True Love Bad Boy

True Love Bad Boy
Kegalauan Abyan 2


__ADS_3

๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ


Dan....bila esok...datang kembali


Seperti sedia kala dimana kau bisa bercanda


Dan...perlahan kaupun lupakan aku


Mimpi burukmu...dimana t'lah ku tancapkan duri tajam....


Kaupun menangis...menangis sedih


Maafkan aku....


Dan...bukan maksudku...bukan inginku


Melukaimu sadarkan kau di sini kupun terluka


Melupakanmu...menepikanmu


Maafkan aku...


๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ(Sheila on7_Dan)


Lagu ini terdengar berulang di ponselku, aku mendengarkan sambil tiduran di kamar, masih terkenang Ainun. Kisahku bersama Ainun benar sudah berakhir, aku dengar dari Roy dia sudah kembali ke rumah suaminya. Kini aku kembali menjadi sama seperti dulu menjadi seorang casanova, suka teler, dan jago taruhan.


๐ŸŽถKring....kring.....kring.....๐ŸŽถ


Ponselku berbunyi, sedikit malas aku mengangkatnya.


"Halo,Byan... Akhirnya kamu angkat juga. Lagi dimana. Ketemuan yuukk?" Kata suara dibalik ponsel.


"Maaf,Ren... Aku lagi banyak kerjaan." Ucapku menolak.


"Yah, Byan...padahal aku kangen." Kata Iren manja.


" Lain kali yah,ketemuannya... Aku tutup dulu aku lagi kerja." Ucapku mengakhiri tak ingin menanggapi ucapannya.


"Ya,sudah... hati-hati kerjanya. Bye Byan..." Ucap Iren menutup telponnya. Aku menghelah nafas dan memejamkan mata.


"Masih galau kak..?" Tiba-tiba Ansel datang dan berbaring di sampingku. Aku tidak menjawab, pura-pura tidur.


"Kak..."


"Apa....?"


"Masih banyak cewek loh kak... Tuch di kontak kakak banyak kan." Kata ansel lagi.


Aku diam, benar-benar tidak mood untuk menanggapi Ansel.


Akhirnya Ansel hanya berbaring disampingku dan sepertinya dia tertidur. Aku ingin beranjak pergi ketika dia berbicara kembali.

__ADS_1


"Kak,nanti malam ada acara dirumah pak zaki..kesana yah?Katanya rame,bisa karokean juga."Kata Ansel lagi masih dengan posisinya yang tidak berubah.


"Acara apa?" Tanyaku,Aku sedikit tertarik.


"Sii Suryo mau nikah? Kita semua di panggil kesana....bridal shower gitu... kesana yah?" Jelas Ansel lagi penuh harap, mungkin dia merasa kasian melihat hari-hariku belakangan ini.


"Ok... Lama juga tidak bertemu Suryo, aku kira dia akan menikah di kota. Masih ingat kampung halamannya juga rupanya dia." Ucapku menimpali setelah berpikir beberapa saat. Ansel hanya tersenyum mendengarkanku lalu memejamkan matanya kembali.


Sekitar jam jam 07.00 malam aku, Ansel, Beny, serta Yudi sudah berada di rumah pak Zaki, tepatnya di samping rumah agak jauh dari rumah utama.aku pikir hanya kami cowok-cowok yang kumpul, ternyata sudah disiapkan ladis oleh suryo. Dia sudah asyik ngobrol dengan beberapa teman-teman kantornya yang ternyata sengaja diundang ke kampung.Kami bergabung dengan semuanya.


Tidak lama Riyan dan Roy juga sudah ikut gabung. Aku tidak menyangka Suryo benar-benar mempersiapkan pesta ini dengan baik. Aneka minuman dia siapkan ada Alkohol,anggur, cocktail dan aneka teman-temannya.


Minuman yang hanya biasa aku temukan di club,ya aku dan Ansel serta yang lain kadang ke club bila pendapatan kami sedang lumayan. Cuci mata sambil menikmati alunan musik dengan dentuman keras tentunya.


"Hai,Aby.. Lama yah baru bertemu.." Sapa Suryo padaku setelah menyapa satu persatu tamu-tamunya.


"Iya, kau betah sekali di kota jarang pulang."Jawabku sambil tersenyum menyambut uluran tangan seraya memeluknya hangat.


Suryo tertawa dan mengangukkan kepala " Iya, pekerjaan membuatku jarang pulang.. Hari raya pun kadang orangtuaku yang harus ke kota agar bisa berkumpul."katanya lagi penuh sesal.


" Oh,ya kalian nikmati saja pestanya. Aku harus kesana menyapa yang lain." Ucapnya kembali penuh senyum lalu berlalu.


"Sipp..." Ucap Kami semua sambil mengacukan jempol serentak.


Malam kian larut acara makin ramai karena disertai karokean, Kami semua larut dalam gemerlap pesta. Aku mulai bosan dan ingin pulang.


"Pulang yuuck sel,,," Ajakku pada Ansel karena mulai bosan.


"Kenapa kak?masih seru ini..." Ucapnya smbil bergoyang mengikuti irama musik.


"Tumben,By.. Cepat ngajak pulang biasanya malah kamu yang tidak mau pulang." Kata Riyan dengan senyuman mengejek.


"Kepalaku pusing..ngantuk.." Kataku beralasan, padahal suasana hatiku masih kurang bersahabat.


"Sana pulang sama Beny, daritadi juga sudah gelisah." Kata Roy pula, Beny hanya cengengesan memperlihatkan giginya.


"Kalau tidak betah kenapa ikut,Ben?ayoo dech..." Kataku sambil menarik Beny pulang.


Kami pun berjalan keluar ruangan menuju rumah masing-masing,tepatnya aku k erumah nenek.Ansel dan yang masih betah disana melihat di temani biduan-biduan cantik yang berganti bernyanyi.


*****


Hari ini aku dan Ansel bersiap-siap untuk berangkat kerja saat Riyan datang ke rumah menemui kami.


"Assalamualaikum.." Ucap Riyan saat melihat tante Mirna.


"Waalaikumsalam.." Jawab tante Mirna karena memang sedang menyapu diruang tamu.


"Ada Aby tante..?" Tanyanya kemudian.


"Iya..masih tidur mungkin, langsung ke kamar saja. Ada Ansel juga.." Kata tante Mirna lemah lembut dan tersenyum.

__ADS_1


Aku sudah keluar kamar saat Riyan melangkah memasuki rumah.


"Ada apa yan,tumben kesini pagi-pagi?" Tanyaku penasaran. Tidak mungkin Riyan kesini sepagi ini bila tidak ada masalah.


"By,gawat.. Toko pak Rizal hancur dilempar orang, kaca pintu dan jendelanya berserakan." Katanya berbisik.


"Kenapa,yan? Kok pakai bisik-bisik siih...?" Kata Ansel pula lalu bergabung bersama kami. Kami bertiga sudah duduk di depan TV.


"Toko pak Rizal katanya diserang." Ucapku pada Ansel.


"Terus hubungannya sama kita apa?"Ucap Ansel hendak berlalu.


"Itu masalahnya,yang disalahkan kita-kita..." Kata Riyan kelihatan kesal.


"Maksudnya..?" Tanya ku serentak dengan Ansel.


"Iya,aku dengar kita yang di tuduh melemparinya." Katanya lagi.


"Terus...?" Tanyaku masih tidak mengerti.


"Kok bisa kita siih..?" Tanya Ansel pula.


"Katanya Itu Waktu acaranya sii Suryo kita semua mabuk-mabukan. Nah saat itu kejadiannya, makanya kita yang disalahkan, kamu sadar tidak siih image kita saat ini." Kata Riyan geregetan.


"Terus kamu tahu dari mana kalau yang disalahkan kita?" Tanyaku masih tidak percaya.


"Sudahlah kak, tidak usah di dengar sudah siang ini.. Kita nanti terlambat ke tempat kerja." Kata Ansel pula tidak sabaran mau berangkat. Mumpung motor Om Irwan lagi nganggur dan bisa di pinjam.


"Seriusan, aku tahu dari tante Senab dia malah marah-marah sama aku tadi. Katanya aku itu bikin malu,mabuk-mabukan dan merusak barang orang katanya." Keluh Riyan makin kesal menantapku berganti dengan Ansel.


"Jadi kita harus bagaimana?"tanya Ansel lagi.


"Cari tahulah siapa pelakunya, enak saja kalau tiba-tiba kita di ambil polisi karena kesalahan yang bukan kita pelakunya." Ucapnya kembali bersungut-sungut.


"Ya,sudah nanti yan...kita kesiangan nih." Kata Ansel sambil menarik kami berdua berdiri dan berjalan ke luar rumah.


"Kerja dimana sih,Tidak ajak-ajak...?" Kata Riyan masih dengan nada mengomelnya.


"Rumahnya pak Ishak.. Cuma dapurnya saja sedikit dirapikan paling semingguan selesai." Kataku pula menjelaskan.


"Ya,sudah yan...nanti malam kita bahas di rumahmu saja, aku berangkat dulu sama Ansel." Kataku seraya naik di boncengan motor yang ditunggangi terlebih dulu oleh Ansel.


"Baiklah.. Kalian hati-hati kerjanya." Kata Riyan hendak berlalu. Aku dan Ansel hanya mengangguk dan mengajukan jempol tanda setuju.


Aku dan Ansel pun melanjukan perjalanan kami menuju rumah pak Ishak untuk menyelesaikan pekerjaan beberapa hari ke depan,.lumayan untuk penyambung hidup.


...**please dukung aku yach,aku harap karyaku bisa memuaskan reader semua.... terimakasih dan maaf bila masih banyak typo nya.***...


...###...


Please........ Please.........Please........... Please........

__ADS_1


...Mohon tinggalkan jejak Komen dan Like, sebagai masukan untuk penulis yach..?!!...


...serta jangan lupa vote nya juga terimakasih............๐Ÿ’•...


__ADS_2