The Way I Miss You(TWIMY)

The Way I Miss You(TWIMY)
TWIMY KE 28


__ADS_3

"Sarapan dulu Di" perintah ibuku saat melihatku keluar dari kamar dengan terburu-buru.


"Sudah terlalu siang Bu, Didi telat nih" jawabku sambil berlari dan menyalimi tangan beliau.


Hari ini aku ada kuliah pagi namun aku kesiangan karena dari tadi Rendi menahanku di atas kasur.


Bukan seperti itu, aku tahu apa yang kalian pikirkan readers. Setelah kami melaksanakan solat subuh tadi Rendi menahan ku di tempat tidur dengan terus memelukku, tak membiarkan aku bebas barang sebentar.


"Kita libur saja hari ini. Anggap saja sedang berbulan madu" katanya saat aku terus memberontak untuk bangun.


Terkadang dia memang benar-benar sangat aneh. Saat bersamaku dia akan berubah menjadi manusia super nyebelin yang manjanya mengalahkan anak TK.


Aku harus bersusah payah menggunakan otakku yang sedikit cerdas itu untuk berpikir. Memikirkan bagaimana caranya supaya dia dapat melepaskan ku dengan mudah.


"Kamu beneran tidur sayang?" tanyanya saat aku diam saja dan tak menjawab pertanyaannya.


"Tidak"


"Kenapa kamu diam saja?"


"Aku lapar" suaraku lirih seperti orang merintih. Sebenarnya aku hanya berpura-pura supaya bisa lolos dari kungkungan laki-laki itu.


"Astaga. Kenapa tidak bilang dari tadi?"


"Aku sudah bilang ya. Tapi kamu malah semakin erat mengungkungku" jawabku sewot.


"Yasudah sana mandi duluan. Atau mau mandi bareng?" ucapnya dengan mengerlingkan matanya genit.

__ADS_1


"Dasar mesum !" aku berteriak sambil lari masuk ke kamar mandi. Beberapa menit sudah terlewat.


"Aku sudah selesai. Gantian kamu Mas" suruhku padanya. Dia mengangguk, sepertinya dia tidak curiga karena aku saat ini masih menggunakan pakaian santaiku.


Namun saat dia masuk kekamar mandi, aku bergerak dengan segera untuk mengganti pakaianku dengan pakaian formal untuk kuliah. Aku harus segera kabur darinya.


Dan saat ini aku sudah sampai di kampus. Akhirnya aku sampai di sini juga. Tapi ngomong-ngomong, kenapa kampus hari ini sepi sekali? Hanya ada beberapa mahasiswa yang ku perkirakan sepertinya mahasiswa senior yang sedang mengurus skripsinya.


Aku celingak-celinguk menatap sekeliling. Berharap menemukan seseorang yang ku kenal teman seangkatanku. Tapi kenapa mereka tidak terlihat.


Aku berjalan ke dalam, "Pak kok sepi sih" tanyaku pada satpam yang sedang berjaga di pos dekat tempat parkir.


"Hari ini kan ada aksi di Bundaran Garuda, hampir semua mahasiswa ikut kegiatan tersebut dan mereka sudah mendapat dispensasi dari dosen matakuliah hari ini" jawabnya menjelaskan panjang lebar.


"Ah sial. Pantas saja si dosen itu mengajak ku bermalas-malasan hari ini. Ih kenapa sih dia enggak ngomong yang jelas" gerutuku membuat satpam itu mengernyit.


"Enggak papa kok pak. hehehe" jawabku sambil tersenyum memamerkan deretan gigiku.


"Kalau begitu terimakasih ya Pak" satpam itu hanya mengangguk.


Aku berbalik dan segera pulang kembali. Awas saja ya dia saat aku sampai rumah nanti.


***Tok tok tok


ceklek*


"Kok udah pulang sayang?" tanya Rendi dengan senyum mengejek.

__ADS_1


Bugh


"Aduh sakit. Apa-apan sih kamu" kesalnya karena aku langsung memukulnya menggunakan tas ranselku.


"Kenapa tidak bilang kalau kampus libur si"


"Kan aku sudah bilang"


"Kapan kamu bilang?"


"Aku sudah bilang sayang. Tapi kamu sendiri yang ngeyel dan pergi ke kampus sendirian. Gak pamit suami lagi."


Aku menunduk malu mendengar ucapannya. Benar katanya, aku sekarang kan sudah menikah. Tidak seharusnya aku begini, tanggung jawab ayah sudah berpindah padanya. Sudah seharusnya aku pamit padanya jika ingin pergi.


Seketika emosi ku yang tadi menghilang dan rasa bersalah yang kurasakan saat ini. Aku menunduk, "Maaf Mas" ucapku lirih.


Dia yang melihatku seperti ini langsung menarikku dalam dekapannya. "Sudah tidak papa. Pasti kamu belum terbiasa. Lain kali jangan diulangi ya" ucapnya padaku dan aku mengangguk paham.


Beberapa detik kemudian, "Tapi kan tetep kamu yang salah" ucapku melepas dekapannya.


"Kok aku lagi sih"


"Ya kalau kamu bilang dengan jelas pasti aku akan mendengarkanmu. Sudahlah aku lapar, aku kesal padamu Mas." ucapku berlalu meninggalkannya.


"Astaga kok jadi aku lagi yang salah sih. Emang ya, perempuan itu selalu benar. Sabar Ren sabar" ucap Rendi sambil mengelus dada dan berjalan menyusul Diana masuk ke dalam.


__ADS_1


Ketika ada seseorang yang selalu berusaha memahamimu, pertahankan. Hanya yang tulus yang mau melakukan itu.


__ADS_2