
[ QUOTE'S-> Masalah itu, mengecil jika dirahasiakan, membesar jika dikeluh kesahkan, terurai jika diadukan pada Allah dan merumit jika diumbar kepada manusia_Tety]
" Gue kagak tau apa-apa, ANJIIR, haaaaaa" Tanpa disadari ia sudah berada diatas panggung bahkan yang ia ucapkan sudah menggema keseluruh sekolahan pasalny mic yang ia pegan sudah on Ayu menelan ludah ketika ia berada persis didepan para guru dan tamu undangan.
Bahkan sang kepala sekolah memijit pelipisnya, rasa malunya sudah tak tertahankan lagi gegara kata random dari sang siswi " Anjiir"
' Gue kudu ngapain coba' batin Ayu ia belum beranjak dari tempatnya berdiri. ' tarik napas buang ayok Lo bisa'
Para guru kini was-was dengan keberadaan Ayu diatas panggung bagaimana bisa dipercaya bahkan kesehariannya saja ia selalu membuat onar bersama 3 cowok gesrek.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu, Hallo guys gimana kabar hari ini?" percayalah ia berusaha tidak nerveus diatas panggung tapi dalam hatinya pasrah dengan keadaan.
" Wa'alaikumussalam we.wb" jawab semua yang ada disitu. Fokus semua tertuju pada Ayu.
" Ok, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya secara mendadak dan tanpa breafing, kepada teman B4ngs4t saya yaitu Dimas selaku kapten tim penyelenggara acara ini, beri tepuk tangan yang meriah"
prok prok prok prok prok, Kepsek beserta guru pun hanya bisa menahan rasa malunya, mau menyeret Ayu turun pun mereka tak bisa melakukan itu.
" Dan gue juga bingung gitu mau nglakuin apa disini, karena gue tau gak ada yang bisa ngegantiin seorang Az-Zahra Latief, pasti banyak yang menyayangkan dia nggak bisa hadir nemenin kalian. Ok gak papa gak usah sedih-sedih disini gue bakal kasih challenge, bebas mau cewek atau cowok, satu aja buat nemenin gue disini"
Andree yang kebetulan lewat pun langsung mengangkat tangannya, dan ingin menaiki panggung namun baru kakinya naik anak tangga pertama Ayu langsung mencegatnya " Ok disini gue butuh orang waras bukan orang yang kelakuannya diatas rata-rata orang normal" ucapnya dengan nada bercanda namun tetap saja Andree nekat dan naik keatas panggung.
Andree mengambil mic yang diberikan oleh Dimas " Kan ketularan Lo saben hari mainnya sama orang utan"
" Wiiiuuh bakal seru ni"
" nggak bisa cuman dianggurin, jarang-jarang debat depan umum"
" Kak Andree aku padamu pokoke, love-love"
Ayu mengangkat sudut bibirnya ternyata masih ada juga yang mengidolakan cowok tengil seperti dirinya " ya tapi challange gue nggak berlaku buat Lo"
Mia yang tak suka langsung naik panggung dan menarik Andree turun menjauh dari Ayu " Andree ikut aku sekarang" bahkan tenaga Andree tak cukup untuk menahan Mia, entah setan mana yang merasukinya hingga ia dengan mudah menarik Andree begitu saja.
" Sory guys ada kendala teknis, mohon dimaafkan yah ibu bapak, ok challange nya masih berlaku, nggak ada yang mau?" Ayu maju untuk melihat apakah ada yang tertarik ikut dengannya atau tidak ia bahkan turun panggung.
" Kalo gue ikut gimana?" suara dari atas panggung
" ***-eh" Ayu tak menyangka bahwa Varo bisa hadir bahkan ia juga ikut tantangan yang Ayu berikan. Lelaki dengan paras tampan itu mencuri semua perhatian ciwi-ciwi, tak sedikit dari mereka berteriak histeris melihat Varo.
Gitar sudah siap ditangan Varo, jarinya pawai memainkan kunci gitar itu.
Ayu kembali keatas panggung," Ok Guys yang tau lagunya bisa ikut nyanyi"
__ADS_1
Bahagia Bersamamu
Bahagiaku bersamamu
Senang bila dekat denganmu
Kamu mahluk yang aku tuju
Yang lainnya ku tidak mau
Gemuruh tepukan tangan diberikan pada Varo dan ternyata suara Ayu jauh berbeda, suaranya sangat merdu hingga semua pun menganga tak mengetahui jika suara gadis bar bar itu sangat indah.
Genggam erat tanganku sayang
Dan jangan pernah kau lepaskan
Karena aku butuh bimbingan
Cinta ku jangan kau lewatkan
Bahagia aku bila bersamamu
Tenang hatiku dalam pelukanmu
Hingga memutih rambutmu
Senang hatiku hidup bersamamu
Belahan jiwa jagalah diriku
Karena denganmu damai lah hatiku
Menua lah bersamaku.
Pandangan Varo hanya tertuju pada Ayu, dari awal sampai akhir Varo tak mengalihkan tatapannya, ' Coba aja lagu ini buat gue'
Hingga akhir lagu kedua netra itu bertubrukan,
" Karena denganmu damai lah hatiku
menua lah bersamaku"
Ayu menampakkan senyum termanisnya, kembali menghadap audiens " Lunas ya Dim" Ayu berteriak melambaikan tangan pada Dimas " Ok guys continue the next event by by'' Ayu melambaikan tangannya.
__ADS_1
Ayu menggandeng tangan Varo dan mengajaknya untuk turun. Tangan Ayu terasa sangat dingin Varo berhenti hingga langkah Ayu juga terhenti, berbalik badan menghadap Varo, sadar ia masih menggandeng tangan sang suami buru-buru ia lepaskan sebelum ada yang melihat.
" Kok dilepasin?" Tanya Varo heran dengan perilaku sang istri yang selalu berubah-ubah." Mau digandeng terus juga nggak ada yang larang"
" Gue tabok Lo ya" tangannya sudah berada di udara namun tak jadi ia daratkan " kirain nggak bakal dateng"
Varo mengukir senyum, gemas dengan wajah Ayu yang masih merah " ntar nanges kalo nggak ada yang dateng"
Ayu semakin kesal dibuatnya,ia mempoupkan bibirnya. Varo tertawa renyah melihat wajah Ayu ia menepuk pelan pucuk kepala sang istri kecilnya " coba mana makasih ya?"
" Ayuuuu .... " panggilan dari Fa mengalihkan atensinya, Ayu terlihat semringah dengan keberadaan Fa dan ya Varo menyadari itu.
Fa menghampiri Ayu dan Varo, memberikan sebuah kotak warna biru " ni buat Lo"
" Apa nih? gak bakal gue terima kalo isinya cuma janji-janji palsu"
Fa mengangkat tangannya didepan dada " eits bukan dong cuma korban ghosting doang"
" sadboy dong 🤣🤣" terasa asik jika punya teman sefrekuensi namun kini Varo merasa dikacangkan oleh keduanya bahkan Ayu, ia memilih menepi dibawah pohon rindang yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
Menatap Ayu yang sedang asik bersama dengan Fa ia yakin lagu yang Ayu bawakan tadi memanglah untuk Fa dan bukan dirinya. " Makasih dok, gue ucapin makasih banget"
Varo terkejut saat tiba-tiba Dimas menjabat tangan Varo " untuk?"
" Kalo Lo nggak ada acara gue bakal runyem, gegara Ayu yang maen nyablak di depan tamu penting" Dimas duduk didekat Varo, mengundang banyak perhatian dari ciwi-ciwi.
" bukannya kakak yang duet sama kak Ayu ya?" pertanyaan itu hanya bisa diangguki oleh Varo ." Kak boleh minta tanda tangan sama foto selfie?"
" Oh tentu, mana sini sini" Dimas mewakili Varo, keduanya pun berselfie ria hingga menjadi kerumunan yang cukup besar.
Ayu yang tersadar Varo tak ada disampingnya, clingukan mencari keberadaan Varo hingga matanya tertuju pada gerombolan para perempuan.
" DIIIIIIAAAAAM" Ayu berteriak seketika hening semua tak ada yang mengatakan sepatah apapun "apa-apaan ni main ambil foto orang aja"
" Bukannya Kak Dimas, sama kak ganteng nggak keberatan" ujar salah satu cewe dibarisan paling depan.
Ayu membuka mulutnya mendengar Varo dengan sebutan kak ganteng " Nggak bisa" Ayu mengambil kertas dan spidol yang Dimas pegang ia menulis sesuatu di kertas itu dan menyuruh semua yang ada disitu membaca dengan keras.
' Ini bocah cemburu apa gimane?' ucap Varo dalam hati.
" Baca yang keras"
" NGGAK ADA ACARA SELFIE ATAU TANDA TANGAN KECUALI BAYAR 50K PER FOTO"👍
__ADS_1