The SMK

The SMK
The SMK•|29


__ADS_3

" Lo nggak bisa nutupin itu dari gue, gue udah tau dari awal, kalo Lo udah nikahkan sama Dokter Varo"


Sejenak Ayu masih mencerna perkataan Andree, dari mana pemuda itu tau tentang pernikahannya. " Dari mana Lo tau?"


"Randy"


" ok gue jujur, gue emang sudah nikah tanpa sepengetahuan kalian puas Lo"


**


Fyi ujian kelas XII sebentar lagi, mereka mulai mempersiapkan segala sesuatunya mengingat moment ini tak akan terulang lagi. Mereka sedang sibuk belajar mengejar materi yang sering ditinggalkan. Minggu-minggu yang cukup sibuk dan menguras isi otak mereka.


Sedikit kesal dengan Varo yang janjinya hanya pergi tiga bulan namun sudah lima bulan ia belum juga kembali, tak mau terlarut dalam keadaan Ayu mencoba fokus pada ujiannya.


Mendengar ponselnya berbunyi ia langsung mengambilnya, tertera nama Mas Suami di layar menampakkan senyum sumringah Ayu langsung mengangkatnya


" Assalamualaikum sayang", what Varo memanggilnya dengan sebutan sayang? rasanya ia ingin jungkir balik dan berteriak sekeras mungkin. Ternyata berbeda rasanya jika seseorang yang selama ini bersama dan harus pergi dalam waktu yang lumayan.


" Wa'alaikumussalam, Mas Suami 😊"


" Besok hari pertama ujian ya, semangat ujiannya jangan lupa berdoa agar dimudahkan"


" Aamiin, mas Minggu ini jadi pulang?"


" Maafin aku ya, mungkin butuh beberapa Minggu lagi buat pulang" seketika ekspresi Ayu langsung berubah. " Kamu mau oleh-oleh apa?"


" permen karet, yaudah gue tutup mau belajar assalamualaikum"


Ayu mendengus harapannya ia ingin ditemani oleh Varo, namun ia justru semakin sibuk dengan pekerjaannya.


Keesokan harinya saat Ayu memasuki gerbang sekolah, tatapan tajam diberikan padanya oleh seluruh warga sekolah. Ia salah apa sampai harus dilihat seperti maling yang ketangkap basah.


Tak memperdulikan Ayu berjalan menuju kelasnya ia bertemu dengan Viara hanya saja sahabatnya itu seperti mengabaikannya. Menyamakan langkah dengan Viara, Viara malah mempercepat langkahnya. " Napa si tu anak"


Memasuki kelas seketika suasana yang tadinya ramai kini menjadi sepi sungguh ia tak tahu apa yang terjadi, Zahra yang baru datang hanya menepuk pelan pundak Ayu, " Ngapain masih didepan pintu?"


Ayu mengernyitkan dahinya " Gue emang nggak tau apa-apa, tapi gue yakin kalo tau tentang sesuatu"


" Kita ujian dulu, nanti aku kasih tau" ucap Zahra seraya menggandeng Ayu masuk kelas bersamanya. Ujian pun dimulai sesuai jadwal semua fokus mengerjakan soal-soal itu. Hingga ujian selesai Ayu masih tak merasa nyaman dengan lingkungannya.


" aduuuh, masih ada ya orang yang serakah cuma gara-gara harta" Sindir Mia didepan Ayu. Mencoba

__ADS_1


memancing Ayu kembali Mia berdiri tepat didepan Ayu "Guys mau liat nggak parasit yang kelakuannya kek iblis"


"maksud Lo apa kek gitu? mau cari sensasi?" datar Ayu ingin beranjak pergi namun Mia menahan langkahnya.


" ya beginilah kalau ngomong sama orang munafik, yang cuma luarnya aja yang sok baik tapi dalemnya bu-suk"


Gigi Ayu menggerat tak terima dengan apa yang diucapkan oleh Mia "atas dasar apa Lo bisa nuduh gue kaya gitu?"


" Hahahaha, Lo masih nanya buktinya apa?, cek tweetan badan sekolah dengan #munafikpewarisaquino.AW "


Ayu langsung mengecek ponselnya ia jarang aktif di tweeter betapa kagetnya ia setelah melihat isi tweetan itu, bahkan menjadi trending setelah ada yang memasukkan fotonya.


" masih kurang bukti?"


" Lo kalo nggak tau yang sebenarnya nggak usah ngejatohin nama baik seseorang ngerti!"


" Kok Lo marah si? jadi bener dong tweet itu?"


"Males gue ngeladenin orang, kek lu nggak guna"


Pak Sar yang lewat langsung memanggil Ayu untuk mengikuti keruangannya.


Memegang rotan ternyata diruangan itu tak hanya Pak Sar namun ada Kepsek, Waka kesiswaan, wali kelas dan beberapa dari wakil OSIS. Namun Ayu harus tetap tenang.


Ayu duduk ditengah para guru yang mengintrogasi, menautkan tangannya diatas paha jujur serasa jantungnya mau copot.


" Itu nggak bener, penulisnya tidak tahu kejadian yang sebenarnya"


" Apa kamu yang memenjarakan om mu sendiri?"


" apakah saya harus membahas masalah pribadi disini?"


" Jadi benar semua itu?"


" Bagaimana Ibu bisa menyimpulkan segampang itu?"


" Makannya kamu ditanya jangan muter-muter"


" saya nggak muter-muter Bu, buktinya saya dari tadi duduk nggak kemana-mana"


" Susah ngomong sama kamu" Pak Sar ikut menambahi ia sudah tepok jidat dari tadi.

__ADS_1


" Sama pak, susah ngomong sama Bapak"


" Ayu, bisa nggak kamu jaga omongan mu sama guru dasar anak badung"


" Bisa nggak ibu jaga omongan ibu, sama murid dasar guru tua"


" Ayuuu...!!!kamu ini masih murid disini,bisa nggak sopan dan hormat sedikit?"


" Makannya bapak ibu juga harus bisa menghormati privasi saya sebagai murid, saya diam bukan berarti itu 100% kesalahan saya, kejadian aslinya tidak seperti itu saya hanya korban fitnah, memang Hendry Aquino sekarang mendekam dipenjara karena itu ulahnya sendiri jadi, jadi saya nyatakan berita di tweet itu adalah berita hoax, cukup sekian dari saya wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu" Ayu pergi meninggalkan Ruangan pak Sar yang belum lama ini di cat dengan warna yang soft nampak lebih nyaman dibanding kemarin yang seperti sarang hantu.


Isi Tweet


And_AL-> badan sekolah


Gadis berinisial AW siswi dari sekolah favorit tega memenjarakan sang paman dengan alasan harta warisan keluarga Aquino.Tak tanggung-tanggung semua hartanya ia rebut tak menyisakan sepesiarpun. Sungguh sekejam-kejamnya manusia ialah yang menjatuhkan manusia lain untuk keuntungan dirinya sendiri #munafikpewarisaquino.AW.


" Napa muka Lo kek lipetan koran dah?" tanya Dimas yang tak sengaja bertemu dengan Ayu setelah keluar dari ruangan Pak Sar.


" Diem Lo Dim,pala gue lagi pusing njirr" badmood Ayu ia yakin urusannya tak cukup sampai disini, malah bakal jauh lebih rumit, yang ia harapkan semoga ia bisa menyelesaikannya sendiri.


" Anjir, kampret, Ban9s4t, Jing4n, Jian Cok,4nj1n9, b4b1, kethek, monyet, kerek, kucing, pitik, bebek, enthok....."


" oooooiiih sekalian aja sekebun binatang Lo sebutin semua, yang kesel tu disini gue kenapa malah Lo yang toxic si"


Sepanjang jalan Dimas mengeluarkan kata-kata berartinya membuat Ayu yang sudah kesal menjadi semakin kesal. Sebenarnya ia tak terlalu memikirkan itu toh ia mempunyai banyak saksi mata yang tau keadaan aslinya. Ia hanya cemas dengan kejadian selanjutnya buntut dari kejadian ini.


" baperan amat elah, biasanya juga Lo mental baja nggak mudah putus asa" Dimas berjalan mundur mengimbangi Ayu yang berjalan normal.


" Lo tau kan tentang tweet itu? gue takut urusannya bakal panjang deh, Dim ... Dimas Lo dimana?" kaget Ayu yang tiba-tiba Dimas menghilang dari hadapannya.


" Gue disini Ay"


" Dimana?"


" liat bawah gobl0k"


" Wkwkwk Lo ngapain disitu dah, uweek mana bau banget lagi" rasanya Ayu mau muntah mencium bau busuk dari got itu, jangan tanya dengan nasib Dimas tubuhnya sudah berlumuran lumpur busuk sampai muka tampannya pun jadi korban.


" Tolongin woy😭"


" kagak mau ah, bau banget Tulul"

__ADS_1


" janc0k, ambune tai Kabeh"😭


__ADS_2