The SMK

The SMK
The SMK •|04


__ADS_3

" Cepet gue nggak bisa lama-lama" ketus Ayu yang baru saja duduk didepan Dimas sesuai perjanjian tadi siang.


" Anjiir Apa dulu kek, minum, makan. Nyamber aja kayak tronton, nggak laper Lo?" Dimas menyodorkan makanan dan minuman yang telah ia pesan sebelumnya, ia sudah tahu apa yang Ayu suka dan tidak suka karena ini memang cafe langganan mereka sedari dulu.


Ekspresi Ayu yang tadinya dingin sekarang mencair setelah melihat makanan, ia belum makan sedari tadi melihat Andin yang terus menempel Fa, rasanya sudah kenyang malah ia semakin enek pada Andin yang agresif" Sebenernya gue nggak laper, tapi berhubung Lo udah mesenin ini mubazir kalo nggak dimakan, btw Lo yang bayar ya"


Dimas yang sudah tak kaget dengan sifat Ayu hanya menganggukkan kepalanya.Melihat Ayu makan dengan lahap Dimas curiga bahwa Ayu sebenarnya lapar tapi ia gengsi mau ngomong, " Jadi Andin itu pacarnya Fa"


" Dah tau" Ujarnya yang masih mengunyah makanan dalam mulutnya.


" Kampret, Lo udah tau ngapain mojokin gue buat minta penjelasan?"


Ayu menelan makanannya yang merupakan suapan terakhir dan meneguk minumannya sampai tatlas, mengelap mulutnya menggunakan tissue. Sekarang Ayu melipat tangannya diatas meja dan arah matanya lurus pada pemuda yang ada dihadapannya ini, " Satu sekolahan juga udah tau kali soal itu, yang gue tanya siapa Andin?"


" Anak emak bapaknya" jawaban Dimas sontak membuat Ayu langsung menginjak kakinya hingga Dimas meringis" Lo nglantur gue bogem Lo!" Ayu mendelik kan matanya.


" Seperti yang Lo tahu sebelumnya Andini Ayra Lee, anak blasteran Indo-korea, dia merupakan wanita pertama yang dicintai Fa namun cintanya nggak tumbuh setelah sahabatnya sendiri yaitu Ana malah menghianati Andin, Lo pasti udah tahu kelanjutan cerita itu. Sebenarnya Tiga Minggu lalu Fa nggak ngilang, ia dirumah sakit tempat Andin dirawat ternyata nasib baik masih berpihak sama dia, dan Analah yang nggak bisa ditolong. Merasa kini Fa sendiri jadi ia dengan bebas sama Fa, dia nggak mau kehilangan untuk kedua kalinya"


" CK ck ck, kebiasaan ni nggak pernah ngajak-ajak kan Lo berdua" ucap Andree yang berada belakang Ayu, disampingnya ada Raina adik kesayangannya, " Ih Bang Dimas kok nggak aja Na si, malah ajak kak Ayu, Na kan jadi sakit hati".


Ayu yang mendengar Raina terkekeh geli, apa matanya katarak tak bisa kah Raina melihat cogan lain hingga Dimas yang menjadi tambatan hatinya. Dimas menggelengkan kepalanya tak menyangka bisa bertemu dengan Toa rumah Andree.


" Na, kecentilan lagi gue bilang sama mama" ucap Andree tegas dan menarik kursi untuk didudukinya.


Raina memanyunkan bibirnya kedepan " Nggak asik bang, mainnya adu-aduan" ia memilih duduk disamping Ayu " Eh kak Ayu apa kabar?"


" Baik Lo gimana?"Ayu tersenyum, lalu memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Raina langsung tak bersemangat dengan wajahnya yang terlihat murung" Na sebenernya lagi sakit kak, tapi nggak kelihatan, sakit Na tu jeru gegara Bang Dimas".


Dimas yang merasa namanya disebut langsung memandang Raina seakan minta penjelasan mengapa dirinya yang disalahkan. Pandangan Dimas dibalas tatapan dari Raina membuat gadis imut itu mengulum senyum manisnya membuat Dimas memalingkan wajahnya" Bang Dimas kalo mau liat Na, liatin aja, Na 100% dijamin perawan"


Ayu terbatuk mendengar penuturan Raina memilih diam tak mau berkomentar, Sedang Andree memberi tatapan garang kepada adek perempuannya itu" Na jaga bicaranya ini tempa umum" Seru Andree yang sudah lelah memberi tahu.


Mungkin orang yang belum mengenal Raina akan menyimpulkan bahwa dia hanyalah gadis polos tetapi nyatanya tidak, dia jauh lebih bar-bar dibanding Ayu. Raina berdiri menumpukan kedua tangannya diatas meja" Bang Dimas mau nggak jadi pacar Na?" ucapnya dengan lantang.


Pernyataan Raina membuat semua orang melongo tak terkecuali Dimas yang berusaha menelan salifanya " Nia anak gesrek otaknya" batinnya


**


" Huh akhirnya selesai" Ayu duduk di pinggir lapangan mengelap keringat yang ada diwajahnya. Hari ini sangat terik, membuatnya sedikit pusing ya hari ini hari kedua ia mengerjakan hukumannya.


" Ni buat Lo" ada yang menyodorkan minuman botol, Ayu mendongak guna mengetahui siapa orangnya, ternyata orang itu adalah Fa Ayu meraih botol itu lalu meminumnya" makasih".


" Lo sendiri kenapa mau?" jawabnya dengan pandangan lurus kedepan menyapu hamparan rumput yang mulai mengering.


" Karena gue nggak mau orang yang gue sayang kena masalah sendiri" Ayu mengalihkan atensi nya kepada Fa, jari jemari kecilnya semakin kuat mencengkram sapu yang ada ditangannya, ternyata tebakan nya salah" bucin akud, Lo" Ayu terkekeh seenggaknya ini bisa membuat dirinya merasa lebih baik.


Fa menggeleng pelan, " Buat 10 kaca yang pecah Lo nggak usah khawatir, gue bakal urus itu semua" Fa merenggangkan dasinya dan membuka kancing atas bajunya hawanya sangat panas masih untung ada pohon yang bisa menghalau panasnya dunia ini.


" Gerah ya, ni" Ayu memberikan kipas mininya pada Fa, dan diterima Fa " tenang aja 10 kaca itu udah gue urus dan udah dipasang, gue jadi ngeri sama mereka berdua, sangar"


Ayu dan Fa tertawa masih dalam kondisi yang sepi karena sekarang masih jam pelajaran hingga tawa mereka terhenti saat Pak Sar tiba-tiba muncul " Eh malah bercanda, cepet kerja!" perintahnya.


" Pak kita, juga manusia punya rasa punya hati, kita juga capek. Emang bapak yang bisanya perintah ini itu tapi nggak ada praktiknya, dan satu lagi tadi bapak bilang kerja? emang nanti kita di gaji?" celetuk Ayu membuat Pak Sar tanpa berkutik dan memilih pergi.

__ADS_1


Bel istirahat sudah berbunyi, di pastikan kurang dari 5 menit Kantin akan dipenuhi oleh semua murid." untung kalian berdua tadi nggak ada dikelas, kalau ada uh pengeng kuping Lo bener" celetuk Dimas heboh.


" Ada paan si?" tanya Fa menyedot minumannya.


" Nooo" Dimas menunjuk Viara dan Andin sedang yang dibicarakan memilih menenggelamkan wajahnya di lipatan siku.


flashback


" Andin gara-gara Lo Ayu jadi kena masalah, padahal dia nggak tahu apa-apa"


" Maksud Lo, Lo nyalahin gue?


'' Lo beg0 apa gimana si, ya jelas salah Lo lah, yang nglempar sepatu kena mukanya pak Sar kan elo bukan Ayu"


" Gue balik nanya sekarang, lah itu sepatu siapa, kalo bukan sepatunya"


" Gesrek emang, Lo nggak tau semua kaca yang pecah dia sendiri yang ganti dari yang kecil sampai kaca kamar mandi yang besar, Lo yang berulah temen gue yang kena"


" Yaelah ketimbang kaca doang emang seberapa mahalnya si sampe Lo gede-gedein masalah ini"


" Elo!! bukan masalah seberapa mahal kaca itu, dan bukan soal uang yang gue omongin soal tanggung jawab, dan gue yakin kalo elo itu emang orang yang lebih mentingin diri sendiri"


Dimas berusaha memisahkan mereka sampai teman sekelasnya pun juga ikut memisahkan namun tiada hasil hingga bel masuk berbunyi.


" Kalian berdua berhenti........!!!!!!"


" DIAAAAM......." kompak Viara dan Andin namun langsung menunduk ketika yang ada tadi berbicara adalah Bu Arlyna, Jadilah selama 3 jam pelajaran mereka hanya mendapatkan ceramah pedas dan menyentil sampai ke uluh hati.

__ADS_1


Like, Koment, Vote guys biar semangat


__ADS_2