The SMK

The SMK
The SMK•|07


__ADS_3

"Baik anak-anak karena saya ada keperluan mendadak jadi hari ini saya akan memberikan tugas, kerjakan soal halaman 56-57, 45 soal untuk pilihan ganda kalian cukup tulis soal beserta jawaban, dan untuk uraian kalian tulis soal serta sebut dan jelaskan apa yang tertera dalam soal, tugas dikumpulkan dimeja saya setelah jam pelajaran saya selesai, dimengerti semuanya?" perintah mutlak dari Bu Lyna tak mendapat satupun jawaban dari siswanya Bu Lyna membereskan barang yang berada di mejanya.


"Baik diam kalian ibu anggap sebagai jawaban 'iya' mungkin cukup itu yang bisa ibu sampaikan, ingat tugas dikumpulkan setelah jam pembelajaran saya selesai! Wassalamu'alaikum we.wb." lagi dan lagi tak ada yang menjawab Bu Lyna hanya Zahra yang membalas salam darinya.


Viaraa pindah bersama Zahra ia membanting buku yang ada ditangannya sontak membuat Zahra terkejut."Oihh lama-lama gue bisa gilaaak tau nggak diajar sama tu orang"


Seperti biasa Zahra hanya geleng-geleng kepala melihat sang sahabat uring-uringan sendiri " daripada kamu ngeluh mending tugasnya dikerjain"


Viara mengalihkan atensinya ke Zahra " Ya gimana gue nggak kesel coba tu guru semena-mena banget nerangin nggak pernah sekalinya ngasih tugas apa-apaan coba soal segala macem disuruh nulis, ibaratnya kalo sama guru laen 45 soal cukup 1 lembar sama dia bisa sampe 10 halaman kalik" Viaraa meletakkan kepalanya di atas meja melihat ke sebelah kirinya masih ada Dimas dan Andree,yang lebih memilih memainkan game daripada mengerjakan tugasnya.


Tetapi kini Viara merasakan kantuk yang akhirnya ia memilih memejamkan matanya,disisi lain Andree menyudahi game yang tengah berlangsung, " beg3 Lo Ndree ini dikit lagi menang ngapain Lo keluar segala sii?"


Andree menyimpan ponsel dalam saku celananya" gue dah nggak mood" Andree berjalan keluar ruangan, Dimas hanya bisa diam melihat punggung tegap Andree yang menghilang dibalik pintu, kembali ke layar hpnya, dan ia telah kalah telak " Anj**g kalahkan dasar Andree gobl0k"


Dimas pun menyusul Andree dengan sedikit berlari fikirnya untuk apa ia berada didalam kelas jika teman seservernya tidak ada didalam kelas.


Dimas menepuk punggung Andre" Ndree kantin yuk" yang ditepuk pun memberikan tatapan elangnya,


"Ayo Bang sama Na aja, Kak Andree lagi nggak mood ke kantin" mendengar swara itu Andree dan Dimas berbalik badan, ternyata benar itu adalah Rayna yang tak lain adalah adik kandung Andree kini ia berada dikelas X alasannya ia bersekolah disini hanya karena Dimas, ia ingin sekali dekat dengan sang pujaan hatinya.


Dimas menghela nafasnya kasar berurusan dengan adik dari sahabatnya lebih merepotkan dari pada menangani hukuman dari guru BK." Na ngapain disini?" tanya Andree karena mereka sedang berada di area kelas XII.


" Ya pengen ketemu Bang Dimas lah, masak ketemu sama kakak" ucap Rayna bergelayut di lengan Dimas, Dimas pun merasa risih dengan kelakuan Rayna karena ia menjadi pusat perhatian para siswa yang mengintip dari jendela ruang kelasnya.

__ADS_1


Andree mencoba melepaskan pelukan Rayna dari Dimas, namun nihil karena Rayna malah mengeratkan pelukannya " Na Lo tu cewek jangan keganjenan Napa, mana suka sama yang model beginian lagi!!”


Dimas sedikit berfikir dan mencerna perkataan Andree " Eh maksudnya apa model beginian?"


" Yeeeh, biarin ngapa walaupun bang Andree, beg0, g0bl0k, Nilainya semua dibawah KKM" penuturan Rayna malah semakin sadis dari kakaknya.' gini amat dah nasib gua' batin Dimas.


"Cinta Na nggak bakal pudar sama bang Dimas, iri? bilang bos, Ayo bang Dim kita kekantin" Rayna menarik Dimas dan meninggalkan Andree.


Andree masih berdiri di posisinya tak mengikuti Dimas dan Rayna,"SEETAAANNnnnnn....." Andree terkejut melihat Ayu dan Fa yang membuka pintu secara tiba-tiba, melihat Fa yang sudah bercucuran keringat dengan wajahnya yang pucat padam.


Ayu yang melihat Andree berusaha menetralkan mimik wajahnya " ngapain Lo disini?" tanyanya yang membuat Andree gelagapan tak tahu ingin menjawab apa bahkan ia sendiri tak tahu sedang apa dirinya berdiri depan ruang BK.


" Mau ngajak Lo kekantin" Ayu dan Fa saling melempar pandangan tak biasanya Andree mengajak seseorang.


Ayu mengangguki ajakannya dengan sedikit keheranan, jemari kecilnya menggaruk belakang telinga dari balik hijab dan berjalan terlebih dahulu dibanding Fa dan Andree bahkan kemoceng itu masih berada ditangan Ayu.


" Bang Dimas, aaaaak....." Rayna menginterupsi Dimas agar membuka mulutnya, ya sedari tadi Rayna memperlakukan Dimas layaknya anak kecil, sedangkan Dimas hanya bisa pasrah, mau dikerasin nanti nangis ujung-ujungnya berurusan sama Andree.


Ayu yang melihat penampakan ini pun hanya tersenyum geli, ia menarik kursi untuk didudukinya, ia menengok ke kanan dan ke kiri yang mana Andree dan Fa masih berdiri disampingnya " Lo berdua lagi punya masalah yak?"


Dimas tiba-tiba berdiri " Eh iya tadi malam And..." ucapnya terputus ketika Andree menyumpal mulut Dimas dengan gulungan tisu" Rayna dengan sigap membantu mengeluarkan Tisu dari mulut Dimas," Kak Andree jahat banget si!"


Andree memberikan seringainya pada Dimas," Untung bukan sepatu yang gue sumpelin".

__ADS_1


**


Ayu merebahkan badannya di atas kasur masih memikirkan tentang sikap Andree dan Fa hari ini, biasanya mereka tak menjaga jarak bahkan mereka tidak saling menegur satu sama lain. Tiba-tiba ada pesan masuk dari nomor tak dikenal


' jangan harap Lo bisa bahagia' isi pesannya,Ayu merasa bahwa masalahnya sudah selesai bahkan orang yang selama ini membuat hidupnya sengsara pun masih ada dalam penjara, lalu siapa yang mengirim pesan ini.


" Eh Mak kambing serius amat muka Lo?" Sawara Varo yang mengagetkan Ayu, dengan sigap Ayu mematikan ponselnya, " bukan urusan Lo, gue kira Lo udah balik ke Surabaya"


Varo bersandar di daun pintu," Harusnya sih tapi gue masih ada kerjaan disini,Eh gue mau nanya sama Lo nama anak om Heri, siapa namanya?"


" Ngapain Lo nanya itu ke gue?" Ayu meneguk segelas air, tenggorokannya terasa kering.


Varo mendekat dan duduk ditempat tidur Ayu" timbang jawab aja apa susahnya si?"


" Bela, kenapa?" ayu


" bukan, kalo Bela gue tahu" Varo


" Eh curut, emang apa urusannya sama Lo, si ya anaknya om Heri cuma 2, Kak Bela sama Ana" Ayu memelankan swaranya ketika menyebut nama Ana.


"oh jadi namanya Ana" Varo.


" emang ada apaan si?" Ayu

__ADS_1


" Tadi gue sempet mampir ke kantor polisi, dan liat Om Heri sama anak gadis dan panggil dia Papa, itu nggak mungkin Bela Lo tau sendiri kalo Bela ada di Singapore"


"dan itu nggak mungkin Ana karena Ana udah meninggal" Ayu


__ADS_2