Bukannya Lo sama Ayu satu kelas ya, seharusnya Lo tau dong dimana dia sekarang, lagian kalo dia dah pulang sepedanya ada di teras dan sekarang mana sepedanya nggak ada kan" Fa berpikir bahwa ucapan Varo ada benarnya juga.

__ADS_1


" Gue pulang dulu, nanti kalo dia dah balik kabarin gue!" Fa berlari kecil menuju mobilnya, Varo yang melihat Fa menarik sudut bibirnya


" Siapa Lo harus tau semuanya"


**


"Kita jalanin rencana, malam ini juga " Mia mengambil inhaler dari dalam tasnya.


"Lo punya Asma?"


" hm bawaan lahir"


Andin hanya mengangguk ia segera membuka laptopnya, tak butuh beberapa lama hasil ketikannya sudah siap dan ia langsung mengunggahnya.


" Gue mau tau seberapa pengaruhnya tulisan ini sama mentalnya" Mia melihat isi tulisan Andin tak menyangka ia berbakat dalam menulis.


" Lo yakin mau nyisipin ini?" Tanya Mia kembali seperti berlebihan dengan menambahkan paragraf terakhir.


Andin membenahi rambutnya " Cukup lah buat kena mental break dance"


" Anjiir, gue suka cara Lo ternyata bringas juga Lo ya"


" Apa yang bisa Lo lakuin selain ini?" tanya Andin menatap lurus pada Mia


Mia menggeleng ternyata Andin jauh lebih b0d0h dari apa yang ia kira, bahkan ia harus meyakinkan Andin selama beberapa hari untuk misi ini " Lo tanya gue? gue bisa jauh nglakuin hal apapun diluar nalar Lo"


**


Ayu terbangun dari tidurnya melihat kamarnya sudah tertata rapih sampai kacanya pun sudah utuh seperti semula. Badannya lengket meraih handuk yang berada di balik pintu menuju kamar mandi, sampai dikamar mandi pun ia tak mengetahui jika Varo juga sedang berada dikamar mandi. Alhasil ia bisa melihat si uwwu dengan jelas.


" Aaa......." jerit Ayu setelah empat bulan menikah baru kali ini ia melihat si uwwu tanpa ada yang menghalanginya langsung ia menutup mata.


Varo yang terkejut dengan segera membalut tubuh bagian bawahnya dengan handuk " udah buka matanya"


" Bisa-bisanya Mas mandi nggak dikunci pintunya" kesal Ayu mempoupkan bibirnya.


Rasanya Varo ingin memakan bibir itu gemas melihat wajah Ayu " Salah sendiri nggak permisi dulu".


" Kirain nggak ada orang makannya langsung masuk"

__ADS_1


" Nggak papa sebagai pengenalan biar nggak kaget"


" Pengenalan apa?"


" Nanti aja gue kasih tau, mau mandi bareng?"


" ENGGAK!" Ayu keluar dari kamar mandi kini perutnya lapar melihat isi kulkas mengambil 1 pisang. Ia mengupasnya menatap pisang itu ia teringat akan apa yang baru beberapa menit ia lihat dan membanding-bandingkannya " kayaknya lebih gede deh, eh Astaghfirullahal'adzim" Ayu menggeleng cepat dan meletakkan pisang itu diatas meja tak jadi memakannya.


" Duh kenapa ni dada gue" jantungnya berdebar kencang bayangan itu masih terngiang-ngiang ia memegang dadanya " sabar Ay, sabar tenang kuasai".


Varo yang baru selesai mandi mengerutkan keningnya saat ada pisang diatas meja sedangkan orang yang mau memakannya hany memandanginya saja " pisangnya nggak enak?"


" pisangnya kurang gede" Ayu membelalakkan matanya ia hanya reflek mengatakan itu namun ekspresi Varo tak dapat didefinisikan segera ia masuk kekamar mandi.


Varo mengambil pisang itu " Kurang gede 😂😂" pasang itu ia makan dari pada mubazir tak ada yang memakannya.


" Besok pulang sekolah langsung berangkat ya, gue jemput" ucap Varo yang masih setia dengan layar laptopnya, tak mendapat jawaban a


Varo mengalihkan atensinya pada Ayu "Ay...Ayu"


" Hah.... apa Mas?" linglung Ayu melepas handuk yang berada dikepalanya bahkan Varo tak mengalihkan pandangannya melihat Ayu hanya memakai handuk berada di badannya, " Lo tadi mau kasih tau apa?"


Varo seketika bersemangat ia duduk di lantai sedangkan Ayu berada duduk ditepi ranjang, Tetesan air dari rambut basah Ayu menambah gairah dokter muda itu. " Kamu tau tugas seorang istri?"


" Tau, masak, nyuci baju, nyuci piring, nyapu, ngepel, ngurus rumah tangga" Ayu mengangguk mantab merasa.


" Apa tugas utama seorang istri?" pertanyaan kembali diajukan


" emang apa?"


" Melayani suami" Ayu tak mengerti apa yang Varo ucapkan bukankah yang Ayu sebutkan sama halnya namun Varo menggeleng seorang istri maupun suami harus mampu memenuhi kewajibannya baik lahir maupun batin, dan seorang istri harus mau melakukan ajakan suaminya.


" Kalo gue belum siap gimana? gue dosa?" Varo menggeleng " pelan-pelan aja"


"Caranya?"


Tanpa aba-aba Varo menempelkan bibirnya dengan bibir ayu, mata Ayu membola merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya. Tak sampai disitu Varo ******* bibir Ayu hingga Ayu kehabisan napasnya, membaringkan tubuh Ayu, menuntut balasan. Tangan Varo hendak membuka handuk yang dikenakan Ayu.


lanjut next part

__ADS_1


jangan lupa like komen vote dan share sebanyak-banyaknya ya 🥰


__ADS_2