
Setelah mendengar cerita-cerita yang beredar, serta mendapat kabar warga dan orang asing yang hilang atau ditemukan dengan kondisi yang tidak sehat. Raja Ketiga Kerajaan Aruindale, Andria Asternia, merasakan hal-hal tersebut terjadi bukan karena kebetulan, melainkan adanya kekuatan misterius yang ada di tengah hutan. Sang raja lalu berniat untuk membuat larangan siapapun memasuki atau melakukan kegiatan apapun di hutan tersebut. Ini juga berlaku untuk seluruh pasukan kerajaan, serta keluarga bangsawan untuk tidak mengusik hutan. Hutan tersebut akan ditetapkan sebagai Kawasan Terlarang oleh sang raja, artinya tidak ada yang boleh memasuki hutan bahkan menyentuh pepohonan serta hewan di sana atas perintah raja.
Penyihir kerajaan, Saulmandria, tidak menyetujui keputusan sang raja. Dia beranggapan, kekuatan tersebut bisa dimanfaatkan untuk kerajaan, jika terjadi sesuatu maka dia yang akan bertanggung jawab. Namun sang raja tidak ingin menghadapi kekuatan yang bahkan tidak dia ketahui. Menurut sang raja, membiarkan hutan tersebut tak tersentuh lebih menguntungkan daripada memanfaatkannya. Meskipun dia tidak tahu apakah kekuatan tersebut berada di genggamannya atau di genggaman musuh.
Suatu ketika, sang penyihir kerajaan penasaran dengan kekuatan yang bersemayam dalam hutan tersebut, dia meremehkan kekuatan yang membuat sang raja memutuskan untuk tidak mengusik hutan. Sang penyihir percaya, kehebatan dan kekuatan sihirnya tidak bisa dikalahkan oleh kekuatan hutan tersebut. Dia mencoba melihat ke dalam hutan dengan sihir penglihatan jarak jauhnya.
Di ruangan kerjanya yang terletak di menara tertinggi di Fengarium, Saulmandria merapalkan sihirnya dan kemudian warna matanya bercahaya berubah menjadi ungu. Pria itu melihat gambaran hutan secara langsung seperti dia sendiri yang berada di dalam hutan. Awalnya Saulmandria hanya melihat pepohonan lebat yang bahkan sinar matahari sulit menembus dasar hutan. Tiba-tiba penglihatannya mengarah ke sudut kegelapan yang lebih dalam dari Jurang Baratrum-jurang yang gelap dan dalam berisi makhluk-makhluk mengerikan.
Semakin dia menatap langsung ke kegelapan dan berusaha menembusnya, namun kegelapan tersebut tak berujung seperti berada di kehampaan. Tak ada makhluk hidup, tak ada cahaya, tak ada eksistensi sama sekali. Sepasang mata biru muncul dari kegelapan dan menatap balik Saulmandria yang membuatnya terhempas dan mempengaruhi seluruh indranya, memaksa sang penyihir untuk membatalkan sihirnya. Saulmandria terlempar ke dinding ruangan dengan sangat keras yang membuatnya pingsan seketika.
Para penjaga kerajaan menemukan sang penyihir yang tergeletak di lantai dan melaporkannya ke raja. Sang raja terkejut dan bergegas, dia khawatir kehilangan penyihir terhebatnya.
Ketika sampai di ruangannya, Saulmandria terbangun dan menarik tubuh sang raja ke dekatnya dengan tangannya yang dingin dan gemetaran, dia berbisik, “Aku melihatnya! Aku melihatnya, Rajaku! Kegelapan yang tak bisa kugapai!" Sebelum akhirnya Saulmandria tertidur selama satu minggu.
__ADS_1
Saulmandria adalah penyihir yang sangat hebat, dia yang membantu Raja Pertama dalam Perang Sintila. Salah satu kisahnya yang terkenal adalah saat dia mengalahkan salamander api raksasa, dan dari sanalah dia dikenal sebagai Saulmandria. Dia pun memutuskan untuk mengabdi kepada Kerajaan Aruindale. Tak heran, Raja Andria begitu khawatir ketika penyihir yang sudah membantu kerajaannya selama bertahun-tahun, terbaring diranjang selama seminggu.
Ketika Saulmandria sudah sadar, sang raja menanyakannya apa yang sebenarnya terjadi. Saulmandria mengatakan bahwa ada sihir kuno misterius yang menyelubungi seluruh penjuru hutan. Karena tidak bisa melihat wujud aslinya, Saulmandria menduga sihir tersebut milik penyihir kuno jahat yang menunggu kebangkitannya untuk menguasai dunia. Saulmandria masih merasakan kegelapan yang menghantuinya, dia selalu bermimpi buruk setiap malamnya hingga dia terlalu takut untuk memejam matanya. Dia juga merasa kesulitan saat membuat ramuan atau mencatat dokumen karena tangannya tak pernah berhenti gemetaran, dia bahkan sering menggunakan sihir penyembuhan pada tangannya namun hanya bertahan beberapa saat saja. Inilah akibat kesombongannya sendiri yang membuat sang penyihir tersebut menderita. Akan memakan waktu lama untuk sang penyihir kembali ke kondisi primanya.
Setelah peristiwa tersebut, di alun-alun kota, kerumunan warga yang kebingungan dan penasaran setelah raja ingin mengumumkan sesuatu kepada mereka. Sejumlah prajurit berjaga disekitar mimbar, beberapa dari mereka meredakan kerumunan dan menyuruh warga agar tidak melewati pembatas dari pagar besi yang sudah disiapkan.
Sang raja berjalan dengan gagah memasuki alun-alun, dikawal prajurit terpercayanya yang siap melindungi sang raja. Raja Andria berdiri diatas mimbar, seketika, seluruh kerumunan menjadi hening, menunggu sosok yang mereka hormati berbicara. Saat itu, raja mengumumkan dan meresmikan kepada seluruh warga kerajaan akan pelarangan melakukan aktivitas apapun di Hutan Burung Hantu. Karena kehidupan di kota dan desa sekitar sudah mencukupi, jadi tidak ada masalah bagi mereka untuk tidak memasuki hutan. Selain itu, warga menaruh kepercayaan kepada sang raja apapun keputusannya.
Untuk mencegah ketakutan para warga, raja merahasiakan peristiwa yang dialami Saulmandria kepada warganya. Tak ada yang membantah keputusan raja mereka atau mungkin takut berbicara didepan raja, dan setelah selesai mereka segera kembali beraktivitas agar tidak terjadi kericuhan yang merugikan.
Peraturan dan penjagaan seketat apapun tak bisa menghalagi rasa penasaran manusia. Masih ada beberapa warga yang dengan bodohnya melanggar larangan raja dan memasuki hutan. Entah bagaimana cara mereka bisa melewati penjagaan di sekeliling kota. Raja Andria yang mengira situasi sudah aman dan kembali normal, mendapatkan laporan dari penjaga yang menemukan sejumlah warga yang ditemukan tak sadarkan diri dan menyebar di Dataran Aruindale. Seperti kasus sebelumnya, mereka semua kehilangan ingatan saat memasuki hutan.
Raja Andria pernah bertanya pada Saulmandria, apakah ada cara atau jenis sihir yang dapat mengembalikan ingatan mereka. Saulmandria pernah menggunakan sihir untuk memulihkan ingatan mereka, namun tidak ada efek sama sekali. Mereka tetap tidak mengingat satupun tentang hutan seperti memang tidak memiliki ingatan tersebut.
__ADS_1
Sudah 400 tahun berlalu setelah pengumuman larangan memasuki hutan. Kerajaan Aruindale saat ini dipimpin oleh Raja Ketiga Belas mereka, Raja Arthemyar. Meskipun pelantikannya terlalu dini, Raja Arthemyar adalah sosok yang cemerlang dan dihormati. Dibawah kebijakannya, Kerajaan Aruindale menjadi lebih makmur, meskipun umur kerajaan sudah mencapai 500 tahun.
Raja Arthemyar menjadikan ragam bunga sebagai barang dagang utama mereka. Makanan, kain, hiasan dan yang paling terkenal adalah parfumnya. Bisa Ular Bunga yang diekstrak dan dicampur dengan Bunga Aromelis yang memiliki aroma manis tak tertandingi menciptakan parfum yang dikenal hingga ke ujung terjauh Alderia, parfum ini dinamakan Parfum Ular Bunga. Meskipun aromanya bertahan cukup lama, tapi karena ada kandungan bisa Ular Bunga di parfum ini memberikan reaksi gatal yang sangat tak mengenakkan jika bersentuhan dengan kulit terus menerus.
Salah satu kerajaan yang menjalin hubungan dengan Aruindale adalah Kerajaan Barain. Kerajaan ini terletak di sebelah timur Livadia, wilayah pegunungan Arian, bersebelahan jauh dengan Hutan Burung Hantu. Karena letaknya yang dikelilingi pegunungan, sumber kekayaan mereka berasal dari tambang batu dan mineral berharga.
Kerajaan Barain juga terkenal akan senjata tempaan mereka yang kuat dan tajam. Sedikit berat namun kekuatan yang diberikan dalam sekali ayunan cukup kuat untuk memotong baju besi. Salah satu pedang buatan mereka yang terkenal adalah Pedang Gunung milik Raja Barain. Pedang seukuran paha manusia dewasa itu dikatakan dapat bersinar dalam kegelapan karena bilah pedangnya yang terbuat dari logam Ausor. Raja Arthemyar bahkan selalu memesan persenjataan dan batuan mineral dari mereka. Kesulitan yang sang raja alami hanyalah pada pengiriman barang. Jika saja pengiriman barang bisa melalui hutan, maka proses pengiriman akan memakan waktu lebih cepat.
Setelah kematian Saulmandria, posisi penyihir kerajaan digantikan oleh muridnya, penyihir wanita muda bernama Terenna Heliaphymia. Dia adalah penyihir berambut coklat yang dikepang sepinggang yang tegas namun lembut dan selalu bersemangat saat menemukan hal yang baru. Terenna selalu memakai jubah coklat dan topi coklat runcing. Saat melakukan pekerjaannya, dia juga selalu membawa tongkat sihir milik Saulmandria, Tongkat Azaryaha. Sebagian besar waktunya, dia habiskan di ruang kerjanya untuk memecahkan misteri Hutan Burung Hantu. Sampai saat ini, dia masih melakukan penelitian untuk memulihkan ingatan para korban.
Terenna ahli dalam bidang tanaman. Dia menyimpulkan kalau Hutan Burung Hantu memiliki umur yang lebih tua berdasarkan pohon-pohon dan tanaman yang tumbuh di sekitar hutan. Menurutnya, hutan ini tumbuh sebelum Raja Pertama membangun kerajaan di Dataran Aruindale. Energi sihir yang menyelubungi hutan terasa sangat kuno dan kuat. Bahkan kegelapan yang ditulis Saulmandria dalam catatan dokumennya sangat misterius.
Raja Arthemyar sedikit takut saat melihat Terenna yang terlalu fokus, dia juga tak lupa mengingatkan Terenna untuk tidak berlebihan saat melakukan penelitian dan menyarankan untuk membantunya membuat kerajaan lebih baik lagi daripada mengurusi hutan. Namun, sedalam apapun harta karun terkubur pasti akan ditemukan. Mungkin inilah ungkapan yang diyakini oleh Terenna. Hutan tersebut pasti menyimpan suatu sumber daya alam atau sumber sihir baru yang dapat dimanfaatkan olehnya dan kerajaan.
__ADS_1
Misteri dibalik hutan ini berasal dari sosok yang jauh berada di dalam pusat hutan ini. Tempat di mana pusat energi sihir yang ditakuti Penyihir Saulmandria. Tempat di mana para burung hantu menyenandungkan melodi malam untuknya. Tempat di mana sosok dengan jubah hitam yang menikmati nyanyian burung hantu duduk sepanjang malam di dahan pohon dengan sinar rembulan yang membasuh wajahnya yang lembut di tengah kegelapan hutan. Sosok inilah yang memiliki seluruh jawaban yang diinginkan. Hanya mereka yang terpilih oleh Burung Hantu Putih yang diterima olehnya. Dan yang tidak terpilih akan mendapatkan mimpi yang sangat buruk. Sosok ini tidak peduli dengan cerita dirinya yang beredar di kota. Dia menikmati kesendiriannya di tengah hutan sambil memandang bulan.
Mungkin suatu saat nanti rahasia Hutan Burung Hantu akan terkuak atau mungkin tidak sama sekali dan tetap menjadi sebuah legenda dataran ini. Rahasia yang menyimpan catatan selama ratusan tahun tak tersentuh manusia.