
Pagi yang cerah hari ini adalah hari pengumuman kelulusan semua siswa riweh dengan penampilannya kecuali Ayu yang kini sedang tertidur.
" Ayuuuhuuu......." teriak Zahra yang dari tadi menggedor pintu namun tak kunjung dibuka. Tak kurang akal ia masuk lewat jendela mengedarkan pandangannya lalu memasuki kamar Ayu.
Melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 07.30 sedangkan acaranya jam 08.00 "Astaghfirullah Zahra sabar" melihat Ayu yang masih tertidur pulas diranjangnya.
Byuuuuuur..... perempuan manis itu terpaksa mengguyur Ayu agar ia cepat bangun.
" Aaaaaah banjiiir" terkaget Ayu yang langsung berdiri. Tak mau berlama- lama Zahra menyodorkan paper bag yang isinya gaun untuk dipakai hari ini, ia tahu betul jika Ayu belum menyiapkan apapun.
Sesampainya disekolah semua siswa dan guru sudah berkumpul. Mereka berdua bergegas menuju bangku masing-masing yang telah disediakan.
Sambutan- sambutan telah diberikan dan pada akhir acara layar menampakkan video Mia yang sedang ***-*** bersama guru olahraga. Sontak semua mata terbelalak melihat tayang video ini.
" Wiiih Anjriit kiw kiw wkwkwkwk"
" Gimana ya muka polos emang polos atau beg0k"
Mia langsung berdiri membela dirinya " Bohong semua itu cuma editan" iya berteriak seperti orang kesetanan giginya menggerat kedua tangannya mengepal disamping paha.Tak berpikir lama ia langsung bergegas keruang auditorium membuka pintu secara kasar dan yah ia menemukan Andin disana.
" Lo apa apaan si ndin?" sarkas Mia ia sudah tak bisa membendung emosinya.
Andin menarik sudut bibirnya " harusnya Lo tanya sama diri Lo sendiri "
__ADS_1
Dimas yang baru dari kamar mandi pun kaget dengan keberadaan dua gadis lampir yang berada diruangan itu pasalnya ruangan itu hanya untuk panitia mengapa mereka berdua ada disana. Melihat ke arah TV Dimas tambah dikejutkan lagi karena Mia yang melakukan hubungan badan dengan ayahnya Andin.
" Anjrot aelah malah nonton bokep berjamaah " bergegas Dimas mempause video itu namun ia malah lupa unmute micnya. Ia sudah pasrah dengan keadaan di aula sekacau apa.
Mendongakkan pandangannya pada Andin, ia menatap sinis pada gadis itu. Dimas mengacak rambut hitamnya '' Kacauuu acara kelulusan ini Cok" suara itu menggelegar di aula.
Sedangkan kepala sekolah hanya bisa pasrah ia sudah terlanjur malu dengan wali murid yang datang keacara itu.
Mia mendekati Andin dan langsung menampar gadis berambut panjang itu sedangkan yang di tampar hanya tersenyum" musuh Lo itu Ayu kenapa gue yang jadi korban ha?" sarkas Mia sudah tak bisa membendung emosinya lagi.
" Ayu? Gue nggak ada urusan sama dia, alasan gua kesini itu karena Lo yang udah ngrebut bokap gue sampai nyokap gue milih mengakhiri hidupnya sedangkan bokap gue apa sekarang mendekam dipenjara itu bukan karena Ayu tapi karena Lo" Andin menunjuk wajah Mia dengan tatapan yang tajam.
" What's ? Jadi Andin anaknya Hendry Aquino?" tak mau berlama-lama ia langsung menuju ruang auditorium disusul Zahra dan Fa.
Dimas yang tak tahu apa hubungan keduanya hanya bisa melihat lupakan jika pria jangkung itu ingin memisahkan keduanya ghoib ia malah menjadi penonton dengan duduk dimeja tak jauh dari Andin dan Mia.
" kenapa mi? Lo nggak tau siapa gue?asal Lo tau mi sebenernya gue Ana bukan Andin, Andin udah lama mati"
Deg, Ayu dan Fa menghentikan langkahnya di ambang pintu auditorium,seakan pikiran Fa kembali pada masa lalu teringat kejadian dua tahun lalu sedangkan gadis yang mengaku sebagai Andin adalah Ana.
"Apa apaan ini?" tajam Fa menghampiri Andin." Oooh jadi selama ini Lo pura pura dan ganti identitas sebagai Andin?"
" Fa.......Enggak enggak gitu Fa aku sayang banget sama kamu aku nggak mau kehilangan kamu untuk kedua kalinya ya sayang ya kita kembali lagi dari nol ya " Swara Andin bergetar ia tak menyangka bahwa Fa mendengar semuanya.
__ADS_1
"Gue nggak cinta sama Lo Ana" Ucap Fa dengan penuh penekanan ia bergegas keluar melewati Ayu begitu saja sedang Andin dan Mia mereka sama-sama hancur mentalnya.
Memasuki rumah ia melepas hilsnya, mengambil air mineral dari dalam kulkas ia tak habis fikir dengan kejadian tadi siang tiba-tiba kepala Ayu terasa pusing lalu pingsan.
Membuka mata ia sekarang berada di klinik, mengedarkan penglihatannya tertuju pada pria tampan disampingnya " sayang.... Kamu gakpapa?" tanya Varo terlihat jelas kekhawatiran diwajahnya.
" Kok bisa disini?" tanya Ayu lemas
Tak lama dokter datang dan memeriksa kembali keadaan Ayu, Varo masih menggenggam tangan kecil istrinya itu.
" Selamat ya Pak Varo sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah" sang dokter hanya mengernyitkan dahi melihat kedua pasangan muda itu hanya terdiam hingga beberapa saat.
Dokter itu hanya menggelang dan berlalu begitu saja. Ayu mendongak melihat Varo " mas...." panggilnya melihat sang suami mematung setelah mendengar pernyataan dokter.
" haah......" kaget Varo
" Mas marah?"
" MasyaAllah sayang Alhamdulillah" bahagia Varo yang tak bisa didefinisikan ia langsung memeluk Ayu dan mengusap perut yang masih rata itu.
9 bulan kemudian
"MasyaAllah sayang sehat -sehat ya di dalam perut bunda jangan nakal ya" Ucap Varo pada perut besar Ayu, mencium kening istrinya yang tak lebih tinggi dari pundaknya Varo merangkul lembut istri yang bahkan ia tak kenal sebelumnya
__ADS_1
" Makasih ya mas kamu udah sabar ngadepin aku"
" Makasih juga kamu dah memberikan malaikat kecil di rumah tangga kita, Insyaallah aku akan memberikan yang terbaik buat kamu sama anak kita nanti"🥰🥰