The Way I Miss You(TWIMY)

The Way I Miss You(TWIMY)
TWIMY KE 25


__ADS_3

Telah selesai seorang laki-laki mengucapkan ijab qobul dengan lancar dengan sekali hembusan napas tanpa pengulangan, dia Rendi.


Saat ini dia sudah resmi menjadi suami sekaligus imam dari seorang mahasiswa cantik, siapa lagi kalau bukan Diana.


Mereka berdua telah selesai menandatangi dokumen pernikahan. Rendi tak henti-hentinya tersenyum saat menatap gadis yang saat ini sudah sah menjadi istrinya itu.


"Jangan liatin saya kaya gitu terus dong Pak. Kan saya malu" ucapnya pelan.


"Kamu cantik banget hari ini"


Ucapan Rendi barusan menbuat kedua pipi Diana jadi merona.


"Tuh kan makin lucu kalo kamu blushing gini" ucapan Rendi menyentuh pipi Diana, hal itu semakin membuat Diana gugup.


"Apaan sih pak" ucapnya berusaha menghilangkan rasa gugupnya.


" Kok kamu masih panggil saya Pak sih. Saya kan nikahnya sama kamu, bukan sama ibu kamu" Rendi kesal karena dia merasa bukan jadi suaminya Diana malah seperti menjadi Ayah dari gadis itu.


Diana mendongak, "Terus manggil nya apa?"


Pertanyaan yang polos keluar dari mulut Diana.


"Sayang saja"


"Alay pak"


"Cinta"


"Aih jangan aneh-aneh deh"

__ADS_1


"Hahaha. Why ? Kita kan sudah resmi menjadi pasangan."


"Coba diinget-inget lagi umurnya Pak" ucapan Diana membuat Rendi mendengus kesal.


"Yasudah terserah kamu saja" balasnya jutek.


"Uluh uluh marah yaa suamiku"


Rendi menatap Diana, " Kamu tadi bilang apa?" tanyanya dengan wajah sumringah.


"Tidak bilang apa-apa Mas"


"Seriusan kamu tadi bilang apa? Coba ulangi lagi. Saya mau dengar"


"Tidak bilang apa-apa" balas Diana terus mengelak lalu mengalihkan pandangannya menatap para tamu yang ramai.


"Aduh-aduh pengantin baru dari tadi nempel-nempel terus ya" goda Mamanya Rendi yang melihat Rendi terus lengket pada Diana.


"Iya dong Ma"


"Aduh apaan sih sayang" keluhnya saat Diana memukul pelan bahunya karena malu ada ibu mertuanya.


Mama Rendi terkekeh, "aduh lucunya mantu Mama yang sedang malu-malu ini."


"Mama aja gemas apalagi aku. Jadi gak sabar." ucap Rendi kemudian.


"Gak sabar ngapain ha?" tanya Mamanya dengan ekspresi galak.


"Gak sabar itu lah, apalagi"

__ADS_1


"Aduh Mama apaan sih" keluhnya saat sang Mama memukul bahunya.


"Mantu Mama masih kuliah ya. Awas kalau kamu macem-macem. Tunggu sampai dia lulus. Awas kamu"


"Macem-macem apa sih Ma. Orang cuma semacem aja kok hehe"


"Anak ini kalau di bilangin."


"Iya-iya Ma. Aduh ampun. Enggak kok enggak" teriaknya karena sang mama terus-terusan memukulnya, tidak keras sebenarnya. Tetapi Rendinya saja yang lebay.


Hal itu membuat Diana tertawa geli. Dia tidak menyangka jika sang mertua sangat memperhatikan dirinya. Dia merasa beruntung memiliki mertua seperti Mamanya Rendi. Semoga kita semua juga akan mendapatkan mertua yang baik ya guyss.


"Kok kamu malah ketawa sih sayang. Bukannya belain aku" keluh Rendi karena melihat Diana hanya tertawa melihat dia di perlakukan begitu oleh Mamanya.


"Emang aku suruh ngapain?" balasnya.


"Terserah kamu lah. Ngeselin juga" begitu lah Rendi. Jika dengan orang terdekatmya dia akan berubah menjadi laki-laki yang manja padahal jika dengan orang lain dia sangat dingin dan galak.


"Sayang, nanti kalau Rendi maksa kamu. Kamu bilang ke Mama ya. Biar Mama yang hukum dia"


"Siap Ma" jawab Diana semangat membuat Rendi menatapnya dengan seringaian.


Lihat saja nanti sayang. Aku akan buat perhitungan sama kamu. Rendi


Kenapa dia menatapku seperti itu. Jadi takut aku. Mama tolong. Diana


Maaf yaa reader ku kalau aku updatenya lama. Mohon dukungannya yaa guyss biar author makin semangat nulisnya. Terimakasih.


__ADS_1


__ADS_2