
Kisah ini menceritakan seorang perempuan muda berusia 24 tahun. Sebut saja namanya Dini.
Hari ini Dini sangat sibuk dengan berbagai macam urusan. Karena 3 hari ke
depan, dirinya akan menikah. Sebab itu, ia bahkan sampai meminta cuti
selama 2 hari kepada perusahaan untuk mengurus segala persiapan
pernikahannya.
Bagi Dini, pernikahannya nanti harus menjadi hal
yang istimewa. Bahkan jika memungkinkan, Dini berharap semuanya akan
berjalan dengan sempurna. Tentu ini hal yang wajar. Jangankan untuk
Dini, bahkan semua perempuan di dunia pun, jelas ingin hari
pernikahannya berjalan sempurna. Karena hari itu adalah hari yang
spesial. Sebuah hari dimana, mereka akan menjadi ratu sejagad di.
Dini akan menikah dengan rekan se-kantornya. Karena itu juga, Dini sudah
siap jika ia harus dipindah-tugaskan ke departemen yang lain nantinya.
Sebelumnya memutuskan untuk menikah, sebenarnya Dini dan calon suaminya belum
begitu lama mengenal. Mungkin hanya sekitar 6 bulan. Tapi Dini menjadi
yakin untuk dipersunting karena baginya, Calon suaminya ini, yang
bernama Zian adalah sosok pria yang mandiri dan bertanggung jawab di
matanya. Karena hal itu, Dini pun menerima niat baik Zian untuk
menikahinya.
Tapi sebelum sampai di jenjang ini, Dini pernah
menjalin sebuah hubungan dengan seorang laki-laki. Dini dan Laki-laki
ini malah sudah menjalin hubungan selama 5 tahun. Bahkan Dini sudah
hampir menikah dengan laki-laki tersebut. Laki-laki ini bahkan sudah
memberi seserahan kepada Dini saat mereka melakukan prosesi lamaran.
Tapi sekiranya tinggal 4 bulan lagi sebelum menikah, Laki-laki itu
menghilang bak ditelan bumi.
Pada awalnya, chat Dini kepadanya
tidak dibalas. Dini yang mencoba meneleponnya pun tidak pernah diangkat.
Saat di datangi ke kediamannya pun, selalu tidak ada orang di sana.
Beberapa hari hal itu terus berlanjut. Hingga akhirnya, Laki-laki itu
benar-benar tidak bisa lagi dihubungi. Dini awalnya sangat khawatir,
karena itu ia mencoba untuk mendatangi rumah orang tuanya. Tapi hal
mengejutkan pun terjadi, orangtua laki-laki itu pun tidak bersedia
menemui Dini. Alhasil, hari pernikahan mereka tidak pernah terjadi.
Dini sangat merasa kecewa dan sedih. Tapi kedua orangtuanya justru
menasehati Dini untuk bersyukur. Kedua orangtuanya justru bersyukur
dengan kejadian ini, dalam artian mereka bersyukur anak mereka diberikan
keselamatan dan dijauhkan dari orang-orang yang berperangai buruk.
Andaikata anak mereka jadi menikah dengan laki-laki yang tidak
bertanggung jawab itu, pastilah hidup anak mereka nantinya akan hancur.
Begitulah kira-kira pemikiran orangtua Dini.
Mungkin sulit bagi Dini untuk menyanggupi keadaan dengan ikhlas. Tapi lambat laun, Dini
mulai bisa menata kembali perasaannya yang hancur untuk menyambut sosok
yang baru, yang bisa tulus mencintainya. Dan sudah jelas, buah kesabaran
dini, telah mempertemukannya dengan Zian, sosok yang mampu mencintainya
dengan tulus.
Singkat cerita, semua persiapan pernikahan pun
sudah selesai. Hari ini adalah hari dimana Dini akan melakukan resepsi
pernikahan. Jujur, dirinya bahkan tidak bisa tidur malam tadi. Tapi
setelah berusaha keras, akhirnya ia dapat terlelap juga. Meski hanya
beberapa saat saja.
Sudah sedari pagi buta tadi, Dini sudah dirias
oleh penata rias pilihannya. Kini Dini sudah tampil anggun dengan gaun
putih pernikahan. Henna ditangannya pun sudah terlukis indah di sana.
Semuanya berjalan sempurna sampai saat ini. Sesi ijab kabul pun hanya
perlu menghitung beberapa puluh menit lagi. Dini tahu ini adalah acara
yang sangat sakral. Mungkin karena itu, ia malah menjadi demam panggung.
Seluruh tubuhnya merasa dingin karena cemas.
Di saat dirinya yang
sudah senggang, Dini pun meminta untuk diambilkan ponselnya. Lalu ia
membuka ponselnya dan mulai melihat-lihat. Kemudian Dini pun membuka
sebuah aplikasi chatting. Dan ia melihat sebuah nomor tak dikenal
mengiriminya sebuah pesan. Kurang lebih isi pesannya sendiri seperti ini
:
"Batalin pernikahannya. Klo nggak rasain sendiri nanti."
Dini yang membaca pesan itu pun terkejut. Ia tak tahu siapa si pengirim
pesan tersebut. Akunnya pun tidak memiliki foto profil. Dini hanya bisa
__ADS_1
mengira-ngira sembari was-was. Tapi karena sesi ijab kabul sebentar lagi
akan dimulai, Dini memutuskan untuk tidak memberitahu perihal pesan
misterius itu kepada siapapun. Dini merasa, cukup dirinya saja yang
perlu tahu pesan itu, karena ia tidak mau membuat orang lain merasa
khawatir. Ini adalah hari bahagia. Jadi harus dirayakan dengan bahagia.
Sesi ijab kabul hampir di mulai. Seluruh anggota keluarga sudah berkumpul di
satu titik yang sama. Berkumpul untuk menyaksikan sebuat momen penting
yang akan dilalui Dini dan Zian. Namun belum sempat memulai acara, salah
seorang anggota keluarga mulai bertingkah aneh. Ia adalah saudara dekat
dari keluarga Dini, perempuan yang sudah berusia 37 tahun.
Pada awalnya, ia terlihat biasa saja sama seperti yang lain. Tingkahnya pun
mulai menjadi aneh tatkala ia mulai tersenyum kecil. Terus begitu
beberapa saat sampai senyumannya menjadi terlihat mengerikan. Tak sampai
di situ, setelah tersenyum lebar, perempuan itu pun mulai mengamuk. Di
kala dirinya mengamuk, ia juga berceloteh banyak hal. Salah satunya
adalah meminta agar pernikahan ini dibatalkan. Tapi kejadian itu tak
berlangsung begitu lama. Perempuan itu langsung disadarkan oleh salah
seorang dari pihak keluarga Dini. Kemudian perempuan itu dibawa ke kamar
rias sementara dan sesi ijab kabul pun ditunda beberapa menit.
Tapi pada akhirnya, sesi ijab kabul pun berjalan lancar sampai selesai. Dini
dan Zian pun kini sudah sah menjadi seorang suami istri. Lalu sekitar
pukul 11 siang, acara resepsi pernikahan akhirnya dimulai. Para tamu
undangan mulai berdatangan. Satu demi satu. Hingga tanpa terasa gedung
itu sudah disesaki oleh banyak orang.
Sekiranya jam 7 malam,
Resepsi pernikahan pun usai. Seakan menjadi aksi penutup acara
pernikahan, Hujan pun mulai mengguyur deras di luar. Semuanya berjalan
lancar. Secara keseluruhan, acaran pernikahan Dini dan Zian sudah
berjalan sukses. Jadi kini saatnya, bagi mereka berdua menempuh hidup
baru.
Di awal-awal pernikahan, mereka berdua terlihat seperti
pasangan suami istri kebanyakan. Penuh bahagia. Mereka banyak
menghabiskan waktu bersama. Melakukan banyak kegiatan bersama. Makan di
luar, pergi nonton, mendatangi tempat wisata serta kegiatan lainnya.
Setiap momen bahagia itu kemudian Dini abadikan ke dalam sebuah foto.
Hingga akhirnya, seminggu berselang, kejanggalan aneh mulai terjadi di
dalam keluarga kecil mereka.
Rasanya beberapa hari terakhir, Dini
merasa hidupnya sedang diteror oleh sesuatu yang tak terlihat. Mulai
dari Dini yang sering melihat sosok sekelebat hitam. Mendengar suara
bisikan yang mengganggu. Mendengar suara bising di atas rumahnya.
Tidurnya yang selalu mengalami mimpi buruk. Bahkan Dini pernah melihat
bantal tidurnya jatuh sendiri dari atas kasur, seperti ditarik oleh
sesuatu. Tapi anehnya, kejanggalan itu tidak dirasakan oleh sang suami.
Seakan teror tersebut memang sengaja ditunjukkan untuk dirinya saja.
Kira-kira sekarang sudah pukul setengah 12 malam. Zian sang suami sudah tertidur
pulas. Sedangkan Dini sendiri masih terjaga sembari melihat foto-foto di
galeri ponselnya. Tanpa Dini sadari, ia mulai menggaruk tubuhnya
perlahan. Lengannya, lalu kakinya, lalu lehernya dan terus mengulang
seperti itu. Awalnya Dini masih belum sadar, tapi sekitar 30 menit
kemudian, barulah ia sadar ketika dirinya merasa gatal-gatal di sekujur
tubuh.
Kini Dini menggaruk tubuhnya lebih kuat dan kencang.
Semakin kencang dan semakin lebih kencang. Sampai membuat kulit tubuhnya
pun menjadi merah karena kukunya sendiri.
Ia mencoba membangunkan sang suami. Lalu suaminya pun bangun. Dini langsung
menceritakan tentang seluruh tubuhnya yang kini gatal-gatal kepada Zian.
Zian pun hanya bisa merasa heran ketika melihat istrinya tidak
berhenti menggaruk. Malahan, sang suami disuruh ikut menggaruki punggung
Dini. Meski sudah cukup lama, gatal-gatal yang dirasakan Dini tidak
menghilang sedikitpun. Justru ia menyuruh suaminya untuk menggaruk lebih
kencang lagi. Bahkan Dini menggaruk dirinya sendiri sampai kulitnya
luka.
Melihat istrinya yang sudah kelewatan, Zian langsung
menghentikan Dini. Zian mencoba menahan kedua tangan Dini untuk tidak
lagi menggaruk, karena jika diteruskan jelas itu akan melukai dirinya
sendiri.
__ADS_1
Tapi hal yang berikutnya terjadi malah memperkeruh
suasana. Setelah badanya gatal-gatal, kini Dini merasa kulitnya menjadi
panas semua. Entahlah, mungkin efek dari garukan yang terlalu lama. Atau
mungkin disebabkan dari sesuatu yang tak kasat mata.
Ketika sekujur tubuhnya merasa gatal dan panas di saat yang sama, Dini pun
mulai panik lalu kemudian ingin menangis. Ia tak mengerti apa yang
sebenarnya terjadi kepada dirinya sendiri. Padahal tadi, ia masih dalam
keadaan baik-baik saja. Sang suami pun tidak bisa berbuat banyak.
Melihat istrinya yang seperti itu, Zian pun malah kebingungan. Ia hanya
terlintas satu hal, yaitu mengguntingi kuku istrinya. Agar kuku-kukunya
tidak membuat luka yang semakin parah. Karena jujur, Dini masih
merangsak untuk menggaruk.
Saat Zian mencoba menenangkan istrinya
sembari mengguntinginya kuku, tetiba saja Dini berteriak histeris. Kini
tangisannya pun terdengar lebih keras. Belum sempat Zian bertanya ada
apa, Dini pun berkata, "Mas, kulit aku berubah jadi ijo." Ucap Dini
barusan dengan histeris.
Zian pun mengheran setengah mati. Apanya
yang hijau? Karena di mata Zian, Dini istrinya masih tampil dengan
keadaan yang normal. Tapi mungkin tidak di mata Dini. Ia terus-terusan
histeris karena melihat tubuhnya menjadi hijau.
Kehabisan akal, akhirnya Zian menghubungi orang tua Dini. Kebetulan, mereka berdua
tinggal tidak begitu jauh dengan orang tua Dini. Zian menelepon mereka
dengan maksud untuk meminta bantuan.
Beberapa menit berselang,
suara sepeda motor terdengar dari depan rumah. Orangtua Dini pun tiba
membawa sapu aren. Mereka langsung bergegas menemui Dini di dalam kamar.
Sama seperti Zian, orangtua Dini juga ikut mengheran dengan apa yang
terjadi kepada Dini. Tentang Dini yang gatal-gatal dan tanpa henti
menggaruk. Tentang Dini yang merasa tubuhnya panas. Apalagi tentang Dini
yang masih histeris karena melihat tubuhnya menjadi hijau. Tapi sama
seperti Zian, Di mata orang tuanya, Dini terlihat sangat normal.
Kemudian ibunda Dini memukulkan sapu aren ke tubuh Dini beberapa kali. Sekali.
Dua kali. Tiga kali. Dan terus mengulanginya. Beliau juga serta
memukulkan sapu aren itu ke kasur di sekitar Dini berada. Beliau juga
meminta semuanya untuk melantunkan doa doa tanpa henti, termasuk Dini.
Ibunda Dini sendiri bukanlah seorang cenayang. Tapi ia percaya, jika
Allah akan selalu melindungi hambanya yang percaya kepada-Nya.
Tak begitu lama, terdengarlah suara mengganggu dari depan rumah. Zian dan
ayah Dini langsung bergegas menuju sumber suara. Dan alangkah
terkejutnya mereka, saat melihat sesosok laki-laki hijau bertubuh besar
yang dipenuhi bulu di beranda rumah. Ini bukan salah lihat. Meski
penerangan tidak begitu terang, mereka tidak salah lihat. Karena
keduanya sama-sama melihat sosok seram yang sama. Tapi sosok itu
menghilang begitu saja tanpa jejak.
Kala Zian dan ayah Dini
kembali ke kamar, Zian pun kembali terkejut. Ia melihat, kuku-kuku Dini
yang ia potongi tadi, terlihat menjadi hijau. Kali ini bukan hanya Dini
saja yang melihatnya, baik Zian dan kedua orangtuanya pun melihat hal
yang sama. Kini mereka percaya, bahwa perkataan Dini sebelumnya adalah
benar. Lambat laun, Dini mulai kembali ke kondisi normal.
Setelah kejadian itu, diminta oleh orangtuanya untuk tidak terlalu mengekspos
kesehariannya di media sosial. Orangtua dini pun meminta agar Dini
mengganti nomor lamanya dengan yang baru. Dini dan suami diminta untuk
ibadah lebih taat. Bahkan Dini diminta untuk tinggal sementara di rumah
orangtuanya lagi, setidaknya sampai teror yang dirasakannya menghilang.
Dini pun tidak mengeyel. Ia menaati perintah kedua orangtuanya. Dini tahu
ini demi keselamatannya, terlebih, ia tahu ini demi keselamatan rumah
tangganya. Jadi ia pun menurut.
Beberapa hari setelahnya, teror
masih dirasakan oleh Dini. Tapi teror itu mulai melemah intensitasnya.
Semakin melemah dan semakin bertambah lemah. Hingga akhirnya, Dini tidak
lagi merasakan teror tersebut, lalu ia pun kembali pulang ke rumahnya.
END.
Note :
Cerita ini juga bisa dinikmati dalam bentuk podcast. Silahkan kunjungi youtube di bawah :
Youtube : Sini Gue Ceritain
__ADS_1
https://www.youtube.com/channel/UCFtMSLJ45g63Hou1yZw7Dlw