
Suasana di perpustakaan lumayan sepi hanya ada beberapa anak yang sedang mengerjakan tugas ataupun sekedar membaca buku tak terkecuali Fa, ia seakan sedang menunggu seseorang.
Ditangannya ada buku berjudul My Friends bersampul biru, membuka lembar demi lembar ada catatan yang bertulis ... Aw apakah pernah mengagumi temanmu sendiri? pria berwajah dingin itu tersenyum menampakkan ketampanannya yang jarang sekali ia perlihatkan tak mau melihat catatan itu sendirian akhirnya ia membalasnya pernah, seseorang belum lama ku kenal bagaimana denganmu?.
Fauzi langsung menutup buku itu tatkala menyadari Andin yang akan menghampirinya " Faaaa......" rengek Andin dengan nada yang tinggi.
Fa hanya melihat dengan tatapan datar "apa?" tanyanya, Andin langsung membaur memeluk pria itu, bergelayut dan menampakkan wajah imutnya pada Fa "Aku sebel sama si mulut cabe"
Fa mengernyitkan keningnya " mulut cabe?"
Andin mengangguk beberapa kali "iya mulut cabe si Viara, gara-gara dia aku kena point awal masuk sekolah"
"Enak aja gara-gara gue, emang lu nya aja kalik yang nggak bisa jaga sikap" celetuk Viara yang berada di belakang Andin dan Fa.
Andin menghembuskan nafas kasar, giginya menggerat tangannya terkepal erat, ia tak suka ada yang mengusik hidupnya apalagi ada orang yang mencampuri urusannya. Ia mengambil ancang-ancang melempar kan buku dihadapannya kearah Viara, namun tak berhasil mengenai Viara karena ada Andree yang menangkap buku yang lumayan tebal itu.
Mata Andree menyeringai menatap tajam pada Andin, Viara masih tak percaya wajahnya selamat dari timpukan buku itu, sedangkan Fa masih tetap dalam posisi sebelumnya tak ingin mencampuri urusan para kaum Hawa bukan apa-apa ia tak mau menambah hukumannya lagi.
Andin terdiam tak berani menatap Andree yang masih menampakkan seringai padanya.
Andree meletakkan buku itu di meja " Gue peringatan jangan buat masalah, Inget Lo masih baru disini" tatapannya beralih pada Fa yang tak kunjung beranjak " pilihan ada di tangan Lo bro" menepuk pelan pundak Fa dan menarik Viara keluar bersamanya.
**
Di dalam kelas Pak Sar sedang menerangkan beberapa materi dengan rasa malas para siswa memperhatikan, serasa jam pelajaran yang hanya dua jam menjadi lima jam mungkin waktu akan berjalan cepat jika Ayu berada di dalam kelas. Andree dan Dimas yang biasanya beradu argumen dengan Pak Sar pun memilih tidur dari pada mendengarkan materi yang membosankan.
" Zah, gue gabut bgt nggak ada Ayu" cicit Viara pada Zahra matanya pun tak sanggup menahan rasa kantuknya. " Kalo ada Ayu pasti cepet banget jamnya"
__ADS_1
Zahra tersenyum tipis mendengar penuturan Viara "iya karena cuma dia yang bisa bikin Pak Sar nggak betah ngadepin kelakuannya, ujung-ujungnya Pak Sar badmood deh nggak jadi pelajaran.
'' HEEEeeeeee....!!!!" swara Pak Sar mengagetkan seisi ruangan tak hanya kelas XII Akuntansi 4 tetapi juga tetangga kelas " Kalian mau sekolah apa tidur??'' sarkasnya.
Dimas yang nyawanya masih belum terkumpul menggeliat dan menguap" Tiidoorr".
Pak Sar hanya diam menghadapi kelakuan anak didiknya itu. Dalam benaknya ia akan dengan senang hati mengajar kelas XII Akuntansi 4 yang jarang sekali ia masuki, karena tidak ada Ayu didalam kelas.
Alasannya tak pernah mengajar kelas itu hanyalah Ayu, Andree, Fa dan Dimas, Pak Sar mengira bahwa jika tidak ada Ayu dan Fa, ia bisa dengan tenang mengajar ternyata ia melupakan dua biang kerok di kelas itu.
" Kalau begitu tidur terus, jangan harap saya akan menginjakkan kaki dikelas ini lagi!" Pak Sar membereskan buku-bukunya dan keluar menutup pintu dengan keras sontak murid yang berada di dalamnya melongo tak menyangka bahwa Pak Sar akan semarah itu.
Ayu dan Fa yang sedang memunguti sampah di sebelah kelasnya pun heran, mereka hanya saling pandang dan saat Pak Sar tepat di depan Ayu matanya sudah berkaca-kaca "selamat siang pak" sopan Ayu namun tak mendapat balasan, Pak Sar pergi berlalu meninggalkan keduanya.
" Kenapa si?" cicitnya, tak lama Viara dan Zahra keluar "beneran lu berdua keluar, Napa tu orang?"
"Heh enak aja, sejak kapan dia jadi bapak gue" Ayu melanjutkan memunguti sampah dihadapannya.
Saat pulang sekolah tak sengaja Ayu mendapati Pak Sar berada di taman belakang sendirian, tak ada orang di sana " Ngapain disini?" ucap seseorang yang sangat familiar ditelinga nya.
benar saja saat Ayu membalik badan wajahnya menabrak dada bidang seorang Fauzi, Ayu reflek langsung mendorong pelan Fa '' bisa nggaksi pake salam dulu"
" lagian Lo ngapain disini si, yang Laen dah pada pulang juga, eh malah ditinggalin" Fa mengikuti Ayu yang sudah berjalan meninggalkannya.
Mengetahui ada seseorang didekatnya Pak Sar ingin beranjak dari duduknya.
" Tunggu pak" ucap Ayu yang langsung duduk dihadapan Pak Sar. Ia melihat foto dimana saat kelas X mereka foto bersama karena kebetulan Pak Sar lah yang menjadi wali kelasnya.
__ADS_1
Pak Sar menghela nafas " untuk apa kamu datang kesini?" jelas nampak kekecewaan di mata Pak Sar.
" Saya mau minta maaf Pak" ucap Ayu datar
" untuk diri kamu sendiri?" Pak Sar mengalihkan pandangannya.
" untuk diri saya sendiri dan untuk semua anak didik yang bapak asuh, kami sudah keterlaluan terhadap bapak, tapi bukan berarti kami membenci bapak, kita hanya ingin diperhatikan bapak sama seperti kelas X dulu, bapak selalu posesif sama kita dan kita kehilangan itu di kelas XI, itu alesan kami berbuat onar sekali lagi saya meminta maaf" Pak Sar terdiam mendengar penuturan Ayu ia tak pernah berfikir bawa Ayu yang selama ini membuat darah tingginya kambuh ternyata ia anak yang peduli.
Fa tak tinggal diam, ia menarik hijab Ayu untuk pergi dari tempat itu, ia pikir bahwa nantinya ia dan Ayu akan kena masalah yang lebih besar.
" Eh apaansi lepasin" Ayu yang kaget berusaha melepaskan tarikan Fa pada hijabnya.
'' Udah ikut aja Napa si!" sarkas Fa masih menggenggam erat ujung hijab Ayu.
" Enggak mau, Lo kenapa si lepasin gue kecekek gobl0k" Ayu menendang kaki pria yang bertubuh tegap itu tetapi yang ditendang tidak terpengaruh malah lebih menarik hijab Ayu.
" Anjiiir Eh lu cewek, mulut lu bebas amat" Fa
" B0d0k amat, gue gak peduli sama lepasin ogeb kalo gue mati Lo mau tanggung jawab?" Ayu.
" cebol kalo Lo nggak mau kecekek terus mati, tinggal ikut aja biar gue nggak perlu tanggung jawab" Fa
" Ogah, gue nggak mau ikut sama orang yang udah punya pacar" Ayu
Fa melepaskan hijab Ayu " Siapa yang punya pacar?"
" Elu lah, sama anak baru itu kan" Ayu membenarkan hijabnya yang sudah tak berbentuk.
__ADS_1
sedangkan Pak Sar hanya diam melongo menyaksikan pertengkaran kedua muridnya itu.