The Way I Miss You(TWIMY)

The Way I Miss You(TWIMY)
TWIMY KE 04


__ADS_3

Malam ini aku sedang berada di rumahku bersama Yogi, kakak sepupuku yang sedang kabur dari kegiatan kuliahnya di Jogja. Rencananya Yogi akan menginap di rumahku selama seminggu ke depan.


“Kamu sedang apa si Gi? Fokus banget dari tadi” tanyaku. Karena sedari tadi dia hanya fokus pada gadgetnya itu. Kan bosen juga lama-lama kaya gini, percuma saja ada temannya kalo dia sibuk sendiri begitu.


“Main ML Di” jawabnya singkat.


“Udahan dong Gi, bosen nih. Keluar yuk,” ajak ku padanya.


“Males ah, lagi seru nih” balasnya masih fokus pada game nya tadi. Aku masih berusaha mengganggu ketenangannya dengan merecoki handphone yang dia pegang.


“Bisa diem gak?”, aku masih terus merecokinya.


“Main hp mu sendiri ngapa, chatingan sama teman atau pacar mu sana lho,” perintahnya yang juga masih tetap fokus padahal aku sudah sekuat tenaga mengganggunya.


Dia menatapku, “Eh kamu jomblo ding ya. Hahahaa pantes aja gabut lu” ejeknya padaku.


Aku hanya merengut sebal, kemudian ku raih handphone ku da mulai mengetikkan sesuatu ke grup gengku. Namun masih saja, tak ada yang merespon pesan ku. Nasib-nasib, jomblo gini amat dah.


Aku masih tetap tidak tau dirinya menscrol chat lama di ponselku. Biarin, dari pada gak ada kerjaan kan. Hingga tiba-tiba ada satu notif yang menghentikan aktivitas gak jelasku itu.


Mas Dosen : Tidur saja Diana, online mu tidak berfaedah.

__ADS_1


Kan kampret manusia satu itu, seolah dia adalah hantu yang bisa melihat keberadaanku, tapi aku tidak bisa melihatnya. Kan aku jadi kesal, ucapannya tadi pas banget. Langsung ku balas dengan cepat.


Diana: Siapa ya?


Lebih baik aku pura-pura tidak tau saja. Biar dia malu hihihi. Tak selang lama dia membalas pesanku.


Mas Dosen : Tidak sopan kamu! Saya ini dosen kamu.


Apah ! kenapa jadi dia yang marah sih, kan tadi dia sendiri yang mulai cari gara-gara duluan. Aku tak berniat membalas pesannya. Biarkan saja dia kesal.


Mas Dosen : Semakin tidak sopan kamu, pesan dari dosen hanya di baca.


Mas Dosen : Kamu mau saya hukum lagi?


Sontak Yogi menatapku dengan sorot bingung, “Kamu kenapa?” tanyanya.


“Dasar dosen nyebelin!!!” teriakku. Yogi yang seolah paham dengan maksudku terkekeh dan tidak bertanya lebih lanjut. Mungkin dia takut kena semprot jika masih bertanya lagi. Kuambil lagi ponselku di lantai.


Diana: mau bapak apasi?


Diana : tiba-tiba bapak mengejek saya, wajar dong pak kalo saya kesal.

__ADS_1


Diana : Dan saya tidak mau dihukum pak.


Balas ku kemudian, lalu kutunggu balasan darinya. Kira-kira apa reaksinya ya.


Mas Dosen : mau saya, kamu bahagia. tidak perlu membuang-buang waktumu untuk hal yang tidak penting. Contohnya begadang hanya untuk memandangi orang lain online.


Diana : Bapak perhatian sekali :)


Diana : terimakasih lho pak


Mas Dosen : Apa kamu mulai menyukai saya Di?


Diana : (read)


Mas Dosen : Lupakan apa yang sayaa katakan tadi. Selamat malam :)


"Whahahahaa.. " aku terbahak membayangkan betapa malu dan kesalnya dia. Daebak.. . sepertinya aku terlalu jahat kalo hanya membaca pesan darinya.


Diana : Selamat malam kembali pak :)


Mas Dosen : (read)

__ADS_1


Sekarang aku jadi senyum-senyum sendiri membaca pesanku tadi, juga mengingat kejadian tadi siang bersamanya. Aah jadi begini rasanya diperhatiin laki-laki, pak dosen dan ganteng lagi. hihi



__ADS_2