The SMK

The SMK
The SMK •|02


__ADS_3

" Siapa dia Dim?" tanyanya sedangkan yang ditanya malah mengalihkan pandangannya berharap gadis yang disampingnya ini tidak menanyakannya lagi.


Tak kunjung mendapat jawaban dari Dimas, Ayu kembali menatap gadis yang sedang berpelukan dengan Fa. Gadis yang sempat dibicarakan oleh Viara.


Manik hitamnya menatap nama Andini Ayra Vinsen yang berada di nametag nya. Hening seketika menyelimuti keduanya, Andree yang tiba-tiba berada di samping Ayu, menarik ujung hijabnya hingga kepala Ayu sampai mendongak. " Pet, daleman Lo pink ya" bisiknya membuat Ayu membulatkan mata mendengar Andree dan langsung merapihkan hijab bagian belakang dan memeganginya agar tidak tersibak kena angin yang lumayan kencang.


"Bjiirrrr Lo, Lo ngintip ha?" teriak Ayu yang membuat Fa mengalihkan atensinya seketika ia melepas pelukannya dari Andin, gadis yang ada dihadapannya. Semua mata yang tadinya mengarah pada Andin dan Fa, kini diambil sepenuhnya oleh Ayu dan Andree.


Bagaimana tidak mereka sekarang tengah adu bacot dipinggir lapangan, dengan volume yang lumayan keras membuat mereka jadi pusat perhatian bahkan suara mereka terdengar hingga lantai 3 sekolah. Dimas hanya bisa menyaksikan momen ini, sudah jarang mereka tak adu bacot ia kangen dengan adegan ini.


Fa yang menyaksikan terbesit rasa yang mengganjal ketika melihat Ayu bersama dengan Dimas dan Andree. Ia berjalan menuju arah mereka. Andin, tentu saja ia hanya mengekor kemana Fa pergi karena tujuannya pindah kesini hanya untuk Fa seorang.


" Kalian bisa jaga sikap nggak si, udah dewasa kelakuan kaya bocah" cibir Fa saat sudah ada dihadapan mereka ia meneruskan jalannya dengan berjalan antara Ayu dan Andree.


Ayu, Andree, dan Dimas hanya bisa saling melempar pandangannya beralih pada Andin yang masih ada dihadapan mereka, menampakkan senyumnya " jangan dimasukin hati ya, dia emang begitu orangnya" Andin beranjak dari tempatnya menyusul Fa.


Lagi dan lagi Ayu, Andree, dan Dimas hanya bisa melongo menatap punggung keduanya yang sekarang telah berjalan sejajar.


**


Ayu melempar tasnya di atas meja, meletakkan sepatunya asal, dan menghempaskan dirinya di atas kasur, bahkan seragamnya pun masih melekat utuh ditubuhnya. " Tu cewek siapa ya, gue kaya familiar sama namanya" gumam nya .


Menatap langit-langit kamarnya kini pikirannya masih jauh berkelana membayangkan orang yang selama ini ingin ditemuinya, seperti orang yang tak mengenal dirinya. Hingga ketukan pintu membuyarkan semuanya "Masuk aja pintunya nggak dikunci" ucapnya, matanya masih setia menatap langit-langit kamarnya.


" Lo nggak takut gue ngapa-ngapain lho" swara itu langsung mengagetkan Ayu sontak ia langsung mengubah posisi baringnya menjadi duduk,


" Varoo Lo disini?" ucapnya tak percaya yang ia tahu Varo adalah seorang yang disiplin dan pekerja keras mana mungkin ia meninggalkan pekerjaan secara cuma-cuma nggak bakal pernah.


Plak, satu tepukan buku mendarat diwajahnya " Gue bukan Varo, tapi dedemit " Ayu hanya tersenyum mendengar jawaban dari pria yang ada dihadapannya ini. " Keluar yuk pumpung gue lagi disini"


Tak ada salahnya juga kalau Ayu keluar hitung-hitung ngilangin pikirannya yang kacau" ok gue ganti baju dulu"

__ADS_1


**


"Lo mau beli apa?" tanya Varo pada Ayu kini mereka tengah berada dipusat perbelanjaan " kok diem ?" tak kunjung mendapat jawaban, Varo menengok ke sampingnya. Pantas saja pertanyaannya tidak dijawab, orang yang diajak ngobrol malah berhenti disalah satu toko baju.


Varo mengernyit heran "Woy Mak kambing lagi sad Lo?" Varo tertawa ringan dan meneruskan jalannya.


Ayu mencoba menetralkan wajahnya, ia tahu bahwa dirinya tengah menjadi pusat perhatian gara - gara Varo. Berjalan menyusul Varo malangnya langkahnya tak bisa mengejar langkah kaki Varo yang jenjang.


"Sial tu Curut cepet banget ngilangnya" mau pulang pun dia tak membawa apa-apa jangankan uang handphone nya saja ia tinggal. Pikirnya jika ia pergi bersama Varo tak masalah jika ia tidak membawa apapun toh Varo juga banyak uang bisa lah untuk sekedar mentraktirnya makan.


Memang nasib kini kakinya sudah terasa pegal, tapi Varo belum juga ketemu hingga ada seorang perempuan yang menghampirinya " Hay, elo bukannya yang tadi pagi kan?" ucap gadis itu tersenyum dan menampakkan lesung pipinya.


"Oh Hay, elo yang tadi siang sama Fa kan?" balasnya dengan nada seramah mungkin walau nyatanya didalam hati ia geli sendiri dengan nada bicara yang sok imut.


"oh ya kenalin gue Andin pacarnya Fa" Andin mengulurkan tangannya Ayu terkejut mendengar pernyataan dari Andin namun ia berusaha biasa saja." Gue Ayu gue temennya"


" Ok deh besok kita lanjut lagi, gue seneng bisa ketemu sama Lo, yaudah gue duluan ya daaa" Andin melambaikan tangannya dan pergi. Sedangkan Ayu ia masih terdiam mencerna semua yang telah di katakan oleh Andin tadi.


" Eh Curut Lo bisa biasa aja nggak si? sampe gendang telinga gue pecah Lo harus tanggung jawab" peringatan keras Ayu.


**


" Ay kemarin Lo kemana?" tanya Viara yang masih fokus dengan ponselnya, Zahra sibuk dengan bukunya sedangkan Ayu kini sibuk dengan pikirannya yang melayang-layang.


Viara dan Zahra saling melempar pandang " Ayuuu" panggil zahra, Ayu menoleh menatap kedua sahabatnya dengan tatapan datar " Apa"


" Woyy pet, bolos lagi yuk males gue mapel Bu Arlyna, bawaannya darah tinggi mulu" ucap Andree yang tengah memainkan game onlinenya.


Ayu melirik tajam ke arah Andree " OGAH, kalo Lo mau Gobl0k, Gobl0k ndiri aja nggak usah nyeret-nyeret orang" ketus Ayu


" Lha kemarin Lo juga bolos sama gue sama Dimas".

__ADS_1


" Khilaf, dan gue nggak akan ngilangin kesalahan yang sama terutama barengan sama kalian berdua" Ayu mengalihkan pandangannya setelah melihat Andin dan Fa masuk dengan bergandengan tangan, tepatnya Andin yang memeluk lengan Fa.


" Eh Ayu ya, ternyata kita sekelas? kok gue nggak tau?" tanya Andin ketika berjalan di samping Ayu.


Ayu tersenyum " Iya kemarin gue bolos jadi Lo nggak tahu kalo gue juga disini" jawabnya datar manik mata nya bertubrukan dengan manik hitam Fa.


Dimas yang mengetahui perubahan sikap Ayu dua hari ini pun paham dengan apa yang tengah dirasakan oleh gadis itu


Pesan masuk


Dimas:


"Muka Lo napa ditekuk mulu?"


"Lagi PMS lu?"


" Muka dah pas-pasan ditekuk lagi"


" Butuh sandaran? sini pundak Abang dengan ikhlas buat sandaran gak papa"


" Gak usah di pendem sendiri, gue tunggu nanti istirahat


Ayu:


" Bacot"


"Anjiiir"


"Ogeb"


" Najis"

__ADS_1


"Rooftop."


__ADS_2