
Kisah horor ini pernah dirasakan oleh salah satu karyawan pabrik yang bernama Dea, nama tersebut telah kami samarkan untuk menjaga privasi narasumber. Dan kisah horrornya ini, merupakan latar belakang mengapa Dea selalu berpikir untuk resign dari pekerjaannya.
Pertama kali Dea diterima bekerja di pabrik teh ini adalah di pertengahan tahun 2022. Ia diterima sebagai administrator dengan percobaan kontrak selama 6 bulan, dan ada opsi perpanjangan bahkan sampai dipermanenkan. Pabrik dimana Dea bekerja sendiri, berdiri di salah satu kawasan industri yang berada di kabupaten Bekasi. Lokasi yang sama dimana ia tinggal.
Tapi siapa yang sangka, bahwa perusahaan dimana Dea bekerja adalah lokasi yang begitu banyak aktivitas gaib di dalamnya.
Bahkan baru juga 1 bulan bekerja, Dea sudah merasakan banyak hal-hal mistis nan ganjil di sana. Yang paling sering adalah melihat sekelebatan hitam, serta suara-suara misterius yang muncul tiba-tiba. Bahkan acap kali, dengan mata kepalanya sendiri, Dea sering melihat beberapa barang yang bergerak dengan sendirinya, seperti cangkir yang bergeser atau lembaran dokumen yang membalik sendiri. Seakan-akan para lelembut sedang memberitahu kepada Dea, bahwa mereka ada di sana. Dan para lelembut di sana pun bersikap adil, bukan hanya Dea saja yang diganggu, tapi rekan kerja Dea yang lain pun ikut diganggu pula.
Tentu banyak dari mereka yang ketakutan hingga berteriak histeris saat mengalami hal janggal tersebut. Termasuk pula dengan Dea. Dan rasanya, memang maklum jika kita akan takut dengan hal-hal demikian.
Nah, dari banyaknya pengalaman mistis di sana, pengalaman pertama yang paling seram bagi Dea adalah saat ia sedang berjalan di lorong menuju ruang kerjanya.
Jadi ceritanya, waktu itu kira-kira jam 5 sore. Banyak dari rekan kerjanya yang sudah pulang, Dea sendiri pun sebenarnya sudah pulang, bahkan ia sudah duduk di atas jok motor suaminya yang datang menjemput. Tapi saat merogoh isi tas, Dea tidak menemukan catatan yang diberikan oleh sang atasan. Lalu dengan sigap, ia turun dari motor dan kembali berjalan menuju ruang kantor, untuk mengambil catatan si bos yang sepertinya ketinggalan di meja kerja.
Karena kebanyakan pegawai kantor sudah pada pulang, kondisi di sana menjadi sepi. Lampu-lampu di dalam gedung pun belum dinyalakan, sehingga lorong menuju ruang kantor kala itu agak meredup cahayanya.
Lalu saat Dea berjalan di lorong yang membelok, di ujung lorong sana, Dea melihat ada seorang perempuan sedang berjalan. Langkahnya pelan, dengan wajah menunduk tertutup oleh rambutnya yang panjang, pakaiannya pun terlihat lusuh dan kotor. Arah jalannya berlawanan dengan Dea pula. Jika Dea ingin menuju arah Utara, maka sosok itu berjalan menuju selatan. Harusnya mereka akan berpapasan sebentar lagi. Tapi sebelum itu terjadi, tetiba saja sosok itu membanting arah jalannya ke kanan, lalu menembus tembok. Dea pun hanya bisa mengucap istighfar melihat kejadian itu.
Jika pengalaman horor Dea barusan sudah terbilang menakutkan, maka kejadian rekan kerja Dea yang satu ini akan berkali-kali lipat jauh lebih gila lagi.
Rekan Dea yang satu ini bernama Nia, tentu nama itu sudah kami samarkan pula. Nia adalah rekan kerja Dea di satu departemen yang sama. Ia pernah mengalami hal horor saat bekerja lembur.
Waktu itu, semua rekan kerja Nia sudah pulang, kecuali Dea, yang juga ikut lembur bersamanya karena mengaudit data perusahaan yang harus rampung secepatnya.
Saat mereka berdua berjibaku dengan data-data yang njlimet seperti semut sedang bergerumun, tetiba saja Nia ingin buang air kecil. Kala itu, waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Nia pun tahu, bahwa perusahaan dimana ia bekerja, memang banyak hal mistis di dalamnya. Menyadari itu, ia pun berinisiatif mengajak Dea untuk ikut menemaninya menuju toilet. Tapi dengan wajah serius menghadap layar komputer, Dea pun berkata, "Tahan dulu sebentar Mbak Nia. Tanggung ini, kalau diselak, nanti aku harus ngumpulin semangat lagi buat nerusin auditnya." Ucap Dea yang sedang fokus.
Lalu dengan wajah menahan kebelet, Nia pun berucap, "Ayo mbak Dea, aku udah kebelet banget ini, tapi aku takut kalau sendirian. Ayo buru, keburu bocor."
Tapi sekali lagi, Dea pun menolaknya halus dengan berkata, "Sebentar mbak. Tahan 5 menit lagi, aku lagi ngerjain bagian paling sulitnya ini. Kalau ditunda, nanti aku kagok."
Merasa tak tahan, Nia pun akhirnya nekat. Sebelum pergi, ia bertutur kepada Dea, "Ah kelamaan. Aku udah gak kuat." Ucapnya cepat. Lalu Nia mulai berjalan tergesa-gesa menuju toilet.
__ADS_1
Kondisi gedung kantor memang terlihat terang oleh banyaknya lampu yang menyala. Tapi meski demikian, Nia sadar bahwa lorong yang saat ini ia susuri terasa begitu sunyi. Kala ia mengintip ruangan departemen lain saat berjalan, Nia tidak bisa menemukan siapa-siapa di sana, ia melihat banyak ruangan yang sudah kosong melompong.
Jika dalam kondisi normal, mungkin Nia akan mulai bergidik ketakutan saat ini. Tapi berhubung sekarang ia sedang menahan rasa kebelet, Nia pun akhirnya bisa bersikap cuek. Karena yang terpenting baginya kini adalah, menuju toilet dengan segera, lalu melepaskan rasa ingin buang air kecilnya secepat mungkin. Hanya itu yang ada di dalam benak Nia.
Tak lama kemudian, Nia pun sampai di depan pintu toilet. Saat inipun, tangan kanannya sedang memegang gagang pintu. Dan kala suara derit pintu yang terbuka mulai terdengar, tetiba saja ia berteriak keras dengan raut wajah penuh ketakutan. Dalam waktu sekejap, Nia pun jatuh pingsan.
Suara teriakan Nia barusan, akhirnya mengundang banyak orang datang ke sana. Termasuk Dea yang berada di dalam kantor. Meski samar, suara teriakan menggelegar Nia barusan masih terdengar jelas ke ruangan dimana ia berada. Spontan, Dea pun langsung berlari menuju toilet wanita.
Sesampainya di sana, Dea melihat beberapa orang sedang mengerubungi Nia. Kalau tidak salah, ada 5 orang. Dan bersama-bersama, mereka mulai menggotong Nia menuju sofa yang ada di lobby kantor.
Butuh sekitar 20 menit untuk Nia siuman. Dan saat ia terbangun, Nia pun mulai bercerita mengapa ia sampai teriak dan jatuh pingsan. Kepada semua orang yang berada di sekelilingnya, Nia pun bercerita, "Tadi pas aku buka pintu toilet, aku ngeliat Kuntilanak merah lagi melotot. Mukanya serem, kulit wajahnya kayak ngelupas, terus ngeluarin darah." Tutur Nia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya.
Mendengar penjelasan Nia barusan, Dea pun merasa bersalah karena enggan menemaninya tadi. Ia pun sempat meminta maaf kepada Nia. Untungnya, Nia pun tidak menyalahkan Dea atas kejadian tersebut. Tapi semenjak kejadian itu, Nia semakin paranoid jika harus lembur lagi.
Jika pengalaman Dea melihat sosok yang menembus tembok belum ada apa-apanya dibandingkan dengan Nia yang melihat sosok kuntilanak merah, maka pengalaman Dea yang satu ini mungkin akan menjadi pengalaman paling mengerikan dibandingkan dengan apa yang Nia rasakan tadi.
Ini adalah kisah horor terseram kedua Dea yang pernah ia rasakan saat bekerja di perusahaan itu.
Tapi sekitar pukul setengah tujuh malam, akhirnya revisian Dea pun selesai. Kini, ia hanya perlu membuat salinan datanya dalam bentuk hardcopy, atau dalam bentuk berkas utuh. Tapi sayang, printer di ruang kantornya sedang macet sedari kemarin. Jadi mau tidak mau, Dea harus mencetak salinannya ke ruang fotocopy yang berada di lantai 2.
Dea tahu, bahwa suaminya sudah datang menjemput sedari jam 6 tadi. Sang suami pun memang sedang menunggu Dea di luar. Tidak ingin membuat suaminya menunggu lebih lama, dengan langkah cepat, Dea pun berjalan menuju ruang fotocopy yang berada di lantai 2. Ia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya lalu lekas pulang.
Jam setengah 6 sore saja, biasanya gedung kantor mulai sepi karena para pegawai yang sudah pulang. Jadi kala Dea berjalan menuju lantai 2 di jam setengah 7 malam seperti ini, ia hanya akan menemukan keheningan di sekelilingnya, juga ditemani oleh hawa dingin di sekitarnya. Ya, posisi dimana Dea berada sekarang bernuansa seperti itu, hening, sunyi dan dingin. Benar-benar sepi. Dea pun sangat sadar, bahwa saat ini, situasinya terasa sangat mencekam. Tapi, mau bagaimana lagi? Salinan dokumen itu harus sudah siap dan berada di atas meja bosnya besok pagi. Jadi dengan keberanian yang seadanya, Dea terus menyusuri lorong menuju lantai 2 dengan menahan rasa takut.
Sesampainya ia di sana, Dea mulai menyalakan fitur bluetooth di mesin fotocopy. Lalu ia mulai mengirim berkas dalam bentuk PDF via ponselnya. Dan Dea melakukan itu semua dengan perasaan yang was-was, karena situasi di sekitarnya yang terasa mencekam. Meski samar, Dea pun mulai mencium bau wewangian minyak. Ia tidak tahu bau apa itu dan darimana bau itu berasal. Tapi karena tidak begitu peduli, Dea pun mengabaikannya.
Dan saat Dea sedang menunggu mesin fotocopy mencetak berkas, sebuah kejutan pun muncul. Mesin fotocopy itu tetiba saja macet. Kejadian itupun sempat membuat Dea kesal, ia pun berkata, "Astaghfirullahalazim. Kenapa sih tiba-tiba rusak? Jangan bercanda ya ampun. Lagi buru-buru ini." Tutur Dea dengan penuh rasa jengah. Lalu dengan kemampuan seadanya, Dea pun mulai mengecek mesin fotocopy itu semampunya. Mulai dari menekan beberapa tombol, menggebuk-gebuk pelan badan mesin, sampai membuka kap mesin fotocopy untuk melihat ke dalam. Dea pun sampai harus jongkok untuk mengecek mesin yang tetiba saja macet.
Sementara Dea yang sedang jongkok mengecek mesin, tetiba saja Indra penciumannya mulai mencium aroma yang tidak sedap. Bau wewangian minyak yang tadi ia cium, tetiba saja berubah menjadi bau busuk seperti bangkai sekarang. Sembari mengendus, Dea pun bergumam, "Bau apa nih? Kok busuk banget baunya?" Ucapnya sembari mengernyitkan dahi.
Lalu saat Dea berpikir, ia merasakan sebuah sentuhan dari belakang. Terasa seperti ada yang menyentuh bagian punggungnya. Dea pun mulai menaruh curiga.
__ADS_1
Situasi yang hening dan dingin. Ditambah pula tercium aroma busuk yang datang tiba-tiba. Dan baru saja, punggungnya terasa seperti disentuh oleh seseorang. Semua hal itu akhirnya membuat Dea mulai bergidik saat ini. Lalu, dengan posisinya yang sedang jongkok, Dea pun berinisiatif melirik ke belakang lewat kolong kakinya. Tapi, Dea tidak menemukan siapa-siapa di sana.
Dan saat situasi mencekam itu terjadi, anehnya, Dea kembali merasakan sebuah sentuhan di punggungnya barusan, seperti ada yang sedang menowel dirinya barusan, meski Dea tahu, bahwa tidak ada siapa-siapa di belakangnya saat ini.
Tahu apa yang sebenarnya terjadi, Dea pun mulai berdiri tegap. Dengan langkah tergesa, ia pun mulai berjalan miring keluar ruangan dengan wajah meringis ketakutan.
Lalu saat sudah berada di ujung pintu, Dea akhirnya menengok. Rasa penasarannya membuatnya melirik ke dalam. Dan saat Dea menoleh ke dalam ruang fotocopy, ia melihat sesosok pocong dengan wujud rupa yang sangat menyeramkan. Wajahnya hitam dan rusak, matanya seperti ingin keluar pula. Sama seperti Dea yang melirik ke arahnya, pocong itupun ikut menoleh ke arah Dea, mereka sempat bertatapan sesaat. Seketika, Dea pun langsung lari terbirit-birit meninggalkan lokasi.
Kejadian horror lainnya pun lagi-lagi menimpah Dea. Kalau yang satu ini, kejadiannya terjadi saat pagi hari.
Kronologi berawal dari Dea yang baru datang bekerja. Waktu masih menunjukkan pukul 7 pagi lebih sedikit kala itu. Dea yang datang kepagian pun, mendapati ruang kantornya masih kosong, baru dirinya seorang yang berada di sana.
Dan setelah kejadian itu, Dea semakin paranoid bekerja di sana. Hal-hal gaib masih terus berlanjut sampai sekarang. Mulai dari melihat hantu muka rata, sampai akhirnya, Dea kebagian juga melihat sosok kuntilanak merah. Belum lagi, ditambah pula dengan penampakan penampakan lainnya, yang membuat rasa traumanya lebih menjadi jadi
Rasanya ingin resign dari sana segera, tapi tuntutan hidup dengan segala kebutuhannya, akhirnya membuat Dea menjadi bertahan. Apalagi dengan kontrak barunya yang diperpanjang hingga setahun ke depan, maka Dea harus menguatkan hati kala ia bekerja.
END.
\===============================
## Makasih banyak yang udah baca cerita ini sampai habis.
## Tolong di vote ya manteman :)
\===============================
Note :
Cerita ini juga bisa dinikmati dalam bentuk podcast. Silahkan kunjungi youtube di bawah :
Youtube : Sini Gue Ceritain (Podcast)
__ADS_1
https://www.youtube.com/channel/UCFtMSLJ45g63Hou1yZw7Dlw