The SMK

The SMK
The SMK•|25


__ADS_3

Tanpa aba-aba Varo menempelkan bibirnya dengan bibir ayu, mata Ayu membola merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya. Tak sampai disitu Varo *3***** bibir Ayu hingga Ayu kehabisan napasnya, membaringkan tubuh Ayu, menuntut balasan. Tangan Varo hendak membuka handuk yang dikenakan Ayu.


Namun Ayu menahan tangan Varo, tak mau suaminya itu melakukan hal yang semakin jauh. Varo menjauhkan wajah nya melihat bulir bening menetes di pipi Ayu membuat ia mengurungkan niatnya. " Maaf Mas, gue belum siap hiks hiks", Varo mengangguk, mengerti dengan situasi Ayu namun ada rasa kecewa didalam hatinya.


Pemuda jangkung itu menatap lekat dan mengusap air mata Ayu, " Jangan nangis, gue nggak papa pelan-pelan aja sampai Lo bisa nerima gue seutuhnya" Varo beranjak dari tempatnya dan keluar kamar sedangkan Ayu masih tak percaya dengan apa yang Varo lakukan, ia berfikir bahwa Varo akan marah dan melakukannya sekarang juga.


Drrttt drrrrttt.... suara handphone Varo,Ayu mengambil ponsel itu dari nakas, sudah kebiasaan Varo meninggalkan handphone nya lalu setelah itu ia akan heboh mencarinya. Membuka WhatsApp tertera nama Shella Asisten, pasti dari perusahaan karena Varo tak memiliki asisten dokter setaunya. Melihat photo profilnya Ayu tak menyangka bahwa asisten Varo cantik banget, body goal, dan sexy jauh dibanding dirinya.


Ayu membuka isi pesan itu, banyak spam darinya namun Varo hanya membalas 'iya, hm, kamu atur, kirimkan' mata Ayu tertuju pada chat yang selalu menanyakan keadaan Varo setiap hari, bahkan setiap jam ia mengiriminya pesan apakah tugas asisten se protect itu?


" Varo aku cuma mau ngingetin kamu untuk acara ulang tahun Tante Indi Minggu ini jangan lupa dateng ya"


" Lah dia tau ulang tahun Bumer? pake aku kamu lagi" Ayu meletakkan handphone Varo mengencangkan kembali handuk yang agak melorot dan segera memakai pakaiannya.


**


" Tante, kenapa ci Tante gak punya pacal kaya yang lain" ucap Khai menoleh pada Zahra,bocil yang berada di gendongan Zahra masih asik memakan permen.


Zahra tersenyum mendengar tutur polos dari Khai mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru cafe itu memang semua mempunyai pasangan kecuali dirinya. " yaudah besok kalo udah lulus Tante cari pacar halal ya biar kamu ada temen mainnya" maklum Khai sehari-harinya hanya bersama Zahra dan kakek neneknya, orang tua Khai tergolong orang yang sibuk berangkat pagi pulang petang.


" Pacal halal apa tan?" Zahra tak menjawab meladeni bocah itu tak ada hentinya, mencari meja kosong ia malah bertemu Andree dan Dimas.


" Hallo cool boy, Dimas mengambil Khai dari gendongan Zahra, " Accalamualaikumm om Dimas"


Dimas mengecup dahi Khai gemas dengan suara Khai yang masih belepotan " waa'alaikumussalam ganteng, kok cuma berdua?" tanya Dimas menoleh pada Zahra.


" Iya Khai mau cari angin jadi aku bawa kesini aja sekalian makan"


" Tumben nggak ada Fa?"


" Tau tu anak dari sore urung-uringan mulu, lagi PMS kalik" ucap Andree seraya menarik kursi yang ada disampingnya, sebenarnya meja itu sudah berpenghuni namun Andree malah melihat dengan tatapan sinis tanpa berkata apapun membuat sang penghuni mengangkat piringnya dan memilih meja lain yang kosong

__ADS_1


" Kosong guys yuk sini-sini, Khai mau sama om Andree?" Tanya Andree merentangkan tangannya ingin meraih Khai namun bocah itu mengalihkan tatapannya pada Dimas, Ayok om kita pecen makanan, Khai udah lapel"


" Khai itu di tanya sama Om Andree" ujar Zahra pada Khai, kasihan melihat Andree di abaikan.


" Tante, Khai nggak mau cama om jahat sebelum om jahat minta maaf cama Tante Ayu, Ayo om Dimas pecen makanan" Dimas tersenyum malihat perubahan ekspresi Andree.


Zahra duduk didepan Andree, " Kamu kenapa liatnya kayak gitu?" tanya Zahra yang melihat Andree memandangi dirinya.


" Jarang aja liat Lo pake pakaian kayak gini" Ujar Andree saat melihat Zahra menggunakan pakaian syar'i


Zahra melihat dirinya " kayak ibu-ibu ya?" Karena biasanya Zahra Hanya memakai baju atasan dan bawahan hijabnya pun hanya hijab Rabbani biasa.


" Cantik kan pake ini malah" puji Andree membuat pipi Zahra merah " Zah Lo sakit? kok muka Lo merah?"


Zahra menutup wajah dengan kedua tangannya "Andree...!!!" Panggil seseorang dari arah samping sedangkan yang dipanggil tak menoleh ia sudah tau siapa yang memanggilnya.


Zahra mengalihkan atensinya pada Mia, " Lo ngapain sama Andree?"


" Kepo amat si jadi orang?udah sono pegi" ketus Andree tak menoleh sedikitpun pada Mia.


" Setan" jawab Zahra spontan


" Iya dan setannya tu elo" Tambah Andree.


"Mia kalau mau gabung nggak papa kok" tawar Zahra, Mia yang salah tangkap dengan maksud Zahra mengartikan bahwa Zahra sedang mengejeknya.


" Dasar Pelakor" ucap Mia lantang mengalihkan atensi beberapa pengunjung cafe " Lo apa-apaan si?" sarkas Andree geram dengan ulah Mia.


" Biarin biar semua orang tau, bahwa dia tu udah rebut Lo dari gue" Zahra berdiri tak mau tinggal diam dengan apa yang diucapkan oleh Mia.


" Atas dasar apa kamu bilang gitu?"

__ADS_1


" Karena Lo temennya si Ayu dan pasti Lo sama aja kaya dia, yang udah ngrebut Fa dari Andin"


" Kalau kamu ngerasa begitu sebaiknya introspeksi diri kamu sendiri, kenapa Andree milih aku dibanding kamu. Jodoh, rezeki, dan kematian sudah digariskan oleh Allah jika Andree terlebih dulu kenal sama kamu tapi Allah menakdirkan Andree buat aku kamu bisa apa?" skakmat


Andree melongo mendengar penuturan dari Zahra sedangkan pengunjung lain bertepuk tangan dengan jawaban Zahra yang begitu tenang namun berarti " wah, yang Pelakor sebenernya siapa mbak?" tanya pengunjung cave lain pada Mia.


" Ya dia lah" Mia menunjuk wajah Zahra.


" Tapi kok kesannya malah mbak yang jadi Pelakor?"


" Gue si milih mbak berhijab ternyata akhlaknya 1 : 100"


" Nggak salah masnya milih yang sekarang, yang dulu kurang akhlak ternyata"


" Mundur ajalah mbak saingan Lo berat ternyata, bagaikan surga neraka 🤣🤣"


Riuh pelanggan Cave pada Mia, niatnya ia ingin mempermalukan Zahra malah hal itu menjadi bumerang baginya, tak mau menahan malu terlalu lama ia memutuskan untuk pergi dari Cave itu.


Zahra menghembuskan nafasnya lega, melirik Andree pemuda itu mengacungkan dua jempolnya


" goodjob, siapa siii yang ngajarin?", tanya Andree dengan nada menggoda.


Zahra terkekeh setengah malu sebenernya mengatakan Andree adalah miliknya😅 " kamu lupa aku sahabat Ayu Widyawati?"


" Awas omongan adalah doa lho🤣"


" Emangnya mau?" tantang Zahra


" Anjiir, brutal sekarang Lo pasti Sepet ni ngajarin yang aneh-aneh" Zahra tertawa, memang keberaniannya muncul setelah Ayu mengatakan 'bahwa hidup butuh keberanian jangan mau dianggap salah padahal itu bukan kesalahan Lo, gue nggak selalu ada buat Lo ada masanya kita nggak bareng kayak gini lagi'


Dimas dan Khai yang menyaksikan perdebatan dari samping kasir hanya terdiam " Om, pelakol itu apa?"

__ADS_1


" Pelakor itu permen coklat yang didalamnya ada kacangnya"


Jangan lupa dukungannya guys🥰


__ADS_2