
[ QUOTE'S-> Kunci jalan sukses itu hanya satu, rawatlah baik-baik jangan sampai lupa nyimpennya]
"Peet,...seepeeet" panggil Andree yang masih didepan pintu rumah Ayu." Ni bocah lama banget dah, woy cepet kampret gue dobrak ni kalo nggak dibukain 1...2.. "
Dimas meraup wajahnya melihat tingkah Andree yang sembarangan dirumah orang, tetangga Ayu semua keluar gegara ulah Andree yang seperti rentenir ingin menagih hutang. Fa hanya duduk dengan memainkan ponselnya ia hari ini terbebas dari Andin karena sekaran perempuan itu pergi keluar kota dengan alasan bisnis sang mama.
Tak lama Ayu keluar dengan setelan piyama tidurnya " Brisik tau nggak si pagi-pagi dah cari ribut dirumah orang" swara parau khas bangun tidur itu membuat Andree semakin naik pitam
Dimas dan Fa yang melihat tampilan Ayu hanya bisa membelalakkan matanya " Lo ..Lo kenapa masih belum siaap kutukupret?" geram Andree yang masih mencoba mengontrol emosinya.
Ayu berfikir sejenak, mengapa ketiga cowok ini datang kerumahnya, mengapa Andree menggedor-gedor rumahnya, mengapa mereka terlihat rapih dan formal, sebenarnya ada acara apa?.
Sepersekian detik ayu terdiam berfikir " Aaaaaaaa...aaa" jeritannya melengking memekakkan telinga, " Ya masaakk gue lupa sama ulang tahun sahabat gue sendiri OMG"
Ayu panik bahkan didalam almarinya tidak ada baju yang tersisa hanya pakaian tidur yang ia kenakan karena belum kering semua " gimana ni gue kagak ada baju anjiir....."
Dimas berjalan kearah Ayu, mengantungkan paper bag " Baju.... Tas.....Sepatu" Dimas memutar badan Ayu dan agak sedikit mendorong pelan agar Ayu segera masuk dan bersiap-siap.
Tak begitu lama Ayu keluar dengan sangat cantiknya, " Dah buru masuk kelamaan tau nggak" gerutu Andree yang sudah badmood gara-gara Ayu.
" Kalem lah bro semua bisa dibicarain baik-baik" Dimas yang berusaha menengahi dari jok tengah,
Andree yang memegang kemudi semakin geram saat Ayu tak kunjung masuk mobil, " Lo nunggu apaan lagi Sepet"
" Gue duduk dimana Ndree?"
"No diatap mobil" jawabnya datar.
**
__ADS_1
Disisi lain Acara ulang tahun yang begitu mewah, ini pertama kalinya bagi Zahra ulangtahunnya dirayakan, ia sudah menolak untuk tidak menghamburkan-hamburkan uang namun ayahny tetap kekeuh untuk merayakan ulangtahun putri satu-satunya itu.
Hingga saat rombongan Andree datang menampakkan tiga cowok turun dari mobil, semua atensi tamu undangan teralihkan bukan karena ketiga cowok itu namun karena Ayu yang benar-benar nangkring diatap mobil " Ayuuu...." teriak Zahra yang panik melihat sahabatnya.
Ayu dengan badan yang masih gemetar berusaha turun dari atap mobil " gil4 Lo Ndree, kasian tu sampe pucet" bisik Dimas pada Andree.
" Kamu nggak papa Ay?" tanya Zahra Khawatir.
Ayu yang masih mengumpulkan nyawanya itu berusaha terlihat baik-baik saja walau ia berjalan dengan sempoyongan.
Acara berjalan dengan mulus, tanpa gangguan Ayu berusaha sedari tadi menahan emosinya karena tak mau mengacaukan acara sahabatnya itu, Tamu tamu sudah pulang Viara yang sedari tadi sibuk dengan urusan perut kini ikut bergabung bersama temannya.
Fa berjalan mendekati Ayu yang berada ditepian kolam " masih pusing ya?"
Ayu mendongak kesumber swara " ya masihlah, gegara Andree lucknut pala gue muter-muter diskonan anjir" Memegangi kepalanya yang sakit kini pandangannya sedikit kabur,
" Mau gue pijitin?" tawar Fa, ayu mengangkat tangannya menandakan ia tak mau, niat Fa urung ketika Andree dan Zahra datang.
Ayu berusaha berdiri namun pandangannya semakin kabur, perutnya terasa mual " ini tu gara-gara Lo cowok tengil......uweehkk" uuh Ayu tak sengaja memuntahkan isi perutnya dan sialnya lagi muntahan itu mengenai jas yang dikenakan Dimas saat Dimas baru saja bergabung dengan keempatnya.
" Eeeuuuuhhh...." kompak semuanya terkecuali Ayu yang tak sadarkan diri didekapan Andree, Andree sedikit menggoyangkan badan Ayu namun nihil tak ada pergerakan yang mana membuat semua khawatir.
Ayu tertidur cukup pulas dikamar Zahra setelah meminum obat yang diberi oleh dokter. Wajahnya terlihat sendu saat tertidur, Fa yang berada disampingnya mengambil ponsel Ayu yang mendapat panggilan masuk dengan nama 'Orang Gilak' tanpa fikir panjang Fa langsung mengangkatnya namun tak menjawabnya ” Tunggu tanggal mainnya dan kamu akan merasakan akibatnya" hanya swara singkat lalu panggilan itu terputus.
Fa mengecek isi pesan yang apa di dalam ponsel itu dan benar saja banyak pesan dari nomor itu yang isinya pengancaman, pantas saja Ayu menamai nomor itu dengan sebutan Orang Gilak.
1...2....3
" Tante....tanteee... tantee nggak mati kan?" swara imut dari Khai bocah laki-laki menggemaskan anak dari kakak Zahra, swara Khai menepuk-nepuk pipi Ayu supaya bangun, ia memang sudah akrab dengan Ayu.
__ADS_1
Bocah berumur 3 tahun itu menarik pelan tangan Ayu membuat Ayu membuka matanya," Whhhatt siapa Lo bocil?" Ayu tersentak kaget dengan yang ada di hadapannya ia terduduk dan menekuk kakinya.
" Ihh Tante ini Khai, emang Khai hantu campe Tante atut ama Khai,Kelen begini juga?" tutur Khai dengan nada polosnya.
Tak lama Zahra masuk kekamar itu setelah mendengar swara teriakan dari Ayu." Khai Tante Ayu kenapa?" Zahra yang duduk disamping ranjang melihat Ayu yang memojok dipojokan ranjang.
Ayu mendekat pada Khai mengelus lembut rambut halus bocah dihadapannya itu " sory ya, cil gue bikin Lo kaget" melihat bocah itu yang diam merasa bersalah.
" Ay jangan pake Lo gue di depan anak kecil" tegur Zahra yang di balas hembusan nafas dari Ayu.
"CK ya iya, Khai maafin Tante y udah buat kaget tadi" ucapnya membuat bocah itu tersenyum lebar.
" Tante tau nggak tadi malem, om itu baik anet nemenin Tante teyus, om yang kena muntahan Tante mayah-mayah teyus, jadi om yang catunya yang nyuci jasnya deh" Ayu berfikir dengan perkataan Khai.
" siapa Zah?"
" siapa lagi kalo bukaan 3 serangkai, Dimas tadi malem ngamuk kena muntahan kamu terus dia bersikeras supaya Andree yang bersihin, soalnya Andree kan yang buat kamu kek gini, terus Fa yang jagain kamu sampe subuh tadi baru pulang, aku yang nyuruh pulang sebelum orang tuaku tahu kalo tadi malem dia nginep disini.
" Nginep disini? di kamar ini ?" tanyanya syok.
" Dia yang maksa Ay, aku juga disini Khai juga disini, dia tidur dilantai tu masih ada selimut sama bantalnya" Ayu menoleh mengikuti arah mata Zahra.
Khai berhambur memeluk Ayu, " Tante kita calapan duyu yuk bial kuat, kalo kita kuat kita nggak cepet cakit kata bunda" Khai berdiri dan mengangkat kedua tangannya.
" Sok lu bocil... " Ayu tertawa renyah yang diberi tatapan tajam oleh Zahra.
9k lanjut next Eps. gaess.
butuh semangat gaes please like, koment, vote dan share sebanyak-banyaknya ya biar author bisa lebih banyak up nya
__ADS_1
love love buat kalian yang masih setia di karya aku dari S'SMK sampai The SMK terimakasih readers