
[ QUOTE'S-> Satu pertimbangan yang harus ada dalam diri manusia, berfikirlah sebelum berucap karena sesungguhnya ucapan yang kau anggap penawar bagi dirimu bisa jadi racun terhadap lawan bicaramu]
" Tantee... cepet dong lelet banget ihh" Khai menggedor pintu kamar Zahra yang mana ada Ayu didalamnya sedang bersiap-siap.
" Apa si cil? Brisik tau" Ayu yang baru keluar kamar itupun langsung ditarik oleh Khai menuruni anak tangga menuju meja makan, disana semua anggota keluarga Zahra sudah berkumpul, dengan senyum kikuknya Ayu mendekat pada Zahra " Assalamualaikum, semua selamat pagi".
" waa'alaikumussalam" kompak semua yang ada dimeja makan " Ayo sini sarapan Ay bareng kita" kata mbak Anisa kakak ipar Zahra, yang diangguki oleh Ayu.
Khai segera melepaskan tangannya pada Ayu dan menarik bangku untuk Ayu duduki " silahkan Tante cantik" ujarnya membuat semua keluarga gemas dengan tingkahnya.
Bocah kecil itu juga menarik kursinya tepat disamping Ayu " Kok disitu dek, nggak mau disuapin bunda?" Tanya Bang Ardi,ayah Khai.
Khai menudingkan telunjuknya didepan bibir menandakan agar sang ayah diam "Sssttt... kata ciapa Khai macih dicuapin bunda? Khai udah bisa makan cendiri" mata bocah itu tertuju pada Ayu " benel Tante Khai nggak manja, kan Khai mau jagain Tante bial tante nggak digangguin cama olang jahat"
" Emang siapa orang jahat yang gangguin Tante Ayu, Khai?" tanya ayah Zahra pada sang cucu.
Dengan polosnya Khai menyuapkan sesendok makanan kemulutnya namun tidak tepat sasaran belepotan kemana-mana " Om yang tadi malem buat Tante cakit".Khai memandangi isi piring Ayu yang masih kosong lalu ia mengisinya dengan nasi dan lauk pauk " Tante makan yang banyak ya, bial nggak cepet cehat, Khai janji kalo Khai udah besar bakal jagain Tante"
Siapa yang tidak gemas dengan polah tingkah bocah 3 tahun itu, Ayu hanya bisa tertawa melihat tingkahnya bahkan makan saja dia belum benar " Kalau Khai mau jagain Tante, Khai harus bisa makan yang bener dulu, makan aja blepotan kemana-mana mau jagain Tante" ujar Zahra.
**
" Hati-hati kalian berdua belajar yang benar" ucap Ardi dari dalam mobil.
" siap" kompak Zahra dan Ayu secara bersamaan
" Ay ibu kamu kapan pulangnya?"
" mungkin 2 Minggu lagi, gue nggak tau apa rencana Varo sampe ibuk harus ikut sama dia, ngenes banget gue dirumah ndiri" sampai ada pesan pesan masuk 'temuin gue dirooftop'
Ayu langsung menyimpan ponselnya disaku " Zah Lo duluan aja kekelas.
" Kamu mau kemana?" terlambat Ayu sudah berlari menaiki tangga Dimas yang melihat Ayu pun langsung mengikutinya tanpa sepengetahuan Ayu.
Membuka pintu rooftop Ayu langsung melihat Andin yang berada ditepian sisi rooftop, Ayu berjalan dan berdiri di samping Andin "Ngapain Lo nyuruh gue kesini"
" bukan apa-apa gue cuma mau Lo jauhin Fa"
__ADS_1
" kenapa harus gue?"
" Karena Lo satu-satunya orang yang buat Fa jadi jauh sama gue"
" kalo dia emang bener-bener cinta sama Lo dia pasti bakal perjuangin Lo"
" Lo juga perempuan, Lo seharusnya juga bisa ngerti perasaan gue pas dia direbut sama sahabat gue sendiri, sekarang gue nggak mau kehilangan dia cuma gara gara elo"
"dan Lo juga harus ngerti gue sama dia nggak ada hubungan apa-apa jadi Lo nggak usah cari ribut sama gue ataupun sama temen-temen gue,Lo nggak harus gangguin Viara dan Zahra, gue tau Lo rela nglakuin apapun yang bisa curi pertiannya tapi nggak gini caranya meng"
" Tau dari mana Lo?"
" apapun itu gue juga perempuan" Ayu langsung meninggalkan Andin ia terkejut saat membuka pintu dan menampakkan Dimas tepat didepannya.
" Lo ngapain disini?" lirihnya agar Andin tak mengetahui tentang keberadaan Dimas.
Dimas hanya bisa menampakkan senyumannya " dah bel no waktunya masuk kelas, jangan bilang Lo mau bolos lagi"
Ayu memutar bola matanya menuruni anak tangga menuju kekelasnya" hidieh kayak kagak pernah bolos lu"
" Ngomongin apa aja Ama mis cafer?"
" cuman nanya elah"
" penting banget gitu harus tau urusan cewek"
" Ya pentinglah"
Ayu berhenti membalikkan badan menghadap Dimas " kebanyakan bacot tau nggak"
"Anjiir, kirain dah insaf jadi cewek baik-baik taunya masih sama" gumam Dimas yang masih terdengar samar-samar ditelinga Ayu.
"Apa Lo bilang?" Ayu mendelikkan matanya yang mana membuat Dimas mengalihkan pandangannya kearah lain.
**
Di kamar Andree yang mana terdapat 2 cowok dengan masing-masing laptop ditangannya " dah ketemu belom?"
__ADS_1
" belum anjir gue mau tidur dulu elah dari tadi malem belon tidur gue" ujar Andree yang menarik guling dari punggung Fa.
Sebenarnya juga mengantuk bahkan ia tadi malam tidak tidur menemani Ayu walaupun sudah ada Zahra yang menjaganya ditambah isi pesan dari ponsel Ayu yang membuatnya semakin tak bisa tidur search ke pencarian ia mencari tentang data yang dimiliki oleh Aquino group.
Sampai ia menemukan data Ana yang mengingatkan kembali kejadian satu tahun lalu,sampai ia berfikir bahwa sikap Andin seperti Ana. Sudah cukup ia ingin beristirahat melirik kesamping kanan ada Andree yang sudah ngorok dengan sedikit membuka matanya, ia beralih menatap layar ponselnya yang menunjukkan pukul 08.03
Tadinya Fa berniat akan tetap masuk sekolah namun ia urungkan, matanya kini sudah tak bisa diajak kompromi, menyingkirkan laptop dan semua kabel yang ada dihadapannya, ia langsung meluruskan punggungnya dan menyumpal telinganya dengan headset demi keamanan jiwanya.
" Aaaaa..........," suara Rayna menggema ke seluruh ruangan itu, jendela yang masih tertutup horden, AC yang suhunya mencapai 15°C dan yang paling mengejutkan dimana posisi Andree dan Fa saling berpelukan menautkan kedua kaki diatas ranjang yang berantakan.
Jeritan Rayna langsung membuat Dimas yang masih berada dilantai dasar berlari menaiki anak tangga takut terjadi sesuatu dengannya.
Menuju kamar paling ujung Dimas segera menghampiri Rayna " Apaansi Lo treak-treak?"
Rayna menunjuk dengan ekor matanya, Dimas masih terdiam di tempat. Beberapa detik kemudian ia segera mengambil gambar Andree dan Fa dengan kamera ponselnya.
" Na ambil aer satu botol!" perintahnya yang langsung diangguki oleh Rayna,ia menampakkan seringainya.
" Ni bang, airnya mau buat apaan?"
Dimas mengambil botol berisi air yang ada di tangan Rayna mencampurkannya dengan sedikit garam, dan menumpahkan sedikit air itu ke masing masing celana Andree dan Fa.
" dah Lo treak deh sekenceng-sekencengnya" Dimas hanya bisa ngakak dengan hal jail seperti ini.
" Abaaaaaangggggg banguuuuuuun" teriakan Rayna kali ini membuahkan hasil, keduanya langsung membuka mata " Apaaan si, Brisik tau nggak" Andree yang masih sentengah sadar mengucek matanya.
" Elo yang apa-apaan, jelasin ke gue kenapa Lo hari ini bolos,,,malah disini kalian berdua nglakuin apa aja?" lantang Dimas.
" lha emang kita ngapain Anjiir?"
Dimas menunjukkan hasil jepretannya tadi " tu Ampe basah kemana-mana" pernyataan dan bukti Dimas membuat keduanya langsung menutupi dengan selimut.
" Bajigur,gue masih normal kagak suka batang"
" Anjiir" melirik kesebelahnya " jatuhan Sono Ndree jan deket-deket.
lanjut next Eps gaess 🥰🥰🥰
__ADS_1
author kagak minta apa- apa gaes cuma minta like vote, komen dan share cuma pengin disemangatin dah cukup.