The Way I Miss You(TWIMY)

The Way I Miss You(TWIMY)
TWIMY KE 27


__ADS_3

Jam dinding menunjukkan pukul 04.00. Dua anak manusia itu masih terlihat asik menyelami mimpinya masing-masing. Namun sang gadis mulai terusik karena suara alarm dari ponselnya sangat berisik.


"Aisssh berisik sekali" ucapnya sambil berusaha mengambil ponsel diatas nakas. Setelah melihat jam dia segera bangkit, namun dia sedikit kaget karena ada seseorang yang memeluknya erat.


Hampir saja dia teriak setelah melihat wajah pria tampan yang memeluknya itu. Dia baru ingat bahwa kemarin dia telah menikah dengan pria ini.


Diana sedikit memiringkan wajahnya untuk dapat memandang dengan leluasa wajah tampan suaminya itu.


Di sentuhnya mulai dari pipinya lalu berpindah ke kedua matanyaa. Alisnya yang tebal dan hidungnya yang mancung juga bibirnya yang sedikit merah karena laki-laki ini tidak menghisap asap nikotin yang biasa di sukai laki-laki pada umumnya itu. Laki-laki ibi berbeda, dia spesial.


Dia tersenyum memandangi wajah suaminya itu, "Aku enggak nyangka kalo sekarang kita sudah menikah Mas" ucapnya yang lebih terdengar seperti sebuah gumaman.


Flashback On


Saat itu di sebuah kompleks perumahan hijau yang nuansanya sangat asri karena masih banyak pohon-pohonan dan rumput-rumput hijau. Ada gadis kecil sekitar usia limabelas tahun sedang asyik membaca buku di atas sebuah ayunan.


Ada seorang remaja laki-laki terlihat sedang membantu nenek-nenek yang akan menurunkan belanjaannya dari tukang ojek. Belanjaannya terlihat sangat banyak sekali, sehingga remaja laki-laki tersebut membantunya.

__ADS_1


Karena berada di sebuah komplek tentu saja suasananya akan lebih ramai dan kebetulan saat itu ada beberapa ibu-ibu yang lewat.


"Ah baik sekali anak itu" ucap salah satu ibu itu


"Ganteng lagi" tambah seorang ibu-ibu lainnya. Ucapan ibu itu sedikit mengganggu fokusku. Sejak dulu Diana memang sangat menyukai mahluk Tuhan dengan kelebihan ganteng itu.


Diana melihat ke arah remaja laki-laki itu. Dia tersenyum tanpa sadar. Seorang remaja laki-laki dengan kemeja kotak-kotak yang tanpa di kancingkan depannya karena sebagai luaran kaosny juga dengan tas ransel yang di bawanya. Khas anak kuliahan, sangat menarik menurut Diana.


Singkat cerita, di suatu taman dia bertemu lagi dengan laki-laki itu. Yang menarik perhatiannya adalah kali ini laki-laki itu sedang menenangkan seorang anak kecil yang sedang menangis. Entah anak itu sedang mencari ibunya atau apa, Diana tidak tahu.


"Ini buat kamu. Jangan nangis lagi ya" seperti sebuah mantra. Anak kecil itu berhenti menangis dan langsung memakan coklat pemberian dari Diana.


Laki-laki muda itu lantas menatap Diana dengan ekspresi datar. Membuat Diana salah tingkah dan takut dibuatnya. Namun dengan takut-takut Diana mengulurkan tangannya.


"Diana. Aku tinggal di sekitar sini juga kok. Aku pernah melihatmu sekali waktu itu" ucapnya mengenalkan diri.


Laki-laki itu diam saja tak menjawab dan beralih menatap anak kecil yang sedang memakan coklat Diana. Dia menarik coklat itu, "Eh kenapa?" tanya Diana yang melihat hal itu.

__ADS_1


"Aku tidak mengenalmu dan kamu tidak mengenalku. Bisa saja kau berniat jahat" jawabnya.


"Aku sudah memeperkenalkan diriku dan itu coklat kesukaanku. Karena melihatmu sepertinya sulit menenangkan adik ini, jadi aku berniat membantumu. Yasudah kalau kamu tidak percaya padaku" jelas Diana panjang lebar kemudian bangkit dan akan pergi.


"Tunggu" Diana menengok.


"Rendi. Terimakasih coklatnya" ucapnya sambil mengulurkan tangan dan tersenyum manis.


Itulah awal perkenalan mereka dan setelah itu mereka tidak pernah bertemu lagi. Sehingga hal itu membuat Diana merindukan Rendi.


Flashback off


"Astaga. Aku melamun" ucapnya setelah menyadari bahwa sekarang sudah hampir siang dan dia belum melaksanakan kewajibannya. Dia segera bangun untuk solat subuh.



Tuhan selalu punya cara untuk mempertemukan seseorang dengan takdirnya.

__ADS_1


__ADS_2