The SMK

The SMK
The SMK•|22


__ADS_3

" NGGAK ADA ACARA SELFIE ATAU TANDA TANGAN KECUALI BAYAR 50K PER FOTO"👍


Tak mau menyia-nyiakan kesempatan berharga para perempuan itu tertib berbaris mengantre untuk mendapatkan tanda tangan serta selfie bersama Dimas dan Varo.


" Anjiir, dikira kita barang dagangan?" Dimas merangkul pundak Varo menandakan untuk banyak bersabar, " Lo belum tau, sejauh mana kelakuan absurd nya bro, jadi ya jangan kaget"


Mendengar penuturan Dimas Varo menundukkan kepalanya, " Kak ganteng, boleh minta selfie bareng?" ucap salah satu fansnya dengan nada menggoda.


Ayu bergidik geli melihat itu namun ia juga merasakan kebahagiaan mendapatkan uang instan tak mengeluarkan keringat cukup modal mulut dan tulisan dikertas ia bisa meraup untung sebesar Rp 1.250.000,00 dalam waktu kurang dari 30 menit.


" Kakak ganteng boleh peluk?" Ayu yang mendengar permintaan fans terakhir itu langsung mendelik ia menarik gadis yang ingin memeluk Varo " Nggak boleh"


" Kan gue udah bayar masak nggak boleh peluk"


" Makannya budayakan membaca" Ayu menempelkan kertas itu dijidat sang gadis, " yang gue tulis hanya tanda tangan dan selfie bukan kontak fisik, mereka bukan lagi open B0 say bukak mata Lo!"


" tapi gue nggak ada kontak fisik ya, cuma sebates meluk doang, heboh banget Lo" ucapnya ketus pada ayu.


" Sama aja bukan muhrim, nggak boleh kalo Lo ngeyel berurusan sama malaikat Roqib Atid " Ayu mengusir gadis itu tak peduli jika ia jadi bahan ghibah pun toh ia juga bisa dapet pahala.


Melihat ada fans yang datang lagi, Ayu membuka mulutnya " Maaf acara sudah ditutup dan terimakasih atas pengertiannya, wabilahitaoufik wal hidayah wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu".


" Kok ditutup si?" tanya Dimas yang kembali mendudukkan badannya kakinya pegal berdiri sedari tadi.


" pada keganjenan gue nggak suka" Ayu tak mengalihkan matanya dari uang yang sedang ia hitung, melirik Dimas ia menyerahkan 350k untuknya " ni buat Lo"


Dimas menerimanya " Dah gue mau ngawasin anak buah gue dulu, thanks" menyimpan uang itu kedalam sakunya ia bergegas melihat pekerjaan yang lainnya.

__ADS_1


Ayu duduk disamping Varo menyodorkan semua uang yang ada ditangannya " Buat Mas" Varo mengangkat alisnya sebelah " simpen aja"


" Andin" lirih Varo yang masih bisa didengar Ayu, "Lo kenal sama dia?" tak menjawab, ia malah pergi meninggalkan Ayu menyusul Andin yang bersama Fa.


Namun langkahnya terhenti saat, Andree menahannya dan menariknya menjauh," jangan sekarang"


" Ok kita tunggu, sampai mana dia bisa bertahan"


**


Varo melenggang masuk ke dalam rumah tanpa menunggu Ayu,ia duduk di depan televisi menyandarkan punggungnya di sofa, tatapannya lurus kedepan membuat Ayu yang ingin kekamar berhenti '' Wooooy.... ngelamun aja"


Varo tersentak kaget saat wajah Ayu tepat dihadapannya, ia mengecup kening Ayu membuat mata gadis itu membola dan dengan sigap ia memundurkan tubuhnya, namun Varo mencekal tangan Ayu sampai gadis itu tertarik dan berada dipangkuan Varo.


Ayu melawan namun tenaganya tak cukup kuat untuk melepaskan dirinya Varo meniup dilipatan leher Ayu, " Lo ngapain si? lepas nggak"


Bukannya melepaskan Varo malah semakin mengeratkan pelukannya diperut Ayu yang rata "please sebentar aja, ijinin gue"


" Curuuut, pegel ni pundak elah" Ayu menepuk nepuk tangan Varo yang ada diperutnya.


" Panggil Mas" Varo mendengus namun pelukannya masih tetap tak berubah sedikitpun.Tangan Varo pun tak sengaja mengenai dada Ayu, Ayu langsung menginjak kaki Varo " gue udah diem ya dari kemarin tapi Lo semakin ngelunjak"


" Gue nggak sengaja Ay, sumpah nggak ada maksud"


"Dari dulu nggak ada yang berani nglakuin itu, bahkan Fa nggak pernah sekalipun nyentuh gue"


Varo terdiam, ia berdiri menatap nanar istri kecilnya itu "Dia nggak nglakuin itu karna dia nggak ada hak atas Lo, sedangkan status gue sekarang adalah suami Lo harusnya Lo bisa bedain itu"

__ADS_1


" Tapi gue nggak cinta sama Lo, status kita sekarang hanya karena salah faham, dan gue nggak pernah cinta sama Lo apalagi harus hidup sama Lo gue nggak sudi dan gue minta pisah sekarang juga titik!"


Varo menggeleng keringat dingin mengucur deras di pelipisnya " Mas.....mas... bangun''


Ayu menepuk pipi Varo, tak berhasil ia menyiramkan air diwajah Varo hingga pria yang masih dengan setelan kemeja itu terbangun " Hujan...."


Bingung Varo ia seketika ling lung " Mas udah mau Maghrib mandi dulu tidurnya dilanjut nanti"


' Tadi cuma mimpi?' Varo bernapas lega, apa jadi jika Ayu mengajukan gugatan cerainya sekarang bakal jadi duda muda yang masih perjaka, kasian si uwwu belum sempat mendiami sarangnya harus terima nasib dengan label duda di KTP nya mengsedih.


Selesai mandi Varo mampir ke meja makan berhubung tadi siang ia belum makan apa-apa tak heran jika sekarang ia kelaparan, Ayu yang baru saja keluar dari dapur membawa Air yang ia tuangkan pada gelas Varo, pemuda itu mendongak menatap Ayu mengingat mimpinya yang sangat mengerikan itu.


" Dek..."


Panggil Varo pada Ayu terasa tak biasa dengan panggilan itu " Lo panggil gue?"


" siapa lagi yang ada disini selain Lo sama gue, masak gue panggil diri sendiri". Jawab Varo datar tak mau mendapat pertanyaan lain dari Ayu ia bergegas menuju kamar setelah menyelesaikan makan malamnya.


Ayu menutup pintu kamarnya, melihat Varo yang sedang berada di ranjang masih berhadapan dengan laptopnya, membuat Ayu menutup secara paksa laptop itu bukan apa-apa ia tak tahan dengan suara ketikan di laptop saat ia tidur itu sangat mengganggu " Kerjanya lanjut besok aja udah malem" Ayu menaiki ranjang melompati Varo sedangkan yang dilompati hanya acuh.


" Kok bisa Lo bertemen sama Dimas, Andre, sama"


" Sama?"


"Fa " saat menyebut nama Fa Varo mengalihkan tatapannya.


Ayu yang sedang merapihkan rambutnya itu tersenyum bahkan ia sendiri tak mengira bisa berteman dengan trio gesrek dengan ketampanan diatas rata-rata.

__ADS_1


" Sebenernya gue sama Dimas dari dulu dah bertemen si, kalo sama cowok tengil dulu musuh sampe sekarang sebenernya juga nggak papa walaupun enggak bisa akur, tapi liat dia dah berkorban nyawa, gue jadi respect sama dia. Sedangkan sama Fa...dia orang pertama yang bikin gue nyaman sama seorang cowok, dia yang slalu jagain gue,perhatiin gue, sampai pas gue lupa ingatan pun dia yang selalu ada buat gue"


' Dahlah Lo nggak ada harapan buat masuk kehatinya'


__ADS_2