Thread Horror

Thread Horror
Bab 4 : Wanita Bergelantung


__ADS_3

Kemarin pagi, Pak Tresno


mendapat kabar, bahwa ia diminta untuk merenovasi sebuah rumah kosong


di kota sebelah. Pak Tresno sendiri memang seorang tukang. Dan


kebetulan, Pak Tresno memang sedang tidak ada kerjaan. Jadi, beliau pun


menerima tawaran tersebut.


Tawaran pekerjaan tersebut sendiri datang dari kerabat jauh Pak Tresno, yang


berada di kota seberang. Si pemilik rumah sudah tahu sejak dulu kalau


kinerja Pak Tresno itu baik. Memiliki kemampuan yang mumpuni dan hasil


kerjanya pun memuaskan. Karena itu, Si pemilik rumah mempercayakan Pak


Tresno untuk merenovasi rumah kosong tersebut.


Tapi sebelum menerima tawaran, Pak Tresno hanya meminta satu hal. Bahwa


beliau ingin ada satu tambahan rekan kerja untuk membantunya merenovasi.


Karena setelah melihat foto rumah tersebut, Pak Tresno tahu kalau itu


adalah rumah yang besar. Ia merasa tak sanggup jika mengurusnya


sendirian. Mendengar permintaan Pak Tresno, Si pemiliki rumah pun


sedikit melakukan negosiasi. Tapi pada akhirnya, permintaan Pak Tresno,


dikabulkan. Alhasil, ia memanggil teman sejawatnya, yakni Pak Jatmi,


yang sama-sama seorang tukang untuk bekerja sama. Dan pada pagi hari


ini, mereka berdua pun berangkat.


Singkat cerita, kini mereka sudah sampai di kota sebelah. Rumah yang ingin


mereka renovasi pun sudah berada tepat di hadapan mereka. Rumahnya


sendiri memiliki luas tanah sekitar 300 meter. Letaknya lumayan agak


jauh dari wilayah keramaian. Dan rumah ini pun berdiri sendiri, tidak


ada bangunan lain yang menghimpitnya. Dan sejujurnya, rumah ini terlihat


menyeramkan. Apalagi ditambah dengan suasana sekitar yang sepi.


Rumah ini adalah rumah kosong. Bahkan sudah kosong sejak 5 tahun yang lalu.


Dan Si pemilik rumah berniat merenovasinya bukan untuk ditinggali,


melainkan untuk dijual. Ia hanya berharap, jika rumah ini terlihat bagus


dan terawat, maka akan ada yang mau membeli rumahnya.


Lalu alasan mengapa rumah ini kosong, tidak ada alasan jelas yang pasti.


Bahkan warga sekitar pun hanya tau si pemilik rumah pindah begitu saja,


dan memilih tinggal di kota lain.


Tapi yang warga tahu, banyak kejadian hal mistis yang terjadi di rumah itu.


Meski dari luar saja sudah terlihat seram, baik Pak Tresno maupun Pak Jatmi


tidak begitu mempedulikannya. Bagi mereka, ini hal biasa. Makanan sehari


hari. Di mata mereka, rumah ini adalah rumah pada umumnya yang harus


mereka renovasi sampai seapik mungkin. Jadi mereka berdua pun masuk ke


dalam sana tanpa berpikir yang aneh-aneh. Apalagi, si pemilik rumah akan


memberikan bonus, jika mereka sampai berhasil merenovasi rumah itu


hingga terlihat apik lalu ada yang membelinya.


Setibanya mereka di dalam rumah, mereka mulai berkeliling. Mata mereka menyapu ke


berbagai arah. Menjelajahi setiap petak ruangan. Mengecek beberapa


properti. Lalu memikirkan sesuatu. Butuh beberapa waktu untuk menelaah


kondisi rumah yang memang sudah tak karuan. Tapi setelah saling bertukar


pikiran, Pak Tresno dan Pak Jatmi tahu apa yang harus mereka lakukan.


Langkah pertama yang mereka ambil adalah merapihkan rumah itu yang sangat


berantakan. Mulai dari menyingkirkan sawang api, menata beberapa


properti yang menghalangi, juga memangkas banyaknya rumput liar di


sekitar. Ya, kurang lebih itulah hal yang harus mereka kerjakan terlebih


dahulu. Agar mereka menjadi lebih mudah dalam mengerjakan hal


berikutnya.


Hingga tak terasa, petang pun menjelang. Mereka sepakat untuk menyudahi pekerjaan hari ini.


Karena rumah itu sudah kosong begitu lama, baik air pam ataupun listrik tidak


lagi ada. Keduanya sudah dicabut oleh pihak terkait. Hal itu akhirnya


membuat Pak Tresno dan Pak Jatmi harus mandi di mushola terdekat.


Malam pun datang. Setelah bersih-bersih badan, mereka kembali ke rumah kosong


itu. Tentu mereka akan tinggal di sana sampai pekerjaan mereka beres.

__ADS_1


Karena jika harus pulang pergi ke rumah, jaraknya terlalu jauh dan tentu


akan menghabiskan banyak ongkos. Jadi mau tidak mau, mereka akan


tinggal di sana hingga renovasi selesai. Lagipula, bagi para tukang,


setidaknya bagi Pak Tresno dan Pak Jatmi, ini adalah hal biasa bagi


mereka.


Setelah mereka berdua selesai makan, mereka pun menggelar alas untuk tidur.


Hanya sebuah tikar tipis. Dan untuk berjaga-jaga, mereka berdua memakai


sarung agar tidak kedinginan, juga memakai obat nyamuk oles agar tidur


mereka nyenyak. Tak lupa, Pak Tresno menyalakan lilin serta radio kecil


yang dibawanya. Radio itu disetel untuk melantunkan tembang-tembang


jawa. Yang akan terus menggema di sepanjang malam. Ya, anggap saja ini


adalah paket lengkap untuk seorang tukang. Lalu, Pak Tresno dan Pak


Jatmi pun, mulai tertidur lelap.


Keesokan paginya pun tiba. Meski Pak Tresno dan Pak Jatmi menginap di rumah


kosong menyeramkan semalam, nyatanya mereka berdua tidak mengalami hal


mistis sedikitpun. Malahan, mereka berdua benar-benar tidur pulas


semalam setelah capek bekerja. Entahlah apa yang terjadi. Mungkin warga


sekitar yang menanggap rumah ini angker hanyalah omong kosong belaka.


Atau mungkin, hal-hal mistis tidak sama sekali mempan kepada mereka


berdua.


Setelah sarapan pagi, Pak Tresno dan Pak Jatmi mulai kembali bekerja. Sembari


diselingi ngopi dan merokok, mereka mulai masuk ke langkah berikutnya.


Yaitu, melepas plafon rumah yang sudah roboh diberbagai titik karena


melapuk. Tentu hal ini sudah disetujui oleh si pemilik rumah. Bahkan si


pemilik rumah sudah mentransfer sekian rupiah untuk melakukan


penggantian plafon. Meski ia sendiri belum bisa datang untuk memantau,


tapi berhubung yang mengerjakannya adalah Pak Tresno, si pemilik rumah


pun percaya penuh kepadanya.


Dengan bantuan Pak Jatmi, Pak Tresno dengan cekatan membuka plafon rumah itu


Plafon rumah tersebut hampir semuanya memang dilepas, karena memang


tidak lagi layak dipertahankan dan takutnya membahayakan penghuninya


nanti. Dan terlihatlah sebuah lubang besar di langit-langit rumah.


Karena hampir semua plafon dilepas, maka wuwungan rumah menjadi terjadi


jelas di sana. Lalu Pak Tresno melihat ada beberapa tiang kayu penyangga


di atas yang harus diganti pula, karena memang tidak layak lagi


dibiarkan.


Tapi karena sekarang sudah memasuki waktu istrirahat siang, mereka memutuskan


untuk berhenti. Lalu mendatangi warteg terdekat untuk membeli makan.


Dan setelahnya, mereka bersantai sejenak sembari melepus rokok.


Jam 1 siang pun tiba. Mereka kembali melanjutkan pekerjaan. Pak Tresno


sudah menghubungi si pemilik rumah perihal izin mengganti tiang kayu


penyangga tadi. Si pemilik rumah pun tidak mau ambil pusing, ia


mengizinkan Pak Tresno untuk menggantinya. Alhasil, mereka berdua, Pak


Tresno dan Pak Jatmi memiliki tugas baru lagi. Yakni, mengganti tiang


kayu penyangga di sana yang sudah tidak layak.


Singkat cerita, Pak Tresno menemukan toko matrial terdekat. Lalu beberapa kayu


pun telah dibeli dan sampai di tempat. Mereka berdua pun menghabiskan


sisa waktu hari ini untuk mengganti beberapa tiang penyangga. Namun ada


sebuah insiden, dimana Pak Tresno tertimpah balok kayu tepat di


kepalanya. Memang tidak berakibat fatal, namun kulit kepala Pak Tresno


sedikit robek, lalu mengeluarkan darah. Insiden ini terjadi di


penghujung petang, seakan insiden ini menjadi situasi penutup untuk hari


ini.


Mereka memutuskan untuk berhenti, dan melanjutkan pekerjaan esok hari. Lalu


sama seperti hari kemarin, mereka berdua mendatangi mushola terdekat


untuk bersih-bersih badan. Dan luka yang dialami Pak Tresno tidaklah


fatal, jadi hanya perlu beberapa penangan kecil, hanya perlu membeli

__ADS_1


obat bubuk untuk menutup lukanya di apotik.


Malam pun kembali tiba. Sekarang sekitar pukul 11 malam. Sejujurnya, mereka


berdua sudah makan setelah habis mandi tadi. Namun berbeda seperti


kemarin, hari ini keduanya sama-sama merasa lapar lagi.


Di saat seperti ini, Pak Jatmi pun menawarkan, "Nasi goreng mau gak?"


Tanpa berpikir panjang, Pak Tresno pun menjawab, "Yaudah. Tapi saya nitip aja ya. Punya saya dibungkus aja."


Pak Jatmi paham benar maksud Pak Tresno. Tanpa banyak basa-basi lagi, Pak


Jatmi langsung keluar rumah dan mancari tukang nasi goreng, meninggalkan


Pak Tresno sendirian di rumah itu.


Pak Tresno yang sehabis tertimpa balok kayu di kepalanya, mulai meraba-raba


lukanya. Lokasi lukanya hampir mendekati ubun-ubun. Dan saat ia sentuh


luka itu, jari telunjukya terasa basah. Saat ia cek, ujung jarinya


terlihat merah. Mungkin lukanya agak dalam, membuat obat bubuk yang ia


taburkan di sana masih merembes.


Pak Tresno memiliki rambut yang gondrong dan tebal. Ia berpikir pasti sulit


agar obat bubuk itu mendarat tepat di bagian lukanya karena terlalu


banyaknya rambut. Jadi, Pak Tresno berinisiatif untuk memangkas sedikit


rambutnya, rambut yang menghalangi lukanya. Ia mengambil gunting dari


tasnya dan mulai mencukur.


Saat ia memotong rambut, terdengar suara agak mengganggu disekitarnya. Ia


mengira-ngira, suara itu berasal dari halaman depan. Lalu Pak Tresno pun


mencoba mencari asal suara itu, namun ia tak menemukan apa apa.


Sejujurnya, ini agak aneh. Saat Pak Tresno kembali ke dalam rumah, ke tempat asal


saat ia mencukur, rambut yg sudah berserakan terpotong tadi terlihat


menjadi lebih banyak. Bahkan terlihat lebih panjang dari rambut miliknya


sendiri. Namun Pak Tresno berpikir wajar, mungkin karena cahaya di sana


hanya diterangi 2 buah lilin, maka ia salah melihat. Dan Pak Tresno


lanjut memotong rambutnya lagi.


Suara mengganggu itu pun kembali muncul. Ia mencoba mencarinya lagi. Namun,


hasilnya kembali nihil. Saat kembali ke tempat asal, Pak Tresno pun


melihat lebih banyak rambut lagi di sana. Pak Tresno mulai mengheran.


Karena rasanya ia baru sedikit saja memotong rambutnya. Ia mencoba


melihat ke sekeliling, namun tidak ada hal ganjil yg ia temukan. Dan


seperti sebelumnya, Pak Tresno berpikir, mungkin hanya masalah


pencahayaan. Lalu melanjutkan memotong rambutnya kembali.


Saat ia memotong rambutnya kembali, kini ia melihat beberapa helai rambut


mulai jatuh dari atas. Helai rambut yang jatuh tersebut persis seperti


yg ia lihat tadi. Kasar, kusam dan panjang. Sangat berbeda dengan bentuk


rambut miliknya. Dan helai rambut itupun mulai jatuh lebih banyak dari


atas.


Saat Pak Tresno menengadahkan wajahnya ke atas, ia melihat sesosok perempuan berbaju


merah di atas wuwungan sana sedang bergelantung. Sosoknya pun memberikan


senyuman yang dingin dan menyeramkan saat menatapnya.


Karna rasa takut yang teramat sangat, Pak Tresno pun melakukan sebuah ritual.


Yaitu, mitos melepas semua pakaiannya, hingga dirinya telanjang, dengan


maksud agar makhluk tersebut pergi. Namun ternyata, ritual itu


hanyalah sebuah mitos belaka. Meski sudah talajang bulat, mahkluk


tersebut tidak mau pergi.


Karena tidak sesuai dengan mitos, Pak Tresno pun akhirnya memakai kembali


pakaiannya, lalu mulai berlari ketakutan. Namun sayang, makhluk tersebut


terus mengejarnya.


Sampai akhirnya, Pak Tresno bertemu dengan beberapa warga diluar. Dan barulah makhluk tersebut pergi.


END.


Note :


Cerita ini juga bisa dinikmati dalam bentuk podcast. Silahkan kunjungi youtube di bawah :


Youtube : Sini Gue Ceritain


https://www.youtube.com/channel/UCFtMSLJ45g63Hou1yZw7Dlw

__ADS_1


__ADS_2