
[QUOTE'S-> Jangan terlalu memikirkan hidup karena belum tentu hidup mikirin Lo]
Plak...plak....plak Ayu dengan sekuat tenaga menggeplak punggung pria itu. Sontak geplakan ayu membuat pria itu oleng dan langsung meminggirkan motornya, ia mengusap punggung yang terasa panas.
Ayu langsung turun dari motor dengan wajah yang memerah emosinya sudah tak tertahankan menuju ke halte bus dan ia duduk di sana. Pria yang masih mengusap punggungnya itu juga menyusul Ayu.
Ayu mendongakkan kepalanya melihat kearah pria tegap disampingnya "ngapain Lo ngikutin gue, pergi Sono jauh jauh, hush.....hush?" mengkode pria itu dengan lambaian tangan namun matanya tertuju ke jalanan yang mulai senggang.
Pria berjaket itu membuka helmnya dan nampaklah seorang yang tak lain adalah Andree.What....kok bisa, ya bisalah.
"Lo pikir gue ayam?" mendengar swara itu Ayu langsung mendongakkan kepalanya kembali ia keheranan dengan tampilan Andree yang jauh berbeda dengan biasanya.
"Kenapa ganteng kan gue?" dengan PD nya ia memakai kacamata hitam membuat Ayu bergidik geli saat melihatnya.
Tiba-tiba ada seorang mahasiswa yang ikut menunggu bus di halte itu, ia duduk disebelah Ayu. Mahasiswa itu melihat kearah Ayu " SMK 2 ya dek?" dengan tiba-tibanya pertanyaan itu keluar.
" Bukan Mas" jawab Ayu singkat bahkan ia tak melihat balik pemuda disampingnya itu.
" kalo kamu bukan anak SMK 2 kenapa pake seragam itu?" Mahasiswa itu kembali menanyakan pertanyaan recehnya.
Menghembuskan nafasnya berat "Lha itu masnya tau kenapa pake nanya?" Andree masih menyimak pembicaraan keduanya.
Mahasiswa itu tak berhenti ia semakin bergeser mendekat pada Ayu " jangan judes-judes Napa dek kamu manis tapi galak"
Ayu yang sudah kesal, kini semakin naik pitam mendengar pertanyaan menjengkelkan ini, Andree tak tinggal diam ia duduk diantara Ayu dan mahasiswa itu, "Sayang udah dong ngambeknya kita kesekolah lagi yuk?" Ayu semakin tak habis fikir sebenarnya apa yang dilakukan oleh cowok tengil.
Andre memutar badannya kearah mahasiswa tadi" sory ya mas dia ni pacar saya, jadi jangan harap anda bisa meluluhkan hatinya, yuk sayang" Andree mengkode Agar ia ikut bersamanya, daripada Ayu meladeni mahasiswa.
Andree membawa Ayu ke cafe biasa yang sering mereka tongkrongi, hingga pegawainya pun sudah hafal dengan pesanan mereka, Andree menarik kursi dan disusul Ayu. " Pet Lo nggak ada kerjaan sampe Lo jadi penunggu gerbang?"
__ADS_1
Ayu sedikit membenahi jilbabnya " kurang kerjaan mana sama Lo yang punya seragam sekolah sendiri tapi malah pake seragam sekolah lain?"
Andree melepaskan jaket yang sedari tadi ia kenakan dan meletakannya disandaran kursi " yeah gue ada tujuannya kalik, gue kasian ama temen gue yang jadi buronan tu geng motor, nah pagi tadi kebetulan ketemu sama gue ya berhubung gue cowok sejati +baik hati dan rendah diri yaudah deh gue bantuin dia dengan cara tukeran baju biar dia nggak di kejar-kejar lagi"
" Bukan pinter tapi G0blo0k Lo" Andree memicingkan matanya kearah Ayu " Lah kenapa?"
Ayu mengambil makanan yang sudah ada dihadapannya itu " Gue liat geng motor tadi ada yang pake identitas sekolahan itu, kalo temen Lo berhasil lolos dijalan gue nggak jamin dia juga bakal lolos disekolah"
Apa yang dikatakan Ayu ada benarnya, toh ia sudah membantunya " terus Lo ngapain tadi gentayangan didepan gerbang?"
" Lo pikir gue mbak Kunt? gue males masuk kelas hari ini"
**
"Faaa.....,ngapain si disini kita kekantin aja yuk" ajak Andin pada Fa. Fa memilih ikut dengan Pak Sar dan membersihkan ruangan yang kemarin belum sempat ia bersihkan. Ini jam istirahat Andin menyusul Fa ke ruangan itu, sempat ia mengira bahwa ruangan Pak Sar adalah gudang namun ia tak menyangka bahwa ruangan ini lebih mirip kandang setan.
" Aku nggak mau maunya sama kamu aja" Andin masih kekeh untuk pergi bersama Fa hingga nampak Pak Sar masuk ke ruangannya " siapaa cewek ini?" tanyanya pada Fa
Fa tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Pak Sar lalu Andin maju untuk memperkenalkan dirinya sendiri," Perkenalkan Pak nama saya Andin Ayraa Lee"
Pak Sar duduk ditempat duduknya " ooh kamu yang namanya Andin, ngapain kamu disini?" Pak Sar memang pernah mendapat laporan bahwa ada anak baru bernama Andin yang meresahkan seisi sekolah namun ia tidak tahu bahwa yang dimaksud adalah anak baru yang ada dihadapannya ini.
"saya mau nungguin Fa pak" ucapnya dengan nada halus.
" Nggak boleh, kalo kamu disini terus pekerjaannya tidak akan selesai ditambah patner tercintanya nggak ada di sini, saya dah nggak mau dengar alasan lagi cepet keluar!" perintah mutlak dari Pak Sar.
"Patner tercintanya? siapa" batin Andin meninggalkan ruangan Pak Sar.
**
__ADS_1
Senja dengan rintikan hujan terasa meneduhkan hati, "Bang Andree kenapa senyum-senyum gitu" goda Rayna pada Andree yang tengah menonton tv namun yang ia lihat adalah film horor bukan komedi
Andree terkejut dengan kedatangan Rayna, Dimas dan Fa yang tiba tiba ada disampingnya, " sejak kapan kalian disini?" tanyanya ia membenarkan posisi duduknya.
Andree melirik kerah Fa " udah nggak usah dipikirin yang kemarin gue bakal coba" Fa mencoba menenangkan Andree, ia tak mau hubungan persaudaraannya retak hanya karena wanita, dan Andree menganggukinya.
" Tumbenan Lo berdua bareng kesini?" tanya Andree, pada dua sahabatnya, Rayna yang masih berada disamping Dimas pun langsung pergi mengetahui sang kakak ingin membicarakan sesuatu pada kedua sahabatnya itu.
" Ada yang mau kita omongin sama Lo" Dimas sedikit mendekat pada Andree, mengeluarkan ponsel dari saku hoodienya, ia membuka geleri dan menampakkan sebuah fto pada Andree.
" Gue nggak tahu pasti apa motif pria bajing4n itu,tapi yang pasti ada hubungannya sama Ayu lagi" Fa membenarkan ucapan Dimas masih diselimuti kecurigaan yang sangat besar terhadap gadis itu.
" Ini nggak bisa dibiarin bro...!" Andree sedikit menyentak hingga orang tuanya yang baru sampai rumah terkejut mendengar swara Andree
" Apanya yang nggak boleh dibiarin ndree? sang Papa langsung menanyakan pada Andree.
" Em... "
" Kucing oyen, dikantin Bu Tutik om nakal banget masak dia nyuri mie ayam satu porsi nggak bayar kan nggak bisa dibiarin" reflek Dimas membantu Andree memberi alasan.
"Oooo, kirain apa besok lagi bilang sama kucingnya suruh bayar, Weh kalian udah makan?" tanya Pak Bas kembali pada ketiganya.
" Oh ya tentu...." Dimas mengawali dengan berdiri terlebih dahulu "Belum lah om" ia melenggang kearah meja makan untuk mendapatkan makanan yang telah disediakan oleh sang ART.
" Kita harus segera selidiki ini sebelum terjadi apa-apa sama Ayu" bisik Fa pada Andree.
ok lanjut next eps. gaesss
happy reading
__ADS_1