
[ QUOTE'S-> Mencintai sewajarnya, mengagumi seperlunya, karena belum tentu dirimu berarti baginya dan menjadi keutamaannya ]
Semua sudah pergi hanya tersisa Varo dan Ayu dirumah satu lantai itu. Varo tak sengaja melihat ponsel Ayu yang tergeletak dinakas samping tempat tidurnya, tanpa ijin dari sang pemilik ia membuka isi pesan yang masuk,ternyata isinya asrama putra. Banyak chat yang tertimbun gegara Ayu tak membukanya hanya chat dari sahabatnya lah yang ia balas dan buka.
Mata Varo tertuju pada foto Fa dan Ayu yang mana mereka terlihat seperti couple goal,sangat serasi memang. Varo meletakkan kembali ponsel Ayu ditempatnya.
Ayu yang baru saja selesai mandi, memasuki kamar ia tak tahu jika didalam kamar itu ada Varo,mana Ayu hanya memakai handuk dan rambut yang basah tergerai panjang sampai kepinggang.
Kulit putihnya kini terlihat jelas, bodynya sempurna dibalik handuk putih itu terlihat jelas, Varo langsung berbalik badan menatap jendela yang memperlihatkan halaman samping " Kenapa Cur... eh mas?" tanya Ayu yang melihat dahi Varo bercucuran keringat.
Ayu mencoba mendekati namun Varo malah menghindar dan keluar dari kamar itu " kenapa sih ada yang salah sama gue?"
Namun ia kembali lagi ingin mengambil ponselnya yang tertinggal, langkahnya terhenti saat Ayu ada dihadapannya ia lagi-lagi memunggungi gadis yang tingginya tak lebih dari pundaknya, " Lo kenapa si, sakit?" Ayu menempelkan tangannya ke pipi Varo, membuat sang junior semakin tegang segera ia menepis tangan Ayu, sedingin-dinginnya Varo ia juga manusia yang punya nafsu.
" Ambilin Hp gue" Gugup Varo menunjuk letak hp nya. Segera Ayu mengambil dan memberikannya pada Varo, " Thanks" Varo meraihnya dan langsung keluar dan menutup pintunya.
Napasnya tak teratur, jantungnya berdebar kencang " Hah, ffuuuh gil4k tu bocah berani bener"
Varo berusaha menidurkan sang junior yang mulai aktif akhir-akhir ini."Lo kenapa sih?" tanya Ayu secara tiba-tiba.
Hampir saja jantung Varo copot " Panggil Mas...."
Ayu berdecak " iya, mas kenapa sebenernya, sakit?'' gadis itu mulai panik, melihat sang suami yang kini bajunya basah oleh keringat.
" Lo kenapa kesini?"
" Mas ngapain sebenernya,sampe keringetan gitu?"
Varo mengacak rambutnya sampai rambutnya acak-acakan yang mana membuat tingkat ketampanannya semakin meningkat " Gue nggak papa, sekarang Lo kedalem pake baju ok" ucapnya berusaha menenangkan dirinya.
Ayu menampakkan senyum nakalnya " kemarin bilangnya, nggak tertarik"
" Lo bener-bener nguji kesabaran gue hm?" Varo menampakkan seringainya berjalan mendekati Ayu hingga gadis itu terpojok, matanya melihat setiap inci dari tubuh sang istri.
Keberanian Ayu semakin menciut kala jarak mereka semakin terkikis mendongak melihat wajah yang lebih tinggi darinya, tangan Varo mengunci pergerakan Ayu hingga gadis itu memejamkan mata terbayang saat Fa menjahilinya " ini nggak lucu ya, FA " ucap Ayu tanpa sadar.
__ADS_1
Mendengar nama lelaki lain dari mulut Ayu membuat Varo memundurkan tubuhnya beberapa langkah,entah kenapa hatinya terasa nyeri. Ayu membuka mata sadar saat ia sedang bersama Varo bukanlah Fa " Mass...." lirihnya.
" Kedalem sekarang pake baju!" datar Varo ia mengambil laptop dan menyibukkan dirinya dengan bekerja.
Ayu menurut ia langsung menuju kamarnya dan berpakaian. Ada panggilan masuk dari Fa, ia langsung menggeser tombol hijau pada ponselnya " Tumben telfon?"
"Anjiir main nyolot aja"
" ada paan?"
" ke cafe biasa gue tunggu, kagak usah banyak bacot"
Fa mematikan secara sepihak panggilan itu, sedangkan Ayu langsung menuju ke cafe tanpa sepengetahuan Varo. Hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk ia sampai di cafe itu. Ayu menyapu setiap penjuru cafe itu dan menemukan apa yang ia cari.
" lha Lo sendiri?'' tanya Ayu yang tak melihat keberadaan Andree dan Dimas.
" Yoi, ada yang mau gue omongin sama Lo" kini ekspresi Fa semakin serius ia menyuruh Ayu untuk duduk.
" gak pantes Lo pake muka kek gitu tau nggak wkwkwkw"😂 Ayu menepok pelan jidat Fa tidak terlalu keras namun masih suaranya bisa terdengar.
" Ooh brani Lo ya main tepok jidat pangeran tampan" canda Fa membalas dengan gulungan tisu bekas lap keringatnya tadi.
" B4ng9k3, Genderuwo dong!😭" Fa meletakkan tangannya diatas meja meraih gelas dan meminumnya.
" Ya terserah si ya, Lo milih dibilang mirip Genderuwo apa, milih dibilang mirip sama manusia?"
" kagak milih gue, kalo gue milih sama aja gue manusia jadi-jadian"
" Aneh Lo, kegantengan tau nggak Lo disamain kaya Genderuwo"
" Terus "
" Cocokan sama kera ekor panjang si ya lebih mirip🤣🤣🤣"
Ayu tertawa lepas hingga perutnya kini terasa sengkil.
__ADS_1
" Kualat Lo nanti sama calon suami sendiri"
Tawa Ayu terhenti saat Fa mengucapakan 'calon suami sendiri' tangannya meremas rok nya, menggigit bibir bawahnya. Bagaimana ia menghadapi situasi seperti ini, cepat atau lambat semua orang akan mengetahui bahwa ia sudah menikah. Melirik ke layar ponselnya ia terkejut saat ia sadar bahwa sekarang sudah jam sebelas malam.
" Fa gue harus balik sekarang" Ayu berdiri dari duduknya namun Fa mencegahnya untuk pulang sendiri ia menawarkan untuk mengantarnya sampai rumah berbahaya jika ia pulang sendirian.
Sesampainya dirumah Fa melihat mobil Varo yang terparkir di halaman rumah Ayu " Dokter Varo masih disini?"
" Kagak ada, cuman mobilnya doang kagak mau duitnya berkurang buat bayar parkir kalo disini kan gratis, iya gitu" Ayu menggaruk pelipisnya takut bahwa Fa bisa membaca isi pikirannya.
" Lo nggak nyuruh gue masuk dulu gitu" tanya Fa yang masih berada didalam mobil sedangkan Ayu sudah berada di luar " kagak, udah malem pegi sono jangan kelayaban besok mapel Pak Sar"
Ayu segera masuk kedalam rumah dan menguncinya. Sepi bahkan lampu ruang tamu sudah mati, ia menuju kamar dan berganti dengan pakaian tidur, hijabnya ia lepas menampakkan rambut hitamnya yang indah.
Ia melihat Varo yang tengah tertidur, menangkup wajah dengan kedua tangannya ' Inget Ay Lo udah punya Mas Varo' batinnya sedang bergulat dengan otaknya bagaimanapun ia tak mau mempermainkan yang namanya pernikahan, walaupun sekarang ia belum memiliki perasaan untuk Varo.
Ayu merebahkan tubuhnya disamping Varo, yang mana membuat Varo tersadar dari tidurnya. Ia menyadari keberadaan Ayu. " Gue ganggu tidur Lo ya?" tanya Ayu saat Varo berdiri.
" Gue haus, mau ambil minum"
Ayu mendudukkan badannya " bentar gue ambilin"
" Nggak usah" Varo pergi keluar dari kamar itu menuju dapur.
Sudah agak lama namun ia tak kunjung kembali membuat Ayu segera menyusulnya ke dapur, dimeja makan memang ada gelasnya namun tak ada orangnya, ia mengecek ke kamar mandi masih tak menemukan apa-apa disana. Hingga saat Ayu melewati kamar tamu pintunya sedikit terbuka, ia masuk dan benar saja ternyata Varo berada disana.
" Cu..." sebentar " Mas...Mass" Ayu menggoyangkan tubuh Varo sampai ia terbangun.
"Hmm.."
" Lo kok malah tidur disini" tanya Ayu
" Bukannya Lo kemarin yang nyuruh gue tidur disini" Varo menutupi tubuhnya dengan selimut
" Tapi Lo tadi tidur di kamar gue,pas gue dateng kenapa pindah kesini?"
__ADS_1
Pertanyaan Ayu tak dijawab mungkin Ia sudah tidur,sebelum Ayu kembali ke kamarnya ia meletakkan lotion anti nyamuk di nakas.
'Kalo elo emang kepaksa kenapasi nggak nolak aja'