The Way I Miss You(TWIMY)

The Way I Miss You(TWIMY)
TWIMY KE 26


__ADS_3

"Sudah, saya sudah selesai. Sana gantian kamu" ucap Rendi keluar dari kamar mandi dengan tangan yang memegang handuk untuk mengeringkan rambutnya. Sedangkan Diana masih duduk di depan meja riasnya melepas asesoris yang ada di kepalanya.


"Butuh bantuan ?" tanya Rendi sambil berjalan mendekat kearah Diana. Membuat Diana sedikit tersentak karena melihat Rendi dari pantulan cermin hanya mengenakan handuk yang dililitkan sebatas pinggang. Spontan dia menutup mata.


"Kamu apaan sih Pak? Cepat pakai bajumu" ucapnya masih dengan tangan yang menutupi matanya.


"Kamu panggil apa barusan?" ucapnya mendekat pada Diana tak lupa dengan senyum penuh maknanya.


"Stop !" teriak Diana. "Maaf Mas, aku mau mandi" lanjutnya bangkit menenteng gaunnya lari ke dalam kamar mandi. Hal itu membuat Rendi tertawa senang karena sudah menjahili istrinya itu.


Hampir tiga puluh menit sudah Diana berada di kamar mandi dan belum menampakkan batang hidungnya. Membuat Rendi sedikit khawatir.


"Kenapa dia lama sekali?" gumamnya.


Sedangkan di dalam kamar mandi Diana bersandar di dinding dekat pintu. "Kenapa aku jadi gugup begini?"


Tok tok tok


Rendi mengetuk pintu kamar mandi membuat Diana berjengit kaget. "Astaga, mengejutkan saja" ucapnya sambil mengelus dada.


"Kamu ngapain di dalam sayang"


Blush

__ADS_1


Wajah Diana terasa panas saat ini setelah mendengar panggilan sayang yang di lontarkan Rendi.


"Kamu baik-baik saja sayang?" lanjut Rendi karena tak kunjung mendapat jawaban dari dalam.


"Ah iya sebentar. Aku baik-baik saja kok" jawabnya berusaha santai.


"Baiklah. Cepat keluar. Masuk angin nanti kamu" ucap Rendi dari balik pintu.


Beberapa menit kemudian Diana keluar dari kamar mandi sudah dengan mengenakan piama tidur panjang.


"Kenapa lama sekali?" tanya Rendi setelah Diana keluar.


"Namanya juga perempuan. Wajar lah" balasnya tak mau kalah.


"Eh"


Melihat Diana yang tak kunjung mendekat membuat Rendi gemas. Pasalnya dia sudah sangat lelah hari ini, ingin segera mengistirahatkan tubuhnya. Dia juga tau kalau Diana juga pasti sangat lelah karena acara hari ini.


"Apa kamu tidak lelah berdiri di situ?" Diana tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia merasa canggung saat ini, padahal kamar ini adalah kamar miliknya. Namun justru Diana lah yang merasa aneh, sedangkan Rendi malah sudah dengan santainya tiduran di atas ranjangnya.


"Cepatlah kemari. Aku sudah lelah."


"Aku tidak akan meminta hakku saat ini" lanjutnya karena melihat Diana yang tetap berdiri dengan canggung.

__ADS_1


Setelah mendengar itu barulah Diana mau merebahkan dirinya di samping Rendi.


"Ah akhirnya. Kasurku" ucap Diana setelah merebahkan dirinya.


"Benar katamu, kasur ini sangat nyaman. Apalagi .. " ucapan Rendi menggantung.


"Apalagi apa?" selidik Diana.


"Apalagi kalo ada gulingnya kaya gini" jawab Rendi mendekat memeluk Diana.


"Ih lepasin Mas." Diana memberontak minta dilepas.


"Hssstt .. tenanglah. Apa kau mau membuat seisi rumah ini bangun dengan teriakanmu?" bisiknya pada istrinya itu.


Dengan berat hati akhirnya Diana diam saja dan pasrah di peluk dan di jadikan guling oleh Rendi. Toh mereka sudah sah menjadi suami istri ini, pikirnya dalam hati.


"Ah nyaman sekali"


Nyaman ndasmu, jantungku sudah seperti habis lari maraton begini kamu bilang nyaman. Enak di kamu, gawat di aku. Diana


Hingga beberapa menit kemudian Diana terlelap dalam pelukan Rendi. Diana yang tanpa sadar malah semakin mengeratkan pelukannya pada Rendi.


Rendi yang masih setengah sadar tersenyum melihanya. "Dasar. Tadi sok-sokan minta dilepas. Tapi sekarang malah dia sendiri yang ngedusel-dusel begini" gumamnya. Kemudian segera menyusul Diana ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2