
Aroma harum memenuhi udara di ruang depan, berbaur dengan kepulan asap, menggugah selera siapapun yang menghirupnya. Piring yang hangat di sajikan pada meja persegi, lengkap dengan garpu dan sendok. Aroma yang dari tadi memenuhi hidung Faye berasal dari sup jamur yang hangat. Potongan warna ungu dari bunga lavender menghiasi permukaan jamur kancing yang mengambang di lautan krim. Jamur kancing dipotong tipis dengan rapih dan presisi, memperlihatkan pola melengkung yang unik pada daging jamur.
Merica yang memiliki aroma tajam dan aroma harum Lavender yang diletakkan diatas menciptakkan campuran aroma yang tak biasa. Sebagai pendamping, Archie membuatkan roti bawang yang dioles dengan mentega dan ditaburi bubuk peterseli.
Air liur mengalir bersamaan dengan mata Rynn yang tak henti-hentinya menatap keindahan penyajian dari Archie. Tak lupa Archie juga menyediakan teh kamomil kesukaan Faye, namun dia menambahkan sesuatu yang berbeda untuk kali ini.
Pertama-tama, Faye menghirup aroma hangat teh, membiasakan indra penciumannya agar dapat berbaur dengan identitas teh yang masih misterius terpancar melalui aromanya. Setelah itu, Faye menempelkan bibir manisnya pada pinggiran cangkir putih. Saat menyuruput teh itu, Faye tetap merasakan rasa khas dari kamomil yang menenangkan namun tercampur dengan rasa lainnya yang manis dan sedikit asam, menciptakan pengalaman kebahagiaan yang tak tertahankan saat menikmati teh tersebut. Rangsangan teh pada indra penciuman dan indra perasanya membuat Faye terus menikmati setiap tegukannya perlahan-lahan.
“Aku menambahkan perasan jeruk di dalamnya.” Archie membentangkan kain serbet putih yang selalu ia bawa dan menyusupkan ujungnya pada kerah mantelnya.
“Ini lebih enak daripada sebelumnya,” kata Faye.
Dengan rasa lapar yang terus meluap, Rynn mengambil roti bawang, merobeknya dan mencecahkan tepi rotinya ke dalam sup jamur.
__ADS_1
Rasa kebahagiaan terpampang jelas di wajah gadis itu. Sedikit demi sedikit, potongan roti melebur dalam perut Rynn, mengisi rasa laparnya. “Sudah lama aku tak merasakan makanan seenak ini.” Kepala Rynn bergoyang-goyang kegirangan ke kiri dan ke kanan, seperti dandelion yang tertiup angin.
“Pelan-pelan saja makannya. Tak akan ada yang mencurinya.” Tak seperti Rynn, Archie yang berasal dari keluarga bangsawan menggunakan pisau dan garpu untuk mengiris dan menikmati kehangatan yang tertahan pada bagian tengah roti.
“Tak kusangka, kau rupanya jago dalam memasak.”
“Walaupun di rumahku pelayanku yang selalu membuatkan masakan, tapi aku akan diremehkan dan jadi perbincangan orang-orang kalau tak bisa memasak hidangan sederhana seperti ini.”
“Kejamnya hidup bangsawan,” celetuk Rynn.
Ksatria Hitam lalu membuka sedikit pelindung kepalanya, memperlihatkan mulutnya yang terbuka dan menjejalkan suapan pertamanya. Ini sempurna, benak sang ksatria. Campuran dua alam yang berbeda menciptakan sebuah hidangan yang menakjubkan-jamur dan bumbu yang ditemukan di hutan dan ikan segar dari perairan hangat. Dia bahkan berani mengakui kalau ahli masak terhebat di Grandell pun tak ada yang dapat menciptakan hidangan seperti ini.
Semua orang diam membeku seperti patung, bukan karena makanan buatan Archie, tapi untuk pertama kalinya Ksatria Hitam menunjukkan bagian wajahnya pada Faye dan lainnya meskipun hanya mulutnya saja yang terlihat.
__ADS_1
Rynn yang paling terkejut di antara yang lainnya, karena gadis itu mengira kalau Ksatria Hitam tak memiliki tubuh manusia, hanya zirah-zirah yang dapat bergerak saja. “Rupanya Blackie juga memiliki tubuh!?”
“Kau kira paman ksatria apa? Hantu?” heran Archie.
Gadis itu mengabaikan perkataan Archie, dan bertanya pada Ksatria Hitam, “Kalau kau memiliki tubuh asli, kenapa kau tak pernah melepaskan zirahmu?”
Dengan suara berat dan tegasnya, pria itu berkata, “Bahaya selalu ada dimana-mana, kita harus selalu waspada dan bersiap kapanpun.”
“Kalau begitu, lepaskan pelindung kepalanya saja.”
“Menjaga privasi juga hal yang penting bagi ksatria, kau tahu kan kalau musuh mengincarku? Akan sangat berbahaya jika musuh menangkapmu dan mengorek informasi tetangku darimu.”
Rynn tak peduli lagi dengan makanan enaknya, ia meletakkan tangannya pada pelindung kepala ksatria dan berusaha melepaskannya, namun sang ksatria yang setia dalam menjaga kehormatannya tak akan semudah itu membiarkan privasinya terbongkar. Ksatria Hitam menahan pelindung kepalanya agar tak terlepas. Meja bergoyang dan kursi terjatuh saat Rynn dan Ksatria Hitam saling memperjuangkan pendirian mereka.
__ADS_1
Sementara Archie tak mengindahkan keributan di depannya, dengan tenang melahap makanannya meskipun piring supnya bergetar.
Tak begitu lama sejak Faye merindukan keluarganya, suasana hangat di ruangan itu mengingatkannya pada pertengkaran kakaknya yang terjadi setiap pagi, di saat yang sama dan masalah sama yang sepele. Kenangan itu membuat hati kecilnya bersedih namun membuat dirinya bahagia karena bisa merasakan kehangatan ini kedua kalinya, meskipun dengan orang-orang yang baru dalam hidupnya.