Thread Horror

Thread Horror
Bab 9 : Teddy Bear (Part 3)


__ADS_3

Butuh waktu untuk menenangkan keduanya. Salah satu


caranya adalah menjauhkan mereka sejauh mungkin. Karena itu, kini Gio


telah di suruh pulang. Salah satu orang memboncengi Gio sampai ke jalan


besar lalu menuruninya di sana. Tapi karena Gio pulang telat, maka


angkutan umum tidak akan ada yang lewat lagi. Dengan terpaksa, Gio harus


berjalan kaki untuk sampai rumah. Dan harus pasang badan jika ayahnya


marah nanti.


Dan saat Gio berjalan pulang


sembari mengajak kalung beruangnya berbicara, ada seseorang yang membawa


sepeda motor berhenti di dekatnya. Orang itu turun dari sepeda motor


lalu menghampiri Gio. Lalu orang itupun menyodorkan Gio sebuah obat


sembari berkata, "Nih ambil. Abis minum ini, lu bakal berani ngelawan."


Tutur orang tersebut dengan intonasi santai.


Orang itu juga memberikan secarik kertas berisi nomor telepon kepada Gio.


Dengan harapan, Gio akan menghubunginya jika membutuhkan obat itu lagi.


Gio sendiri tidak tahu siapa orang itu dan obat apa yang diberikan


kepadanya. Tapi Gio menerima obat tersebut dengan tangan terbuka.


Kalaupun ada hal yang Gio ketahui, itu adalah perkataannya barusan yang


bilang untuk meminum obatnya agar berani melawan. Gio sendiri tidak


percaya, karena apakah mungkin hal itu benar? Tapi tentu saja itu benar,


karena obat itu, adalah narkoba.


Beberapa hari berikutnya. Seperti biasa, Gio sedang dirundung di lahan kosong belakang


sekolah sesaat setelah pulang. Suasana di sana memang sepi. Pas untuk


melakukan perundangan tanpa ketahuan.


Tapi, 3 hari terakhir, Gio giat meminum obat yang diberikan oleh orang misterius


itu. Dan entah kenapa, Gio merasa jauh lebih tenang sekarang. Bahkan


rasanya, ia punya keberanian untuk menghadapi apapun. Dan saat Gio


berbicara dengan kalung berungnya, ia seperti mendengar sebuah bisikan


untuk melawan. Karena itu, untuk perundungan kali ini, Gio pun berani


melawan.


Kini Gio melawan bukan hanya dengan


kata-kata. Tapi ia juga sempat bisa memukul salah satu dari mereka. Ya,


meski pada akhirnya, Gio babak belur lagi dan kalah. Tapi setidaknya,


kali ini Gio bisa membela diri.


Gio yang kini sudah sampai di rumah, langsung bergegas menuju kamarnya. Ia langsung


mencari obat yang diberikan oleh orang misterius itu. Hasrat Gio sangat


menggebu untuk meminum obat itu lagi yang telah memberikannya ketenangan


dan keberanian. Gio ingin bisa terus memberikan perlawanan bagi mereka


yang jahat kepadanya. Ia ingin bisa berbuat lebih banyak. Gio menyukai


sensasinya. Tapi sayang, obat tersebut sudah habis.


Hari berikutnya. Selepas pulang, Gio sudah dihadang dan digiring oleh


pentolan-pentolan sekolah ke lahan kosong belakang seperti biasa. Jelas


mereka akan merundung Gio dengan rasa bangga. Dan Gio yang kini sedang


terpojok merasa seperti ketakutan dan tidak punya nyali untuk melawan


balik seperti hari kemarin.


Di situasi ini, Gio pun mulai bingung. Gio merasa dirinya tidak seperti hari kemarin, yang


penuh ketenangan dan keberanian. Kini rasa tenang dan berani dalam


dirinya seperti hilang. Bahkan saat Gio mengambil kalung beruangnya dan


mengajaknya bicara, kalung beruang itu tidak lagi berbisik kepadanya


seperti kemarin. Alhasil, kini Gio dirundung habis-habisan tanpa ada


perlawanan sedikitpun. Dan pulang ke rumah, dengan perasaan yang sangat


menyesal.

__ADS_1


Gio kini sudah di rumah. Gio mulai


menyadari bahwa dirinya membutuhkan obat itu lagi. Gio ingin merasakan


sensasi tenang dan keberanian itu lagi. Alhasil, Gio langsung


menghubungi orang misterius itu untuk mendapatkan obatnya.


Setelah berhasil menelepon orang misterius itu, kini Gio malah merasa kecewa.


Gio pikir orang itu akan memberikan obatnya dengan gratis seperti


kemarin. Ternyata tidak. Untuk mendapatkannya lagi, Gio harus membelinya


dengan uang sekian rupiah. Tanpa pikir panjang, Gio langsung mencuri


uang ayahnya lalu melakukan transaksi.


Kini obat itu sudah ada ditangan Gio. Bahkan ia pun sudah meminumnya. Setelah


beberapa saat, senyuman di wajah Gio pun merekah. Dengan sensasinya yang


Gio anggap menyenangkan, kini Gio merasa bisa melawan dunia.


Di beberapa hari berikutnya, Gio mulai menggila. Kini Gio merasa bisa


berbicara dengan kalung berungnya. Ia merasa kalung beruangnya berpihak


kepadanya dengan berbisik untuk melawan saat disakiti. Karena itu, saat


dirundung dibelakang sekolah, ia mulai bisa menikmati keadaan.


Apalagi saat Gio berhasil menyakiti para pentolan itu dengan memukul atau


menendang mereka, Gio merasa bahagia dibuatnya. Ia sangat menyukai


sensasi tersebut yang dianggapnya menyenangkan. Gejolak hasratnya tak


lagi tertahankan. Bagi Gio, dirinya kini seperti sedang berada di surga.


Menyakiti siapapun yang jahat kepadanya, adalah sebuah kesenangan.


Setelah mengenal obat itu, Gio mulai kecanduan. Tak ada hari tanpa ngobat. Ia


terus ingin merasakan sensasi yang membuatnya tenang dan memiliki


keberanian. Dengannya, Gio mampu melawan mereka yang menyakiti. Siapapun


itu orangnya. Bahkan, ayahnya sekalipun. Yang baru saja, jadi bangkai


mayat di dalam rumah.


Dan ketika obatnya habis, Gio akan mencari cara untuk mendapatkan uang. Entah dengan memakai sisa


Apapun itu, yang penting dirinya bisa membeli obat. Karena dengannya,


Gio merasa bisa melawan dunia.


Sepulang sekolah. Hari ini Gio tidak dihadang oleh para pentolan sekolah. Hari ini Gio bisa pulang dengan tenang.


Tapi, alih-alih langsung pulang, Gio justru mendatangi markas mereka yang


berada di lahan kosong belakang sekolah. Dengan rasa percaya diri penuh,


Gio merasa ingin setidaknya menumbangkan salah satu dari mereka. Karena


itulah, ia yang malah ingin datang menantang.


Dengan hasrat yang menggebu, dengan rasa dendam kesumat, Gio menuju ke


belakang sekolah. Gio juga sedang menggenggam kalung beruangnya


ditangan. Sembari berjalan, Gio pun mulai mengajak kalung beruangnya


berbicara dengan berkata, "Klo ketemu mereka, aku harus gimana?" tanya


Gio dengan menatap kalung beruangnya.


Sesaat kemudian, Gio pun mendapat jawaban dari kalung beruang itu. Dengan suara


yang samar, ada sebuah suara yang berbisik ditelinga Gio dengan


berucap, "Bunuh mereka."


Gio yang mendengar bisikan itu pun mulai tersenyum. Ia yang sudah mendapatkan dukungan


moril merasa begitu bergairah. Jadi tanpa basa-basi, Gio langsung


menghajar 2 pentolan sekolah yang berada di sana.


Dua lawan satu. Memang bukan pertandingan yang seimbang. Dan kenyataannya


memang demikian. Posisi Gio terpojok saat ini. Ia tak bisa melawan.


Rasanya Gio hanya modal nekat karena nyalinya yang sedang melambung


tinggi saja, tapi tidak dibarengi dengan olah bela dirinya yang masih


amatir. Tapi, siapa yang bilang ini adalah pertarungan adu jotos? Dengan


mandat yang diberikan oleh sang kalung beruang untuk membunuh, Gio


mengambil sebuah batu berukuran sedang di sana, lalu melemparnya ke arah

__ADS_1


mereka sekuat tenaga.


Meski tak langsung membuat mereka tumbang, tapi salah satu dari mereka mengalami luka


dipergelangan tangan yang cukup parah ketika melindungi diri dengan


tangan. Ketika tak lagi berkutik, Gio mengambil batu lainnya dan


langsung menghantamkannya ke wajah lawan berkali-kali. Alhasil, satu


pentolan pun tumbang.


Kini hanya tersisa satu pentolan lagi. Tapi belum sempat mengalahkannya, siswa itu pun langsung


kabur ketika melihat temannya sudah bersimbah darah.


Kondisi satu siswa yang berhasil Gio kalahkan memang terlihat mengenaskan.


Seluruh wajahnya berlumur darah. Bahkan kondisinya sudah tidak lagi


sadarkan diri. Tapi alih-alih merasa takut atau bersalah, Gio justru


tertawa terbahak-bahak melihat kondisi siswa itu. Gio merasa puas.


Teramat sangat puas. Dan untuk mengakhiri aksinya, Gio pun membuka


celananya, lalu mengencingi siswa yang sudah bersimbah darah itu sembari


tertawa lepas.


Setelah kejadian itu, Gio pun dipolisikan. Tapi bukannya masuk penjara, Gio justru telah dianggap gila


oleh pihak kepolisian. Karenanya, Gio tidak di tahan. Sementara siswa


yang Gio kalahkan saat ini masih dalam keadaan koma di rumah sakit.


Polisi mencoba mengusut tuntas kasus ini dan mencari solusi terbaik untuk


memposisikan Gio. Dan pada akhirnya, Gio dimasukkan ke dalam rumah sakit


jiwa yang telah bermitra dengan instansi kepolisian.


Setelah Gio dimasukan ke dalam rumah sakit jiwa, peristiwa mengerikan pun terjadi di dalam sebuah ruangan.


Gio sedang menyandera seorang suster di sana dengan menodongkan pisau di


lehernya. Dengan senyum yang merekah, Gio pun mulai bernegosiasi dengan


sang suster sembari berkata, "Kalo kamu ketawa kamu lolos. Tapi kalo


nggak, kamu mati." Tutur Gio dengan hasrat membunuh.


Inilah yang akan Gio lakukan. Dirinya akan Stand Up Comedy di samping suster


yang malang itu. Jika sang suster tertawa, Gio akan membebaskannya. Tapi


jika sang suster tidak tertawa, maka nyawanya yang akan jadi taruhan.


Lalu setelah memikirkan sebuah lelucon, Gio pun mulai berceletuk, "Tahu gak


kenapa pistol itu bisa ngebunuh? Karena pelurunya bisa nembus kepala.


Haha."


Dan bodoh bagi sang suster, bukannya


memaksakan diri untuk tertawa, ia justru meringis ketakutan. Dan Gio


yang melihat ekspresi sang suster pun menjadi jengah. Dengan


mengeluarkan kalung beruangnya, Gio pun mulai mengajak kalung beruang


itu berbicara dengan berkata, "Aku harus gimana?"


Seperti sosok yang Gio hormati, ia pun menunggu jawaban dari kalung beruang


tersebut. Sesaat kemudian, sang kalung beruang pun membisikan sesuatu


kepada Gio dengan berkata, "Bunuh."


Alhasil, pisau yang sedang Gio todongkan mulai menembus leher sang suster dengan


perlahan. Membuat sang suster terpekik, lalu kemudian mati. Darah segar


pun mulai melumuri tangan Gio.


Setelah membunuh sang suster, Gio pun melempar sebuah lelucon lagi dengan berceletuk,


"Minuman apa yang paling nyegerin? Darah mayat yang baru mati. Haha."


Dan ternyata di sekelilingnya, banyak orang yang sudah Gio bunuh. Dengan


raut wajah yang bergembira, Gio pun berteriak, "Ayo para mayat,


tertawalah kalian. Haha."


END.


Note :


Cerita ini juga bisa dinikmati dalam bentuk podcast. Silahkan kunjungi youtube di bawah :


Youtube : Sini Gue Ceritain (Podcast)

__ADS_1


https://www.youtube.com/channel/UCFtMSLJ45g63Hou1yZw7Dlw


__ADS_2