The Way I Miss You(TWIMY)

The Way I Miss You(TWIMY)
TWIMY KE 21


__ADS_3

"Sampai kapan kau akan terus mengganti chanel itu?" ucap seorang laki-laki yang sudah kesal di tempat duduknya karena sejak tadi dia hanya duduk menemani seorang perempuan yang tak lain adalah Diana menonton televisi. Mereka berada di sini sudah sejak 4 jam yang lalu, tentu saja hal itu membosankan bukan?


"Abis mau ngapain lagi pak?" Jawabnya dengan masih mengganti-ganti chanel untuk mencari chanel yang menarik namun tak kunjung dia temukan juga. "Lagian bapak kesini bukannya ngajak saya pergi kemana gitu malah ikutan duduk di sini saja dari tadi. Inikan weekend pak" sambungnya.


"Oh jadi kamu ngode supaya saya ajak pergi nih" balas Rendi dengan jahil.


"Yaelah ini mah bukan kode lagi pak. Tapi minta secara langsung. Tapi emang dasar laki-laki tidak peka, begitu saja masih ditanyakan." balas Diana kesal.


"Kok kamu jadi marah-marah ke saya si" balas Rendi pura-pura tak terima.


"Siapa yang marah-marah si" balas Diana tak mau kalah.


"Itu kucing tetangga yang marah", Rendi berkata sambil terkekeh.


"Ha ha ha ha lucu."


"Eh mau kemana pak?" tanya Diana melihat Rendi akan bangkit dari duduknya.


"Mau ke toilet. Ikut?" jawabnya.


"Ih males amat. Nyesel deh udah tanya." ucap Diana yang di balas dengan tawa Rendi yang akan pergi ke toilet.


Kenapa sih weekend ku tak pernah ada yang menarik. Punya pacar atau tidak sama saja. Tetap dirumah gak ada yang ngajak jalan. Hisssh. Diana


Beberapa menit kemudian Rendi kembali duduk di sampingnya. "Kenapa di matiin?" tanyanya saat melihat Diana sudah mematikan televisinya dan fokus main ponsel.


"Seruan main ini" jawabnya dengan mengangkat ponsel di tangannya itu.

__ADS_1


"Katanya mau pergi. Ayuk keburu sore nanti" ajak sang kekasih.


"Kemana?" tanyanya masih fokus pada ponsel.


"Kalo ngmong itu liat orangnya. Gak sopan sekali."


Diana kemudian meletakkan ponsel itu lalu menatap Rendi, "Hehe maaf. Jadi mau pergi kemana?" tanyanya.


"Terserah. Yuk."


"Aku siap-siap dulu."


"Jangan lama-lama."


"Iya-iya. Bawel deh"


"Yuk" ajaknya pada Rendi yang terlihat masih menunduk asik memainkan ponselnya. Rendi mendongak menatap Diana kemudian tersenyum, "Cantik" katanya Rendi sehingga Diana tak mampu mendengarnya.


"Pamit sama camer dulu" jawab Rendi lalu bangkit menuju halaman belakang diikuti Diana di belakangnya.


"Ayah" sapanya.


"Eh kalian mau kemana? Kok sudah rapi" balas Pak Bonar menatapnya.


"Mau jalan-jalan yah" balas Diana.


"Kami mau pamit keluar Yah" Rendi meminta izin.

__ADS_1


"Ciyeee mau kencan yaa" balas Bu Yuni, sedangkan mereka berdua hanya tersenyum menanggapinya.


"Yaudah sana. Hati-hati yaa. Titip anak ayah ya Rend" pesan Pak Bonar.


"Siap boss" balas Rendi antusias. Diana berjalan melewatinya untuk bersalaman dengan orangtuanya, "Kami berangkat Yah" ucapnya kemudian. Ayahnya mengangguk mengiyakan.


"Kemana yaa pak enaknya?" tanya Diana.


"kan sudah saya jawab terserah kamu"


"Kalau ke pantai?" tanyanya lagi.


"Males, panas" jawab Rendi, Diana mendengus.


"Ke taman?", Rendi menggeleng.


"Ke wahana bermain?", Rendi menggeleng lagi.


Diana berpikir lagi, "Kalau ke kafe?", dan lagi Rendi menggeleng. Hal itu membuat Diana kesal.


"Terus mau kemana? ke pantai gak mau, ke taman gak mau, ke wahana gak mau, kafe juga gamau. maunya kemana sih. ngeselin" balas Diana dengan marah-marah.


"Ke KUA buat halalin kamu" jawab Rendi tersenyum. Diana diam sejenak, kemudian pipinya merona malu.


Mohon dukungannya ya teman-teman. Jika kalian suka dengan cerita ini tolong tinggalkan jejak dan suport author.


Terimakasih, salam hangat dari author 😊

__ADS_1


__ADS_2