The SMK

The SMK
The SMK •| 03


__ADS_3

" Elaah lama banget si Lo, sampek jamuran gue nunggu mana panas banget lagi" Dimas menengadahkan tangan diatas kepala demi menghalau terik matahari yang menerpanya, percuma dong pake skincare tapi masih kena matahari pikirnya.


Ayu yang masih berada di ambang pintu rooftop mengerutkan dahi, pasalnya di rooftop ada tempat yang teduh untuk apa Dimas rela panas-panasan. Ia berjalan ke pembatas rooftop dan tanpa sengaja matanya langsung menangkap sosok yang akhir-akhir ini mengganggu pikirannya, siapa lagi kalau bukan Fa dan Andin.


" Woii Lo denger gue nggak si?" Teriak Dimas yang kesal karena pertanyaannya tak kunjung dijawab. Ayu menjauhkan kepalanya menjauhi Dimas dan mengusap-usap telinganya " Biasa aja kalik, pengeng ni kuping gue"


Dimas berbalik dan melihat arah tujuan Ayu, menampakkan Andin yang tak mau berpisah dari Fa, selalu bergelayut di lengan pria tegap itu tanpa ada rasa risih karena menerima tatapan tajam dari para penghuni sekolah.


Atensi Dimas kembali ke Ayu" jadi ini yang buat Lo uring-uringan dari kemarin?" Dimas berjalan ke tempat yang lebih teduh dan memilih duduk bersandar pada dinding, rasanya ia tak tahan dengan sengatan sinar matahari yang bisa membakar kulit mulusnya.


" Gue udah tau kalo dia pacar Fa kan" ucap Ayu datar, Dimas yang terkejut, langsung menegakkan badannya. " Lo tau dari mana?"


Ayu masih tak beranjak dari tempatnya menampakkan senyum getir diwajahnya namun tak bisa dilihat oleh Dimas " cewek itu yang langsung kasih tau gue, dan Lo " Ayu berbalik menghadap pemuda yang bersamanya, dengan telunjuknya ia menunjuk ke arah Dimas " punya utang penjelasan ke gue, gue tau sesuatu tentang ini kan" Ayu mengikuti Dimas yang duduk bersila.


Dimas terdiam dalam dirinya tak tega memberitahukan yang sebenarnya namun jika ia tak memberitahu singa dihadapannya ini dipastikan ia tak akan merasa tenang. Sudah satu jam Ayu menunggu Dimas membuka swaranya, Bel masuk pun sudah berbunyi dari 45 menit yang lalu.


Hingga ia mendapat pesan masuk dari Zahra agar ia segera menemui Zahra dan Viara di depan toilet wanita. Tak menunggu lama Ayu langsung bangkit " Gue tunggu penjelasan Lo jam 8 malem kita ketemu di cafe biasa" interupsi Ayu, Dimas yang masih bergulat dengan pikirannya hanya menatap punggung gadis mungil itu hingga hilang dibalik pintu.


" Zah ada apa si? rame banget" Ayu berjinjit Mencoba melihat apa yang terjadi didepan sana.


" Viara Ay, panjang ceritanya yang pasti kamu pisahin dulu mereka" cicit Zahra sedikit berteriak karena suasana di depan toilet sangat riuh.


" Eh Lo tu anak baru ya disini jadi jangan seenak jidat, Lo pikir ni sekolahan punya bokap Lo apa?" geram Viara dengan nada sinisnya.


Andin tersenyum menampakkan seringainya tatapan permusuhan telah dilayangkan pada Viara sejak ia mendengar Viara menjelekkan dirinya didepan Zahra " Terserah gue lah, emang Lo siapa? enak bapak gue yang bisa ngatur ha?"

__ADS_1


" Elo tu bener-bener ya, seenggaknya Lo bisa jaga etika kalo disekolah, Lo tu cewek jaga harga diri Lo sendiri. Jangan kaya Kupu-kupu Lo!" Andin yang sudah tak terima dengan ucapan Viara ia langsung menamparnya.


Tak tinggal diam Ayu menerobos kerumunan itu, tubuhnya yang mungil memudahkan dirinya bisa menerobos kerumunan itu walau sampai ditengah, tampilannya sangat berantakan sepatunya yang sebelah entah kemana, ujung bajunya keluar, Hijabnya sudah tak berbentuk sama sekali, hingga matanya membola ketika melihat Fa yang sudah menjadi bahan cakaran, penggemukan dan penjambakan dari Viara dan Andin.


Tampilan Fa pun sudah kacau melebihi dirinya, Ayu segera memegangi Viara yang sudah tak terkontrol, sedangkan Fa merentangkan tangannya memberi jarak antara Viara dan Andin. Andin tetap memberontak hingga ia melihat ada sepatu yang ada dibawahnya, langsung ia ambil siap-siap ia melemparkan ke arah Andin.


" Tu sepatu gue ngapa jadi sama Andin?" racaunya Ayu dalam hati tapi tak ia ambil pusing yang terpenting sekarang bagaimana membawa Viara keluar dari tempat ini ditambah kerumunan yang semakin besar.


Andin bersiap melempar sepatunya, Ayu yang melihat itu langsung menarik Viara agar menunduk, dan 'plok......' pendaratan yang mulus tepat mengenai wajah Pak Sar yang tengah berada diantara kerumunan siswa seketika suasana hening.


Tidak mau mencari masalah dengan guru killer ini, semua siswa menjauhkan dirinya dari Pak Sar tanpa ada suara yang keluar, menyisakan Andin, Viara, Ayu dan Fa yang menunduk. Pak Sar menatap keempatnya dengan tatapan tajam, ditambah dengan tampilan Fa dan Ayu yang berantakan. Mata Pak Sar kembali melotot saat mendapati sepatu yang mengenai wajahnya sama persis dengan yang dikenakan Ayu. "Ayu Widyawati, Fauzi Ahmad Renanda kalian ikut saya keruang BK !" final Pak Sar.


" Lho kok saya Pak, Tap......" ucapnya terhenti ketika Pak Sar menyodorkan sepatunya kembali dengan tendangan kecil, Ayu mengernyitkan dahi melihat sepatunya '' Pakai sepatu, saya nggak mau ada murid yang nyeker ke ruang BK" mengeluarkan rotan kesaktiannya Pak Sar menggiring Ayu dan Fa layaknya Bebek yang mau mandi".


" Awas aja kalo temen gue sampai kenapa-kenapa"


ucap Andin dan Viara secara bersamaan lalu berjalan mengikuti kemana arah yang dituju Pak Sar.


"Sampai kapaaaan kalian berhenti berbuat ulah?" emosi Pak Sar sudah tak tertahan lagi bahkan rotan andalannya sudah retak jadi beberapa bagian akibat terlalu keras dan sering membentur meja " Malah diem jawaab".


Seakan sudah kebal dengan swara rotan Pak Sar, Ayu dan Fa terlihat santai dengan menyandarkan punggungnya di kepala kursi " Itu bukan salah kita pak" ucap Fa datar.


" kita cuma korban disini" imbuh Ayu.


" DIAAAA......M" Pak Sar menggebrak mejanya didepan Ayu dan Fa ingin melihat reaksi dari keduanya, namun bukan merasa takut Ayu dan Fa malah menatap datar Pak Sar membuat yang ditatap sedikit ngeri sendiri, " Mana ada korban yang tampilannya urakan kaya kalian?"

__ADS_1


5 menit kemudian " kenapa ha kalian nggak bisa jawab pertanyaan saya? jadi benerkan kalian yang mulai"


Braakkkk....... kini gantian Ayu yang naik pitam ia menggebrak meja membuat Pak Sar sedikit memundurkan badannya" Mau bapak apa si, tadi kita jawab disuruh diam, terus kita udah diem disuruh jawab emang bener ya kalo guru itu cuma mentingin dirinya sendiri tanpa tahu perasaan muridnya kek gimana" jelas Ayu yang mendapat tepukan tangan dari siswa lain yang mengintip dari luar jendela.


" Bapak seharusnya bersyukur kita ada, kalo nggak ada kita bapak cuma makan gaji buta tanpa ada pekerjaan nggak berkah" imbuh Fa yang masih setia ditempat duduknya dan dengan nada santuynya. Kerumunan siswa semakin hebooh mendengar pembelaan dari Fa dan Ayu. " Jadi mau bapak apa sekarang?" Fa menantang Pak Sar dengan menampakkan seringainya semakin menambah kadar nilai ketampanannya.


" KALIAN DIHUKUM MEMBERSIHKAN SATU SEKOLAHAN"


" OKAY" jawab keduanya kompak.


" NGGAK MASUK MATA PELAJARAN"


"OKAY" kompak


"NGGAK BOLOS"


" OKAY" kompak


" SELALU NURUTIN PERINTAH SAYA TANPA TERKECUALI"


" Ok......, nggak bisa gitu dong pak" protes keduanya.


" Okay kalo gitu, KALIAN DIHUKUM MEMBERSIHKAN SATU SEKOLAH SATU MINGGU FULL"


Bersambuunggg......

__ADS_1


Butuh suport guys༼. like, koment vote


༼ಥ_ಥ


__ADS_2