True Love Bad Boy

True Love Bad Boy
Pesta di Rumah Yudi


__ADS_3

Seminggu lebih Aku bermalas-malasan di rumah, beberapa kali Beny, Riyan maupun Yudi menelpon mengajakku berkumpul seperti biasa tapi tidak aku lakukan. Ansel sudah berapa hari ini sudah tidak di rumah, dia sudah kembali seperti biasa nginap di rumah nenek atau rumah Roy dan Riyan.


Dengan malas akhirnya aku mengiyakan ajak mereka hari ini yang akan berkumpul di rumah Yudi karena lagi ada acara syukuran disana, hasil panen padi bapaknya lumayan banyak dari pada tahun kemarin katanya.


Aku bersiap-siap dengan sedikit malas, membersihkan diri dan memakai baju kaos dan celana jens seperti biasa. Setelan santai yang selalu membuatku nyaman. Setelah aku siap aku berjalan keluar rumah tentunya setelah pamit sama mama yang lagi sibuk di dapur.


Berjalan 10 menit aku sudah sampai di rumah nenek, Ansel berjanji akan menjemputku disana.


"Nek,Ansel mana...?" Tanyaku pada nenek yang sedang berada di dapur membersihkan beras.


"Ansel tidak menginap disini.." Jawabnya sambil menoleh padaku.


" Memangnya kamu dari mana, kenapa tidak bersama Ansel?" Tanya nenek kembali padaku.


" Aku dari rumah, tadi Ansel bilang akan menjemputku disini..." Jelasku pula.


" Tunggu saja atau coba kamu telpon...." Saran nenek.


" Iya,nek..Aku tunggu di teras saja.." Kataku sambil berlalu keluar.


Aku belum sampai di teras rumah saat Ansel masuk.


" Sudah lama kak..?" Tanya Ansel sambil bwrjalan masuk ke dalam rumah.


" Belum...mau jalan sekarang?" Kataku balik.


" Sebentar kak...Baru juga masuk rumah..." Katanya sambil berlalu ke arah kulkas mengambil air putih dan meminumnya.


" Memangnya Yudi tidak menyediakan air putih, Sel... Pulang - pulang kehausan begitu...?" Tanyaku heran dengan kelakuan Ansel.


" Ada, tapi tidak dingin..." Ucapnya sambil membenarkan duduknya di depan TV. Aku mengikutinya dan malah ikut berbaring di sofa samping Ansel.


" Kok malah tiduran kak... Mau jalan tidak ini?" Ucapnya protes.


" Habis kamu juga malah memperbaiki dudukmu dan menyalakan TV... Mending aku tiduran lagi...." Jawabku pula.


" Sorean saja yah kesana...mager ini?" Kataku kembali.


" Ampun dech kak... di rumah guling-guling disini masih guling-guling..." Keluh Ansel geleng-geleng kepala.


" Kayak arangtua saja kamu,sel....ngomel..." Ucapku mencibir.


" Habisnya kak Aby plin plan..tadi katanya mau jalan, malah tiduran lagi....mager lagi...." Ucap Ansel kesal.


" Yaa sudah aku ngantuk.." Ucap Ansel lalu ikut merebahkan badannya dan memejamkan mata.


" Sel,yaa..malah dia yang tidur..sel,,..." Keluhku sambil mengguncang lengannya beberapa kali, benar saja Ansel tidur dan tidak menggubris perlakuanku padanya. Akhirnya aku ikut rebahan di samping Ansel,aku hampir terlelap saat hpku berdering.


🎶🎶 Kring.....kring.....kring🎶🎶


"Hhmm....kenapa?" Tanyaku.


(.......)


"Sorean aku kesitu,Ansel tidur..." Jawabku lagi.


(..........)


"Cerewet banget siih,Ben....iya,,, aku matikan nih...." Keluhku.

__ADS_1


(.......)


"Iyaa......." Tekanku kembali.


"Siapa kak? Ribut amat....." Keluh Ansel sambil membelakangiku.


"Beny memastikan kalau kita kesana nanti sore..." Jawabku sambil membenarkan posisi tidurku.


"Hhm...." Gumam Ansel.


*****


Pukul 4 sore aku dan Ansel sudah berada di rumah Yudi.Sudah tidak begitu rame,hanya keluarga dekat saja. Acaranya memang sudah selesai tadi pagi,wajar saja bila para tamu kebanyakan sudah pulang.


"Lama amat siih kalian..." Keluh Riyan saat melihatku dan Ansel berjalan ke arah mereka.


"Tuh, Ansel tidur...." Jawabku sambil duduk di samping Dion.


"Wiishh,org sibuk baru muncul nih....." Kataku sambil menyenggol bahu Dion.


"Biasa By....anak saleh,harus berbakti sama orangtua..." Balasnya sombong.


"Iya,percaya anak saleh jago mabok.."Sambar Beny meledek.


"Hahahhahaa......"


Kami semua ikut tertawa mendengar ejekan Beny, Dion hanya pasang tampak jutek tak bisa membalas.


"Hai,semua...Baru lengkap ini...." Kata Melly saat menghampiri kami.


" Hai,Mel... makin cantik saja lama tak jumpa..." Goda Ansel.


" Sama siapa,Mel....?" Tanya Ansel antusias dengan kedatangan Melly.


" Sama teman dan kak Alifah masih di dalam kayaknya...."Jelasnya pula.


" Duduk,Mel.....eh, ada bidadari di samping Melly,.namanya siapa..?" Kata Beny sambil berdiri menggeser kursinya untuk Melly dan mulai melancarkan serangan gombalannya.


".Maksih,Ben... Uya,kenalin..ini Aranbella... sahabat aku..." Ucap Melly tersenyum memperkenalkan sahabatnya.


" Hai...kenalkan,Riyan.... manggilnya apa ini,Aran atau bella..?" Kata Riyan ikut berkomentar sambil mengulrukan tangan.


" Aran bisa, Bella jg bisa..." Ucap Aran sambil tersenyum manis.


" Kenapa tidak bilang-bilang siih,Mel..punya teman bidadari cantik..."Ucap Riyan mulai merayu.


" Yan,Mita tuhh...." Kata Beny sambil menunjuk ke belakang Riyan. Membuat Riyan salah tingkah dan hampir terjatuh dari kursinya, kami semua lagi-lagi tertawa dibuatnya.


" Yan...yan.... takut ketahuan playboy juga kamu...." Ucap Sahid geleng-geleng dengan sisa tawanya.


"I yaalah takut... pemberian dari Mita kan mahal-mahal..." Kata Dion pula menimpali cengengesan.


" Iya,sebutin aja semuanya....tidak mau banget siih lihat temannya senang sebentar..." Kata Riyan kesal.


" Mojok yuukk, Mel daripada dengerin mereka...." Rayu Ansel pula sambil mengedipkan sebelah matanya pada Melly.


"Ini lagi ngajak mojok...Aduh ampun nih cowok-cowok tak ada ahlak...." Kata Beny sok kesal seperti ibu-ibu rumpi,menepuk bahu Ansel.


Membuat Melly dan Aranbella hanya tertawa melihat tingkah mereka.

__ADS_1


"Yuucckk,Aran..mojok bareng kakak...." Lanjut Beny sambil menarik tangan Aranbella.


Serentak kami menyerbu Beny dengan cubitan dan pukulan.


"Sama aja kamu,Ben....." Cibir Yudi pula.


"Seru banget ini obrolannya...boleh gabung tidak?" Kata Iren tiba-tiba muncul entah dari mana.


" Iren,kenapa bisa disini..?" Tanyaku heran tapi antusias.


"Hai,sayang.....bisalah, kamu lupa Yudi kan sepupu aku..." Jawabannya tersenyum manis seraya duduk di sebelahku.


"Sama siapa kesini? kenapa tidak kasi kabar sih?kan aku bisa datang lebih awal kalau tau kamu ada..." Ucapku sambil tersenyum menggodanya.


"Nah..nah...mulai ini..tidak lama beneran pada mojok...." Keluh Beny melihat tingkah kami yang sibuk ngobrol dengan pacar masing-masing.


Sahid memang sudah sejak pagi bareng Indah stay bantu-bantu.Yudi jangan ditanya sebagai tuan rumah jelas pacarnya,Lisa sudah di suruh nginap buat bantu urusan dapur.Yang tidak bawa pasangan hanya aku, Ansel, Beny dan Riyan.


Pacar Yudi adalah sahabat baik pacar Sahid,dan Iren pacarku. Aku lupa kalau mereka semua dekat dan Iren ada ikatan keluarga dengan Yudi. Pacar Riyan,Mita memang kuliah di kota yang jauh disana dan jarang kumpul dengan kami,tapi hubungan mereka selalu baik-baik saja dan bertahan cukup lama.


Dan Ansel sepertinya berhasil meluluhkan hati Melly dan resmi berpacaran sejak beberapa bulan lalu. Beny jangan ditanya, bicaranya saja besar tapi takut sama maklum yang namanya cewek, katanya takut di perk*sa. Tidak salah, memang tak jelas deh itu anak...bocah.


Roy belum terlihat sejak tadi,pasti lagi setia menunggu Ros pacarnya dandan.


" Waduh...Ben, jadi obat nyamuk kamu yah...." Kata Roy senyum-senyum mengejek Beny, dia sudah berdiri di dekat Sahid rupanya. Panjang umur tuh anak baru juga dibahas. hehehe....


Beny hanya cemberut melihat ke arah Roy yang senyum-senyum mengejeknya. Ros sudah bergabung dengan gadis-gadis di depan kami.


" Duduk Roy,ambil kursi disana..." Tunjuk Yudi ke beberapa kursi kosong di depan pintu.


".Sudah lama yah,kalian...?" Tanya Roy saat duduk di samping sahid.


" Sekitar sejaman lah..." Jawabku seraya melihat jam di pergelangan tanganku.


" Aby dan Ansel baru sejaman.. kami sejak semalam..." Ucap Beny sewot,masih kesal sepertinya melihat kami sibuk ngobrol masing -masing dengan pasangan.


"Makan dulu yuck..kalian kan baru pada datang..."Ajak Yudi mengabaikan aduan Beny.


"Ayoo,lapar ini...." Sahut Roy lalu berajak menuju meja makan yang disiapkan.


" Sudah makan,Ren..?" Tanyaku pada Iren.


" Belum,makan bareng yuukk..." Ajak Iren menarik tanganku menuju meja makan.


" Sel,makan....eh,kalian semua tidak ada yang ingin makan?" Teriakku pada Ansel dan yang lain.


" Iyaa..mau...." Ucap mereka serentak dan mengikuti ku ke meja makan.


Kami makan bersama sambil diselingi ngobrol dan canda tawa tentang banyak hal.


(Bersambung)


Happy Reading.....


***maaf Up nya lama reader cantik N ganteng.....akibat kesibukan di dunia nyata yang tidak bisa dihindari,maaf yaahh.....***


Happy Reading......


...***please dukung aku yach,aku harap karyaku bisa memuaskan reader semua.. terimakasih dan maaf bila masih banyak typo nya.***...

__ADS_1


...###jangan lupa tinggalkan jejak yach,koment,like, dan jangan lupa vote nya juga terimakasih. ###...


__ADS_2