The Way I Miss You(TWIMY)

The Way I Miss You(TWIMY)
TWIMY KE 09


__ADS_3

Tepat pukul 07.55 WIB Diana dan Rendi sampai di kampus. Lima belas menit lagi kelas di mulai. Setelah Rendi memarkirkan mobilnya, Diana segera berlari keluar. Belum juga jauh, tiba-tiba Diana kembali lagi, sepertinya ada sesuatu yang tertinggal. Dia menghampiri Rendi. Rendi yang melihat itu pun mengernyitkan dahinya, “Ada apa?” tanyanya.


Diana terlihat sedikit menunduk, sepertinya hal tersebut membuat lelah. Maklum saja, dia kan tidak pernah berolahraga. “Anu pak, saya lupa bilang terimakasih. Makasih ya pak. Maaf saya buru-buru pak”, ia kembali berlari lagi menuju kelasnya.


“Dasar gadis aneh, capek-capek ke sini karena lupa bilang terimakasih. Sekarang belum juga aku menjawab dia sudah kabur lagi” Rendi bergumam sambil tersenyum menatap punggung Diana yang semakin tak terlihat.


“Astaga, aku lupa”, sepertinya dia lupa jika ada rapat dosen pagi ini, saking asiknya memandangi Diana tadi.


Diana sudah sampai di kelasnya, “Huft, untung gak telat” keluhnya.


“Tumben lo baru dateng” kata Visa yang sudah duduk di kursi sebelah Diana sejak tadi, “Biasanya paling rajin lo” tambahnya.


“Sesekali nakal gapapa, capek rajin terus” jawabnya terkekeh.


“Gue serius Didi” kata Visa jengah. Diana menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, “Tadi bareng Pak Dosen” jawabnya pelan.


“Eh seriusan lo” seru Visa.


“Apasih lo dari tadi serius-serius terus ngode banget minta diseriusin ya” jawab Diana meledek.

__ADS_1


Visa terkekeh, “Ya gue kaget aja, Dosen galak gitu kok bisa bareng lo si. Gimana ceritanya?” Visa mulai kepo.


“Kan gue pernah bilang, dia tetangga gue. Jadi wajar kan kami berangkat bareng kaya gini. Gausah lebay deh lo” jawab Diana berusaha untuk tidak membuat Visa semakin kepo.


“Tapi kan ...” belum sempat Visa menyelesaikan pendapatnya, Diana mengarahkan telunjuknya ke depan, kemudian menempelkan pada bibirnya. Visa pun paham kalau dosen sudah datang dan mereka harus diam. Akhirnya dia pun berhenti tidak bertanya lebih lanjut.


***


“Akhirnya selesai juga” ucap Visa terlihat lega sekali. Memang sih mata kuliah perencanaan pembangunan ini sangat rumit, apalagi ketika kita merasa bosan dan malas dengan sesuatu maka saat di jalani maka waktu akan seperti bergerak lebih lambat dari biasanya.


Visa terlihat lesu sekali, padahal dia salah satu mahasiswa yang jenius. Berbeda dengan Diana, meskipun kapasitas otaknya pas-pasan alias tidak sepandai Visa, namun dia lebih telaten dan tekun sehingga dia terlihat baik-baik saja. “Jelek sekali mukamu itu Sa” ejek Diana kepada sahabatnya itu.


“Hmm”, Diana hanya menurut saja ketika Visa menarik pergelangan tangannya. Sebenarnya dia malas buat jalan ke kantin, karena pasti di sana banyak kakak tingkatnya yang suka tebar pesona itu. Tapi karena tidak enak membiarkan sang sahabat pergi sendirian akhirnya dia mengalah dan ikut bersamanya.


Saat sampai di koridor kampus mereka bertemu dengan pak dosen galak tapi ganteng. “Siang pak”, suara Visa.


Diana yang mendengarnya langsung menoleh dan melihat ternyata ada Rendi disana sedang berbicara dengan salah satu mahasiswanya, Rendi pun menoleh. “Siang” jawabnya sambil sedikit tersenyum kemudian melirik Diana.


“Kalian mau kemana?” tanyanya.

__ADS_1


“Kantin pak” jawab Visa cepat dengan gaya malu-malunya itu. Visa pikir hal itu akan terlihat imut di depan Rendi tapi menurut Diana sikap malu-malu kucingnya itu malah jadi malu-maluin, hingga Diana merasa jengah dengan tingkah sahabatnya itu.


“Kami mau ke kantin dulu pak, permisi” kataku tersenyum padanya sambil menarik tangan Visa. Karena jika di biarkan, tentu saja Visa akan sengaja berlama-lama di sini.


Sebenernya aku juga senang bisa ngobrol dengannya, tapi kan tidak di tempat umum begini. Apakata fans nya nanti kalau melihat kami mengobrol akrab terlalu lama.


Di kantin


Visa sudah menghabiskan satu mangkuk bakso dan segelas es jeruk. “Udah ayo balik ke kelas lagi” ajak Diana.


“Aduh bentar lagi si, mager nih mau jalan”


“makanya kalau makan jangan berlebihan, gaenak kan lo kekenyangan begini. Jadi males dan ngantuk kan” kata Diana mengomeli Visa. Meskipun hanya semangkuk bakso, namun bakso yang di pesan Visa adalah bakso beranak ukuran jumbo yang lagi hits di kalangan anak muda pecinta pedas jaman sekarang loh, bahkan untuk dimakan berdua saja cukup. Tapi karena si Visa ini pecinta kuliner dan doyan makan jadi yah begitulah, seporsi dihabiskan sendiri. Diana sampai geleng-geleng melihatnya.


Diana menarik tangan Visa, “Ayo Vis, kita ke mushola dulu sekalian sholat dzuhur. Kelas kita mulai jam satu. Jadi kita harus cepet” jelasnya.


“Baiklah, pelan saja jalannya. Perutku sakit nanti” jawab Visa.


“Iya-iya.” Mereka berjalan beriringan menuju mushola kampus.

__ADS_1


__ADS_2