The Way I Miss You(TWIMY)

The Way I Miss You(TWIMY)
TWIMY 33


__ADS_3

"Apa aku jujur saja ya kalau hari ini Aku bertemu dengan Hana. Tapi bagaimana jika nanti Diana marah?"


Rendi masih sibuk dengan pemikirannya itu hingga dia tidak menyadari bahwa para mahasiswanya sudah krasak-krusuk karena kelas sudah habis dari tadi.


Hingga akhirnya dia tersadar karena panggilan dari salah satu mahasiswanya, "Maaf pak, bagaimana untuk tugas minggu depan?"


"Oh iya. Maaf saya melamun."


Mahasiswanya itu mengerutkan dahinya bingung, pasalnya dosen di depannya ini yang terkenal dengan kesan galak dan dingin itu mengucapkan maaf. Biasanya dia hanya bisa menyalahkan dan menyalahkan mahasiswanya saja tanpa mau tahu jika dia juga salah.


"Iya Pak tidak apa-apa"


Kemudian Rendi kembali menjelaskan tugas kepada para mahasiswanya dengan singkat karena waktu mengajarnya sudah habis. Bagaimanapun dia adalah orang yang adil dan disiplin. Dia tidak mau di sebut koruptor waktu. hihi ada-ada saja


Setelah sampai di ruangannya, dia segera mengetikan sesuatu di layar ponselnya hingga beberapa menit kemudian terdengar ketukan dari luar ruangannya.


"Masuk" ucapnya kepada pengetuk itu. "Aku laper. Ayo kita makan siang" lanjutnya.

__ADS_1


"Aku enggak bisa Mas. Aku udah janji sama Visa. Enggak enak kalo di batalin" jawab Diana takut-takut karena biasanya suaminya itu tidak mau mengalah. Namun di luar dugaan.


"Yaudah kamu temani Visa saja" balas Rendi dengan tersenyum membuat Diana heran karena tidak terdengar kekesalan dalam ucapan Rendi.


"Kamu serius?" tanya Diana memastikan.


"Keliatannya aku becanda?" Rendi bertanya balik.


"Oke-oke aku tahu kamu serius. Makasih yaa" balas Diana dengan cepat karena melihat ekspresi Rendi yang mulai kesal.


"Trus kamu gimana?" tanya Diana yang sedikit menghawatirkan Rendi.


"Nanti aku pesen delivery aja. Lagian abis dzuhur aku ada jam juga" balasnya. Membuat Diana mengangguk paham dan segera menyalimi suaminya itu untuk pamit.


Setelah Diana keluar, Rendi kembali menggerutu "Jika bukan karena masalah itu mana mungkin aku izinkan dia makan siang bersama orang lain, sedangkan aku makan sendirian di sini."


"Baiklah. Setelah sampai rumah nanti aku akan jujur dan cerita padanya. Aku tidak mau berbohong padanya walaupun hanya kecil." sambungnya.

__ADS_1


Ponsel di kantongnya berbunyi pertanda ada pesan masuk. Dia merogoh saku celananya dan membaca pesan dari seseorang itu.


Hana : Ren, nanti malam temani aku datang ke ulang tahun Desta yuk. Aku sendirian ini;(


Setelah membacanya dengan mantap dia segera mengetik dan membalas pesan tersebut.


Rendi : Maaf Han. Aku tidak bisa. Kasian Istriku sendirian di rumah.


Balasnya sengaja menekankan kata Istri. Dia berharap Hana akan mengerti dan tidak memintanya melakukan hal-hal lain.


Beberapa menit kemudian ponselnya kembali berbunyi.


Hana : Pulangnya enggak sampai malam kok Ren. Ayolah. Diana pasti mengerti.


Iya benar. Hana memang sudah mengetahui siapa istri dari Rendi karena Rendi sendiri sudah menceritakan semua tentang pernikahannya itu. Rendi hanya ingin menegaskan bahwa saat ini dia bukan seorang lajang lagi yang bisa bebas berhubungan dengan sembarang orang orang termasuk Hana yang notabennya adalah mantannya itu.


Dia kembali mengetikkan balasan bahwa dia menolak ajakan Hana itu. Dia tahu bahwa Hana masih menyimpan rasa padanya. Maka dari itu dari awal pertemuannya dengan Hana saat itu, dia menjelaskan bahwa dia sekarang sudah menikah. Agar kelak tidak ada kesalahpahaman.

__ADS_1


__ADS_2