
Setelah beberapa kali ganti supir akhirnya kami tiba juga di rumah om Riswan. Rasa lelah setelah perjalanan yang jauh, benar - benar menderah kami. Kami tiba di rumah om Riswan dini hari, om Riswan sendiri yang menyambut kedatangan kami.
Setelah berbasa - basi sebentar dengan Om Riswan dan tante Rasti, kami pun terlelap kembali di ruang tengah rumah om Riswan, tanpa memperdulikan barang bawaan yang ada di mobil. Biar besok saja menurunkan semuanya.
Pukul 06.00 aku terbangun. Kulihat penghuni rumah sudah bangun, sibuk dengan rutinitas masing - masing. Aku berjalan menuju teras rumah, cukup dingin cuaca pagi hari, udaranya sangat segar. Ku rentangkan tanganku menghirup udara sebanyak-banyaknya, menikmati udara dingin yang menusuk ke tulang-tulang. Tak lama tampak Sahid dan Yudi menyusulku, ternyata mereka juga sudah bangun.
"Kalian shalat dulu. Malah kumpul melamun disitu." Tegur kak Anton melihat tingkah kami yang sedang duduk berjejer di pembatas teras rumah.
Kami hanya menoleh dan berjalan malas ke arah kamar mandi tanpa menjawab ucapan kak Anton. Membuat kak Anton menggeleng-geleng kepala melihat tingkah kami yang kembali berjalan membuat barisan layaknya iring - iringan bebek tanpa suara.
Setelah menjalankan kewajiban meski agak kesiangan, kami kembali ke teras. Terlihat om Riswan dan kak Anton sudah asyik berbagi cerita.
"Yud,turunkan barang - barang kalian.." Ucap kak Anton saat melihat kedatangan kami. Yudi mengambil kunci mobil, na berjalan menuju ke parkiran mobil kami.
"Beny sama Riyan mana?" Tanya Ansel pada Sahid yang berjalan sendiri keluar rumah.
"Aku tidak mau menurunkan barang-barang Beny,suruh angkat sendiri..." Ucap Ansel lagi bersungut - sungut.
"Nanti juga menyusul,Sel...jangan sewot dulu.." Balas Sahid pula.
"Iya,Sel...Sabar...Orang sabar di sayang Allah..." Ucap Yudi pula senyum-senyum.
"Roy..Panggil Beny sama Riyan..Tuh barang mereka.." Seru Ansel Saat melihat Roy masih dengan wajah di tekuk.
"Iyaa,Sabar bro...lagi pada sibuk di dapur itu.." Kata Roy senyum-senyum penuh arti.
"Ngapain?" Tanya Ansel heran.
"Lagi modusin Danti dan Winda...Bantuin bikin nasi goreng sama pisang goreng..Haha.." Kata Roy sambil tertawa.
"Waahh,kalah cepat kamu Sel...Hahaha.." Ledek Sahid pula. Aku hanya ikut tersenyum mendengarnya. Beda dengan Yudi yang mulai geram, akibat tingkah teman-temannya yang mulai mendekati sepupunya.
"Sabar,Yud...nanti langsung sikat saja..Hahaha...." Kataku pula hingga tak bisa menahan tawaku.
"Hahahaha....Tenang,Yud...aku yakin tidak akan ada yang tergoda...sama ke dua play station itu." Ucap Roy pula menenangkan, meski tetap dengan eskpresi senyam-senyum.
" Seru benar niih obrolan...?" Tiba-tiba Beny muncul dari belakang kami. Wajahnya tampak sumringah.
"Senang benar kelihatannya,Ben..?" Tanya Ansel dengan senyum mengejek.
__ADS_1
"Iyaalah.. Pagi-pagi tuh lihat yang segar - segar, bikin hati senang dan bahagia..." Ucap Beny sambil tak henti menyunggingkan senyum.
"Ooh,yaa...Kalian di suruh sarapan dulu tuh.. makanan sudah siap..Terus katanya om Riswan juga mau bahas soal kerjaan." Kata Beny lagi.
"Tuh,angkat dulu...Riyan mana?" Kata Ansel sambil menyerahkan ransel Beny yang dia turunkan dari bagasi mobil.
"Lagi bantu tante Rasti menghidangkan sarapan.." Kata Beny santai sambil menerima ransel dari Ansel.
"Sel,Yang itu dan itu juga..kamu yang bawa yah." Lanjut Beny tanpa merasa bersalah sambil berlalu ke dalam rumah.
"Beny... Benar-benar itu bocah...!!" Keluh Ansel geram melihat Beny berlalu dengan santainya.
" Hahaha...Sabar yah,Sel...Ini ujian.." Kata Sahid sambil menepuk bahu Ansel dan berlalu.
Aku ikut tertawa dan menarik Ansel agar ikut serta dengan kami masuk ke dalam rumah. Tak lupa aku membantunya mengangkat barang Beny yang terlanjur keluar dari mobil. Masih ada beberapa barang yang belum sempat diturunkan, nantilah setelah sarapan kami melanjutkan kembali membenahi barang bawaan kami. Ansel masih terus bersungut-sungut sambil melangkah masuk ke dalam rumah.
"Sel,Punya aku mana?" Tanya Riyan ketika melihat kami membawa barang-barang Beny.
"Ambil sendiri.." Kata Ansel kesal.
"Pilih kasih niih,masa cuman Beny saja yang diambilkan barangnya." Ucap Riyan jealous.
"Nih,Ben...Awas saja kamu masih seperti ini." Ancam Ansel melotot, sambil meletakkan barang - barang Beny.
"Peace kakak Ansel..Maafkanlah hamba paduka raja...." Ucap Beny sambil bersimpuh bak seorang prajurit yang sedang melakukan kesalahan pada rajanya. Yang lain hanya tertawa melihat tingkah Beny dan Ansel.
"Teman-temanmu lucu-lucu yah,Yud..." Ucap Tante Rasti sambil tersenyum.
"Maaf tante,kalau kedatangan kami bikin keributan di rumah tante.." Kataku pada tante Rasti tidak enak.
"Justru kami senang,By..Rumah jadi ramai..Tidak seperti biasanya,sepi.." Ucap om Riswan pula tersenyum.
"Kok bisa sepi,om..Kan ada Danti dan winda?" Tanya Kak anton heran.
"Iyaa,sepi karena mereka itu keluar kamar kalau mau makan dan ke kamar mandi saja.." Kata om Riswan lagi.
"Kenapa,om?" Tanya Ansel pula.
"Lebih betah main Hp di kamar.." Kata tante Rasti lagi.Kamipun serentak mengangguk.
__ADS_1
"Ngobrol saja...Ayoo,makan dulu..jangan dilihatin saja makanannya.." Kata om Riswan lagi.
"Iya,om..." Jawab kami serentak dan tersenyum senang, melihat menu yang terhidang.
Kami duduk lesehan di ruang tengah menikmati dengan lahap makanan yang dihidangkan tante Rasti. Tante Rasti tidak hanya membuatkan kami nasi goreng, tetapi juga ada bubur ayam, bubur kacang hijau, pisang goreng dan aneka jajanan pasar yang tersaji menggugah selera makan. Entah kapan tante Rasti membuat semuanya.
"Waahh,ini buatan tante semua?Kami jadi tidak enak sudah merepotkan tante..." Tanyaku sangat antusias melihat aneka makanan tersebut.
"Tidak semuanyalah,By....Jajanan pasar ada beberapa yang tante beli..." Ucap tante Rasti sambil menikmati bubur kacang hijau yang masih hangat.
"jangan sungkan, kapan terakhir kalian kemari, sudah lama sekali sepertinya? Wajar bila tantemu menyiapkan semua ini.. Apalagi ada ponakan kesayangannya..." Ucap om Riswan tersenyum ramah sambil menunjuk ke arah kak Anton.
"Aku tidak di sayang nih om...?" Ucap Yudi sok merajuk.
"Sayang...Sayang semuanya,Yud...Jangan dengarkan,Ommu..Sudah ayoo makan.." Kata tante Rasti menenangkan Yudi.
"Cobain deh....Ini nasi goreng dan pisang goreng,buatan aku sama Danti,By...Terus itu bubur ayam dan bubur kacang hijau buatan Winda sama tante Rasti..." Jelas Beny pamer pada kami.
"Enak saja, kamu kan cuma ngobrol saja tadi,Ben.. sok bantu lagi.. Yang ada kamu tadi tuch cuma mengganggu Danti..." Seru Riyan tak terima.
Tampak Danti dan Winda hanya menahan senyum melihat ke arah Beny.
"Tidak kok,.kak Beny dan Kak Riyan ikut membantu kami tadi.. " Sanggah Danti cepat sambil tersenyum.
Dia tahu pasti akan panjang urusannya bila tidak segera memotong pembicaraan Riyan yang seperti itu.Beny dan Riyan senyam - senyum malu mendengar ucapan Danti.
" Senangnya tuh dibelain..." Kata Sahid meledek.
"Syirik nih yeeh..." Ucap Beny mencibir.
Aku dan yang lain hanya tersenyum melihat Beny yang tidak perna mau mengalah. Kami benar - benar di sambut ramah oleh om Riswan dan tante Rasti. Tidak hanya jamuan sarapan pagi yang beraneka macam makanan. Jamuan makan siangnya pun sama,kami sampai merasa tidak enak karena membuat tante Rasti repot.
...***maaf Slow Up reader cantik N ganteng.....akibat kesibukan di dunia nyata yang tidak bisa dihindari,maaf yaahh.....***...
Happy Reading......
...***please dukung aku yach,aku harap karyaku bisa memuaskan reader semua.. terimakasih dan maaf bila masih banyak typo nya.***...
...###jangan lupa tinggalkan jejak yach,koment,like, dan jangan lupa vote nya juga terimakasih. ###...
__ADS_1
~Jangan lupa di jadikan favorit juga yah~