The War Of Gemstone : Owl & Flower

The War Of Gemstone : Owl & Flower
Pencapaian Sang Pedagang


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Darin memanfaatkan barang-barang pemberian Faye, untuk kembali berdagang dan mencukupi kebutuhan hidup adik-adiknya. Darin berjuang lebih keras dan belajar dari sebelumnya. Ia bahkan berdagang hingga ke negeri lain seperti Barain dan Aramor. Dari kota Paridem yang makmur hingga melewati Gunung Rohara untuk sampai di Nemoria. Darin hafal segala bentuk daratan dan gunung yang dilaluinya, aroma sungai, dan jenis pohon yang menjadi tempatnya berteduh. Bahkan, ia tahu perbedaan rasa buah yang tumbuh di Hutan Berbisik dan Hutan Kabut. Orang-orang yang menjadi mitra dagangnya pun tak luput dari ingatannya yang tajam.


Empat tahun berlalu seperti jentikkan jari, Darin sudah melewati berbagai macam krisis dan masalah. Setelah dia dibantu oleh pria dengan mantel merah dari negeri lain, kini dia menjadi pedagang yang sukses. Jas mewah dan makanan lezat bukan hal yang mustahil lagi baginya. Setiap paginya, para pelayan Darin menyediakan anggur segar dan roti hangat di bawah tirai rumah putihnya. Pencapaian yang sempurna bagi si pedagang setelah melalui hal-hal yang berat.


Sejalan dengan kesuksesannya, Darin memiliki banyak kenalan di segala penjuru Livadia. Kenalan yang banyak berarti informasi yang didapatkan juga banyak. Setiap tahunnya, sebagai orang yang cocok dijadikan mitra, mereka tak pelit untuk memberikan Darin informasi tentang kebutuhan pasar yang selalu berubah di segala tempat. Informasi yang didapatkan Darin pun tak hanya selalu soal pasar. Darin juga membuat sebuah tempat penampungan bagi orang-orang tak mampu bernama Blinderberry, yang juga menjadi tempat dimana segala sumber informasi berharga ada di sana. Rahasia sangat terjaga di tempat itu, bahkan orang-orang miskin yang ditampung tak akan tahu jika di bawah mereka, terdapat segudang informasi yang bernilai mahal.

__ADS_1


Darin tak akan membalaskan dendam pada orang-orang yang dulu menjahatinya, karena dia tahu jika dia termakan oleh dendam masa lalunya, dia takkan bisa kembali lagi ke diri aslinya. Darin justru ingin berterima kasih pada mereka karena telah melakukan hal yang membuat dirinya berubah. Ia mencari-cari pedagang yang dulu memanfaatkannya untuk menunjukkan padanya kalau sekarang dirinya telah berubah, namun Darin tak menemukan apapun terkait pedagang tersebut. Satu-satunya orang yang dapat Darin ucapkan terima kasih hanyalah, Faye si gadis berjubah.


Darin menuju Hutan Burung Hantu untuk bertemu dengan Faye dan memberikan sebuah hadiah pada sang gadis. Namun, bukan Faye yang ditemuinya, tapi gadis lain. Wajahnya rupawan dan aroma tubuhnya harum. Gadis itu memiliki aura yang berbeda dengan Faye, lebih hangat. Sang gadis menyapa Darin dengan senyumannya.


“Hanya seorang teman.”

__ADS_1


“Apa aku bisa bertemu dengan gadis yang memiliki mata berwarna biru? Waktu itu aku bertemu dengannya disini.”


Gadis itu memandang ke belakang agak lama. Ke sebuah kolam di mana gadis bermata biru tersebut sedang menikmati kesendiriannya. “Maaf, tapi Faye memiliki kesibukannya sendiri.”


Darin mengangguk. “Baiklah, aku mengerti. Ini sebagai tanda terima kasihku.” Ia lalu menyerahkan tiga karung pada gadis itu yang memiliki isi dan nilai yang sama saat Faye memberikan padanya. “Ngomong-ngomong, jika kalian membutuhkan bantuanku, datang saja.” Darin juga memberikan sebuah kain merah dengan gambar beri berwarna hitam pada sang gadis kemudian ia berbalik pergi.

__ADS_1


__ADS_2