
" Tadi malem sampek, Hay Faza ih dah gede aja nih" gemas Ayu menggendong dan meciumi Anak sahabatnya itu. Melirik ke perut Diyah " Lo isi lagi Diy?" Diah mengangguk dan menunjukan perut yang usianya hampir 6 bulan.
" Lo kapan nyusul Ay? gue udah mau dua lho"
Ayu terdiam sejenak menggigit bibir bawahnya, Diyah yang menyadari perubahan ekspresi Ayu pun langsung mengalihkan pembicaraannya "Yaudah masuk dulu yuk gue buatin minum buat Lo"
Ayu mengangguk dan mengikuti Diah masih menggendong Faza bayi yang belum genap berusia dua tahun.Meletakkan Faza pada pangkuannya Ayu, Diah membawakan beberapa camilan dan minuman " Diy, salah nggak sih nolak ajakan suami"
Diah langsung menoleh dan duduk disamping Ayu "Lo tanya kaya gini, jangan-jangan Lo belum pernah"
" Jangan dilanjutin, Diy gue cuma tanya salah atau nggak" potong Ayu merasa risih dengan pembahasan ini namun Ayu juga tak tau lagi harus bertanya pada siapa, mau tanya sama ibunya pun ia malu.
Diah mengangguk sahabatnya itu memang belum pernah merasakan yang namanya pacaran berbeda dengan dirinya yang dulu pernah beberapakali pacaran, " Ya salah lah, kalian tu udah sah kalo laki Lo ngajak iya-iya harusnya Lo turutin"
" Tapi gue belum siap Diy, gue masih sekolah dan gue belum bisa buka hati buat dia"
" Gue tau, tapi Lo juga ngga boleh egois dia juga berhak atas diri Lo, bayangin aja kesiksanya laki Lo tiap malem harus tidur samping Lo"
" Terus gue harus gimana?"
" Buka hati Lo buat Dokter Varo, dan lupain kenangan Lo sama Fa"
Ayu menyandarkan punggungnya di sandaran sofa " moga aja gue bisa"
**
Semua persiapan sudah selesai dilakukan, tamu undangan pun sudah berdatangan. Pesta mewah untuk Bu Indi yang menginjak usia kepala 4. Varo yang turun dari tangga langsung dihampiri Shella.
" Malam Varo, hari ini kamu ganteng banget" ucap Shella yang ingin menautkan tangannya pada lengan Varo namun semua perhatian tamu undangan tertuju pada gadis yang akan menuruni tangga tak terkecuali Varo dan Shella, siapa lagi kalau bukan Ayu.
Gadis dengan gaun rose gold dan dipadukan dengan hijab yang senada, bahkan ia juga memakai high heels. Dengan Anggunnya ia no ww menuruni anak tangga, melirik pada Shella yang berada di samping Varo ternyata wanita itu lebih cantik dibandingkan dengan difoto.
Varo menyodorkan tangannya pada Ayu dan diterima dengan baik, sedangkan Shella berjalan dibelakangnya, untung Ayu mengetahui keberadaan Shella dari Randy tangan kanan Varo.
__ADS_1
Flashback on
Pulang dari rumah Diah Ayu langsung memasuki rumah tak tau jika ada banyak orang yang mendekor rumah besar itu. Sampai ia tak sengaja menabrak orang yang membawa banyak barang sampai barang itu berserakkan kemana-mana.
" Sory-sory gue nggak sengaja" ucap Ayu yang membantu memunguti barang itu.
" Heh kalian berdua jangan berduaan terus cepat kerja!" sentak Shella yang sedang memeriksa persiapan, ia rela melakukan semua itu hanya untuk mendapat perhatian Varo, namun sayang Varo tetap abay dengannya, " Saya nggak mau ada yang nggak bener kerjanya" Shella beranjak dari tempatnya.
" Nyenyenye, nggak bantuin ngedumel aja bisanya" tutur Ayu yang mendapat gelak tawa dari sang bapak yang ia tabrak " Nggak papa non, saya udah kebal kok sama dia"
" Ya nggak bisa gitu dong pak, seharusnya dia juga bisa lebih sopan sama orang yang lebih tua"
" Lho, non ngapain udah biar bapaknya yang beresin" ucap Randy membungkukkan badan melihat Ayu.
" Lo siapa lagi, halangin nyuruh gue stop" kesal Ayu, Randy pun juga ikut membantu mereka mengumpulkan barangnya.
" Nona jangan dipikirkan apa yang dikatakan Shella, dia belum tau kalo nona adalah istri Tuan Varo" tutur Randy setelah bapak tadi pergi, Ayu menelengkan kepalanya meminta penjelasan.
" Anjirrr, Lo tau gue istrinya Mas Varo?" Randy mengangguk ia sempat berada di acara ijab qobul namun tak lama ia harus kembali ke perusahaan.
" Nona bisa panggil saya Randy"
" Panggil nama gue aja, jangan panggil nona! terus siapa cewek tadi"
" Namanya Shella, asisten Bu Indi yang dulunya teman bermain Tuan Varo, dia mempunyai rasa terhadap Tuan Varo namun beliau selalu tak memperdulikan Shella. Shella juga belum tahu tentang pernikahan kalian berdua jadi dia masih ambis untuk dapetin Tuan Varo"
" ok, thanks infonya"
" Lo butuh bantuan?" Ayu menoleh pada Randy yang tak memakai bahasa formal, " hahahai, jelas elah"
Flashback off
Varo dan Ayu berjalan secara bersama menuju kedua ibunya yang sudah berada di depan kue ulang tahunnya.
__ADS_1
" Nduk kamu cantik banget" puji Bu Indi pada yang mantu, membuat pipi Ayu memerah dan menyembunyikan wajahnya dibalik badan Varo.
" doanya apa dulu nih?" tanya Bu Mira pada Bu Indi yang ingin meniup lilinnya
" Ya jelaslah pengin punya cucu"🤣
Ayu menelan ludah mendengar permintaan Bu Indi secara tidak langsung ia mengatakan itu pada dirinya sedangkan Varo melirik pada Ayu mengelus lengan sang istri.
Shella yang mendengar perkataan Bu Indi pun menghampiri Bu Indi " Kalau mau cucu kan harus ada calonnya dulu Bu?"
" Lha nggak perlu calon-calonan segala kan udah ada istrinya"
Shella membelalakkan matanya " Istrinya? Siapa?" tanyanya syok,ia tak tahu sama sekali bahkan tidak ada yang memberi tahunya.
"Itu" tunjuk Bu Indi dan Bu Mira pada Ayu, Ayu yang merasa ditunjuk pun melambaikan tangannya.
" Nggak bisa gitu dong Bu, Aku yang selama ini nunggu Varo, yang nemenin Ibuk biar bisa deket sama Varo" ucap histeris Shella.
" Lo bisa nggak yang sopan dikit sama orang tua" spontan Ayu tak terima jika orang tuanya dibentak dengan orang yang lebih muda.
Plakkk Shella menampar pipi Ayu " Lo, berani-beraninya rebut Varo dari gue" emosi Shella sudah memuncak.
Varo segera menengahi keduanya agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan " Minggir dulu mas, orang kayak dia nih perlu dibuka matanya biar nggak merem terus"
" Udah Ay malu dilihat orang banyak" Varo masih menahan Ayu.
" Gue nggak percaya, apa buktinya kalo kalian udah nikah?"
" Lo perlu bukti?" Ayu menghadap pada Varo, mendongak menatap Varo meletakkan tangannya berada di bahu Varo ia sedikit berjinjit walaupun sudah memakai heelsnya masih saja kurang tinggi Ia mengecup bibir Varo dan mendapat balasan dari suaminya itu didepan orang banyak. Jomblo dilarang melihat nyesek nanti lu.
Shella yang melihat itu masih tak terima baginya Varo hanyalah miliknya tak ada yang boleh memilikinya selain dirinya. Ayu menoleh pada Shella yang sudah kebakaran jenggot melihatnya.
" Terserah Lo mau percaya atau nggak, yang pasti gue istri sah dari Alvaro Yudhistira!"
__ADS_1
Aaaaaa, aku baper sendiri nulisnya makasih yang udah nyempetin waktu buat mampir, jangan lupa like, vote dan komen ya. Menerima kritik positif guys. love-love untuk kalian 🥰