The SMK

The SMK
The SMK •|08


__ADS_3

[ QUOTE'S -> Lo boleh banggain apapun yang Lo miliki tapi please jangan banggain pacar hasil tikungan temen sendiri (╯︵╰,) ]


Pagi ini tak begitu cerah, langit ditutupi mendung begitupun dengan suasana Ayu yang tak bersemangat. Batu kerikil disepanjang jalan ia tendangi,Ayu memang membawa sepeda namun ia memilih menuntunnya hingga ia tersadar bahwa dirinya berada dijalan yang menjadi awal perdebatan antara Ayu dan Andree.


Ayu sedikit terkekeh mengingat preman itu lari sambil menangis karena pukulan Andree,melanjutkan langkahnya tepat didepan toko kelontong Pak Danu. Ayu melihat sepedanya,sepeda berwarna biru yang diberikan oleh Fa,karena sepedanya rusak parah ditabrak oleh Fa.


" perasaan idup gue kagak ada variasinya, lempeng-lempang aja kagak kaya dulu dah" batinnya.


Masih melanjutkan perjalanannya hingga tepat berada didepan pintu gerbang ia berhenti, Pak Mamat ( Satpam baru sekolah) sempat terhenti saat mau menutup gerbang sekolah setelah melihat Ayu yang tak kunjung masuk,padahal bel masuk sudah berbunyi.


" Woy, bocah lu mau masuk apa kagak?" sentak Pak Mamat,pembawaan Pak Mamat berbeda dengan satpam lain yang humoris, ia terkesan galak dan sadis.


Ayu masih tak berkutik, Pak Mamat menutup setengah gerbang namun tak ada pergerakan dari Ayu, " Elu kesambet jin jalanan apa gimana si!!!" masih dengan ciri khasnya yang suka bentak-membentak.


Ayu mengerutkan dahinya "emang gua kagak punya iman kek elu" gerutunya didalam hati,


" Eeee jawab ngapa, punya kupingkan" swara tinggi Pak Mamat menarik perhatian Satpam lain.


" Tutup tinggal tutup ajalah Pak, kagak usah banyak bac0t" singkat Ayu yang memilih menstandarkan sepedanya, mendorong pelan Pak Mamat agak munduran,dan ia menarik gerbang yang masih setengah tertutup hingga tertutup penuh.


Pak Mamat mengangkat alisnya sebelah, melihat kelakuan Ayu yang memilih duduk di depan gerbang sekolah, dan pergi tak memperdulikan kelakuan absurd salah satu penghuni sekolahan ini.


Ayu tak memperdulikan banyak orang yang menatapnya hingga ia terkena lemparan botol kosong tepat dikepalanya," Sialan, siapa yang nglempar ni botol woy?",ia berdiri dari duduknya, memicingkan mata dan menangkap sosok pria dengan seragam sekolah lain.


Ayu menghampiri pria itu, di lengan jaketnya ada logo FAK dengan bordiran Polar Bear,mana gambarnya gemoy parah, " ni cowok asli apa bukan si" batinnya


" Siapa Lo? main lempar botol sembarangan emang Lo pikir gue tempat sampah?" racau Ayu yg tak mengetahui siapa orang dibalik helm full face itu.


pria itu hendak membuka helemnya namun tiba-tiba ada gerombolan geng motor yang menuju kearah keduanya, pria itu mengisyaratkan agar Ayu ikut dengannya,Ayu yg panik tanpa fikir panjang ikut bersama dengan pria itu.


**

__ADS_1


Tak seperti biasanya kelas XII Akuntansi 4 kini tenang, lebih ke sunyi dan senyap, kali ini bukan gara gara Ayu namun semua siswanya sedang fokus melihat jam yang tak kunjung berjalan.


"Zah.... ni jam mati apa, dari tadi jarumnya diangka 8 kagak pindah-pindah" bisik Viara pada Zahra, Zahra tersenyum mendengar perkataan Viara.


Pantas mereka tak bersemangat karena kini adalah mapel jurusan yg dibilang gampang banget.


"Tujuan akuntansi adalah" Bu Arlina menjelaskan materi "Memberikan informasi keuangan mengenai aktiva, kewajiban, serta modal suatu perusahaan.


Memberikan informasi mengenai perubahan dalam aktiva neto.


Memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan keuangan.


Memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan.


Mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain berkenaan dengan laporan keuangan.


Fungsi akuntansi adalah:


Mengetahui besar keuntungan yang diperoleh atau rugi yang diderita pada saat tertentu.


Mengetahui jumlah uang yang diterima dan uang yang dikeluarkan.


Mengetahui jumlah modal sendiri dan modal pihak luar yang digunakan dalam aktivitas usaha, Ada yang ingin ditanyakan?"


Dimas mengangkat tangan " kapan selesainya Bu?” dengan nada super halus yang mungkin malah geli jika mendengarnya.


" Ini masih materi lho belum perhitungannya !"


Dimas menegakkan duduknya " ya jangan kasih perhitungan lah Bu?saya aja kasian ama matematika, dimana x dan y selalu dipisahkan nggak pernah bersatu padahal saling cinta.Lha ini Akuntansi, ibu mau kasih kita perhitungan uang ghaib yang kalo diitung kagak balance bukan arwah dia yang balik, malah arwah kita yang melayang, mending kalo ada uang aslinya mungkin kita dah semangat 45 cari debet kreditnya Bu, bener dah suer✌️," pernyataan Dimas mendapat tepuk tangan dari para penghuni kelas yg sedari tadi sunyi.


" Kalo nggak mau berurusan sama Angka apalagi sama akuntansi ngapain ambil jurusan ini?"Bu Arlyna kembali mengajukan pertanyaannya.

__ADS_1


Kini giliran Viara yang menjawab" yah kita kemarin khilaf Bu masuk jurusan ini, emang kalo sekarang ganti jurusan boleh Bu?"


" Miris banget sama orang yang IQ nya rendah, kalo kalian nggak mampu ya bilang aja apa susahnya si,punya otak diasah jgn cuma dibuat komplitan, pantes aja si muridnya kek gini gurunya aja Zonk" Andin tersenyum miris membenahi rambutnya yang ia gerai indah.


sontak satu kelas panas dengan ucapan Andin tak terkecuali Bu Arlyna, sebenarnya ia juga sakit hati .mendengar sindiran dari Andin namun ia berusaha menahan emosinya maklum darah tinggi.


" Oh terus bagaimana jika orang ber-IQ tinggi menghina dan merendahkan orang ber-IQ rendah apakah orang tersebut juga termasuk golongan orang ber-IQ rendah?" semua orang dikelas itu terheran begitupun dengan Andin.


Andin tersenyum ia berdiri dari tempat duduknya " setidaknya orang tersebut lebih unggul dalam sebuah bidang dari pada orang ber-IQ rendah"


Zahra pun ikut berdiri, ya yang tadi menyangkal adalah Zahra, admin grup ghibah pun langsung mengabadikan moment langka perdebatan itu.


" Dalam sebuah bidang?ya bisa kamu katakan begitu , tetapi percuma jika orang dengan IQ tinggi tidak punya unggah-ungguh, sopan, santun, dan toleransi" prok.....prok....prok swara tepukan tangan bergemuruh.


" weeeh,ini baru yang namanya putri sekolah nii" saut Vito ketua kelas XII Akuntansi 4.


" jadi Lo ngatain gue nggak punya toleransi,ya nggak papa si ya yang penting gue pinter cantik,body gue goal?" Andin menatap tajam Zahra, namun dibalas senyum manis.


" Jangan kamu memalukan dirimu sendiri dengan membuka aibmu, Allah telah menutup aibmu dan dengan bangganya kamu membuka itu dengan tidak menutup aurat mu" skakmat dah tuu.


" yang penting gue bukan lonTH3" entahlah apakan Andin dengan sadar atau tidak mengeluarkan kata seperti ini.


" Lho siapa yang bilang kamu seperti itu, saya nggak ngatain kamu,tapi kalo kamu ngerasa begitu ya kamunya aja......"


ucapan Zahra terpotong oleh swara kompak teman sekelasnya


" CAAAAFFFEEEeeeeerrrrrrr.........Hahahaha"


merasa dipermalukan teman sekelasnya Andin berlari ke arak Fa niatnya Meu cari perlindungan kali ye, namun belum sempat Andin meraih tanga Fa, Pak Sar tiba-tiba memanggil Fa agar keluar menemuinya, dan Yap Fa memilih untuk......


ok tunggu kelanjutannya next eps.

__ADS_1


#Hay readers udah lama banget ni author nggak up, please kasih semangat nulis lagi kemarin emang bener bener of buat nulis karena segala ujian yg harus dipersiapin,udah lama nggak nulis jadi idenya makin berkurang, Farah Wida insyaallah kembali aktif lagi buat namatin The SMK dan Darknote doain supaya cepet selesai ok🙏🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2